Atheis : Turunkan Tanda Penghormatan Terhadap Korban 11/9

Sebuah grup ateis di New York meminta agar kota tersebut mencabut pemasangan tanda di jalan yang menghormati tujuh pemadam kebakaran yang terbunuh dalam serangan 11 September 2001 karena serangan teroris. Menurut mereka, tanda itu merupakan pemisahan untuk gereja dan negara. “Seven in Heaven Way” ini sudah resmi didirikan minggu lalu di Brooklyn di luar sebuah tempat pemadam kebakaran tempat para pemadam itu bertugas sebelumnya.

Peringatan mengingat ketujuh orang berjasa itu dihadiri oleh pemadam kebakaran yang lain, pemimpin kota, dan juga istri-istri mereka yang ditinggalkan. Namun, ternyata papan peringatan itu ditentang. “Seharusnya tidak ada tanda atau papan peringatan yang mengandung unsur rohani di tempat umum,” ujar Ken Bronstein, presiden dari Atheis Kota New York. “Hal ini sangat mempermalukan kami.” tambahnya.s

Bronstein memberitahu Fox News Radio bahwa organisasinya terutama keberatan akan penggunaan kata ‘surga’. “Kami menyimpulkan sebagai seorang atheis bahwa tidak ada surga dan juga tidak ada neraka,” katanya. “Dan perkataan di papan itu merupakan pernyataan agama. Inilah yang dipertanyakan kepada gereja dan negara.” Dia tidak bingung juga bagaimana pertentangan yang diajukannya ini akan terasa, khususnya ketika tanda itu digunakan untuk menghormati mereka yang telah meninggal. “Sangat tidak relevan untuk siapa tanda itu digunakan,” kata Bronstein. “Kami pikir hal ini adalah hal yang buruk.”

Hal yang serupa juga dikemukakan oleh David Silverman, presiden dari Atheis Amerika yang setuju dan menyebutkan agar kota New York dapat merubuhkan tanda tersebut. “Tanda itu mengatakan bahwa surga ada,” kata Silverman kepada Fox. “Masalahnya tidak semua orang yang meninggal di dalam serangan itu semuanya orang Kristen. Kalaupun surga ada, surga hanya untuk orang Kristen. Bagi kota untuk mengatakan bahwa mereka ada di surga sangat tidak wajar.” katanya

Jika kota tidak mau menurunkan papan peringatan tersebut, ada kemungkinan perkumpulan atheis ini akan menggugat secara hukum. Kita mengerti bahwa kita semua suatu hari nanti akan ke surga atau ke neraka, tergantung yang mana yang kita pilih. Ikut Yesus atau tidak. Bagi semua umat manusia, Tuhan sudah memberikan dua tempat itu sebagai tujuan akhir yang kekal. Kiranya Tuhan menjamah mereka semua.

Source : radio.foxnews.com/lh3