Australia

Australia Izinkan Pengangkatan Sumpah Dengan Kitab Suci

Polemik berkepanjangan yang menjadi masalah krusial di Australia mengenai pengangkatan sumpah kewarganegaraan dengan menggunakan kitab suci akhirnya resmi diputuskan. Pada Senin (4/4) lalu Menteri Keimigrasian dan Kewarganegaraan Australia memperbolehkan tiap warganegaranya untuk bersumpah dengan membawa kitab suci mereka masing-masing, seperti Alkitab, Alquran, ataupun Taurat sesuai dengan kepercayaan mereka.

Dirilis 9News, hal itu diambil untuk melenyapkan kebingungan tentang “pelarangan Alkitab” dalam acara sumpah kewarganegaraan, karena pihak oposisi menentangnya. Federal Opposition menuduh pemerintah melarang kitab suci bagi calon warga negara Australia, setelah pemerintah mengubah citizenship ceremony code tahun 2008.

Namun Menteri Keimigrasian dan Kewarganegaraan Australia Chris Bowen menepis hal tersebut dengan mengatakan, warga negara senantiasa didorong untuk membawa kitab suci mereka masing-masing ketika mengangkat sumpah kewarganegaraan. Persoalan memang ada kaitannya dengan code tersebut yang menyatakan bahwa teks-teks keagamaan tidak disediakan pemerintah.

Bowen mengatakan, aturan itu dibuat tahun 2003 oleh pemerintah sebelumnya dan tetap menjadi persoalan. Dirinya juga meluruskan bahwa sebenarnya acara pengangkatan sumpah kewarganegaraan itu bersifat sekular dan hendaknya jangan digunakan sebagai forum untuk kepentingan politik, partai, atau agama. Sebuah ambiguisitas karena walaupun disumpah dengan menggunakan kitab suci, pada tiap pemerintahan selalu saja ada pelanggaran dan skandal terjadi yang mencoreng sumpah yang sakral itu.

Source : 9news aussie / DPT