Ayat ayat yang diragukan

Tahukah teman teman, bahwa ayat ayat berikut di bawah ini, diragukan keasliannya, karena TIDAK TERDAPAT di dalam Codex Vaticanus dan Codex inaiticus.

Kepada siapa kita bersandar untuk mendapatkan keyakinan akan kebenaran ayat tersebut?

Mrk 16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.

Mrk 16:10 Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.

Mrk 16:11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.

Mrk 16:12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.

Mrk 16:13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.

Mrk 16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

Mrk 16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Mrk 16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Mrk 16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

Mrk 16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Mrk 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Mrk 16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Yoh 7:53 Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,

Yoh 8:1 tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.

Yoh 8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.

Yoh 8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.

Yoh 8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.

Yoh 8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"

Yoh 8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

Yoh 8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Yoh 8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.

Yoh 8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

Yoh 8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”

Yoh 8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Luk 22:43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.

Luk 22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

Jawaban dari Rm Dr. V. Indra Sanjaya, Pr:

Tentu kita tidak bisa menjawab secara pasti mengapa Mrk 16,9-20 tidak terdapat dalam kedua codex itu. Tetapi yang jelas, fakta ini sama sekali bukan dasar bukti bahwa Injil sekarang ini palsu. Baik Codex Sinaiticus maupun Codex Vaticanus hanyalah manuskrip kuno yang memang mungkin bisa memberi kesaksian tentang sebuah teks tertentu.

Harus diakui bahwa Mrk 16,9-20 memang banyak diperdebatkan.
Konsili Trente (8 April 1546) tentang definisi kitab-kitab kanonik menggunakan rumusan “…these books in their entirety and with all their parts…” Yang dimaksud dengan ‘their parts’ kalau saya tidak salah, adalah Mrk 16,9-20; Yoh 7,53-8,11 satu lagi dari Injil Lukas 22,43-44 (?). Dengan demikian, Trente tampaknya tahu bahwa Mrk 16,9-20 bukan asli bagian Injil Markus dan hanya merupakan bagian saja yang mungkin sudah dipakai sejak cukup awal (mungkin abad 3). Yang jelas, Trente menerimanya sebagai ’suci dan kanonik’.

Pontifical Biblical Commission dalam ‘responsa’ yang bertanggal 26 Juni 1912 pernah menulis demikian:
2156 II. Whether the reasons by which some critics strive to demonstrate that the last twelve verses of the Gospel of Mark [Mark 16:9-20] were not written by Mark himself, but were added by another hand, are such as to give the right to affirm that they are not to be accepted as inspired and canonical; or at least demonstrate that the author of the said verses is not Mark?–Reply: In the negative to both parts.
[dari: Ite ad Thomam Institute: Forgotten Teachings: The Early PBC Responsa]
Keputusan PBC ini tidak pernah dicabut, walaupun harus diakui bahwa sekarang ini banyak yang menerima bahwa Mrk 16,9-20 bukanlah bagian asli dari Injil Markus.

Bagi saya, persoalannya adalah ‘kaca mata’ yang dipakai untuk memahami Alkitab. Kalau saya menggunakan ‘kaca mata’ orang lain untuk membaca Alkitab saya, tentu saya tidak bisa melihat dengan sempurna. Gereja menerima bahwa Kitab Suci adalah tulisan Allah dan manusia. Dan rumusan ini mengandung konsekwensi yang tidak sembarang orang berani menerimanya. DV 13 menyejajarkan Alkitab dengan peristiwa inkarnasi. Seperti dulu Allah yang mahabesar menjadi manusia Yesus dengan segala keterbatasan manusiawinya, demikian juga dalam Kitab Suci, Firman-Nya menjadi bahasa manusia dengan segala keterbatasannya.
Di bawah ini saya kutipkan keterangan dari Bruce Metzger, salah satu tokoh yang bertanggungjawab dalam merekonstruksi teks PB, tentang beberapa akhiran yang terdapat dalam Injil Markus.

Mrk 16,9-20: The Ending of Mark
Four endings of the Gospel according to Mark are current in the manuscripts.

(1) The last twelve verses of the commonly received text of Mark are absent from the two oldest Greek manuscripts (a and B), from the Old Latin codex Bobiensis (itk), the Sinaitic Syriac manuscript, about one hundred Armenian manuscripts, and the two oldest Georgian manuscripts (written A.D. 897 and A.D. 913). Clement of Alexandria and Origen show no knowledge of the existence of these verses; furthermore Eusebius and Jerome attest that the passage was absent from almost all Greek copies of Mark known to them. The original form of the Eusebian sections (drawn up by Ammonius) makes no provision for numbering sections of the text after 16.8. Not a few manuscripts that contain the passage have scribal notes stating that older Greek copies lack it, and in other witnesses the passage is marked with asterisks or obeli, the conventional signs used by copyists to indicate a spurious addition to a document.

(2) Several witnesses, including four uncial Greek manuscripts of the seventh, eighth, and ninth centuries (L Y 099 0112 al), as well as Old Latin k, the margin of the Harclean Syriac, several Sahidic and Bohairic manuscripts, and not a few Ethiopic manuscripts, continue after verse 8 as follows (with trifling variations): “But they reported briefly to Peter and those with him all that they had been told. And after these things Jesus himself sent out through them, from east to west, the sacred and imperishable proclamation of eternal salvation.” All of these witnesses except itk also continue with verses 9-20.

(3) The traditional ending of Mark, so familiar through the AV and other translations of the Textus Receptus, is present in the vast number of witnesses, including A C D K W X D Q P Y 099 0112 ¦13 28 33 al. The earliest patristic witnesses to part or all of the long ending are Irenaeus and the Diatessaron. It is not certain whether Justin Martyr was acquainted with the passage; in his Apology (I:45) he includes five words that occur, in a different sequence, in ver. 20 (tou/ lo,gou tou/ ivscurou/ o]n avpo. VIerousalh.m oi` avpo,stoloi auvtou/ evxelqo,ntej pantacou/ evkh,ruxan).

(4) In the fourth century the traditional ending also circulated, according to testimony preserved by Jerome, in an expanded form, preserved today in one Greek manuscript. Codex Washingtonianus includes the following after ver. 14: “And they excused themselves, saying, ‘This age of lawlessness and unbelief is under Satan, who does not allow the truth and power of God to prevail over the unclean things of the spirits [or, does not allow what lies under the unclean spirits to understand the truth and power of God]. Therefore reveal your righteousness now’ – thus they spoke to Christ. And Christ replied to them, ‘The term of years of Satan’s power has been fulfilled, but other terrible things draw near. And for those who have sinned I was handed over to death, that they may return to the truth and sin no more, in order that they may inherit the spiritual and incorruptible glory of righteousness that is in heaven.’”

How should the evidence of each of these endings be evaluated? It is obvious that the expanded form of the long ending (4) has no claim to be original. Not only is the external evidence extremely limited, but the expansion contains several non-Markan words and expressions (including o aivw.n ou-toj( amarta,nw( avpologe,w( avlhqino,j( u`postre,fw) as well as several that occur nowhere else in the New Testament (deino,j( o[roj( prosle,gw). The whole expansion has about it an unmistakable apocryphal flavor. It probably is the work of a second or third century scribe who wished to soften the severe condemnation of the Eleven in 16.14.

The longer ending (3), though current in a variety of witnesses, some of them ancient, must also be judged by internal evidence to be secondary. (a) The vocabulary and style of verses 9-20 are non-Markan (e.g. avpiste,w( bla,ptw( bebaio,w( evpakolouqe,w( qea,omai( meta. tau/ta( poreu,omai( sunerge,w( u[steron are found nowhere else in Mark; and qana,simon and toi/j metV auvtou/ genome,noij, as designations of the disciples, occur only here in the New Testament). (b) The connection between ver. 8 and verses 9-20 is so awkward that it is difficult to believe that the evangelist intended

Page 105
the section to be a continuation of the Gospel. Thus, the subject of ver. 8 is the women, whereas Jesus is the presumed subject in ver. 9; in ver. 9 Mary Magdalene is identified even though she has been mentioned only a few lines before (15.47 and 16.1); the other women of verses 1-8 are now forgotten; the use of avnasta.j de, and the position of prw/ton are appropriate at the beginning of a comprehensive narrative, but they are ill-suited in a continuation of verses 1-8. In short, all these features indicate that the section was added by someone who knew a form of Mark that ended abruptly with ver. 8 and who wished to supply a more appropriate conclusion. In view of the inconcinnities between verses 1-8 and 9-20, it is unlikely that the long ending was composed ad hoc to fill up an obvious gap; it is more likely that the section was excerpted from another document, dating perhaps from the first half of the second century.

The internal evidence for the shorter ending (2) is decidedly against its being genuine. Besides containing a high percentage of non-Markan words, its rhetorical tone differs totally from the simple style of Mark’s Gospel.
Finally it should be observed that the external evidence for the shorter ending (2) resolves itself into additional testimony supporting the omission of verses 9-20, No one who had available as the conclusion of the Second Gospel the twelve verses 9-20, so rich in interesting material, would have deliberately replaced them with a few lines of a colorless and generalized summary. Therefore, the documentary evidence supporting (2) should be added to that supporting (1). Thus, on the basis of good external evidence and strong internal considerations it appears that the earliest ascertainable form of the Gospel of Mark ended with 16.8. At the same time, however, out of deference to the evident antiquity of the longer ending and its importance in the textual tradition of the Gospel, the Committee decided to include verses 9-20 as part of the text, but to enclose them

Page 106
within double square brackets in order to indicate that they are the work of an author other than the evangelist.

SHORTER ENDING

For a discussion of the shorter ending, see the section (2) in the comments on verses 9-20 above. The reading VIhsou/j is to be preferred to the others, which are natural expansions. It is probable that from the beginning the shorter ending was provided with a concluding avmh,n, and that its absence from several witnesses (L cop boms ethmost mss) is due either transcriptional oversight or, more probably, to the feeling that avmh,n is inappropriate when verses 9-20 follow.

Dari paparan Romo Indra di atas, beserta dengan argumentasinya, maka kita dapat melihat bahwa masing-masing posisi – baik yang percaya bahwa Mrk 16:9-20 adalah bagian akhir dari Markus atau bukan – mempunyai argumentasi masing-masing. Namun, sebagai umat Katolik, maka apa yang telah diputuskan oleh Pontifical Biblical Commission (PBC) harus menjadi pertimbangan bagi kita dalam menghadapi isu-isu yang memang sulit. Pada tahun 1971 melalui motu Proprio Sedula Cura, Paus Paulus VI menata ulang PBC, sehingga PBC bukan lagi menjadi bagian dari Magisterium Gereja. Namun, keputusan-keputusannya, harus kita perhatikan dan memberikan bobot tersendiri. Kalau hal ini juga dinyatakan oleh Konsili Trente, maka keputusan ini mengikat umat beriman. Beberapa argumentasi berikut ini adalah alasan mengapa kita mempercayai bahwa Mrk 16:9-20 adalah merupakan bagian otentik dari Kitab Suci:

a. Didukung oleh Konsili Trente: Dalam Sess.4 Dec. 1, maka kita melihat bahwa kanon dari Kitab Suci adalah seperti yang tertulis di dalam edisi Latin Vulgate, yang memasukkan Mrk 16:9-20 sebagai bagian dari Markus.

b. Didukung oleh Pontifical Biblical Commission: Dalam jawaban yang diberikan tanggal 26 Juni 1912 atas pertanyaan apakah Markus 16:9-20 tidak ditulis oleh Markus namun ditambahkan kemudian sehingga tidak diinspirasikan dan tidak menjadi bagian dari kanon Kitab Suci serta apakah penulis Kitab Markus adalah bukan Markus, maka PBC mengatakan negatif atau tidak atau dengan kata lain, Markus 16:9-20 adalah bagian otentik dari Kitab Markus dan dikarang oleh Markus.

c. Didukung oleh beberapa manuskrip: Menurut beberapa manuskrip, dan juga Tradisi, kita dapat melihat adanya empat alternatif pengakhiran dari Kitab Markus. Namun akhiran panjang dari Markus (ay.9-20) didukung oleh semua manuskrip Yunani kecuali Vaticanus, dan Siniaticus. Vulgate MSS dan semua MSS dari Old Latin (kecuali k) juga memuatnya, termasuk juga Syriac, Coptic dan versi lain. (Dom Orchard, ed., A Catholic Commentary on Holy Scripture, p.907)

d. Didukung oleh beberapa Bapa Gereja: Beberapa Bapa Gereja yang mendukung adanya akhiran panjang dari Markus, adalah: Papias, Justin, Irenaeus, Tatian, Epiphanius, chrysostom, Ambrose, Augustine. Dalam tulisan-tulisannya, mereka mengutip Mrk 16:9-20.

e. Didukung oleh pengakhiran yang aneh: Kalau Markus 16 berakhir pada ayat 8, maka kita melihat akhir dari Kitab Markus sebagai berikut “And they went out and fled from the tomb; for trembling and astonishment had come upon them; and they said nothing to any one, for they were afraid.” (RSV) atau dalam versi Indonesia “Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut.” Bandingkan dengan akhir dari Mrk 16:20 “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” Sungguh sulit dimengerti bahwa Injil yang merupakan kabar gembira harus berakhir dengan ketakutan.

(katolisitas.org)

Maka, jika anda membaca Alkitab anda, dan berjumpa pada ayat ayat di atas, cobalah sedikit berpikir, bahwa keberadaan ayat itu di Alkitab bukanlah karena tiba tiba muncul entah dari mana. Tetapi ada pihak yang memiliki otoritas yang menentukan apakah sebuah ayat adalah betul betul adalah ayat yang terinspirasi oleh Roh Kudus.

thx infonya bro

You’re welcome, bro.

Saya hanya ingin menyampaikan bahwa; kita bersandar pada Alkitab itu BAGUS. Tetapi sayangnya kita harus menyadari, bahwa Alkitab saja TIDAK CUKUP. Mengapa? Karena memang harus diakui bahwa ALkitab ada karena hasil karya manusia, kita imani terinspirasi oelh Roh Kudus. Tetapi tetap, bahwa ada tangan manusia yang terlibat. Dan, kepada manusia-manusia itulah kita mempercayakan ke otentisitasan dari sebuah ayat atau bahkan kitab. Tanpa manusia-manusia terinspirasi itu, kita bagai berjalan di lorong gelap, tidak mengetahui mana yang salah, mana yang benar.

Syalom

ya… saya hargai anda bro^^
tapi buat saya tetap FT sendiri acuannya… dan Dia sanggup mengajar sampai sekarang melalui Firman-Nya…
GBU

ya.... saya hargai anda bro^^ tapi buat saya tetap FT sendiri acuannya.. dan Dia sanggup mengajar sampai sekarang melalui Firman-Nya... GBU

GBU too

Good info Bro (posting normal)


Ehem…ehem…ehem…

Batuk?

Di komix ajaaaaaa

:wink:

Bro Bruce,
Potongan ayat-ayat tsb memang tidak ada di Sinaiticus dan Vaticanus, tp sudah ada di beragam fragmen yg lebih tua.

Dan juga spirit dari ayat-ayat tsb tergambar dari surat-surat dari para bapa gereja mula-mula.

-------postingan di atas supaya ngga oot---------

Eh Bro…jangan bawa merek atuhhhh…
Ehem…ehem…memang bagus mperluas rumput ya Bro…bukan brarti rumput tetangga lebih ijo…(atau lbh banyak kambingnya)…

Eh Bro...jangan bawa merek atuhhhh... Ehem...ehem...memang bagus mperluas rumput ya Bro...bukan brarti rumput tetangga lebih ijo...(atau lbh banyak kambingnya)...

Mungkin alasan yang terakhir bro, he he he

dengan ini anda mengiyakan bahwa alktab itmungkin sudah salah. .

Sepertinya anda yang NON KRISTEN berada pada daerah DILARANG POSTING, bro.

Jadi silahkan menyimak, tetapi tutup mulut, ok

@Momod.

Tolong member di atas saya ditertibkan, thanks

Aneh juga, untuk thread yang serius membahas ayat Alkitab, member yang biasa cuap cuap sebagai ABK, ternyata tidak mampu memberi jawab apapun, he hehe.

Rupanya memang cuma mampu ngurusin Maria dan Paus, ngga ada yang lain.

:smiley:

sebenarnya yang NON kristen pun melihat thread ini pasti berfikir, oh ada orang kristen yang meragukan alkitab toh… klo begitu ALKITAB isinya banyak yang PALSU…

kenapa ? karena forum ini tidak ada fasilitas otomatis yang tidak kristen tidak bisa lihat… so artinya semua bisa lihat, walaupun tidak ikut berdiskusi , melihat judulnya saja sudah berfikiran seperti yang gw tulis di atas…

dan sekali lagi akhirnya mereka akan selalu tertawa melihat thread2 seperti ini… :onion-head86:

Katanya mau terbuka? Nah mari kita terbuka, dan jujur terhadap diri sendiri, jangan suruh orang jujur sementara diri sendiri nutupin borok.

:slight_smile:

Melihat sejarah kanonisasi yang demikian panjang memang sulit memisahkan keterlibatan banyak manusia dari Alkitab yang kita pegang sekarang. Tetapi bila kita mulai meragukan sebagian ayat dari alkitab, berarti kita juga mengakui Alkitab tidak seluruhnya benar, lalu bagian mana yang benar dan bagian mana yang salah? Apakah harus menggunakan akal kita yang terbatas untuk menentukannya? Kalau sudah begini apakah Alkitab bisa menjadi sesuatu alat yang relative dan tidak menunjukan kebenaran?

Jika anda baca dengan teliti post awal saya, sepertinya sih cukup jelas tertulis, bahwa bukan pihak Gereja Katolik yang meragukan ayat ayat itu bro, tetapi justru Gereja Katolik lah yang memutukan bahwa ayat-ayat tersebut adalah ayat yang benar.

:slight_smile:

Dear Bro Bruce,

Dalam thread pertama memang jelas bahwa ayat-ayat tersebut dibenarkan, dengan sangat comprehensive dan baik sekali. Cuma komentar yang saya kutip saja yang agak membingungkan :slight_smile: Anyway kalau semua disini berpendapat Alkitab itu Benar, maka posisi kita semua sama :afro:

GBU

Betul bro, kita memang sama, sesama umat Kristen.

Tetapi percayakah anda, bahwa ada orang yang menunjuk umat Katolik sebagai tersesat dan sudah tidak Alkitabiah? Sementara Alkitab yang mereka pegang itu sangat tergantung keotentikannya dari Gereja Katolik? Itu yang saya ingin tampilkan ironi nya.

Syalom

Nice Posting Bruce :afro:,
Apakah mungkin hal ini juga jadi pertimbangan kenapa Injil Markus yang lebih Tua dibanding Injil Matius tapi diletakkan malah setelah Matius ? ( of course tentunya alasan bahwa Injil Matius bisa lebih smooth ngelink ke PL )
Bro kalau nggak salah Injil Yohanes juga sempat kontroversi waktu bapa2 gereja mau mengkanonkan ? apakah karena unsur Gnostis yang terkandung dalam injil Yohanes ? mungkin Bro Bruce bisa juga share di sini buat kita-kita ?

Thanks & GBU.

@santo

Saya coba cari inonya bro, karena baru dengar dari anda nih.

Syalom