Ayo, Cepat Lindungi 5 TKW yang Tereksekusi Mati

Tenaga kerja wanita asal Indonesia yang akan dieksekusi mati di Arab Saudi bukan hanya Tuti Tursilawati. Ada empat orang lainnya yang sudah divonis di negeri itu dan menunggu akan dieksekusi dalam waktu dekat ini. Mereka adalah Siti Zaenab, Aminah, Darnawati, dan Fatinah, hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Migrant Care saat dihubungi Vivanews.com, Kamis (20/10). Untuk itu Migrant Care mendesak agar pemerintah segera melakukan tindakan pencegahan untuk menyelamatkan warga negara yang terancam hukuman mati tersebut.

Tuti, TKW asal Majalengka, Jawa Barat itu kini tengah meringkuk di penjara Kota Thaif, Arab Saudi. Dia membunuh majikannya dengan pukulan kayu karena telah berulang kali telah memperkosanya. Tuti lari membawa gaji senilai 31.500 real dan sebuah jam tangan dari rumah keluarga majikannya. Nahas buatnya, pria yang berjanji menolong dia kabur, malah menyekapnya sehingga dia diperkosa 9 pria. Dan kini, dia pun menghadapi hukuman mati karena pembunuhan.

Fatinah merupakan TKW asal Semarang. Tahun 2006, saat sedang membuat sambal di dapur, tiba-tiba majikan perempuannya marah-marah. Fatinah pun menjawab sehingga menyebabkan majikannya makin marah. Bahkan batu untuk mengulak pun dipukulkan ke tubuh Fatinah. Kepala TKW kelahiran 1973 itu pun dibenturkan ke tembok. Fatinah melawan, dia membalas dengan memukul majikannya dengan peralatan dapur hingga pingsan dan koma sampai akhirnya meninggal di rumah sakit. Kekerasan yang dialami Fatinah sendiri bukan kali itu saja tapi kini dia terhukum mati karena membela diri.

Siapa lagi yang mau peduli kepada mereka yang teraniaya di negeri orang selain bangsa ini sendiri? Mereka butuh dukungan doa dan juga bantuan nyata. Pemerintah Indonesia harus bertindak cepat sehingga kejadian Ruyati tidak lagi terjadi. Hal ini benar-benar patut menjadi perhatian masyarakat juga agar mereka pun terus melakukan hubungan dengan keluarga atau teman mereka yang menjadi TKW di negeri orang dan mengetahui perkembangan mereka di sana agar kejadian serupa bisa dicegah.

Sumber : vivanews/lh3

@exia

Prihatin juga ya…?? Jika melihat / mengetahui kejadian seperti yang diinformasikan oleh anda mengenai Tkw YANG HARUS menghakhiri hidupnya dng cara tragis seperi itu…?? ( apapun itu agamanya ).
Padahal mereka semua dalam keadaan mencari nafkah bagi keluaraganya di negeri Arab tsb.
Tapi Kalu di tinjau dan diurut -urut akar permasalahannya, demi mencari benang merahnya untuk mencuatkan faktor sebab-akibatnya, pasti /mungkin banyak hal yang dapat ditangkp kalau menilainya secara spiritual atau non spiritual nya bukan…???

Mnurut saya kalau mau dinilai secara spiritual, maka faktor kejujuranlah yang harusnya menjadi dominan untuk diketahui lebih dahulu. Karena kalau kita sadari bahwa namanya bekerja dan mencari nafkah itu sama dengan ibadah kan…?? Atau intinya Melayani Tuhan juga bukan…??
Berarti segalanya harus berpijak sesuai dng kaidah ILLAHI…Sehingga pasti segalanya akan menjadi aman ,tenram dan lancar…sesuai yang diharapkan si manusianya dalam melakukan ibadah tsb.
Namun venomenanya terkadang orang yang mau menjadi TKW tsb sering memalsukan segala sesuatunya, misalnya di indentitas diri ( umur, ktp, kk …dll nya )…nah inikan namanya sudh melakukan ketidak jujuran dalam melakukan ibadahnya bukan…?? Kalau sudah demikian apakah pihak lain bertanggung jawab jika ybs ( si tkw ) mendapat musibah di negeri dia mencari nafkah…??.
Sebetulnya kan berlaku hukum tabur tuai disini bukan…??? apakah hal demikian di sadari oleh semua orang…??

So…???

Salam GBU

Siapa lagi yang mau peduli kepada mereka yang teraniaya di negeri orang selain bangsa ini sendiri? Mereka butuh dukungan doa dan juga bantuan nyata. Pemerintah Indonesia harus bertindak cepat sehingga kejadian Ruyati tidak lagi terjadi. Hal ini benar-benar patut menjadi perhatian masyarakat juga agar mereka pun terus melakukan hubungan dengan keluarga atau teman mereka yang menjadi TKW di negeri orang dan mengetahui perkembangan mereka di sana agar kejadian serupa bisa dicegah.
saya sih bersimpati, tapi setiap negara memiliki kedaulatan untuk penerapan hukum di negaranya sendiri, dan setau saya peradilan disana walaupun berdasarkan agama, cukup "fair".

kalau memang orang2 kita bersalah disana, ya harus dihukum sesuai hukum yg berlaku disana. janganlah kita dibutakan sentimen sebangsa.