Bagaimana anda menjadi saksi KRISTUS ?

Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS,

Membaca ayat yang berisi perintah perutusan itu, sebagai umat Kristen kita seharusnya terpanggil, untuk ikut serta dalam pengabaran Injil, sehingga semakin banyak orang dapat terselamatkan.

Di negara Indonesia, dengan posisi sebagai minoritas, jika kita berpikir optimis, maka sebenarnya ladang pengabaran terbuka luas, ibaratnya ladang telah siap panen, sementara pekerja sangat sedikit. Tetapi, sebagai negara dengan multi-agama seperti di Indonesia ini, hambatan dari pihak mayoritas juga tidak kurang kita rasakan. Dengan hambatan yang sangat keras itu, justru seolah semakin lama pekerja semakin sedikit disertai ladang yang semakin lama semakin sempit.

Masalah masih bertambah dengan saling cakar dan saling rebut umat diatara sesama gereja Kristen, atas nama doktrin gereja yang paling benar. Saling tunjuk dan saling serang antar aliran gereja, saling menjatuhkan, menjadi pemandangan nyata sehari hari. Persaingan antara gereja, yang semakin lama ‘bertumbuh’ bukan semaki besar, tetapi menjadi bonsai bonsai kecil dan saling menjelek-jelekan satu sama lain pula.

Gereja bertumbuh bukan dari semakin banyaknya umat yang berhasil diajari Injil, tetapi hasil dari merebut umat gereja lain. Ibaratnya, pohon sendiri semakin besar dengan hasil cangkokan dari batang pohon lain. Caranya? Tentu dengan penyampaian ‘tipuan’ ala salesman, bahwa produknya lebih bagus daripada produk pesaing.

Semangat mengangkat diri dengan merendahkan gereja lain, bisa dilihat di dunia nyata, atau di forum sebagai gambaran kecil dari dunia nyata. Dimana para ‘salesman’ pemula, dengan nekad berjualan ajarannya dengan ngeyel.

Thread ini saya buka bukan dalam rangka debat doktrin antar aliran, tetapi untuk mengajak anda semua kembali berpikir, kepada siapa seharusnya ‘penginjilan’ itu disampaikan, kepada sesama penganut Injil, atau kepada pihak yang belum mengenal Injil.

Silahkan…

Sesudah membahas perang membahas jadi saksi kristus,

Selain perang dengan orang lain tetap ada perang saudara,
jika dulu orang Libya melawan negara lain dipimpin Khadafi,
Tetapi setelah dilihat-lihat hanya Khadafi yang enak, rakyatnya miskin, terjadilah perang saudara,
Penyerangan antar denominasi akan selalu ada, karena ada denominasi yang merasa bisa sulung, bisa survive selama ratusan tahun, dasarnya bukan iri hati
Ada berapa sinode di Indonesia ? ratusan, dan akan terus terpecah selama ada manusia yang berbeda pendapat,
mengapa gereja Bethany keluar dari Bethel? karena uang, setelah melihat uang perpuluhan yang milyaran jumlahnya, kepalanya tidak mau setor ke gereja induk, keenakan, saya yang kerja, gereja induk yang dapat!
Pendeta lain dari sanapun mendirikan gereja sendiri
Jadi saksi adalah setelah nelihat baru jadi saksi, jadi saksi jaman sekarang ini berat, ditanya polisi, ditahan, bila kasus dikembangkan bisa menjadi tersangka, banyak orang tidak mau jadi saksi, repot!
Jadi saksi terbaik adalah di persekutuan, tanpa memandang dari mana anda berasal dan tidak bertujuan mendirikan gereja baru, contohnya : FGBMFI

@bruce
Ada beberapa hal saya setuju bahwa banyak gereja memang sudah tidak mengambil tugas itu sepertinya. Tetapi yang saya tidak atau kurang setuju adalah tentang rebutan, karena itu ada yang benar ada yang salah.
Yang benar adalah bahwa memang ada yang hanya berfikir membesarkan gereja saja tanpa bersaksi pada orang luar.
Yang salah adalah, bahwa sebenarnya banyak juga gereja yang sudah kurang memperhatikan kebutuhan rohani jemaat. Mereka memandang ritual cukupla tanpa ada usaha pembangunan iman, sehingga keraguan muncul dan ketika jemaat memilih gereja lain yang lebih concern terhadap kebangunan rohani jemaat maka yang keluar adalah “merebut” jemaat. Padahal pola pikir ini timbul justru karena kesalahan sendiri terutama menganggap jemaat sebagai jemaatnya, sehingga dia merasa tersaingi atau terebut lahannya. Faktanya jemaat adalah milik Tuhan dan gereja atau pemimpin gereja hanya dititipi saja, sehingga seberapa besar kepercayaan Tuhan pada pemimpin itulah yang menentukan apakah jemaat masih akan tetap disana atau tidak. So sebenarnya semua tergantung pemimpin gereja sendiri bukan apa yang dilakukan orang lain. Kalau memang jemaat mengalami keraguan didalam gereja itu, bukankah lebih baik kalau mengikut gereja lain tetapi tidak meninggalkan Tuhan daripada jemaat sampai meninggalkan Tuhan? Tapi seringkali banyak orang lebih rela jemaat meninggalkan Tuhan daripada tetap mengikut Tuhan tetapi ikut gereja lain. Bener apa bener bro?

Alkitab tidak menyuruh kita menjadi “saksi ahli”, melainkan menjadi saksi.

Seorang saksi berkata-kata dari apa yang telah dia lihat, yang dia dengar, yang dia alami dari suatu kasus. Seorang saksi ahli berkata-kata dari latar belakang ilmu yg dia kuasai. Kata-kata saksi ahli lebih cocok disebut opini, dan bukan kesaksian.

Misalnya ada tukang gorengan meninggal digantung di tiang listrik. Lalu saya bilang “Saya kenal dia. Dia orang baik, tidak punya musuh. Tapi dia baru saja punya uang banyak karena mendapat warisan.” Kesaksian saya itu berguna bagi polisi. “Tidak punya musuh” dan “punya uang banyak” menjadi petunjuk bahwa pembunuhan si tukang gorengan itu adalah perampukan dan bukan balas dendam.

Orang bukan kristen mendengar berbagai perkataan dari orang kristen tentang Injil:

  1. opini orang kristen tentang injil
  2. kisah nyata pengalaman hidup orangkristen tersebut tentang injil
  3. gabungan kisah nyata pengalaman bercampur opini

Menurut saya, menjadi saksi kristus berarti mengalami kristus lalu menceritakan pengalaman nyata itu tanpa bumbu opini. Biar orang yg mendengar dan melihat kesaksian itu sendiri yg beropini :happy0025:

sangat sangat benar…
kalau jaman dahulu para rasul sibuk dengan intern mereka sendiri… habis dah…
atau paulus tidak mengabartkan injil di luar “Yahudi” habis dah…
saya rasa mau aliran apapun denom apapun pesan “Kristus” yang asli tu jelas…“Kasih”…
maka marilah kita menuai…jangan bertengkar sesama anggota tubuh…
saya sangat setuju dengan saudara bruce

jadi saksi Kristus …harus punya pengalaman pribadi dengan Tuhan :slight_smile:

Shalom "Frater"Bruce ,
hahaha kan kata kau Siip pendeta maka kau adalah "Ex Frater " hehehe :cheesy:( kan Ny Bruce Ex GKI hehehe ) Nice Thread Bruce :afro: kepada siapa seharusnya ‘penginjilan’ itu disampaikan, kepada sesama penganut Injil, atau kepada pihak yang belum mengenal Injil? ke duanya karena Tidak semua umat mengerti kebenaran dalam Kristus dan terutama juga jadi Saksi Kristus bagi seluruh pembaca yang masuk ke FK :afro: jangan sampai kita kehilangan Gandhi2 hanya karena begitu membaca FK mereka lihat OOOOooo begini toh orang yang ngaku murid2 Yesus Kristus :tongue: :mad0261:
GBU.

anda benar saudara Jonathan… saya sangat sependapat dengan anda…

1Co 11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Hayo… siapa yang suka bolos komuni…??? wkwkwkwk…

Berarti bolos memberitakan tentang Kristus jugakk…

;D

Thread ini saya buka bukan dalam rangka debat doktrin antar aliran, tetapi untuk mengajak anda semua kembali berpikir, kepada siapa seharusnya ‘penginjilan’ itu disampaikan, kepada sesama penganut Injil, atau kepada pihak yang belum mengenal Injil.

Silahkan…
[/quote]
Bro,
Sebelum saya menjelaskan, mungkin saya mau tanya apa diFK ini ada orang yang tidak pernah berbuat dosa? dan tidak pernah mengalami pencobaan? Kalau ada orangnya tolong tampilkan??

Kita semua orang berdosa dan semuanya kita perlu belajar dari pengalaman dari apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada kita masing-masing sesuai dengan panggilan kita masing.

Dalam kitab Matius 9:9-13 berkata bahwa sebenarnya dalam pelayanan-Nya Tuhan tidak membeda-bedakan dan Tuhan sangat peduli dan ingin menunjukkan adanya sikap yang berbeda antara mengasihi orang berdosa dan membenci tindakan atau perbuatan berdosa yang biasa dilakukan oleh seseorang…
Tuhan tidak pernah membedakan orang yang akan dilayani-Nya. Bahkan sangat jelas sekali sikap Tuhan Yesus yang sangat perduli dan memperhatikan orang-orang berdosa…

Karena bagi-Nya, kedatangan-Nya kedunia ini adalah untuk memberikan contoh teladan bagi kita semua untuk memahami lebih dalam lagi tentang sikap Kristus yang tidak membeda–bedakan orang dan hanya untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang (ayat 13)…
Allah membenci dosa, tetapi mengasihi orang berdosa …Amin….

Matius 5:13"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.5:14Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.5:15Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.5:16Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Gereja yang adalah kumpulan orang-orang percaya, yang dipanggil untuk dapat menjadi garam dan terang dan selayaknya ketika orang percaya yang dulunya mantan orang berdosa telah menikmati anugerah didalam Kristus, maka sudah selayaknya jika dia mencari dan membagi pengalaman rohaninya bersama Kristus kepada orang-orang yang masih terhilang…Sebagai orang yang sudah diselamatkan… Dan itu bisa kita lakukan kecuali kita lakukan, kalau kita mau makan bersama dengan mereka……Ikutlah cara-cara Tuhan Yesus untuk tidak membeda-bedakan orang……Amin….

Matius 9:9Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.9:10Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.9:11Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"9:12Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.9:13Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Amin…

Betul sekali :afro:
Barusan mau diposting (kalimatnya koq persis seperti yang aku mau posting), rupanya keduluan sis Alice :char11:

Dahulu, ketika saya aktif disebuah forum kristen juga, dimana tersedia board diskusi antar agama, terlihat betapa rukunnya antar denom/aliran Kristen yang saling dukung untuk membela doktrin Kristen yan sedang ‘diserang’ oleh member non-Kristen.

Di FK justru terlihat kebalikannya, ketika para member mengusun denom/alirannya menjadi yang palin ‘lurus’, dan menyerang (mengkritisi?) denom/aliran lain, dan justru bergandeng-tangan dengan para member non-Kristen. Seolah pendapat ‘musuh dari musuhku adalah temanku’ mendapat pembenaran di forum ini. Ini fenomena aneh menurut saya, atau hanya perasaan saya saja yang keliru?

Dalam kehidupan nyatapun, sepertinya semangat seperti itu juga tampil, dimana kepada agama lain kita menjadi lebih toleran. Sementara kepada sesama Kristen, kita menjadi begitu kritis. Kritis demi kebaikan, tentu sah sah saja, tetapi jika ‘kritis’ hanya karena ‘perbedaan’ itu sudah menjurus kepada perpecahan yang parah. Dan sebagai akibatnya, orang orang dari luar Kristen, akan melihat Kristen seperti yang kita contohkan. Ini sungguh menyedihkan.

Pengabaran Injil yang sejatinya adalah penyampaian kabar baik dan Kasih kepada sesama, menjadi pengabaran doktrin gereja aliran sendiri.

Ada tanggapan ?

Silahkan

Tetapi Tuhan Yesus tidak memerlukan kesaksian dari manusia

Tetapi Tuhan YESUS tidak memerlukan kesaksian dari manusia

Lho, yang butuh kesaksian kan bukan Jesus om, tapi manusia lain yang butuh kita sampaikan kesaksian kita tentang Jesus.

:afro: :afro:

Si Om rupanya seumur2 hidupnya belum pernah menginjil ya? Om, anda rupanya belum tau apa itu arti kebenaran. Saya dulu kayak anda. Nggak peduli! Orang lain mau percaya Yesus baik, gak percaya ya binasalah! Itu egois! Selagi kita masih diberi kesempatan, bersaksilah! Ini tingkat penginjilan paling rendah: Bersaksi. Dari kesaksian itu siapa tau ada yg tertarik lalu tanya2. NAh, saat itulah waktu paling tepat untuk menginjil.

hehehehe dia berkehendak manusia dijadikan saksiNYA :smiley:

Jadi, bagaimana anda bersaksi sis? Selain ‘mengkritisi Katolik’ di FK ?

bruce, boleh kau sharing disini … ketika menginjili orang bukan Kristen gimana caranya kau membuka percakapan, atau gimana … saya tertarik ingin tahu. karena sejauh ini saya baru menceritakan Injil kepada seorang kawan ketika ia meminta / bertanya kepada saya. kalo aktif / proaktif sih belum. ingin sekali, tapi ya gimana ya … boleh share experiencemu … bolehkah?

Saya mencoba mencontoh apa yang diteladani oleh St. Fransiscu Asisi bro, bersaksi dengan perbuatan. Dengan bercakap cakap dan mendengarkan. Dan dengan memberi perhatian.

Pada saat saya harus berjaga berminggu minggu di ICU, saya bercakap cakap dan mendengarkan keluarga pasien yang senasib dengan saya. Kebetulan hanya saya yang Kristen.

Dan, puji Tuhan, saya berhasil mengajak tiga keluarga pasien untuk berdoa bersama untuk penyerahan kesembuhan kerabat kami kepada Tuhan.

Itu sekedar contoh, karena pernah saya lihat ada penginjil asing (dari China) yang berdiri di lorong ICU dan berkata ‘Siapa yang mau didoakan?’ berulang ulang, sambil menunjukan Alkitabnya. Dan betul seperti anda duga, tidak seorangpun yang berkata ‘Ya saya mau didoakan’.

Dengan perbuatan dan perhatian, kita menyentuh kemanusiaan manusia lain, sehingga bukan dengan ucapan kita mereka tergerak, tetapi dengan Kasih yang kita berikan.

Begitu kira kira cara saya yang sederhana.

Syalom