Bagaimana cara mengampuni secara total kepada istri yang selingkuh ?

15 tahun aku menikah dan dikaruniai 1 orang anak umurnya sekarang 13 tahun. Sekian tahun berjalan rumah tangga kami tenang-tenang saja. Kami sama-sama rajin ke gereja dan bahkan mengajar sekolah minggu.
Tiba-tiba istriku mendapat sms dari teman lama nya dulu sewaktu SD, nah berawal dari obrolan santai, kangen-kangenan sewaktu masa kecil kemudian berubah menjadi obrolan urusan tempat tidur, istriku bak seorang konselor mencoba untuk memberi nasihat kepada teman lamanya, yang ternyata rumah tangganya sedang ada masalah sudah lama menikah tapi belum punya anak kata dia istrinya selingkuh dengan laki-laki lain. Aku lihat tagihan telepon HP nya tidak seperti biasanya.
Aku awalnya sempat curiga kenapa akhir-2 ini kalau membuka HP nya selalu sembunyi-sembunyi ( slintutan ).
Kian lama obrolan menjadi semakin seru, dan sampai bertemu di hotel dan keluar makan-makan ( sempat anak ku juga diajak ).
Memang sewaktu mau ke hotel pamit ke aku katanya menemui teman lamanya.
Aku mengijinkannya karena aku pikir mereka datang bersama keluarga, ternyata tidak, temannya datang sendiri.

Emosi ku meledak karena mulai pagi sampai sore dan bahkan dilanjutkan lagi hingga pukul 10 malam tidak pulang-pulang, aku pulang kerja perutku lapar di meja makan kosong. Kepala ku rasa nya seperti terbakar saat itu.

Malam itu aku ajak istriku keluar dan kami diskusi, aku masih sempat menahan emosiku. Aku tanya mengapa dia berbuat begitu, dia jawab dia stress utangnya banyak karena membiayai mamanya yg stroke gak kunjung sembuh. Dia mencoba mencari pelarian.
Kalau mengenai hubungan dgn aku, dia jawab tidak ada masalah, dia tak menganggap aku suami yang kurang urusan ekonomi cukup urusan tempat tidur bahkan boleh dibilang katagori diatas rata-rata.
Aku heran bagaimana mungkin aku sebagai suaminya sekian tahun menyayangi dia tiba-tiba berkhianat, sepertinya dia menusuk kan belati dari belakang ke pinggang ku, tega banget !!! Heran aku ??? setan mana yang merasuki hati istriku ini??
Setan mana yang ngajari berkhianat terhadap suami yang gak pernah berbuat serong terhadap dirinya.

Untung saja emosiku bisa aku kontrol, aku tidak memukul, aku tidak mengumpat, aku nasehati pelan-pelan, dia menangis dan dia bilang bertobat tak akan mengulanginya lagi. Dia menyesal kenapa awalnya memberi peluang kepada bekas pacarnya ini. Semua no HP nya di hapus, kartu SIM laen yang dipakai selingkuh dibuangnya.
Kata akhir dia mau mencintai aku selamanya sampai tua nanti.
Sempat aku ancam aku akan pergi kalau dia masih mencintai dia, karena aku beralasan percuma tubuhnya pulang ke rumah bersama aku kalau hatinya masih mencintai mantan pacarnya.
Rupanya istriku takut dan mau kembali.

Sekarang yang menjadi PR besar bagi ku adalah memang secara mulut, aku bisa mengampuni dan menerima dia, aku masih ingat ketika aku mengajar muridku sekolah minggu, bagaimana mengampuni itu. Nah sekarang yang aku ajarkan itu sudah ada dihadapanku aku harus mempraktekkannya. Aku malu kalau bisa mengajar tapi gak bisa melakukannya.

Aku sekarang memang menerima ia kembali, tapi kadang-2 Iblis itu mempengaruhi aku untuk balas dendam. Suara nya tiap hari membisikkan ke telingaku, ayooo masak kamu kalah dgn istrimu, wajah kamu udah lebih dari cukup kalau mau cari wanita lain. (Umur ku sudah 42 tahun, tapi banyak temen kerja ku bilang aku masih kliatan lebih muda).
Ayo tunjukkan bahwa kamu bisa bawa wanita lain, didepan istrimu, bilang gimana rasanya kalo istrimu betapa sakit hati kalau ditinggal selingkuh.

Sekarang hidup rasanya hambar, tidak ada lagi semangat, ya kalau di rumah jalani hidup seperti biasa, datar-datar aja, gak seperti dulu, aku suka tertawa, suka senyum. Sekarang jadi hilang semua, tekanan darahku jadi naik, dadaku berdebar-debar, bahkan sempat masuk IGD.

Tolong beri advice, bagaimana cara mengampuni secara total kesalahan istriku ? Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan bahagiaku yang sejati yang tentunya bersama Tuhan YESUS?
Bagaimana Iblis ini bisa enyah dari aku dan tak lagi membisiki telinga ku untuk membalas dendam kepada istriku?

Utk mengusir iblis yg membisiki maka selain tekad & doa maka naikan pujian & penyembahan utk mendapatkan pertolonganNya. Pikirkan nasib anak bila sampai membalas dendam trus terjadi perceraian Inilah tujuan sebenarnya si iblis yaitu menghancurkan keluarga anak2 Tuhan, dan dng kehancuran ini maka Anda & istri sudah tdk akan bisa lagi melayaniNya krn akan terus berhadapan dng tudingan iblis yg mengatakan kalian telah tidak layak dimataNya.

doa minta Tuhan berikan cinta mula2, kasih agape, kasih yg tanpa syarat…

terus doakan hal itu,

dan kalian berdua datang ke rekan/kakak rohani/gembala yg berjenis kelamin yg sama dengan anda utk anda bisa share dan minta di doakan… ingat yg berjenis kelamin yg sama ya…

Sekarang yang menjadi PR besar bagi ku adalah memang secara mulut, aku bisa mengampuni dan menerima dia, aku masih ingat ketika aku mengajar muridku sekolah minggu, bagaimana mengampuni itu. Nah sekarang yang aku ajarkan itu sudah ada dihadapanku aku harus mempraktekkannya. Aku malu kalau bisa mengajar tapi gak bisa melakukannya.
FT itu pedang tajam yang bermata dua, ktika kita mengayunkanya, satu sisi mengarah ke orang lain, namun yg tidka kita sadarai -- sisi lain siap menebas kita juga

Memang menyakitkan, tetapi mengampuni itu harus, bukan karen akuat kuasa kita, namun karena Dia telah mengampuni kita terlbeih dulu yang juga telah selingkuh dg dunia ini

salam

kalo masalah psykis, memang efek ke tubuh/organ tubuh bisa mengakibatkan sangat fatal.

mungkin anda dapat membaca buku Dale Carnegie , “Petunjuk Hidup Tentram dan Bahagia”

disini banyak teknik dan advice yg mudah dicerna dan tentunya efektif. mungkin resensinya ada bisa googling aja.

Tetap Semangat :slight_smile:

To TQLA> Waktu melayani emang ada sesuatu yang salah pada diri ku, akar kepahitan itu betul-betul mengganguku, Ya saya masih punya waktu untuk bisa menerima dan mengampuni dia secara utuh. Makasih kawan TQLA

To Steavan > Aku masih nyari senior / rohaniawan yang pas sebab kalo ke pendetaku sendiri, aku takut ini jadi bumerang, sebab bagiku ini aib keluargaku, aku malu. Aku ingin ke pendeta dari gereja lain. Thanks Steavan.

Tuk yang lain, makasih advice nya

To: sugas1208

Maukah saudara mati oleh kebebalan dan kebodohan akibat dari Sakit hati dan iri hati. Sebab sakit hati adalah pembunuh dan sumber segala penyakit.

Ayub 5:2 Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati

Ayub 21:23-25 Yang seorang mati dengan masih penuh tenaga, dengan sangat tenang dan sentosa; pinggangnya gemuk oleh lemak, dan sumsum tulang-tulangnya masih segar. Yang lain mati dengan sakit hati, dengan tidak pernah merasakan kenikmatan

Mazmur 31:10-11 Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku. Sebab hidupku habis dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah

1.PENGAMPUNAN ADALAH SYARAT BAGI KITA UNTUK HIDUP
2.LEPASKAN PENGAMPUNAN DENGAN SUARA YANG LANTANG LAWAN iblis DENGAN KUASA ALLAH
3.LEPASKAN PENGAMPUNAN AGAR KORBAN DAN IBADAH KITA BERKENANG DI HADAPAN ALLAH

KUASA ALLAH TURUN ATASMU SAUADARAKU LAWANLAH iblis si pembunuh itu maka dia akan lari.

ATAU PILIH INI

I Yohanes 3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

SILAHKAN PILIH SENDIRI

TUHAN YESUS BERKATI

Kuatlah sebab ALLAHmu KUAT.
Kasihinilah sebab ALLAHmu adalah KASIH
Ampunilah sebab ALLAHmu telah MENGAMPUNI DOSA SAUDARA

AMIN

Lukas 7:37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 7:38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. 7:39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa." 7:40 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru." 7:41 "[b]Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 7:42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" 7:43 Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu."[/b] 7:44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 7:45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. 7:46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. 7:47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." 7:48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."

jika kita melihat masalah anda bro sugas1208 memang sulit
dan saya salut anda bisa menahan amarah :afro:

jika perasaan itu (marah) timbul, maka ingatlah perbuatan Yesus seperti ayat di atas…

Saran saya:

Kelihatannya anda jenuh…/ stress… bukan hanya masalah keluarga, tetapi mungkin pekerjaan atau masalah “luar keluarga”

Jadi lebih baik anda cuti barang sejenak… dan refreshing bersama isteri anda.
mulailah BELAJAR memaafkannya… dari refreshing itu … (anggap bulan madu kedua)

Saya yakin bahwa isteri anda yang sekarang ini, lebih “dewasa” (tidak mudah lagi terjatuh dalam perselingkuhan) sebab dia PASTI malu… karena anda maafkan…

Jadi dengan ini, Belajarlah memaafkan … setiap orang punya dosa baik kecil maupun besar…
kalau di debat terus juga tidak bakalan selesai, karena saling menyalahkan.

Maka dari itu… maafkanlah…

salam

Menerima dia apa adanya spt YESUS juga menerima sodara apa adanya.
Jangan ingat2 kesalahannya … ttp ingatlah cinta mula mula :smiley:
Jangan simpan kepahitan dan keinginan untuk membalas dendam …
kasian buah cinta sodara …dia akan terima imbasnya

Doakan …isteri sodara
Minta kasih karunia Tuhan atas hidup sodara …
sekalipun susah untuk mengampuni…
dengan kasih Tuhan sodara pasti dimampukan untuk memberikan pengampunan yang sempurna spt YESUS

Saran kedua saudara Liberty dan Alice sangat bagus.
Kasih itu sabar, Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Ingatlah saudaraku seburuk apapun masalah yang saudara hadapi TUHAN YESUS sanggup memulihkannya.
seburuk2nya masalah Ayub tetap ALLAH sanggup pulihkan, LEBIH BESAR MASALAH SAUDARA LEBIH BESAR PULA MUJIZAT TUHAN YANG AKAN SAUDARA ALAMI.

DAMAI SEJAHTERAH TURUN ATAS KELUARGA SAUDARA AMIN.

Thanks Alice, Liberty, and Sal : Malam setelah kejadian memang aku nasehati dia, ia mengaku salah dan itu keliru, dia berjanji tak akan mengulangi lagi, 2 minggu berjalannya waktu aku mencoba recovery dan bangkit dari rasa “sakit” ini, ternyata aku masih menemukan sms dari istriku ke dia lagi, jantung ku berdegub keras menahan marah, kenapa dia sepertinya sulit melepas pacar gelapnya. Aku sudah memaafkannya dan tidak berbuat kasar kepada dia, kenapa dia masih “menusuk” aku.
Langsung ku telepon dia, lalu aku bilang, ma aku sudah sabar tapi kenapa kamu masih pingin nyambung lagi sama dia, kalau mama memang lebih berat dia, lebih baik aku pergi aja. Dia nangis dan bilang kapok, dia bilang mau bunuh diri kalau aku tinggal. Marahku luluh, tas besar yang semula sudah aku siapkan, aku letakkan lagi. Aku lihat wajah anakku yang tidur pulas, aku juga tidak tega. Pasti dia juga ikut menderita ketika kedua orangtuanya ada masalah. Kasihan…
Malam itu pula sepulang ia kerja, aku bicara lagi sama istriku, dia sudah ambil keputusan tetap ingin hidup sama aku dan tak akan ada lagi kontak sama laki-laki itu.
Setelah itu, aku jalani hari-hariku tapi hidupku serasa aneh, aku masih suka trauma bila lewat depan hotel atau mall dimana dia dan pacar gelapnya bertemu.
Aku berpikir positif aja mungkin lama-lama nanti juga akan hilang trauma ku.
Cuman ini, aku sekarang jadi suka melamun, merasa ragu-ragu apakah istriku sungguh mau berubah atau suatu saat berulah lagi. Kadang tanpa sengaja aku berandai-andai kalau berbuat begitu lagi persiapan apa yang harus aku lakukan, kemana aku mau pergi dan apa yang harus aku bawa aku harus prepare.
Mata aku tak pernah jujur di depan dia, aku tak semudah dulu lagi percaya sama dia. Bahkan aku berencana akan ngasih pelajaran ke dia, suatu saat aku akan pergi nggak pamit, lalu HP aku matikan, biar tahu rasa bagaimana kalau dia hidup tanpa aku.
Wah kalau ini udah katagori dendam ya ? Oke ini gak bener, tapi kan masih dalam angan-angan, belum terlaksana. Kelihatannya juga aku juga gak tega, karena setelah kejadian itu dia mulai berubah, sebentar-sebentar telepon dan nanyakan aku atau cerita sesuatu. Mulai perhatian lagi, kalau aku pergi keluar sebentar pasti nanya kemana, bahkan maksa untuk ikut.
Kelihatan takut bener kalau tak tinggal pergi.
Tapi rasa percayaku masih belum pulih betul. Aneh aja di rumah lihat ia tidak seperti yang dulu bukan istri tapi seperti perempuan asing yang ada di rumah ku. Begitulah rasanya.
Yaaa itulah pertentangan yang sampai sekarang belum jernih dalam pikiran ku.
Aku mencoba mencairkannya, kalau mau berangkat tidur aku genggam tangannya aku ajak berdoa bersama. Kami berharap suasana kembali seperti dulu. Yaa benar kasih itu butuh pengorbanan, membuang jauh ego aku, harga diri seorang suami.
Kalau salah aku sudah diampuni oleh Tuhan Yesus maka aku juga sekarang harus mengampuni salah istriku. Sampai kapan ? ya sampai 7 x 7 x 7 kali (tak terbatas) begitu kan ? Kalau dia ulangi lagi, ya harus diampuni lagi. Terima kasih teman-teman advice nya. Aku percaya jawaban Tuhan tepat pada waktuNya.

HALELUYA AMIN

salah satu LANGKAH iblis MENGHANCURKAN ANAK TUHAN adalah melalui keluarga
NHA jangan beri celah IBLIS menghancurkan keluarga anda , lakukan MEZBAH keluarga
saling mengaku kesalahan dgn keluarga ,
N lihat
PEMULIHAN PASTI TERJADI
GOD BLESS BRO

Kudu mengampuni mas sagas, walaupun susah…
Tapi harus…
Karena percuma Yesus mati di kayu salib kalau umatNya yang Ia perjuangkan agar mendapat pengampunan dan keselamatan dari Bapa di Sorga, justru sendiri tidak mampu mengampuni.

Aq pernah mengalami, rasanya sakit. Tetapi seiring waktu, kita pasti pelan2 bisa memulihkan hati yang terluka, minta bantuan Tuhan dalam pemulihannya.

Allah itu kasih :wink:

Banyak2lah berdoa untuk istrimu agar tidak terjerumus pada jurang yang sama lagi…

Gbu

apa yang terlepas di bumi akan terlepas juga di Syurga,
dan apa yang terikat di bumi akan terikat juga di syurga.

Coba sediakan waktu tuk intropeksi dan tanyakan ke hati yang paling dalam " Apakah saudara mengasihi/mencintai istri sepenuh hati?", kalau jawabannya “YA” maka 'Dengan Kasih Yang Saudara Miliki" saudara dapat menghapus luka dan mengampuni istri saudara tanpa syarat kapanpun saudara mau…“DALAM KASIH BAPA TIDAK ADA KETAKUTAN, Amin.”
Tuhan YESUS Memberkati…

Doa
Doa
dan Doa
, jangan biarkan diri anda sendiri
dan berkumpullah selalu dengan saudara seiman dan persekutuan

Bera ni Bro.

Yang harus di sadari

  1. kamu telah terluka dan luka itu belum sembuh. jadi jangan paksakan diri.
  2. Kamu merasa bukan hanya di hianati tapi merasa diri bodoh dan dibodohi istri.
    3 bukan iblis yang menggoda mu tapi pikiranmu yang merasa di bodohi ingin membuktikan diri.
  3. kamu menghukum diri karena telah bodoh dan di bodohi.
  4. merasa kehilangan jati diri.

saran saya tanyakan diri apa memang demikian. tidak akan bisa seperti dulu lagi paling tidak bekas itu menjadi cacatt. tapi bangunlah bentuk baru hubungan dengan cara baru.