Bagaimana dengan pendeta ini???

Terry Jones : Aku Lebih Baik Mati Daripada Tidak Berkhotbah

“Aku lebih suka mati daripada berhenti berkhotbah tentang Islam,” perkataan yang keras ini keluar dari mulut Pendeta Terry Jones. Ia menolak untuk menghentikan kampanyenya bahkan jika itu berarti berimbas pada banyaknya jumlah tentara Amerika yang akan mati di Afghanistan. Menurutnya, itulah yang sewajarnya harus dilakukannya dan akan terus dilakukannya.

Pendeta Terry Jones mengatakan haknya untuk berbicara lebih penting daripada kehidupan mereka yang telah meninggal selama kerusuhan atau tentara Amerika yang bisa terbunuh di masa yang akan datang. Dia mengatakan dia akan melanjutkan kampanye melawan Muslim meskipun setiap satu dari 30 umatnya telah pergi meninggalkan dia.

Pendeta yang telah berumur 59 tahun ini mengaku bahwa sekarang dia membawa pistol kemanapun ia pergi karena ia telah menerima lebih dari 300 ancaman pembunuhan. Apalagi katanya, kepalanya dihargai 2.4 juta dolar AS oleh Taliban. Dalam sebuah wawancara dengan ABC News, Jones ditanya apakah ia bersedia mati demi idealisnya, dia dengan tegas berkata, “Ya, pasti. Itulah pentingnya kita merasakan hal itu.”

Dia mengatakan akan terus berbicara bahkan jika itu mengakibatkan kematian baginya dan juga bagi tentara Amerika. “Mungkin dalam jangka panjang, (dengan cara ini) kita dapat menyelamatkan ratusan atau ribuan (orang),” katanya. Saat ini protes terhadap Quran sudah memasuki hari kelima di Afghanistan. Korban diperkirakan terus bertambah. Ribuan warga yang marah di kota memblokir jalan utama Kabul dan membakar boneka mirip Jones.

Kekristenan mengutamakan kasih. Kasih kepada Tuhan dan juga kasih kepada sesama. Apakah kasih Tuhan bisa dinyatakan kepada mereka dengan begini? Kita diminta untuk menjadi terang dan biarlah Tuhan memberikan kita petunjuk bagaimana atau apa yang harus kita perbuat untuk menjadi terang itu agar nantinya kita jangan menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Source : republika/lh3

jangan2 dia ini IBLIS yang sesungguhnya…

bener…hehehe setuju sama brother JBI…haha

btw, ada yang tau gimana pendeta Muhammad Filemon gak? denger2 dia pindah ke agama yang lama ya?

mohon pencerahan…XD

Teroris itu permainan politik.
Mungkin dibalik pendeta ini adalah illuminati yang mendalangi teroris itu sendiri.

Dulu ada bekas pejabat tinggi CIA namanya William Cooper. Dalam ceramah2nya dia menjelaskan secara mendetail tentang rencana New World order.

Dibalik teroris itu adalah New World Order.

Jaman dulu agama penyembah dewa matahari mengadakan upacara pengorbanan manusia. Yang dikorkankan setiap acara kan hanya satu.

Iblis yang dibalik dewa matahari ini sampai sekarang masih mengadakan pembantaian juga tapi caranya lebih canggih melalui perang, adu domba antar kelompok dll supaya yang terbunuh lebih banyak daripada sekedar satu orang saja yang dikorbankan setiap tahun dalam ritual penyembahannya.

Dulu ada bekas pejabat tinggi CIA namanya William Cooper. Dalam ceramah2nya dia menjelaskan secara mendetail tentang rencana New World order.

Dibalik teroris itu adalah New World Order.


maaf saya skeptis.

W Cooper setau saya bukan CIA, tapi memang pernah bertugas di Intelijen AL US. wilayah kerjanya tidak spt CIA, terbatas pada strategis kelautan dan perang laut.

dan kalau misalnya saya penguasa dari organisasi hitam yg mampu dan sengaja membuat pertumpahan darah ribuan orang di ujung dunia sana, maka saya sewajarnya lebih memilih untuk membungkam segelintir orang yg menelanjangi rencana saya sebelum mereka “berceramah”, apalagi mereka berdomisili di depan mata saya.

tentu penanganan dimulai dengan yg soft seperti disinformasi dlsb menuju yg hard, jika diperlukan, seperti jus jeruk arsenik, atau teh polonium, dst.

memang bukan tidak mungkin ada organisasi semacam itu, tapi kalau eksistensi-nya begitu bebas diceramahkan, saya sangat ragu organisasi seperti itu mampu untuk mewujudkan cita2nya.

salam olahraga.

Saya baca kembali Bill memang pernah bekerja di navy sebagai intel yang memberi update pada jenderal setiap hari dan punya akses di semua data intelejen amerika.
cuplikan dari

www.think-aboutit.com/ufo/william_cooper_exhibit.htm www.think-aboutit.com/ufo/william_cooper_exhibit.htm

But it was only when he was back in Hawaii, with an upgraded security clearance (Top Secret, Q, Sensitive Compartmentalized Information), that he found out what all this UFO activity meant. As a member of the Intelligence Briefing Team of the Commander in Chief of the Pacific Fleet (CINPACFLT), it was Cooper’s job to brief high-level officers about various documents. The contents of these documents were what led Cooper to an “18-year search” that culminated in writing Behold a Pale Horse.

saya terjemahkan terjemahan bebas yang merah.
Adalah tugas Cooper untuk memberi penjelasan pada pejabat2 tingkat tinggi tentang berbagai dokumen dan isi dari dokumen2 ini. yang membawa Cooper pada 18 tahun penelitian dan ditulis dalam buku Behold a pale Horse. (Buku terlaris sampai sekarang)

Dari kalimat diatas dan dari pengakuannya di Youtube maka saya percaya dia punya akses untuk semua dokumen2 di badan2 rahasia amerika, karena dia bertugas untuk mengartikan dan menjelaskan pada pejabat2 tinggi amerika/high level officers.

officersnya pakai s artinya jamak.

Tapi juga pernah di CIA waktu itu hanya sebagai pilot halicopternya CIA.

In late 1985, Reed received a phone call from an Air America buddy, William Cooper, a pilot working with Southern Air Transport, another CIA front company. Cooper also was working with soon to be murdered drug kingpin Barry Seal at the same time he was flying re-supply missions for the Contras. In 1986, he was shot down and killed over Nicaragua along with co-pilot Wallace Sawyer. The plane’s cargo-kicker, Eugene Hasenfus, parachuted into the arms of waiting Sandinista soldiers. Video images of his capture spanned the world and forced an airing of a tiny part of US covert operations.

But it was only when he was back in Hawaii, with an upgraded security clearance (Top Secret, Q, Sensitive Compartmentalized Information), that he found out what all this [b]UFO[/b] activity meant. As a member of the Intelligence Briefing Team of the Commander in Chief of the [b]Pacific Fleet[/b] (CINPACFLT), it was Cooper's job to brief high-level officers about various documents. The contents of these documents were what led Cooper to an "18-year search" that culminated in writing Behold a Pale Horse.

saya terjemahkan terjemahan bebas yang merah.
Adalah tugas Cooper untuk memberi penjelasan pada pejabat2 tingkat tinggi tentang berbagai dokumen dan isi dari dokumen2 ini. yang membawa Cooper pada 18 tahun penelitian dan ditulis dalam buku Behold a pale Horse. (Buku terlaris sampai sekarang)


bukankah W Cooper mengakui kekeliruannya soal UFO kepada khalayak umum?

soal pejabat “tingkat tinggi”, disitu hanya dituliskan sebatas dari lingkup/untuk struktur Pacific Fleet, diluar lingkup/struktur Navy lain spt Atlantic/FORCOM, NAVCENT, NAVCO, NAVSO, dst, dan jelas bukan US secara keseluruhan.

Tapi juga pernah di CIA waktu itu hanya sebagai pilot halicopternya CIA.
berarti kiprah dia disana hanya sebatas operator/agen lapangan, bukan top brass.

sangat perlu dipertanyakan keamanan di US jika seorang staf tingkat menengah/agen lapangan dari satu bagian bisa memiliki akses ke semua dokumen rahasia. semakin banyak orang yg tau, semakin tidak bisa disebut rahasia.

teori konspirasi memang kadang2 mencengangkan tapi belum tentu bisa dipercaya.

Apakah teroris bagian dari NWO atau segelintir reaksi saja?
atau memang teroris itu anti Kristus???

lha teroris itu merusak yang mana bro?

klo menurut q teroris (jaringan al-kaidah) itu merusak ke agama…

contoh
klo benar dia membenci amerika… kenapa sampai ke indonesia, malaysia, yang sebetulnya bukan negara banyak orang amerika…

mengapa? soalnya negara2 mayoritas muslim lebih mudah dimasuki…

Jadi itu ya tentang agama

sorry sedikit SARA

:slight_smile:

nice analisa ^^
kalau negara muslim yang mudah berarti di ajaran dalam agama tersebut memang ada ajaran tentang pembenaran kekerasan bukan ?/^^