Bagaimana Dosa Kita Ditebus?

Saya yakin, masih sangat banyak dari antara kita yang menyebut dirinya percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya, masih memiliki kebimbangan dalam hati kecilnya, yang akhirnya bermuara pada pertanyaan-pertanyaan seperti ini: “apa benar, semua dosa saya telah di ampuni?”; “Apa benar nantinya saya bisa masuk sorga?” dan pertanyaan-pertanyaan sejenis lainnya.

Mengapa bisa timbul semua kebimbangan seperti itu? Apa sebenarnya yang mereka pahami tentang penebusan Yesus itu sendiri? Dan apa sebenarnya yang telah Tuhan Yesus perbuat atas semua dosa-dosa umat manusia?

Orang yang menjadi kristen dan percaya Yesus, ternyata sangat sedikit yang mau mencoba mengenal lebih dalam siapa Yesus dan apa yang telah Tuhan Yesus perbuat bagi manusia. Sebagian besar mereka yang telah menerima Yesus hanya mengenal Yesus dari luar saja. Yaitu bahwa Yesus itu Tuhan, bahwa Yesus itu datang untuk menebus dosa-dosa kita, bahwa jikalau kita mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita, maka kita akan di jamin masuk sorga. Dan sebagainya.

Tetapi tahukah kita, apa dan bagaimana caranya dosa-dosa kita bisa ditebus oleh Yesus? Apakah dengan mengakuiNya saja dosa kita telah tertebus? Apakah ada alur logika yang dapat menjelaskan proses penebusan itu?

Tentang dosa, kita semua telah berdosa dan ini adalah fakta. Lantas apa kata Alkitab tentang dosa?

Yakobus

1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Roma

6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

I Korintus

15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Dosa akan melahirkan maut. Yaitu kematian baik jasmani maupun rohani. Dosa baru lunas di bayar kalau orang yang bersangkutan telah mengalami kematian. Sebab upah dosa adalah maut, yaitu kematian. Selama orang tersebut masih hidup, maka selama itu juga dia berada di bawah kuasa dosa. Setelah orang tersebut mati, maka kuasa dosa tidak ada lagi pada dirinya. Sebab hutang dosa telah lunas dia bayar dengan kematiannya. Inilah hakekat dosa sebenarnya yang membimbing kita pada kematian rohani karena mati dalam keadaan berdosa.

Dan celakalah kita karena kematian hanya datang satu kali pada kita. Tidak ada kesempatan kedua sehingga kita dapat diselamatkan. Alkitab sendiri telah menyatakan bagaimana kesudahan kita setelah mengalami kematian.

Ibrani

9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

Tuhan telah menetapkan kita untuk mati satu kali dan setelah itu masuk pada penghakiman. Iman kita tidak mengenal yang namanya inkarnasi yaitu hidup berulang secara terus menerus. Karena itu jika kita mati saat ini, maka kita akan tetap menunggu untuk masa penghakiman.

Yesus memang datang untuk menebus dosa kita, tetapi melalui jalan bagaimana kita mendapatkan penebusan itu? Selama ini kita cuma tahu bahwa Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosa kita, tanpa sekalipun kita paham apa dan bagaimana caranya Tuhan kita Yesus Kristus memungkinkan kita hidup dengan dosa yang telah lunas terbayar.

Ketidak-tahuan kita ini sering membuat kita pada akhirnya merasa tidak yakin akan apa yang kita sendiri berusaha yakini. Tidak sedikit diantara kita walaupun mulutnya menyatakan “saya yakin mati masuk sorga” tetapi di hati kecilnya sendiri timbul keraguan yang selalu berusaha dia tekan sedapat mungkin.

Itulah mengapa masih banyak orang-orang kristen yang katanya yakin mati pasti masuk sorga tetapi setiap minggu merasa selalu wajib berdoa agar Tuhan mengampuni lagi dosa-dosanya. Kalau yang bersangkutan yakin mati masuk sorga, lalu buat apa masih merasa memiliki dosa-dosa dan selalu minta pengampunan sekali lagi dan lagi dan lagi setiap minggunya? Buat apa? Apakah dia mulai berfikir kalau nanti mati dan belum sempat minta pengampunan bisa ke neraka? Katanya yakin mati masuk sorga?.. (mohon saudara membaca buku sharing ke V dengan judul “Doa Pengampunan Dosa”)

Saudara terkasih, Yesus telah membuka jalan bagi penebusan dosa kita. Kematian Yesus di kayu salib itu wajib terjadi demi penebusan kita. Intinya disini adalah kematianNya. Bukan diatas salib atau bukan, tetapi KEMATIANNYA!

Karena dengan kematian itu, gerbang penebusan sudah terbuka lebar bagi kita. Masalahnya di mana koneksitas kita dengan gerbang itu?

Koneksitasnya ada pada ayat berikut :

Roma

6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Saat kita percaya Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat kita, maka kitapun di baptis (mohon baca buku sharing ke V dengan judul “Baptis”)
Pembaptisan ini memiliki arti rohani bukan jasmani. Seperti nas di atas, pembaptisan orang percaya adalah pembaptisan yang memungkinkan orang tersebut “mati” bersama-sama Yesus.

Mati bersama Yesus inilah “pembayaran” kita – yaitu kematian – atas maut, buah dari dosa yang telah matang itu, dimana dosa itu sendiri mendapatkan kuasanya dari hukum Taurat.

I Korintus 15

15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Bahasa sederhananya begini, hukum Taurat, apabila dilanggar akan mendatangkan dosa. Dan dosa yang telah dihasilkan ini, bagaikan buah yang mentah. Dia akan terus menerus seperti di peram hingga matang. Saat matang, maka mautlah yang dihasilkannya. Jadi kalau ditanya mengapa ada maut, karena ada dosa yang diperbuat orang itu, lalu mengapa ada dosa? Karena orang itu telah melanggar hukum Taurat. Tanpa hukum Taurat, maka dosa tidak memiliki kuasa. Jikalau begitu untuk apa hukum Taurat itu? (mohon saudara membaca buku sharing ke VI dengan judul “Hukum Taurat, Dulu dan Sekarang”)

Sebagai ilustrasi agar lebih mudah dipahami saya berikan begini :

jika saudara memacu sepeda motor saudara dengan kecepatan 120 km/jam di sircuit, saudara tidak melanggar hukum dalam hal ini. Sebab di sircuit tidak ada batasan maximum kecepatan. Tetapi jika besoknya, di sircuit itu dipasang pengumuman dari pihak berwenang bahwa kecepatan maximum yang di ijinkan adalah 80 km/jam, dan saudara masih juga memacu dengan kecepatan 120 km/jam, bukankah saudara telah melanggar hukum?

Dalam hal ini pihak berwenang mempunyai hak untuk memenjarakan saudara karena pihak berwenang telah memiliki kuasa oleh peraturan itu? Saat peraturan itu belum ada, walaupun saudara ngebut didepan hidung petugas, dia tidak memiliki hak untuk menangkap saudara. Tetapi beda ceritanya setelah peraturan (hukum) itu ada. Saudara dapat di tangkap.

Kembali ke pokok bahasan di atas, maka saat kita dibaptis, sama artinya kita telah “mati”. Sekarang kita hidup. Hidup kita yang sekarang ini adalah “hidup setelah kematian”. Kehidupan kita sekarang ini adalah kehidupan di dalam Yesus. Sebab kita telah mati di dalam Yesus.

Masalah dosa? Itu sudah lunas dengan “kematian” kita di dalam Yesus.

Dosa telah dibayar lunas dengan “kematian” kita di dalam Yesus. Dosa tidak memiliki kuasa lagi atas kita karena kita telah “mati” sesuai tuntutan dari hukum Taurat atas dosa.

Roma

6:7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.

6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Kehidupan kita setelah kematian ini memang masih di dunia yang sama, tetapi kita telah hidup di bawah kasih karunia Tuhan. Dan untuk itu kita telah bebas dari kuasa dosa. Kalau mau diibaratkan dosa itu mungkin bisa kita umpamakan seperti “bisa ular”.

Dulu, jika kita dipatuk ular berbisa (beracun), maka bisanya itu dapat dengan segera membunuh kita. Tetapi saat kita telah mendapatkan suntikan anti bisa ular (serum) maka gigitan ular tadi tidak lagi memiliki efek mematikan bagi kita. Berapa kalipun kita dipatuk ular itu, kita tidak akan mengalami kematian karena bisanya tidak lagi memiliki kuasa mematikan bagi kita.

Kehidupan kita setelah “kematian” bersama Yesus tidak berarti membuat kita dapat hidup tanpa menghasilkan perbuatan dosa lagi. Tidak! Kita dapat saja melakukan perbuatan dosa lagi. Meskipun kita sangat ingin untuk hidup kudus tanpa menghasilkan perbuatan dosa lagi. Tetapi selama kita masih hidup dalam daging duniawi ini, perbuatan yang kita anggap sudah baik

sekalipun tetap masih bisa menghasilkan dosa. Rasul paulus telah mengalami pergumulan ini juga.

Roma

7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.

7:24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?

Jadi tidak seorangpun yang dapat hidup sampai akhir hayatnya dapat menghindari perbuatan yang menghasilkan dosa. Sebab jika memang bisa demikian, maka Yesus tidak perlu mati untuk menebus dosa kita.

Apa bedanya kita hidup tanpa berbuat dosa setelah kita terima Yesus dan sebelum kita terima Yesus? Kalau seandainya kita mampu hidup tanpa berbuat dosa lagi setelah terima Yesus, bukankah hal yang sama dapat juga kita lakukan sebelum kita terima Yesus? Tetapi karena kita memang tidak akan mampu hidup tanpa berbuat dosa lagilah makanya Yesus perlu turun dan mati bagi kita.

Namun begitu, walaupun dosa tidak lagi berkuasa atas kita, janganlah diantara kita ada yang berani berpendapat bahwa orang kristen bisa bebas berbuat dosa. Jangan pernah! Sebab ada lubang maut di situ!

Ibrani

10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

Apakah kita masih berani mempermainkan kasih karunia Tuhan ini?

Jaminan kita untuk hidup kekal di sorga telah kita peroleh. Jagalah jaminan itu dengan sebaik-baiknya. Bersyukurlah karena Tuhan kita Yesus Kristus telah membuka gerbang keselamatan itu buat kita. Sehingga memungkinkan kita mengalami “kematian” melalui pembaptisan untuk membayar lunas hutang dosa kita. Untuk selanjutnya, hidup kita ini adalah hidup yang tidak lagi berada dalam kekuasaan dosa. Pergunakanlah hidup kita dengan sebaik-baiknya untuk kemuliaan Tuhan.

Jangan ada lagi pada kita keraguan tentang keselamatan kita. Tuhan Yesus bekerja tidak setengah-setengah. Dia bekerja dengan tuntas. Saat Dia memberikan kita anugerah keselamatan, maka anugerah keselamatan itu sempurna adanya.

Hanya satu yang perlu kita jaga, jangan pernah berfikir untuk sengaja berbuat dosa. Ingat nas di atas. “TIDAK ADA LAGI PENGAMPUNAN” setelahnya.

Akhir kata, sekiranya saudara berbeda pendapat biarlah saudara tetap berpegang pada iman saudara itu. Tidak ada pemaksaan apapun dalam hal ini, kita sama-sama belajar untuk mendewasakan iman kita. Segala kemuliaan hanya bagi Bapa di Sorga. Mohon ampunan Bapa sekiranya apa yang saya pahami saat ini tidak benar. Amin.

:slight_smile:

[email protected] ALVA…

SEMUA POST YANG ADA DI 3 REPLY TSB semua isinya hanya satu intinya…yaitu anda sudah memperkenalkan apa konsekwensi dari DOSA DAN APA AKIBATNYA JIKA ORANG SUDAH JATUH TERPURUK DALAM DOSA…YAITU MAUT…!!

Tapi anda tidak membicarakan bagaimana caranya supaya orang seharusnya tidak sampai jatuh kedalam PERANGKAP dosa bukan…??
Padahalnya Alkitab sangat jelas memberi pengajaran-pengajarannya berdasarkan ucapan-ucapan Tuhan Yesus…
sendiri…bagaiman kita seharusnya menggunakan atribut kekristenan kita bukan…??

Simpel saja sebetulnya ajakan Tuhan YESUS Kristus itu kepada kita semua yang sudah mengakui dan menerima Yesus Kristus sbg Tuhan dan Juru selamat pribadi kita. Dimana Tuhan berkata…"tetaplah dalam Firman-KU…maka engkau adalah Muridku…Dan hendaklah kamu sanggub Pikul salibmu…Itulah sebetulnya bentuk respon kita setelah kita mempelajari Alkitab sebagai tuntunan Jalan HIDUP kita sbg orang Kristen…Karena itulah bentuk tanggung jwab kita sebagai manusi KRISTEN YANG MENGASIHI TUHAN ALLANYA DAN MENGASIHI MANUSIA LAINNYA SEPERTI KITA MENGASIH DIRI KITA SENDIRI bukan…??

Jika demikian pola pikir dan prinsip hidup kita…pasti manusia tidak akan masuk dalam cobaan dosa yang dipasang iblis sebagai perangkap pada diri simanusianya…padasetiap helaan napas kehidupan kita.

Salam GBU

Kita diselamatkan bukan karena pengetahuan kita akan cara dan ajaran, tetapi karena iman. Jika berangkatnya dari iman, maka keraguan itu tidak akan menghampir, tetapi jika berangkatnya dari pengetahuan, maka keraguan kerap kali menghampiri.

Keselamatan adalah anugrah bukan reaksi dari suatu aksi. Seorang selamat atau tidak, tidak tampak tanda secara lahiriah, tidak juga kelihatan dari kerajinannya ke gereja, tidak dengan cara berpakaian dan atributnya, tidak juga terlihat dari pengetahuannya akan Jalan Tuhan, tetapi akan nampak secara rohani. Perubahan karakter dan sifat akan terlihat sebagai buah dari pertobatan.

Banyak orang Kristen nampak kekristenannya dari bicaranya yang sedikit-sedikit menyebut nama Tuhan, dari Alkitab yang tergeletak di mobil, atau dari gantungan salib dan keterlibatannya dengan gereja atau organisasi Kristen. Tetapi pengikut Kristus yang sejati adalah mereka yang hidupnya setiap hari menyangkal hawa nafsunya dan mematikan kedagingannya, menunjukan pernyataan kasih dan membawa damai dimanapun ia berada.

2 Korintus 13:5
Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.

iman hanya iman, bukan pengetahuan…

berbahagialah engkau saudaraku bro krispus, karena engkau memiliki iman yang teguh.
akan tetapi tidak sedikit org kristen yang terkadang kalau di tanya “yakin tidak kalau mati masuk sorga?” dia terdiam dan perlahan bilang… “gimana yah…???”

keraguan yang muncul, adalah karena ybs belum mengenal gimana sih sebenarnya penebusan Yesus itu? sehingga dengan melihat kehidupannya setelah jadi kristen, dia jadi ragu karena disadari sendiri masih ada dosa2 yang tak sengaja terjadi. misalkan pernah marah sampai “sensor merah” atau mungkin gak sengaja terucap kata dusta, dll…dll…

ulasan saya di atas adalah menjelaskan bahwa kita sudah ditebus Yesus, karena sesuai dengan kitab Roma itu, bahwa saat kita di baptis dalam nama Yesus, maka sama dengan kita sudah mati. untuk itu urusan dengan dosa telah selesai.

setelahnya yah sebisanya mungkin kita hidup kudus sesuai firman Tuhan kita…

demikian bro…
salam
GBU

Sedikit kritik

Roma 7:14-26 adalah cerita paulus saat dia masih hidup di bawah hukum taurat /belum mengenal KRISTUS/terjual di bawah kuasa dosa dimana paulus selalu jatuh dalam keinginan dagingnya meskipun dia ingin taat pada hukum Allah

Roma 7:14
7:14 Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani,tetapi aku bersifat daging, TERJUAL di bawah kuasa dosa.

Paulus menyebut orang2 yang hidup di dalam kasih karunia adalah orang2 yang sudah 'dibeli ’ bukan ‘terjual’ . Jadi alangkah keliru kalau menggunakan ayat roma 7:14-26 sebagai ciri2 orang yang hidup di dalam kasih karunia

1 korintus 6:20
6:20 Sebab kamu telah DIBELI dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
1 korintus 7:23
7:23 Kamu telah DIBELI dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

Inilah makna penebusan ;’ ‘Dibeli dari iblis sehingga kita tidak lagi menjadi budak2/hamba2 dosa yang menuruti keinginan iblis . Kita menjadi hamba2/budak2 KRISTUS sehingga kita tidak berbuat dosa lagi dan berbuah bagi maut’

1 yohanes 3:6-8
3:6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagisetiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

Yohanes 8:34
8:34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
Roma 6:16
6:16 Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?

Karena itulah TUHAN YESUS berkata ’ Berjuanglah melalui pintu yang sesak itu, sebab banyak yang berusaha untuk masuk namun tidak akan dapat(lukas 13:24)’

terima kasih bro, untuk masukkannya.

tetapi yang saya fokuskan disini adalah awal keselamatan melalui Yesus. yaitu pada saat org terima Yesus dan di baptis, pada hakekatnya dia “mati” untuk dosa. berarti untuk selanjutnya urusan dengan dosa telah selesai, meskipun dia masih hidup di dunia ini.

lalu apakah dia bebas berbuat dosa karena urusan dengan dosa sudah selesai? tentu tidak…! apa yang melarangnya untuk suka2 berbuat dosa karena merasa telah ditebus oleh “kematiannya” di dalam Yesus itu?

Ibrani

10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.

inilah yang menghalanginya.

tulisan ini saya rasa perlu karena ternyata masih banyak org Kristen yang belum mengimani betul bahwa dia telah ditebus Yesus.
tetapi dengan mengerti bagaimana proses penebusan itu terjadi, diharapkan mereka ini mendapat pembaharuan iman dan tidak ada lagi kebimbangan dalam hati kecilnya.

tentang orang yg telah percaya sudah seharusnya dia hidup seperti yang Yesus ajarkan. tetapi, karena kita masih hidup dengan daging yang lama, sudah pasti ada saja keinginan daging yang kita lakukan. dan ini, jikapun menghasilkan perbuatan dosa (yg tidak di sengaja, ingat, yg tidak disengaja. kalau disengaja maka berlaku ayat di atas) maka kuasa dosa itu tidak mengikat kita lagi. (sesuai kitab Roma)

salam
GBU

Ya itulah tugas pendeta dan sesama pengikut KRISTUS untuk memberitaukan makna penebusan yang benar sehingga orang2 Kristen /sodara2 kita tidak terjebak dalam tipuan iblis seolah2 mereka bisa masuk sorga meskipun mereka hidup dalam dosa2 mereka

Ironisnya banyak doktrin2 yang jelas2 menentang kebenaran injil namun digandrungi oleh mayoritas Kristen . Seperti doktrin OSAS , marcionisme , dan ajaran2 lainnya yang jelas2 bertentangan dengan alkitab

KRISTUS datang agar manusia2 itu bisa bertobat dari dosa2nya (sanggup hidup kudus , sebab Allahlah yang mengerjakan di dalam mereka)

Jadi sangat keliru mengira makna penebusan adalah hidup dalam dosa dan tinggal tunggu masuk sorga (false teaching from hell)

Lukas 13:2-5
13:2 Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?
13:3 Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.
13:4 Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?
13:5 Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian."

Ya semoga saja banyak yang sadar dari kekeliruan memahami makna penebusan , kalau tidak sadar2 juga maka akan genaplah perkataan TUHAN YESUS bahwa hanya sedikit saja yang diselamatkan (lukas 13:23)

Tapi memang sepertinya nubuatan TUHAN YESUS akan terjadi . Karena orang lebih suka mendengarkan ajaran2/doktrin2 dusta yang memuaskan telinga mereka ketimbang mengimani apa yang tertulis di alkitab(2 timotius 4:3)

wah, ini mah parah banget!

orang2 yang saya tujukan itu justru adalah sebaliknya dari orang2 yg bro utarakan di atas.

yang saya bicarakan adalah orang2 yg telah menerima Yesus dan berusaha hidup baik (tidak berjudi, tidak mabok2an, dll). tetapi walaupun begitu kalau di tanya dia terkadang memiliki rasa ragu juga… apa bener nih nanti mati pasti masuk sorga? sebab selama ini dalam bergereja, yah cuma datang dan pulang. tahunya dia selama ini adalah, Yesus telah menebus dosanya. tetapi diakui atau tidak, terkadang muncul juga keraguan dalam hati kecilnya. orang2 type ini cukup banyak.

jangan ditanya salah siapa mengapa iman dia tidak dewasa? sebab terkadang gembala juga ada yang lalai dalam mendewasakan iman jemaatnya (dan ini malah sangat banyak). sehingga pemahaman yang prinsipil jadi terabaikan.

salam
GBU

Oh saya kira sodara ingin mengatakan sebaliknya

Tapi coba perhatikan kata2 sodara yang saya bold . Jika iman orang tersebut tidak dewasa2/ pemahamannya tentang KRISTUS selama bertahun2 hanya di situ2 saja tidak ada perkembangan. Artinya orang itu masihlah anak kecil/bayi yang masih harus diberikan susu manis

Padahal dalam kekeristenan , iman seseorang itu harus semakin bertumbuh dan pengetahuannnya tentang KRISTUS harus semakin bertumbuh pula dan sanggup makan makanan keras

Kalau selama bertahun2 pemahmannya tentang KRISTUS hanya di situ2 saja , jelas sangat diragukan apakah orang tersebut betul2 mengenalNYA atau tidak (meskipun orang tersebut bukanlah penjudi ,pemabok , dll)

Karena definisi dosa sesungguhnya adalah ‘di saat kita terpisah dari rancangan/kehendak Allah . Jadi kalau orang tersebut pemahamannya tidak berkembang2 . Itu artinya orang tersebut sedang mati rohani . Ya bisa dikatakan sudah keluar dari rancangan Allah/tidak berada di dalam kehendakNYA(suam2 kuku)’

Ibrani 5:11-14
5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Orang yang hidup dalam KRISTUS harus ada perkembangan (tidak jalan di tempat atau bahkan mundur) . Bahkan penulis kitab ibrani di atas berkata bahwa kita punya kewajiban untuk mencapai tahap pengetahuan para pengajar sehingga kita wajib mengajarkan dan menuntun orang buta . Sehingga orang2 buta itu bisa melihat , dan mereka orang2 buta yang sudah melihat itu juga bisa berbuah dan menjadi pengajar2 juga

Syalom.
Ketika kita diselamatkanNya / ditebusNya tentu kita akan yakin kalau kita akan sampai di kekekalan bersama-sama dg Allah , hal ini bisa kita pelajari dg lengkap lewat FirmanNya di Alkitab/ Alkitab menjelaskan bagaimana kita ditebusNya dari mati dengan AnugerahNya.
Kalau kemudian pada diri kita timbul pertanyaan: Apakah saya telah benar2 di selamatkanNya?, apakah pertanyaan ini keliru? , saya rasa tidak, setiap kita justru harus aware dg memunculkan pertanyaan itu, dg itu kita bisa terusmenerus menguji diri kita, shg kita tdk mengalami kerugian spt perumpamaan org2 di penghujung akhir jaman yg di Mt7:22-23 sbb:
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Mrk ini merasa bhw mereka telah selamat, mungkin krn ritual baptis , atau pemberitaan yang kurang tepat: misl " kalau kamu terima Yesus pasti selamat, kalau kamu percaya Yesus pasti selamat", benarkah ukurannya spt itu ( asal mulutnya mengatakan )?, tentu saja ukurannya tdk sesimple itu, krn mulut dan hati bisa berlainan.
Kalau kita hati2 , kita akan mempelajari dg seksama :
1Kor7:23 Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.
Kalau dibeli artinya yg menentukan adalah yg membeli, bukan barangnya, dan disitu di katakan telah, kapan?,Rm6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?,jadi bukanlah ritual baptis yg menentukan krn pekerjaan ini Allah sendiri yang melakukan.
Lagi pula Alkitab juga mengingatkan:
1Kor10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh.
Jadi alangkah baiknya bila kita hati2 dlm menyampaikan berita kebenaran itu agar tdk semakin banyak org2 yg rugi krn tersesat.
Bagaimana kita memberitakannya: " Kalau Yesus terima saya, saya pasti selamat", bukan kalau saya terima Yesus, " Kalau Yesus mengenal saya, saya akan diselamatkannya", " kalau saya percaya Yesus, dan yang mengatakannya adalah hati saya, maka saya selamat".
Hidup kita adalah rangkaian dr konfirmasi2 yg meneguhkan hati kita , shg kita benar2 bisa bersukacita senantiasa, sampai ajal jasmaniah menjemput kita atau sampai Dia datang kedua kalinya, sukacita ini bukan sesuatu yg dikarenakan alasan jasmaniah, atau sesuatu yg dibuat-buat, ttp benar2 ada alasan yg kuat karena pertanyaan “Bagaimana saya tahu bahwa saya telah diselamatkan?”, telah terjawab dg Ya.Gbu

mas Upil,
Setuju banget mas… Penting bagi setiap individu untuk IMANNYA BERTUMBUH.
Dan… kita harus selalu SADAR, jangan sampai kita MERASA IMAN BERTUMBUH, padahal Sesungguhnya IMAN kita sedang proses men-DANGKAL.
Bisa-bisa ini hasil karya IBLIS yang tidak kita sadari lho…

Saya pengen re-post cerita judulnya EMPAT ini. Mudah2an menginspirasi kita semua… Amen.

Judulnya: EMPAT

Anak SD ditanya temannya: 2+2 sm dgn brp?
dijawab dengan lantang: EMPAT
Teman: Kenapa kok Empat?
SD: Ya jelas empat, dong, kan di Buku Pelajaran Sekolah Tulisannya begitu.
Emang kamu gak bisa baca?

Anak SMP ditanya temannya: 2+2 sm dgn brp?
dijawab: tentu EMPAT
Teman: Kenapa?
SMP: Coba kamu ambil 2 telur + 2 telur, dihitung, jadi empat kan?
Teman: lho kalau akar 16 berapa emangnya?
SMP: ya EMPAT juga, disamping itu 5-1 atau 8/2 juga empat
Teman: Kalau menurut saya Log 10.000 itu EMPAT juga lho…
SMP: Hus… ngawur… EMPAT itu bisanya didapat dari +, -, x, /, dan akar aja, yang lainnya gak bisa.
Kamu gob*** amat sih…

Anak SMA ditanya temannya: 2+2 sm dgn brp?
dijawab: o, itu hasilnya mendekati EMPAT.
Teman: Lho kok mendekati?
SMA: Ya, soalnya kan merupakan Integral dari Luas dibawah kurva Area-area di grafik,
yang kalau dijumlah persisnya 3,99999999999 sekian jadi hampir EMPAT
Teman: Kalau menurut aku, Log 10.000 juga EMPAT lho.
SMA: o iya dong, Log 10^4 kan = EMPAT.

Anak S1 ditanya temannya: 2+2 sm dgn brp?
dijawab: oo, itu range antara 3,9 - 4,1
Teman: Lho kok gak yakin gitu?
S1: Bukan gak yakin, karena tidak boleh mengabaikan faktor-faktor lain.
Kan bisa aja 2 yg kamu maksud itu 1,9923 + 2,0876 iya toh?

Professor Matematika ditanya temannya: 2+2 sm dgn brp prof?
dijawab: Waduh… itu pertanyaan yang cukup sulit.
Teman: Lho prof, anak SD aja kan bisa?
Prof: Soalnya makin saya belajar matematik, makin saya sadar ternyata saya ini belum tahu apa2 lho.
Teman: maksud elooo?
Prof: Memang sejauh ini konsensus matematikawan sedunia, bahwa 2 + 2 itu kira-kira EMPAT.
Tapi kamu harus tahu, bahwa itu di-ANGGAP BETUL,
selama BELUM ada Penemuan Lain yang menchallenge-nya.
Teman: terus jawaban prof apa dong? kok plin plan sih? gak yakin ya sama ilmunya sendiri?
Prof: Wah, ya terserah deh. Sebab, ternyata matematika sedemikian luas-nya, keahlian saya ini gak seberapa.
Jadi kalau kamu tanya saya 2 + 2 = ?
Saya jawabnya: Menurut Saya sejauh ini 2+2 kira-kira EMPAT, tetapi mungkin suatu hari saya salah lho.

Salam,

Cerita “4” yang dirumitkan oleh yang menjawab supaya kelihatannya PINTAR

2+2 sama dengan berapa, jelasnya jawabnya 4 bukan karena buku menulis demikian, tetapi karena memang fakta jasmani dua benda ditambah dua benda lagi jadinya empat, sebab kata 2 yang dipakai itu bulat, sementara orang yang ingin dianggap pintar akan membuat alasan sehingga tampak pintar, sebenarnya ia tidak menjawab pertanyaan penanya tetapi membuat pertanyaan sendiri untuk menjawab pertanyaannya sendiri yang serupa dengan pertanyaan penanya untuk membingungkan penanya.

Fokus itu penting, saat sebuah kebenaran itu dikatakan 2+2=4 maka itulah kebenaran yang harus dipegang. Beberapa orang mungkin agar kelihatannya pandai, mengaburkan angka 2, menjadi 1,99999 sehingga seakan jawabannya bukan 4 tetapi kurang lebih empat. Membuat pertanyaan sendiri akar 16 atau memberi range kepada angka 2 dan profesor dengan gengsinya mengaburkan pertanyaan dan mengartikan 2 sebagai sesuatu yang bersumber dari sesuatu sehingga 2 bukanlah 2 lagi dan lain-lainnya. Bukankah mereka tidak menjawab pertanyaan 2+2, melainkan menjawab pertanyaan yang dibuat sendiri?

Sering kali orang tidak melihat kebenaran, sebab mereka hendak mendirikan kebenarannya sendiri.

Bukan sepertinya lagi bro…memang nubuatan Yesus pasti akan terjadi, tinggal menunggu waktuNya saja… :afro:

Kita sebagai manusia yang hidup di dunia fana ini tak akan bisa lepas dari perbuatan dosa. Bahkan setelah kita bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pun, kita masih dapat melakukan dosa. Namun karena kasih karunia Allah dan kepercayaan kita pada Tuhan Yesus, kita beroleh keselamatan. Karena itu, percayalah bahwa kita sebagai murid Kristus pasti masuk sorga!

Roma 3:23-24
Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan 1 dalam Kristus Yesus.

Roma 10:9
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan , dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati , maka kamu akan diselamatkan.

Tetapi, bukan berarti kita bisa seenaknya berbuat dosa. Kita harus ingat, bahwa dalam mengikut Yesus, kita harus mengikuti firmanNya dan menyangkal keinginan daging kita.

Matius 16:24
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Galatia 5:24
Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Bro kita kan hanya bisa berusaha yaitu berusaha mengerjakan keselamatan yg telah Tuhan beri kan?tentunya dengan tuntunan Roh Kudus dalam hidup kita, klo hanya dgn kekuatan kita, yakinlah gakan bisa, kita pasti jatuh dan jatuh lagi, belum lagi ditambah godaan dari si iblis karena kita buka celah untuk hidup ga kudus. Orang yang selalu muncul keraguan dalam hatinya adalah sepatutnya dia masih ada keraguan dalam hatinya, dan sungguh dewasa iman diperlukan dalam hal ini, tentunya tetap kita butuh saudara2 rohani, bapak rohani dan sharing Firman Tuhan sehingga menguatkan kita dalam mengerjakan keselamatan kita.