bagaimana mengasihi pasangan yg sudah menyakiti hati dan orang2 sekitar kehidup

Hidup orang percaya yang selalu mengalami penganiayaan , oleh keluarga /pasangan / teman sekerja / anak mantu / pemoilik perusahaan & teman sepelayanan.
Luka hati yang sangat dalam membuat selalu ingat dan sulit menghilangkan/melupakan dari ingatan walau sdh cobe mengampuni ; fatanya tidak semudah orang bicara.
Coba teman2 adakah yang bisa memberi jawaban [email protected]
Terima kasih .Tuhan memberkati

To forgive and to forget, memaafkan, menghapus luka hati… memang selalu menjadi nasihat klise, memang sering jadi hal yang sulit untuk dilakukan.

Apalagi jika kita tidak merasa berbuat kesalahan terhadap orang yang menganiaya kita, dan kita merasa tidak sepantasnya orang2 tertentu itu menganiaya kita.
Kalau istri/anak/mantu/orang yang lebih muda/teman sepelayanan yang melakukan itu, rasa sakitnya memang lebih besar. Sementara kita berusaha sekuat tenaga untuk tidak membalas karena sadar efek lanjutannya akan lebih destruktif.

Kalau boleh sharing, yang biasa saya lakukan saat perasaan itu datang adalah mengingat derita Yesus di kayu salib sementara manusia ciptaanNya menghina, mencambuk, melukai Dia.

Dia seharusnya luka hati karena pelanggaran & aniaya kita, tapi sebaliknya Dia tidak membalas bahkan tetap mengasihi kita.
Cheers & GBU, bro…

Tuhan Yesus berkata…kau mau ikut aku sangkal dirimu pikul salib,kalau tidak kmu tdk mau kmu tdk layak bagiku,sangkal diri tidak selamanya kt hrs di gebukin,dicambuk seperti TUHAN YESUS disalib, hati kt tersakiti tp kita tdk membalas itulah yg dimaksud penyangkalan diri yg diajarkan TYK,
Salam