Bagaimana mengatasi istri yang ngak pandai menggatur keuangan.

Syaloom…
Sebenarnya masalah ini masalah keluarga ngak boleh di utarakan di sini, tapi apa boleh buat…mungkin dengan ini bisa menyelesaikan atau mendapat jawaban yang mungkin lebih bijak dan berkenan.
Bagaimana untuk mengatasi sang istri yang ngak bisa ngatur keuangan keluarga. karena terus terang saya termasuk suami yang yang tidak megang duwit , maksutnya semua gajih dan uang penghasilan saya serahkan ke istri semua. waktu di indo untuk beli rokokpun saya minta ke istri…jadi bersyukurlah para istri kalau mendapatkan suami seperti saya ini…he…he.he… Tapi setelelah saya kerja di Luar Negeri, tentu nya pendapatan lebih dari pada di indo.bukan,…?? yang heran kok ngak ada bedanya dapat sedikit habis dapat banyakpun habis apalagi nabung ngak ada sama sekali.
Apakah memberi kepercayaan dan kebebasan tentang keuangan keluarga pada istri itu salah.??karena dulu saya perna mengatakan uang yang saya kirim semua terserah kamu. mau kamu habiskan atau kamu tabung terserah, tapi kalua sampai ada sesuatu masalah keuangan kamu(istri) yang tanggung jawab…
Mungkin kata2 itu yang menjadikan istri merasa keenakan …mentang2 suami kerja luar tiap bulan kiriman lancar dan tidak di awasi .
Tolong kasih saran bagaimana caranya menegur istri mengenai hal ini supaya ngak menyebabkan salah paham.

Thanks, GBU all

:mad0261:Wah, sebenarnya ini urusan dalam negeri ya Bro Adi, tapi berhubung anda pusing dan butuh saran, ya saya coba deh… kebetulan masalah seperti ini pernah saya alami dengan suami. Dan saya sadari sebagai istri saya kadang ndak bisa memanage keuangan dengan baik… tapi semua itu memang harus DIDISKUSIKAN berdua, walaupun kadang awalnya dengan perdebatan yang agak seru he he … tapi keterbukaan itu perlu, katakan saja kekuatiran anda kepada istri mengenai masalah keuangan. Kritik, saran itu tidak ada yg enak, awalnya mungkin tdk menyenangkan bg istri anda ketika di kritik, tapi saya yakin ke depan pasti istri anda akan mulai “berpikir” saat hendak mengeluarkan uang.

Dan selalu doakan penghasilan yg anda terima, supaya dijauhkan dari belalang pelahap, dan satu lagi yg paling penting … jangan lupa memberi perpuluhan pada Tuhan, supaya berkat bagi anda dan keluarga akan selalu tercukupi, karena memberi bagi Tuhan akan membuat lumbung-lumbung kita penuh hingga meluap ( ini berbicara bukan hanya materi tetapi : kesehatan, penyertaan Tuhan, damai sejahtera dalam keluarga ) dlll… GBU :char11:

beliin dia buku tentang keuangan aja mas adi
klo ga download ebook2 tentang keuangan untuk istri tercintah nya :slight_smile:

salam untuk keluarganya :slight_smile:

dibacain or didongengin :monkeys40:

yeee malah ketawa sis hana :slight_smile:

coba di klik tombol ripley aja :monkeys10:

dimulai dr diri sendiri…kalo dr diri kita sendiri aja susah untuk melakukan mana bisa kita menuntut melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan… ya ngga???

TS tau gak uangnya digunakan untuk apa aja?

Kalau blm tau, langkah pertama adalah meminta istri mencatat seluruh expense yang pemakaiannya diatas 100rb

Bagiku kalau masih ada istri pantang pegang duit keluarga soalnya sama saja aku ngak percaya sama dia. maaf saya dulu di besarkan di lingkungan jawa jadi punya istilah wanita itu sebagai pendaringan (tempat menyimpan beras) segala sesuatu urusan makan .belanja ,duit itu istri pegang ,kita cuma nyari saja dan di sini pihak istri di beri kepercayaan, Nah…kepercayaan ini yang sering salah di artikan…;Kalau di ajari soal pembukuan mungkin saya yang kalah…soalnya sebelum jadi istri saya …Dia bekerja sebagai Supervisor di Salah satu perusahaan Jepang…berarti bodoh juga engak kan…Apa lantaran ngak ada suami jadi Hobby belanja…he…hee.

Thanks,…GBU all.

Wah kalau pinter pembukuan kan lebih bagus lagi, jadi nanti bisa di review bareng2 dan diskusikan pengeluaran2 mana saja yang bisa dikurangi / dihemat kalau memang dirasa tidak penting. :slight_smile:

Atau apabila banyak belanja dengan kartu kredit, kan bisa dilihat penggunaan-nya kemana saja.

Mungkin karena latar budaya yang berbeda jadi bro mungkin sungkan yah untuk “mengaudit” pengeluaran :smiley: hehe.

Kalau istri saya dan saya sama2 mengetahui ada duit berapa mulai dari gajian smp akhir bulan, tabungan, deposito dll.

kalau mau ada belanja atau pengeluaran2 yang > 500rb dan gak penting pasti diomongin dulu.

dan secara rutin juga kita tabungkan, dan semuanya serba elektronik (e-banking, tagihan kartu kredit, deposito, dll) jadi mudah dimonitor.

MASALA DUIT SENSITIF…YA,

GBU …alll