Bagaimana menjadi Worship Leader yang baik dan benar ?

Temen2 mau nanya dong syarat2 apa aja yg dibutuhkan dan dilakuin buat menjadi worship leader yg baik dan benar ? Thx ya, GBU :slight_smile:

Suara bagus, bisa nyanyi, kalo bisa fotogenik juga. Tapi kalo tidak fotogenik tidak masalah. Namun fotogenik tentu jauh lebih baik dan menarik. Harus bisa tau klik nya kapan ganti lagu, overtone, membaca emosi jemaat, dan kalo bisa sedikit melucu sebagai bumbu.

Menjadi Seorang Worship Leader Yang Baik dan Benar…

Ada beberapa kriteria untuk menjadi seorang WL yang baik dan benar.

[b]1. Ucapan[/b]

Seorang WL harus mempunyai perbendaharaan kata yang luas. Jadi tidak mengulang-ngulang kata yang sama.

Contoh: “Haleluya”, “Siapa yang percaya……”, “Mari kita……”, Dll.

[b]2. Eye Contact[/b]

seorang WL harus sering melakukan kontak dengan pemusik, singer, dan mungkin beberapa pelayan Tuhan lainnya untuk memberitahu sesuatu.

[b]3. Tidak FALS[/b]

Ini adalah hal yang MUTLAK yang harus dimiliki oleh seorang WL.

[b]4. Penguasaan lagu.[/b]

Jangan menyanyikan lagu hanya kar’na trend. Banyak WL yang menyanyikan lagu hanya kar’na lagunya “enak” dan lagi trend dikalangan gereja, sedangkan dia ngga hapal ama lagunya. Hasilnya?? Uuancurrr……

[b]5. Perhatikan Jemaat[/b]

Ada tipe WL yang hobi mengulang-ngulang lagu sampai berlebihan. Misalkan nyanyi lagu “S’perti Rusa Rindu Sungai-Mu”. Kar’na WL nya merasa suasana ibadah “Belom Ngangkat” sang WL pun mengulang-ngulang lagu hingga 4-5 kali. Hasilnya, jemaat yang udah bete, tambah bete. Plis deh ya?! Lagian apa yang mau diangkat coba?! Betul betul betul??? Lebih baik tingkatkan kualitas bernyanyi daripada perbanyak Ulang lagu.

[b]6. Hand Signal[/b]

Jangan suka telat kasi kode ke Pemusik dan singer. Ini hal yang paling sering terjadi. Apalagi kalo WL nya lagi KEASIKAN nyanyi. Ampun dah.

[b]7. Kerohanian[/b]

Seorang WL diibaratkan sebagai seorang Jendral yang memimpin peperangan. Jadi jangan sampai kerohaniannya kurang. Example, Saat Teduh, Berdoa (doa umum, doa khusus, doa pribadi).

[b]8. Porsi[/b]

Seorang WL jangan berlebihan dalam memimpin pujian. Misalkan anda adalah orang yang agak mudah cape, yahh jangan kebanyakan jingkrak-jingkrakan tar abis napasnya. Kalo anda orang yang mudah haus, jangan pilih lagu terlalu banyak. Kalo anda mudah Nervous, jangan bodoh untuk coba-coba memimpin pujian dalam skala besar. Itu bukan menguji keberanian, tapi mencobai Tuhan (kecuali dalam kasus tertentu).

[b]9. Sistemasi[/b]

Beda gereja, beda peraturan. Jangan jangan pernah menJUDGE gereha orang lain atau gereja sendiri apabila dirasa ada yang kurang dalam perIBADAHan. Ikutilah aliran dimana gereja anda berada.

[b]10. Waktu[/b]

Memang betul Tuhan tidak dibatasi ruang dan waktu. Tapiiii… manusia kan dibatasi. Kar’na itu pikirkan juga berapa lama anda akan memimpin pujian. Jangan kebablasan.

semoga bisa sedikit membantu :happy0025: , atau ada yg mw menambahkan…monggo :happy0025:

SUMBER

Shalom brethern,
Jikalau boleh nambahin dikiet, secuil point2 yg “ga kelihatan” (terkait point 7) :slight_smile:

#Komitmen
WL MUTLAK harus terlebih dahulu memegang & SANGGUP m’berlakukeun PRINSIP PENYEMBAHAN yg BENAR & BERKENAN kpd Allah (Rome 12:1 => "… mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati)

#Sikap Hatinya ke Tuhan yg Empunya Hak Tunggal atas Pujian & Penyembahan (Yadah, Tehillah, Epainos, Ainos, Humneo, Proskuneo)_ketika nge-lead truly with PUREST heart to glorify & worship Him; bukan ‘carper’ pujian manusia or karena ‘tugas’ melainkeun motivasinya melakukan semuanya itu hanya utk Kemuliaan Allah (1 Kor 10:31)

#Sikap Iman_mengimani hadirat & kuasa Tuhan Allah benar nyata dinyatakeun atas pujian & penyembahannya, bersama jemaat yg dipimpinnya yg turut memuji & menyembah.

Wokey, silahkeun dilandjoet! ^,^
Selamat m’dirikeun mezbah Pujian Penyembahan yg Sejati ^!^ :happy0062:
^Cheers JOYfully in Christ J^

yap…bener bngt bray…gw setuju :afro:
mmg poin 7 itu sepertinya dasar dari segala poin yg ada di atas…
thanks dah di tambahin… JLU :happy0025:

Thx ya temen2 atas jawabannya… btw sebenarnya ane ga fotogenik, trus nyanyinya ga bagus… tp pas diminta ama temen, ane langsung mau krn pengen memimpin pujian (sbg ungkapan terimakasih ama Tuhan atas berkat-Nya selama ini :))

Oh ya rencananya ada lagu nih judulnya “Janji-Mu seperti fajar”… trus ane pgn cerita ttg kesaksian ato apa gitu yg berhubungan ama lagu-nya sblm lagu dimulai… temen2 punya rekomendasi cerita yg cocok ga ? Thx ya :slight_smile:

wah gw bingung bray…mw rekomendasikan apaan wkwkwk ;D ;D
tp ada baiknya klo cerita singkat tsb berdasarkan apa yg pernah lo alami bray…
gimana…ada ga kira2 ??? :wink:

Top :afro:

GBU

Fotogenik itu cuman nilai plus-plus yang bisa diabaikan. Yang penting teknik vokalnya. Nah, kalo anda merasa teknik vokal kurang, kenapa tidak kursus saja? Jika anda bertahan dengan “nyanyiannya ga bagus” maka anda juga harus siap mental menerima kritikan pedas, biasanya bukan melulu dari jemaat, namun malah dari anggota tim profetik atawa tim penyembahan itu sendiri.
:slight_smile:

Implementasinya adalah…
Ikut latihan vokal.

xixixixixixi…

:azn:

Don’t be too flowery here sis, sekali-sekali go down to earth bentar lah.
;D

Ati-ati kelaman nge-earth ntar keterusan :tongue:

GBU

yang pasti harus punya karakter pemimpin plus self confident juga(setidaknya pas di atas mimbar),jangan sampe jiper/minder di hadapan banyak jemaat(takutnya ibadah jd kacau krn kesalahan sepele atau jemaat jd pada bingung).

Tergantung ukuran dan komposisi jemaat juga. Kalo bagi yg ukuran jemaatnya 1 ruko, persyaratan yg diminta pasti jauh lebih sedikit daripada yang 3 ruko atau lebih jadi satu, atau yang punya tanah 2 hektar.

plus jangan overacting juga ya klo jadi WL(misalnya berasa jadi mega bintang/selebriti papan atas),nanti jemaat bukannya memfokuskan hati ke Tuhan tp malah jd mendapatkan kesan2 ‘aneh’ selama praise & worship gara2 WLnya overacting.

Itu khan sampun included @point no.3 & 4 yg diutarakeun masbrow passionate tho pakdebroRode? :wink:

3. Tidak FALS
Ini adalah hal yang MUTLAK yang harus dimiliki oleh seorang WL.

4. Penguasaan lagu.
Jangan menyanyikan lagu hanya kar’na trend. Banyak WL yang menyanyikan lagu hanya kar’na lagunya “enak” dan lagi trend dikalangan gereja, sedangkan dia ngga hapal ama lagunya. Hasilnya?? Uuancurrr……

Ixixiiirr benul!
Maturtenkiuw fur ur kind attention loh pakdebroRode, :char11:
Mohon harap maklum, coz ‘Rumah-Nya Babe’ khan bukan on earth, jd priority sbg daughta ya ngintilin Bopo Romo-nya saja saiah mah ah! :party0048: :rolleye0016:

JCBUs
ImmanueL

ikut ngintilin jg deh saiyah :cheesy: :cheesy:

masalah vokal menurutku lebih ke teknik
yang paling mendasar adalah bagaimana motivasi dalam melayani dan hubungan pribadi (persekutuan) dengan Tuhan, jaga kekudusan

Aiyaaa… sis ndhuk ini loh, masa lupa sama doanya Tuhan Yesus, “Datanglah kerajaan-Mu DIATAS BUMI, seperti di dalam Sorga…”
:azn:

Aiya, aiya, aiya ya ya…

Nanti kalo suka yang flowery flowery malah nyangkut ditengah…
Bumi kagak, Sorga juga kaghak…
Kalo dapetnya “para penguasa kerajaan angkasa” gimana dunk?
Amit amit djabang beiby…

Shalom pakdebro Rode sugeng nite,
Ihihii, injih2 semuth maturtrims wejangannya sembari wedangan nggih pakdebro :D, insyaJC ndak aken lupa DOA BAPA KAMI-yg part “itu”, sama hilnya jg susah lupa sama TIPS "Kepenuhan Hidup dalam Kristus sbg Manusia Baru yg di Kolose 2, 3 en 4 :cheesy:
Ada wejangannya jg di Kol 3:1-2 "… … ., carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. sebab kamu telah mati!.. … … "

IMO, maksud hati inginnya sih, klo lg berada dlm sikon mengemban respon panggilan melayani “Dia-yg di Atas”, lebih cucoknya m’prioritykeun pake TIPS utk perkara2 which is related dg “ATAS”, bukan mikirin sebolaqipun apalagih ancang2 maw nyangkut di tengah2 wqwq -^^- :happy0025:
Demikian pakdebro, danke ^^

JCBus

Kalo gitu kesimpulannya, berarti gak usah belajar vokal, musik, gerak tari dsb dong? Kan itu semua adanya di bumi?
:azn: