Bagaimana nasib mereka yang tidak mengenal Yesus hingga akhir hayatnya?

Salam saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,

Saya memiliki pertanyaan yang mengganjal di dalam hati saya, bagaimana kondisi sanak saudara kita yang hingga akhir hayatnya tidak mengenal Tuhan Yesus (bukan menolak, tapi memang belum pernah mendapatkan kabar sukacita/Injil). Seperti kakek dan nenek saya yang sudah meninggal, maupun anak perempuan saudara saya yang meninggal ketika berumur beberapa hari. Apakah mereka sekarang di neraka, di surga, atau dalam purgatory / penyucian?
Mohon kawan2 yang lebih tahu mengenai hal ini berkenan memberi penjelasan.
Terima kasih

(Mohon maaf bila threat ini saya post di tempat yang salah :char11:)

GBU

sebenernya memang Hanya Tuhan yang tau dan hanya Tuhan yang berhak mengadili… mereka…

namun dengan teori dan analisa “theologisnya” yang kita tau:

KGK 1260 “Sebab karena Kristus telah wafat bagi semua orang, dan panggilan terakhir manusia benar-benar hanya satu, yakni bersifat ilahi, kita harus berpegang teguh, bahwa Roh Kudus membuka kemungkinan bagi semua orang, untuk bergabung dengan cara yang diketahui oleh Allah dengan misteri Paska itu” (GS 22) Bdk. LG 16; AG 7.

Setiap manusia yang tidak mengenal Injil Kristus dan Gereja-Nya, tetapi mencari kebenaran dan melakukan kehendak Allah sesuai dengan pemahamannya akan hal itu, dapat diselamatkan. Orang dapat mengandaikan bahwa orang-orang semacam itu memang menginginkan Pembaptisan, seandainya mereka sadar akan peranannya demi keselamatan.

jadi, orang tdak mengenal Kristus oleh karena bukan kesalahannya (invicible ignorance) dapat diselamatkan… istilahnya baptism of desires

Tuhan mengikatkan RahmatNya pada sakramen2 Nya, (Baptis) namun tentu saja Rahmat Tuhan tidak terikat pada sakramen. Tuhan berkuasa menentukan yang Dia Kehendaki.

sebenernya memang Hanya Tuhan yang tau dan hanya Tuhan yang berhak mengadili… mereka…

namun dengan teori dan analisa “theologisnya” yang kita tau:

KGK 1260 “Sebab karena Kristus telah wafat bagi semua orang, dan panggilan terakhir manusia benar-benar hanya satu, yakni bersifat ilahi, kita harus berpegang teguh, bahwa Roh Kudus membuka kemungkinan bagi semua orang, untuk bergabung dengan cara yang diketahui oleh Allah dengan misteri Paska itu” (GS 22) Bdk. LG 16; AG 7.

Setiap manusia yang tidak mengenal Injil Kristus dan Gereja-Nya, tetapi mencari kebenaran dan melakukan kehendak Allah sesuai dengan pemahamannya akan hal itu, dapat diselamatkan. Orang dapat mengandaikan bahwa orang-orang semacam itu memang menginginkan Pembaptisan, seandainya mereka sadar akan peranannya demi keselamatan.

jadi, orang tdak mengenal Kristus oleh karena bukan kesalahannya (invicible ignorance) dapat diselamatkan… istilahnya baptism of desires

Tuhan mengikatkan RahmatNya pada sakramen2 Nya, (Baptis) namun tentu saja Rahmat Tuhan tidak terikat pada sakramen. Tuhan berkuasa menentukan yang Dia Kehendaki.

Terima kasih atas jawabannya, jadi mereka sudah di tangan Tuhan yah sekarang

Perlu atau tidak kita mendoakan leluhur atau sanak saudara kita yang telah tiada untuk diterima di Kerjaan Surga?
Pendeta saya pernah bilang tidak perlu, karena menurut beliau mereka yang belum mengenal Tuhan Yesus akan dilahirkan kembali untuk mengenal Dia, karena Tuhan Maha Pengasih, begitu. Benar atau tidak ya?

Yang jelas orang yang sudah meninggal, baik percaya Yesus maupun tidak, ya sekarang sedang “tertidur”. Bila percaya Yesus, maka pada saat kedatangan Yesus kedua kali akan dibangkitkan dan menerima hidup kekal.

Bagi mereka yang tidak percaya Kristus, mereka akan dihukum pada akhir jaman, tetapi berat ringan hukumannya tidak sama. Yang tidak percaya karena tidak pernah mengenal kebenaran akan dihukum ringan, sedangkan yang sudah tahu kebenaran tapi tidak mau percaya akan dihukum berat.

Jangan tanya saya seberapa berat/ringannya hukuman itu. :wink:

oh ya…

menurut ajaran saya perlu… karena dengan dasar:

sangat perlu!, sebagai orang beriman, Kita memohon kepada Tuhan dalam iman dan pengharapan permohonan kita itu bukan permohonan yang salah, sebab, permohonan kita itu bukan untuk memuaskan napsu kita, namun karena kita mencintai mereka yang telah dipanggil Tuhan. kita bedoa, dengan menyerahkan segala keputusan kepada sang Maha bijak sana dan Maha Kuasa.

terdengar seperti konsep inkarnasinya hindu ya? percaya atau tidak itu terserah anda bro… di telaah saja…

kalau di agama saya, bahwa Yesus itu telah menebus dosa seluruh umat manusia, sehingga manusia tidak lagi mati oleh dosa. maka dari itu, dihadapan Allah, kini semua orang hidup. namun, bahwa disurga diperlukan kekudusan sempurna(Why 21:27). Oleh sebab itu gereja katolik mengenal konspep api pensucian untuk membersihkan jiwa2 yang selamat (1 Kor 3:15). sehingga memenuhi kedua kondisi, yaitu selamat dan suci sempurna.

@atas
KGK itu buatan manusia kah?atau kitab baru?

mas…
satu hal yang saya tahu dengan pasti adalah:
Tidak ada seorang manusia pun, termasuk seluruh member forum ini (yang kalo gak salah semuanya manusia biasa, alias engga ada jin, setan, apalagi Tuhan) yang LEBIH TAHU daripada anda yang juga manusia biasa, TENTANG RENCANA TUHAN atau KEPUTUSAN TUHAN…

jadi kalo saya sih:
“Who are we to judge, for we are merely human, and are nothing compared to God”
Let us be faithful to WHATEVER God desires to decide.

gitu mas…
jadi jawaban-jawaban yg diutarakan oleh manusia-manusia spt saya, anda, dan member lainnya adalah:
Hasil INTERPRETASI dan OPINI manusia tersebut…
yang JELAS PASTI ENGGA BAKAL MAMPU mengetahui Keputusan Tuhan apalagi Pengen Mempengaruhi Keputusan Tuhan… ehehe…

Nah…
bagi yg keliatan nya YAKIN BANGET bahwa PENDAPATNYA itu PASTI PERSIS BANGET dengan TUHAN alias TIDAK MUNGKIN SALAH (bhs bataknya: Infallible),
maka tentu kesimpulan yg amat mudah: teman kita ybs itu SOK TAHU…
ehehehe…

Maksud saya nge-post disini adalah mungkin ada ayat2 di Alkitab yang terlewatkan oleh saya atau yang belum saya pahami mengenai mereka yang meninggal sebelum mengenal Tuhan Yesus.
Misalnya nenek dan kakek saya yang sejak lahir adalah Kong Hu Chu, dan sampai meninggal juga tetap agama nya itu. Taat berdoa, tapi mungkin salah alamat. Mungkin ada ayat2 nya tentang mereka yang “salah alamat” seperti itu

ah… belum tentu salah alamat mas…

itu kan katanya MANUSIA-MANUSIA spt saya dan anda yang SOK TAHU gara-gara udah khatam baca alkitab, dan lagi NAPSU pengen ngajakin sebanyak mungkin orang pindah agama, karena DIA PIKIR bahwa ITULAH yang DIA KIRA DIPERINTAHKAN TUHAN…

belum tentu mas…
jangan-jangan siapa tahu Tuhan justru lebih berkenan kepada orang yang agamanya apapun atau malah tidak beragama, tapi benar-benar menjalankan esensi ajaran Tuhan dalam hidupnya…
daripada yang CUMA BANGGA NGAKU-NGAKU HAPAL ALKITAB, terus DIKIT-DIKIT NGUTIP AYAT, terus NYALAH-NYALAHIN orang yang tidak seagama… TERUS NGAKU-NGAKU merasa PENGEN MENYELAMATKAN JIWA (kaya dirinya Tuhan aja bisa menyelamatkan jiwa… ehehe…)
tapi KELAKUANNYA… engga ada alias OMDO… ehehe…

who knows…
Semua TERSERAH TUHAN kan?
kita engga bisa maksa juga kok…

Mohon tanya, pendeta gereja mana yang bilang begitu? Hemat saya Kristen tidak percaya “reinkarnasi” mungkin bro salah dengar kali…Mungkin maksudnya sang pendeta, bahwa jika kita selagi hidup didunia bertobat maka kita akan dilahirbarukan oleh Tuhan.

Salam

Dalam bukunya, DR. Jaerock Lee menegaskan bahwa anak-anak ada kemungkinan untuk selamat meskipun mereka belum/ tidak dibaptis. Di halaman 23 ia menuliskan, seorang anak asalkan dia belum mencapai usia enam tahun, dapat menerima keselamatan kalau orang tuanya memiliki iman untuk diselamatkan dan membesarkan mereka dalam iman.

Sebab suami yang tidak percaya dilayakkan untuk menjadi anggota umat Allah karena perkawinannya dengan istri yang sudah menjadi milik Allah. Begitu juga istri yang tidak percaya dilayakkan untuk menjadi anggota umat Allah, karena perkawinannya dengan suami yang sudah menjadi milik Allah. Kalau tidak begitu, anak-anak mereka tentunya seperti anak-anak kafir, padahal anak-anak itu dianggap sebagai anggota umat Allah (1 Korintus 7:14, versi Bahasa Indonesia Sehari-hari)

Meski demikian, tidaklah benar jika seorang anak tidak dapat diselamatkan secara mutlak hanya karena orang tuanya tidak beriman. Jadi, keselamatan anak-anak sangat tergantung pada iman orang tua mereka; bukan pada dibaptis/ tidaknya mereka. Mengapa ? Karena mereka belum bisa berpikir secara dewasa dengan mengambil keputusan untuk menerima Yesus sebagai juru selamat mereka.

Lantas, bagaimana dengan nasib mereka yang tidak pernah mengenal Yesus dan belum percaya padaNya padahal ia berjiwa baik ? Roma 2:14-16 versi Kitab Suci Injili tertulis,
“Apabila suku-suku bangsa lain yang tidak memperoleh hukum Taurat melakukan hukum Taurat berdasarkan naluri mereka, maka diri mereka sendirilah yang menjadi dasar hukumnya, sekalipun mereka tidak memperoleh hukum Taurat. Hal itu menyatakan bahwa isi hukum Taurat telah tersurat dalam hati mereka, bahkan batin mereka pun turut memberi kesaksian, karena seringkali mereka dituduh atau dibela oleh pikiran mereka sendiri. Semua itu akan nampak pada saatnya, yaitu saat semua rahasia yang ada di dalam diri manusia akan dihakimi Allah melalui Isa Al Masih, sesuai dengan Injil yang kuberitakan.

Setiap manusia yang belum mendengar Injil akan dihukum sesuai dengan ketaatan atau ketidaktaatan mereka pada suara hati nurani mereka. Jikalau selama mereka masih hidup menuruti suara hati nurani yang senantiasa mengingatkan mereka saat akan berbuat kesalahan serta mendorong mereka untuk berbuat baik, mereka ada kemungkinan untuk selamat jika IA berkenan. Suara hati nurani adalah hukum Taurat bagi mereka. Itulah kebijakan khusus yang saya sebutkan sebelumnya.

Bagaimana nasipnya???

Kita ribut dengan orang-orang yang jauh, tetapi sudakah orang disebelah anda, yang duduk didepan anda setiap harinya telah didamaikan dengan Allah dan menerima janji-janji Allah?

Seperti seorang tukang kayu yang tugasnya memasang kusen-kusen, setiap hari ia mengkawatirkan kesalahan pemasangan ubin dan menanyakan kesempurnaan pemasangan pipa air, tetapi kusen-kusen itu sendiri tidak disentuhnya.

Yesus mengatakan dalam Yohanes 4:35, “Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.”

Mereka yang tidak pernah mengenal Yesus bukan karena mereka menolak untuk percaya tetapi memang dikarenakan tidak pernah ada yang memperkenalkanNya kepada mereka sama sekali kemungkinan mereka akan diadili berdasarkan kepatuhan mereka terhadap Suara Hati. Karena Suara Hati tertanam di dalam diri setiap manusia dan Suara Hati manusia memberontak (menolak) setiap kali ingin berbuat jahat.

Untuk anak-anak kaum pagan (juga anak dari orang percaya tapi belum dibaptis) yang wafat sebelum mencapai umur diskresi (age of discretion) yaitu usia dimana seseorang sudah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, Yesus berjanji bahwa roh anak-anak itu tidak akan menderita dan ditaruh di suatu tempat yang dirahasiakan oleh Yesus (baca: The Prophecies and Revelation of Saint Bridget of Sweden, Book 2, Chapter 1).

Mengenai jiwa-jiwa yang berada di api pencucian (purgatory), pembahasannya ada di Book 1, Chapter 50.

Semoga bermanfaat.

Sesuai Injil, Yesus Kristus adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Yesus Kristus.
Menurut pendapatku, kalo ada orang yang tidak mengenal Yesus Kristus karena tidak ada yang mengenalkan-Nya kepadanya, Yesus Kristuslah yang menentukan apakah orang itu sampai kepada Bapa ato tidak. Kalo ada orang yang mengetahui Yesus Kristus tetapi tidak mau menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat, orang itu tidak akan sampai kepada Bapa, karena tidak mau menjalani jalan, kebenaran, dan hidup.
Yang mengherankan, banyak orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus, tetapi memilah-milah ayat Injil yang dipercayai.

Salam damai.

Ini adalah bagiannya Tuhan, bukan bagian kita. Namun demikian saya meyakini bahwa mereka yang seumur hidupnya tidak pernah menolak Injil walau tidak menjadi pengikut agama Kristen (Katolik, Protestan, Karismatik dll) mereka juga atas rahmat dan pilihan Allah, sekali lagi menurut apa yang saya yakini mereka juga mendapat kesempatan untuk diselamatkan lewat karya penebusan Kristus.

Dasar yang saya pakai adalah ayat berikut ini:

Pertama Mrk 9:40, “Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.”
Saat para murid bertemu dengan orang-orang yang bukan termasuk golongan murid, anggap saja tidak termasuk orang beragama Kristen namun mereka tidak menolak, menyangkal, melawan Tuhan Yesus Kristus dan sebaliknya mereka juga menaruh harap kepada Kristus, mereka dikatakan ada di pihak yang sama.

Dasar kedua adalah Roma 2:14-16,
“Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.”

Dikatakan pada saat hari penghakiman Kristus, jadi saat mereka telah mati maka mereka yang tidak memiliki hukum Allah, yang dapat anda asumsikan orang-orang yang bukan beragama Kristen namun hidupnya sesuai dengan tuntutan hukum Allah karena dorongan dalam hatinya, maka mereka itu diperhitungkan sebagai seorang yang menjalankan hukum Allah. Dengan kata lain mereka juga perleluang untuk menerima kemurahan Allah.

Dasar ketiga adalah 1Ptr 4:6, “Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.” Orang mati yang dimaksudkan adalah orang-orang yang semasa hidup mereka tidak mendapat kesempatan untuk mendengarkan berita Injil, maka saat mati mereka diberitakan kabar baik bagi mereka yang hidupnya dipandang layak untuk menerima kasih dan rahmat Allah, mereka akan diselamatkan oleh karena pengampunan yang diberikan di dalam Kristus.

Tiga dasar diatas adalah apa yang saya terima dari Tuhan saat saya juga bertanya tentang orang-orang yang tidak mendengar berita Injil dan telah meninggal. Tuhan menyadarkan kepada saya bahwa keselamatan di dalam Kristus itu adalah anugerah berdasarkan pilihan Allah semata, bukan usaha manusia karena melakukan kegiatan keagamaan. Roma 9:15-16 berkata, “Sebab Ia berfirman kepada Musa: “Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.” Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.” Benar-benar semua itu adalah atas kehendak hati Allah semata. Jadi bukan hal yang mustahil jika Allah berkehendak menyelamatkan orang-orang yang kita anggap tidak beragama Kristen sama seperti kita namun dalam hidupnya ia telah hidup sesuai dengan kehendak Allah yang telah dinyatakan kepada kita lewat hukum-Nya dalam Kitab Suci.

Yoh 6:45, “Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.”

Allah Bapa mengajar manusia jalan-jalan-Nya lewat Roh Kudus yang berbicara dalam hati mereka. Jika mereka menuruti dan berjalan di jalan yang ditunjukan-Nya itu maka mereka akan datang kepada Kristus dan ayat 44 diatasnya mereka itu juga akan dibangkitkan oleh Tuhan Yesus Kristus pada waktu Ia menyatakan diri-Nya. Datang kapada Kristus dalam pemahaman saya bukan menjadi pemeluk agama Kristen namun memberi diri diselamatkan di dalam nama-Nya.

Sementara orang-orang yang lain yang ditetapkan binasa sesuai dengan berita Injil, mereka yang menolak Tuhan Yesus Kristus. Mereka tegas menolak seperti yang kita lihat dan dengar disekitar kita orang yang demikian.

Sebelum dunia diciptakan maka soal keselamatan sudah ditentukan siapa yang akan menerima anugerah keselamatan didalam Kristus.

Ini juga menjadi pertanyaan saya, bahkan saya bertanya lebih dalam lagi…okaylah, kalau Tuhan baik kenapa manusia yang notabene lahir tanpa di minta…eh ujug ujug masuk neraka dengan berbagai alasan. Kejam banget ya…Tuhan. Kontradiksi dengan kasih seorang ayah…anaknya sejahat apapun dia ampuni dan dianggap sebagai anak. Nah yg ini Tuhanm yang maha kasih kok ada yang dijebloskan ke neraka kekal.

maaf, mungkin gak menjawab pertanyaanmu, tapi saya numpang curhat aja…

Terima kasih untuk thread dan oertanyaannya yang menarik

Wow. Bisakah @jamu berikan referensi landasan pemahaman seperti yang @jamu tuliskan?
Eh, sebelum ke sana, apakah @jamu mengerti dengan tulisanmu?
Bagaimana ceritanya sejak seseorang diciptakan, orang itu sudah ditentukan binaa? Betapa kejamnya Tuhan jika Dia menciptakan orang yang ditetapkanNya untuk binasa?
Coba @jamu kemukakan landasan pemahaman seperti pemahamanmu di quoting di atas.

Salam damai.
Hentikan menelan kabar hoaks.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Tidak mengenal Yesus sampai dia mati berarti dia bukan pilihan Tuhan didalam keselamatan !