Bagaimana Nasib Orang Yang Tidak Mengetahui Agama ?

Nasib orang yang tidak mengetahui, juga dikenal sebagai takdir orang yang tak diinjili, adalah sebuah pertanyaan eskatologi tentang takdir mutlak dari orang yang tak mendapatkan teologi atau doktrin tertentu dan sehingga tak memiliki kesempatan untuk menganutnya. Pertanyaaannya adalah apakah orang yang tak pernah mendengar kewajiban-kewajiban yang dikeluarkan melalui wahyu ilahi akan dihukum karena gagal menjalankan kewajiban-kewajiban tersebut.
Pertanyaan tersebut terkadang ditujukan dalam kombinasi dengan pertanyaan serupa terhadap nasib orang yang tak percaya. Tradisi kepercayaan berbeda memiliki tanggapan berbeda terhadap pertanyaan tersebut. Dalam Kristen, nasib orang yang tidak mengetahui berkaitan dengan pertanyaan dosa asal. Karena beberapa orang menyatakan bahwa bacaan kitab-kitab agama mengharuskan hukuman berat bagi orang-orang yang tak pernah mendengar agama tersebut, pertanyaan tersebut terkadang dimajukan sebagai argumen melawan keberadaan Tuhan dan umumnya diterima sebagai pernyataan atau bagian dari masalah kejahatan.

Kristen
Dalam gereja perdana, Yustinus Martir, seorang Bapa Gereja, mengajarkan bahwa orang yang hidup sejalan dengan logos adalah umat Kristen, meskipun mereka tak mengetahui Yesus Kristus. Tertullianus menyatakan bahwa Kristus telah turun ke Hades untuk membawakan Kabar Baik, dengan Klemens dari Aleksandria, Origenes dan Athanasius menyatakan bahwa “Turunnya Kristus ke neraka membawakan Injil kepada Yahudi dan Kafir dan penginjilan pasca-kematian bahkan berlangsung sampai saat ini”. Namun Agustinus dari Hippo menyakini bahwa orang yang tak diinjili masuk ke neraka dan Tomas Aquinas menyatakan bahwa orang-orang yang “tinggal di hutan atau bersama dengan sekawanan serigala” akan dikirimi “pesan injil lewat cara-cara mukjizat.”

Agama tidak menyelamatkan. Tuhan Yesus Kristuslah yang menyelamatkan. Tuhan Yesus Kristus sudah memilih rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

Yang bahaya, orang sudah mendengar kabar keselamatan, tetapi pura-pura tidak mendengar, atau menolak. Menurut pendapatku, mereka yang tidak mendengar kabar keselamatan tidak dapat dituntut lebih dari apa yang diketahuinya.

Rom 10:14-15 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Memahami dengan benar akan manusia yang di jagad raya ini menurut iman Kristen adalah kunci dari pertanyaan2 tsb diatas , dan pemahaman itu tentu mengacu pada referensinya / FirmanNya yang tertulis di Alkitab.
Ketika kita meneliti dg seksama bhw:
Di Alkitab tertulis bhw ketika kiamat oleh air di zmn Nuh , hanya Nuh berdelapan yang diselamatkanNya ( mereka adalah gambaran dari seluruh manusia yang hidup saat itu yang selamat sampai di kehidupan kekal) sedang lainnya mati dilanda banjir termasuk bayi2 yang baru lahir , yang masih dikandungan, orang2 cacat sejak lahir, orang2 jompo dll , dan dikatakan pula bhw ini akan diulang kembali pada akhir dari bumi ini dengan api shg semua yang tertimpa akan pasti meleleh hangus jadi debu .
Ketika bencana lokal akan diturunkan di Sodom dan Gomora , pada saat itu terjadi tawar menawar atara Abraham dan malaikat Allah … ---- dan akhirnya hanya Lot sekeluarga yang diselamatkan dari bencana itu .
Ketika bangsa Israel dikeluarkan dari perbudakan di Mesir , anak2 sulung bgs Isrl tidak dibinasakan tapi anak2 sulung org Mesir tidak ada yang kelewat semua dibinasakan .
Ketika di Yoh 17 dikatakan : ada yang “bukan dari dunia” dan juga berdoa “bukan untuk dunia” tentu inipun membantu kita untuk lebih dalam mempelajari apa maksudnya.
Di Alkitab juga dikatakan bhw manusia itu tidak lebih dari hewan !!! ? Pkot3:19-20 .
Contoh2 di atas setidaknya seirama dengan pertanyaan2 thread di atas .
Dan masih banyak lagi yang sebenarnya membawa kita untuk memahami dengan benar akan iman Kristen, seperti untuk “mengetahui Yesus Kristus” logikanya semakin awal Dia datang akan semakin jelas lalu mengapa datangnya kira 2000 th yang lalu kok gak di barengkan saja pada zmn Nuh atau Abraham ?, dan insya Allah setelah pemahaman itu cukup , pertanyaan2 tsb diatas tidak lagi menjadi pertanyaan yang membingungkan alias terjawab dengan sangat gamblang.

Salam.

Ada hal-hal yang masih belum tercarahkan dalam doktrin, salah satunya adalah orang-orang yang tidak pernah mendengar Injil Kerajaan Allah secara langsung atau tidak langsung.

Namun bagi saya pribadi, saya punya pemikiran bahwa keselamatan itu adalah anugarah yang diberikan oleh Tuhan Yesus Kristus kepada siapa Allah Bapa berkenan. Karena itu sifatnya anugerah, maka hal itu benar-benar atas kemurahan hati Allah. Artinya Allah juga sanggup memberikan anugerah itu kepada siapa yang dianggap-Nya layak untuk menerimanya, walaupun secara ekstrim saya katakan ia tidak pernah mendengar Injil Kerajaan Allah.

Apa dasarnya? Dasarnya bahwa keselamatan itu adalah pengampunan dosa dan pengampunan dosa itu diberikan berdasarkan pertobatan. Pertobatan yang dimaksudkan itu adalah dari perbuatan jahat, apa yang dianggap jahat oleh TUHAN. Selama seseorang itu meninggalkan apa yang TUHAN anggap jahat dan berusaha segenap hati berbuat apa yang TUHAN anggap baik dan benar yang mendatangkan hidup, maka belas kasihan Allah juga akan sampai kepada mereka walau mereka tidak mendengar berita Injil.

Jika bicara anugerah Allah, maka kita tidak berhak memberikan anugarah itu, hanya Allah saja yang berhak. Maka geraja hanyalah memproklamirkan saja keselematan yang diterimanya dari Allah, bukan diberikan oleh manusia atas nama gereja. Sebab tidak ada manusia yang dapat mengampuni dosa selain Allah saja. Manusia hanya dapat menyatakan saja apa yang telah diputuskan oleh Allah Bapa, seperti juga Tuhan Yesus tidak memutuskan dari diri-Nya sendiri tetapi apa yang diterima-Nya dari Bapa. Jadi walau manusia menyatakan kamu selamat masuk surga, atau dosamu diampuni, namun jika hidupnya tidak menunjukan buah pertobatan dan melakukan perbuatan baik yang mendatangkan hidup, maka pernyataan tersebut tidak ada artinya apa-apa, orang itu akan tetap binasa dalam dosa-dosanya. Bahkan lebih dari itu hamba Allah yang membuat pernyataan yang tidak membawanya kepada jalan pertobatan agar tidak binasa akan dimintakan pertanggungjawabannya pada hari penghakiman.

Intinya, bahwa keselamatan itu adalah anugerah Allah, bukan karena seseorang mendengar berita Injil dan mau menjadi anggota gereja atau menjadi pemeluk agama Kristen atau Katolik, dibaptis dan menerima sakramen atau ikut pembinaan gereja. Keselamatan itu jelas menyaratkan pertobatan dan pertobatan itu bukan dimaksud pindah agama.

Orang yang mati tidak sempat mendengar Injil Kerajaan Allah, pada hari penghakiman akan dihakimi sesuai hati nuraninya yang berbicara dalam hidupnya mendorongnya untuk mentaati Taurat Hati, yaitu hukum Allah yang ditaruh dalam hati manusia sebagai pelita yang menuntun jalan hidupnya.

Menurut saya Tuhan itu baik, Tuhan itu maha adil, Tuhan itu melihat hati manusia…
kalau dilihat dari sisi diatas, maka kesimpulan saya melihat keselamatan ada pada hati manusia tersebut…
Apakah selama hidupnya dirinya berada di kondisi hati sebagai orang benar atau tidak…

kalaulah iya (kondisi hatinya benar), apakah masih ada manusia yg baik yg tidak mengenal Agama?

banyak sih.
karena kebaikan tidak cuma ada di agama saja.
dan agama tidak selalu pasti menghasilkan kebaikan

Mereka akan dihakimi menurut hati nurani mereka.
Roma 2:14-15
2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.
2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Selain itu berdasarkan perkataan Yesus dalam Yohanes 9:41 dan Yohanes 15:22, mereka berpeluang untuk selamat.

Yohanes 9:41 Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."

Yohanes 15:22 Sekiranya Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada mereka, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang mereka tidak mempunyai dalih bagi dosa mereka!
(bayi belum mengerti percakapan)

Kriteria apa saja yang diperhitungkan ? Hanya Tuhan yang tahu.
Mengapa mereka bisa dilahirkan dalam kondisi seperti itu ? Hanya Tuhan yang tahu.

Itulah hikmat, kebijaksanaan dan pengetahuan Tuhan yang tidak bisa diselami manusia.

Roma 11:33-36
11:33. O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!
11:34 Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?
11:35 Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?
11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

:afro: Amin

Menurutku sulit untuk di jawab

Jawabannya adalah hak mutlak Allah Pencipta didalam kekekalan.
Ef 1

1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,

Sejak kejatuhan Adam dan Hawa kedalam dosa, SEMUA MANUSIA TELAH BERDOSA.

Rom 3

3:9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,
3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
3:11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.

Sebagai anak Allah yang telah dipilih didalam kekekalan, maka seluruh dasar hidup adalah Firman Allah atau Wahyu Allah yang tertinggi atau Alkitab.

Seluruh jawaban ada didalam Firman Allah.
Yang tidak ada jawaban adalah hal2 yang tersembunyi dalam rancangan Allah.

Roma 2
2:16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.

Ibrani 4
4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Manusia tidak dapat menilai tentang keselamatan manusia lain, segala sesuatu yang kelihatan dari luar, hanya Tuhan yang mengetahui apa yang ada dalam hati manusia.

Seluruh keadaan umat manusia berada didalam tangan Allah Pencipta.

Alangkah baiknya , mari kita masing2 memikirkan TUJUAN HIDUP KITA, MEMULIAKAN ALLAH DENGAN SEGENAP HIDUP KITA.
1 Kor
10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.