Bagaimana pernikahan dikatakan sah menurut Alkitab?

Menurut UU Perkawinan di negara kita (Indonesia), perkawinan sah apabila dilakukan menurut tata cara agama. Untuk penganut Kristen dikatakan sah bila sudah diberkati di gereja (ada yang bilang diteguhkan), khusus Katholik menyebutnya sakramen pernikahan.

Namun bila kita menyelidiki Alkitab dengan seksama, tidak akan kita temukan satu ayat pun yang menyinggung soal upacara pemberkatan yang kita kenal sekarang. Dalam Perjanjian Lama (seperti yang saya tangkap) pernikahan akan dianggap sah bila sang pria memberikan mas kawin kepada orang tua wanitanya. Tidak selalu demikian, kadang ayah sang wanita akan memberikan anaknya untuk menjadi istri orang yang melakukan sesuatu yang luar biasa.

Hakim-hakim 1:12
Berkatalah Kaleb: “Siapa yang mengalahkan dan merebut Kiryat-Sefer, kepadanya akan kuberikan Akhsa, anakku, menjadi isterinya.”

Jadi, kembali ke pertanyaan, apa yang membuat suatu pernikahan dianggap sah menurut Alkitab?

Alkitab mengajarkan :

  1. Pernikahan adalah satu2nya Lembaga bagi manusia yg Allah sendiri yg mendirikannya … sesuai
    Kejadian 2 :
    24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

  2. Alkitab juga mengajarkan bahwa karena point 1 itu maka Pernikahan itu harus disaksikan oleh Allah yg diwakilkan oleh Hamba Tuhan.

  3. Alkitab itu juga mengajarkan … Apa yg telah dipersatukan oleh Allah , TIDAK BOLEH DICERAIKAN oleh manusia !

  4. Karena Allah hanya menciptakan Satu Hawa bagi Adam, maka tidak diperbolehkan Manusia beristri lebih dari satu, kecuali istrinya telah meninggal. Begitu juga sebaliknya ! Hanya Kematian yg dapat memisahkan Pernikahan itu !

  5. Pernikahan itu dibuat Allah untuk memperbanyak Isi Dunia dengan manusia dan agar keduanya saling melengkapi !
    Terkadang APA yg dicari itu ADA dalam bentuk Yg tersirat … perhatikan deh Point 3 diatas … dalam ayat tsb secara TERSURAT dikatakan yg dipersatukan oleh/dihadapan Allah maka secara Tersirat artinya Allah Hadir dalam Sakramen Pernikahan itu !

Tidak ada, karena PEMBERKATAN NIKAH TIDAK TERCATAT di Alkitab.
Upacara Pernikahan Kristen itu HANYA SEKEDAR TRADISI MANUSIA YANG TIDAK TERCATAT DI ALKITAB.

Karena TIDAK ADA CATATAN di PB bahwa HANYA para Rasul atau penatua atau pemimpin Kristen YANG BERWEWENANG MENIKAHKAN pasangan Kristen, maka seharusnya SIAPAPUN BOLEH MENIKAHKAN pasangan tersebut .

Apa betul di dalam Alkitab ada ajaran seperti di poin 2 itu? Baik PL maupun PB tidak ada referensi ayat yang menyatakan Allah menyaksikan pernikahan dengan diwakili hamba Tuhan (entah itu nabi, rasul, imam, penatua, atau penginjil).

Misalnya, ada seorang laki-laki dan seorang perempuan beragama non Kristen, lalu menikah menurut tata cara yang sah dalam agamanya dan juga sah secara negara. Pasangan ini kemudian menikah dan sudah punya 3 orang anak, terkecil usia 12 tahun pada suatu saat, keluarga ini bertobat, menerima Yesus, dan dibaptiskan. Apakah pernikahan mereka harus diulang karena dulu menikah tidak diberkati/ tidak mengikuti tata cara Kristen?

Kalau Protestan (termasuk Lutheran, Kalvinis, Metodis, Baptis, Advent, Pentakosta, dan Kharismatik) tidak mengenal adanya sakramen pernikahan, hanya ada pemberkatan atau peneguhan pernikahan.

Apa artinya “menikahkan” ?

mas deraya,

sejauh keterbatasan kemampuan saya memahami alkitab,

setahu saya contoh-contoh pernikahan disitu adalah TRADISI dan BUDAYA ARABIA GURUN PASIR mas… yang diambil contoh dan di-akulturasi dengan suatu sistem-nilai yang hendak dikembangkan oleh Yesus & team.

Jadi memang susah kalo mau di Transliterasi Harafiah & Hurufiah:

  • antara Budaya Gurun Pasir ke Budaya Timur
  • Sebelum masehi ke th 2000an

Konsep dan Mindset pernikahan aja pasti udah beda banget mas…
misalnya… di Alkitab TIDAK PERNAH disinggung tentang fase PACARAN sebelum nikah kan?

lantas… masa terus mau Melarang Pacaran juga??? ehehe…
emangnya kambing? begitu ketemu langsung dikawinin?? ehehe…

Yang jelas di PB tidak ada kisah tentang suatu upacara pernikahan, kecuali dalam Wahyu ada perjamuan kawin Anak Domba (bukan kambing ya) hehehe

Di Alkitab TIDAK ada kata “menikahkan”, “meikah”, dan “pernikahan”
:azn:

Kata-kata tersebut SAMA SEKALI TIDAK ALKITABIAH.

OK mas roderick, kalau begitu apa yang membuat seorang laki-laki dan seorang perempuan sah menjadi suami istri menurut Alkitab? Kalau mas menjawab “dipersatukan Tuhan”, saya akan tanya lagi, apakah dipersatukan Tuhan = diberkati oleh seorang hamba Tuhan?

Apakah Allah itu tidak Maha Hadir sehingga TIDAK MENYAKSIKAN suatu Pernikahan ?
Bukan Allah yg membutuhkan tetapi manusia yg membutuhkan HADIR nya Allah. Karena Allah itu TIDAK TERLIHAT maka manusia membutuhkan SAKSI “sosok yg dekat dengan Tuhan” … yaitu Pastor/Pendeta sebagai Saksi pernikahan mereka. Bukankah Pernikahan itu suatu hal yg KUDUS dan SAKRAL ?! :mad0261:
Makanya saya katakan … Apakah anda SADAR atau tidak apa yg TERSIRAT dalam Firman Tuhan … Apa yg sudah dipersatukan dihadapan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia ?

Misalnya, ada seorang laki-laki dan seorang perempuan beragama non Kristen, lalu menikah menurut tata cara yang sah dalam agamanya dan juga sah secara negara. Pasangan ini kemudian menikah dan sudah punya 3 orang anak, terkecil usia 12 tahun. Pada suatu saat, keluarga ini bertobat, menerima Yesus, dan dibaptiskan. Apakah pernikahan mereka harus diulang karena dulu menikah tidak diberkati/ tidak mengikuti tata cara Kristen
? Ha ha ha anda ini kelihatan deh Kacamata Kudanya ....... mana yg lebih Penting ........Pernikahan setiap insan sebagai Mempelai Wanita dengan Dia sebagai Mempelai Pria atau Pernikahan manusia dalam HAL KESELAMATAN itu? Jawaban anda akan menjawab pertanyaan anda sendiri itu deh ! Hadirnya Hamba Allah yg mereka PILIH di Hari Pernikahan mereka yg menentukan apakah mereka Menikah secara Kristen atau Bukan. Menikah secara Alkitabiyah atau bukan ?

intinye:

  1. JANGAN MENGADA ADAKAN YANG KAGA ADA DI ALKITAB/MENGHARUSKAN yang kaga ada ditulis diharuskan caranya begini begitu dalem alkitab atawa yang termasuk implement tafsir ayat.
  2. JANGAN MELARANG2 YANG KAGA DILARANG DALEM ALKITAB atawa yang termasuk implement tafsir ayat.

kalu di alkitab kaga ade ditulis soal ‘fase PACARAN sebelon nikah’ ~~> BUKAN BERARTI LARANGAN BWAT PACARAN!
KECUALI KALU ADE AYATNYA MELARANG PACARAN, BARU BOLEH BILANG; DILARANG PACARAN.

bedakan yak.

yang bisa masuk ditafisirkan yaitu; jangan berhubungan intim sebelon nikah.
ini ayatnya: daripada cabul, kawin aja.
7:2 tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.

ayat yang menyinggung pernikahan a/l:
2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.

soal sah; menurut hukum negara masuk juga sebagai yang sesuai alkitab kale ya ?
13:1 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.
13:2 Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.
13:3 Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya.
13:4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.

13:7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

Tidak Tercatat secara TERSURAT bukan berarti TIDAK TERSIRAT didalam Alkitab.
Bisakah anda memahami FT ini … Apa yg sudah dipersatukan DIHADAPAN Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia ?

Jadi kalau ada Orang TELER dan lagi MABOK … anda akan pakai untuk MENIKAHKAN pasangan tsb ? Karena menuruit anda … SIAPAPUN BOLEH MENIKAHKAN pasangan tersebut .

Hi hi hi si Bro mosok gak tahu sih bahwa kata pemberkatan atau peneguhan itu adalah Synonimnya sakramen dalam Umat Protestan ! :coolsmiley: :happy0062:

Matius 19:6
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

Markus 10:9
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

“Dipersatukan Allah”, tidak ada kata-kata “di hadapan”. :smiley:

Secara Alkitab, TIDAK SAH. Sahnya hanya oleh karena TRADISI MANUSIA saja…
:azn:

Hi hi hi emangnya pada Peristiwa Pernikahan di Kana dimana Tuhan Yesus melakukan Mujizat pertamanya … gak ada Upacara Pernikahan ya ? Emangnya Orang Purba di Zaman batu kali ya ?

Mbak Lingling…
thanks atas masukannya…

Tapi saya jadi penasaran…
Mbak Ling bisa bilang JANGAN mengadakan yg tidak ada & jangan Melarang yg Kagak Dilarang itu DASARNYA AYAT apa ya?
atau dalam bahasa lain… Siapa yang memberi tahu mbak Ling tentang dua hal diatas…
gitu deh maksud saya…

Oiya… biar gak ketinggalan…
dari uraian mbak ling diatas…
saya masih tetep bingung dengan PATUNG martin Luther, Calvin, Zwingli dll…
padahal kata Keluaran 20:4 dan ulangannya di Ulangan, secara INTERPRETASI HURUFIAH dan HARAFIAH jelas-jelas tertulis titik komanya bahwa JANGAN MEMBUAT PATUNG MENYERUPAI APAPUN…

Kalo yg ini termasuk larangan yang mengada-ada atau tidak dilarang jadi tidak diada-adakan?
Mohon pencerahanya…

Di Protestan, sakramen merujuk kepada perbuatan2 sakral yang diperintahkan Yesus, yakni Baptisan dan Perjamuan. Kalau pernikahan, penguburan, atau peneguhan sidi (di gereja yang mempraktikkan baptisan anak) tidak dipandang sebagai sakramen.

He he he … Ajaran Yesus dan Team sudah lebih dahulku Exist 600 tahun lebih awal dibandingkan TRADISI dan BUDAYA ARABIA GURUN PASIR itu lho mas CD !