Bagaimana prosedur hidup didalam daging dirobah menjadi hidup didalam roh.

Pada saat saya turun ke air, dicelup 3x, kemudian keluar dari air mbah.
Letak persisnya dan analisa prosesnya seperti apa, saya tidak tahu mbah…

apakah Tuhan hanya berhenti untuk anda dan fam saja ?
setelah anda dan fam diselamatkan apakah tugas Tuhan selesai ?

kalau seseorang benar-benar menyatu dengan Yesus sso itu tidak akan tinggal diam saja atau cenderung stagnan rohani, tapi terus bergerak, karena Tuhan kita itu dinamis.

iya mas… percaya deh…
hehe…

setuju mas…

dulu waktu fase ber-iman saya masih di tahap yang lebih superfisial…
(shg saya kira saya udah tahu persis Firman Tuhan, yang dengan gampang saya terjemahkan bahwa yang lain pasti salah, dan oleh karenanya saya bertanggung jawab & diperintah Tuhan untuk mengkoreksi & mengembalikan ke jalan yg benar, dan segala macam Iman Atributif Superfisial lainnya)…

saya tetap terus bergerak secara rohani…
dan syukur kepada Tuhan kita yang terus dinamis…
akhirnya Roh Kudus berkenan membimbing dan membuka hati saya…
untuk lanjut ke Fase Ber-Iman yang lebih Dewasa…

memang kita semua tidak boleh MANDEK ROHANI, ketika kita BARU SEBATAS MAMPU-nya merasa sudah paham semua Firman Tuhan dan KITA BARU BISANYA ingin mengkoreksi orang dgn interpretasi iman yg berbeda…

Mari BERGERAK…

Hidup dalam Kedagingan :
Galatia 5 :
19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu:
*) percabulan,
*) kecemaran,
*) hawa nafsu, 20
*) penyembahan berhala,
*) sihir, perseteruan,
*) perselisihan,
*) iri hati,
*) amarah,
*) kepentingan diri sendiri,
*) percideraan,
*) roh pemecah, 21
*) kedengkian,
*) kemabukan,
*) pesta pora
*) dan sebagainya
… sakuing banyaknya maka ditulisnya diujungnya dsb nya alias dll !
Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Nah kalau mau BEROBAH , ya tinggal dilihat dan dicari saja … SEPERTI APA kah Hidup didalam roh, itu ?

Hidup dalam roh pasti Ber BUAH ROH , al :
22 Tetapi buah Roh ialah:
*) kasih,
*) sukacita,
*) damai sejahtera,
*) kesabaran,
*) kemurahan,
*) kebaikan,
*) kesetiaan, 23
*) kelemahlembutan,
*) penguasaan diri.
Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Apakah si Mbah merasakan Buah Roh diatas selama hidup sekarang ini ? Kalau YA, artinya sudah hidup dalam roh ! Kalau BELUM berarti belum sampai ke Tingkat BERBUAH BANYAK !
Karena ada SAMBUNGAN nya sih untuk bisa HIDUP dalam roh dan ber Buah Banyak :

24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, 26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Pertanyaan; Apakah pada waktu saya di Surabaya itu, boleh dikatakan bahwa saya sudah [b]lahir baru [/b]?? Atau mungkin karena pada saat itu, karena[b] emosi [/b]saya dibangkitkan, maka saya [b][u]merasa[/u][/b] lahir baru ?
[b]LAHIR BARU[/b] nya sih setelah kena [b]Baptis Air dan menerima Roh Kudus[/b] dalam hati si mbah .... ya [b][u]SUDAH PASTI[/u][/b], toh Mbah ! :mad0261: :coolsmiley: :happy0062: Cuma karena ber GAYA "Tumpang Tangan dan Mengusir setan" padahal belum diangkat sebagai [b]Hamba Tuhan[/b] ..... yg terlihat adalah ..... Gila Hormat .... :mad0261: :'( Sebagai BUKTI bahwa kita Hidup dalam Roh dan dibimbing oleh Roh maka Ranting Anggur ini harus ber Buah Banyak karena bukankah Ranting Anggur ini MELEKAT didalam Pokok Anggur yg BENAR yaitu Tuhan Yesus itu ! Yohanes 15 : 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih[u] banyak berbuah. [/u] 3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab [b][u]di lua[/u]r Aku[/b] kamu t[b]idak dapat berbuat apa-apa[/b].

Semua itu adalah benar,
Semua itu adalah petunjuk bagaimana kita harus bertingkah laku,
kalau kita hidup didalam daging,
dan kalau kita hidup didalam Roh.

Akan tetapi bukan itu yang ditanyakan,
Yang ditanyakan ialah:
Bagaimana prosedur pelaksanaan, kita yang adalah manusia hidup didalam daging, dapat dirobah oleh Allah sehingga kita menjadi manusia yang hidup didalam roh.

Syalom.

Ha ha ha segitu GEDE nya gak kebaca … yg namanya Prosedur Pelaksanaannya adalah CUKUP … baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,…

Nih Mbah ada 3 Type Manusia secara Hikmah Alkitabiyah :

I. Orang Tidak Percaya : Dalam hati dan batinnya TIDAK ADA Roh Kudus

II. Orang Percaya yg hidup dalam kedagingan : Dalam hatinya sudah ada Roh Kudus, hanya sayangnya Roh Kudus disuruh deprok di Kaki Singgasana Hatinya , sedang yg dusuk disitu adalah EGO nya alias Kedagingannya !

III. Orang Percaya yg hidupnya dipimpin Roh Kudus : Dalam hatinya sudah ada Roh Kudus dan Roh Kudus yg diminta Duduk di Tahta Singgasana Hatinya, sedang dia duduk bersila dikaki Singgasana tsb !

Jadi Prosedur Pelaksanaannya mah MUDAH saja kok tinggal dianya duduk bersimpuh dikaki Singgasana dimana Roh Kudus duduk diatasnya !

Prosedurnya : Percaya dengan Iman…

Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Roh Kudus)…

Percaya adalah sikap hati, yang pasip, tidak perlu berbuat, dan ada kadarnya berapa %, setiap orang berbeda-beda,
Maka dikatakan iblispun percaya bahwa Yesus adalah Tuhan.

Iman adalah percaya yang sudah penuh dan mulai berani melangkah berbuat mengikuti petunjukNya.
Iman tanpa berbuat adalah iman yang kosong.

Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Misalnya:
Kita percaya bahwa dibawah tanah itu ada mutiara yang sangat berharga.
Mereka menggali tanah itu siang dan malam tanpa mengenal lelah, adalah bukti dari iman mereka yang percaya bahwa dibawah tanah itu ada sesuatu yang sangat berharga, yang belum pernah mereka lihat.

Kalau seandainya mereka tidak menggali dengan bersemangat, akan tetapi bermalas-malasan tidur-tiduran dibawah pohon, apakah mereka beriman ? Tidak, tentu saja, tidak.

Demikian juga dengan kita orang-orang kristen,
dengan hanya bermodal percaya, tidaklah cukup, terlalu berspekulasi.
Kita harus beriman bahwa dengan percaya kepada Yesus, kita akan mendapatkan mutiara yang tak ternilai harganya.
Iman harus disertai dengan perbuatan, yaitu mengikuti segala petunjukNya.
Diantaranya yaitu : kita harus melangkah membiarkan diri kita dibaptis dan bersedia diri kita disatukan dengan Yesus.

Disatukan dengan Yesus, ayatnya ada di Yoh.6: 56.
Entah sebab apa, saya tidak tahu, banyak orang kristen yang menghindar dan menolak ayat ini,

Ngomong mudah,
Coba tunjukkan pada saat sekarang, satu orang saja, yang hidupnya termasuk type ke III.

Saya sendiri berusaha dan berjuang untuk hidup baik,
Hidup takut akan Tuhan, mencintai dan berserah pada Yesus.

Didalam kedagingan saya,
Kadang-kadang saya masih mudah tersinggung, marah, ingin dipuji, bernafsu berahi, kenikmatan kedagingan tidak mungkin saya singkirkan begitu saja dan duduk bersimpuh dikaki Singgasana, seperti yang anda katakan.

Orang sakit memerlukan dokter.
Orang berdosa, seperti saya, memerlukan Yesus.

Kalau contoh ini rasanya kurang tepat, dan bukan merupakan iman, tapi hanya percaya yang artinya harapan. Iman mengacu pada percaya pada perkataan Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat yang hidup.

Jadi, iman lebih tinggi dari harapan/percaya yakni ber-Iman pada janji-Nya.

Iman tanpa perbuatan adalah mati, so… kita harus menunjukan buah dari Iman kita, yaitu dengan perbuatan yang mencerminkan kasih.

Yoh 6:56 rasanya tidak dihindari, saya mengimani ditebus dosa oleh Kristus ketika perjamuan kudus (salah satunya yang berupa sakramen), bahwa makan daging-Nya (roti) dan minum darah-Nya (anggur) yang berarti saya bersama-sama dengan Kristus dan Dia sudah menebus dosa… :slight_smile:

Bantu jawab ya @liliput124

Nah itu dia mbah, ketika kita sudah lahir baru, bukan berarti kedagingan kita lenyap. Karena kita masih punya tubuh dan jiwa yang fana, yang akan mati. Tetapi roh kita sudah ditebus oleh Kristus.

So, setiap hari adalah perjuangan, apakah kita mengikuti keinginan Roh atau kedagingan kita.

Semoga membantu… :slight_smile:

Anda menyamakan arti kata: Percaya dan arti kata: Harapan.
Percaya dan harapan itu sama sekali berbeda artinya.
jadi jangan dicampur aduk sehingga membinggungkan.

Begini urut-urutannya,

  1. Semula kita percaya: Percaya adalah sikap hati, pasip, tidak berbuat, dan ada kadarnya berapa %.
  2. Kalau sikap hati yang percaya ini tumbuh, kita mulai mengharap untuk mendapatkan yang kita yakini.
  3. Hanya mengharap, tidak cukup, kita tidak akan mendapatkan apa-apa.
    Jadi kita harus ber-iman, artinya: kita harus melangkah berbuat dan berusaha untuk mendapatkan yang kita yakini.

Arti iman ialah: Ibr.11: 1.
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

  1. Yang kita yakini, misalnya mutiara yang sangat berharga, belum ada ditangan, kita masih harus melangkah berbuat melakukan sesuatu.
    Kalau yang kita lakukan itu salah, berarti gagal, kita tidak mendapatkan apa-apa.
    Alkitab mengajarkan : Kita harus berjalan didalam kasih.

Maka supaya kita bisa sampai ketujuan : Iman, Pengharapan dan kasih, mutlak kita perlukan.
Kalau kita sudah sampai ditujuan bersama Kristus, iman dan pengharapan dengan sendirinya tidak kita perlukan lagi, yang tinggal hanyalah kasih bersama Yesus di sorga.

Amiiin,
Kalau memang roti yang anda makan dan anggur yang anda minum itu, anda imani adalah benar-benar daging dan darah Yesus.

Syalom.

Betul, saya setuju dan sepaham dengan anda.

Untuk dapat mengikuti Yesus, kita tidak bisa seperti yang dikatakan oleh sdr. liliput124 :
“Jadi Prosedur Pelaksanaannya mah MUDAH saja kok tinggal dianya duduk bersimpuh dikaki Singgasana dimana ROH KUDUS duduk diatasnya !”

Kita harus ada niat dari diri kita dan seperti yang anda katakan melalui perjuangan yang tidak mudah.

Sebab: Daging itu lemah, sedangkan roh itu penurut.
Dan iblis meraung-raung seperti singa lapar mencari mangsanya.

Syalom.

Klo begitu menurut anda setelah anda makan roti dan anggur yang anda minum itu dengan imani dan menghayal benar-benar daging dan darah Yesus itu berarti orangnya sudah hidup baru, atau menurut bro bagaimana?

Dan setelah hidup baru apakah orang itu masih berbuat dosa lagi atau tidak?

sipppp :afro:
mari kita menjadi garam dunia di sekeliling kita…biar bau harum Kristus dimana-mana dengan dimampukan oleh Dia, dan memenuhi Amanat Agung Tuhan kita Matius 28:19-20. GBU

Sebelumnya perlu saya terangkan bagaimana cara Yesus mengajar kepada umatnya.

  1. Dia memakai perumpamaan.
  2. Dia memberikan contoh dengan sesuatu kejadian.
  3. Dia terangkan secara langsung, dan kalau ada yang penting, Dia selalu memakai kata pendahuluan, “Sesungguhnya” dan sering kalimat yang penting itu diulang-ulang sampai 3 X.

Dan sekarang untuk menjawab pertanyaan anda, sebaiknya bukan menurut saya, akan tetapi sebaiknya saya tunjukkan langsung dari kata-kata Yesus sendiri.

Yoh.6:53-57.

  • Maka kata Yesus kepada mereka:"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
  • Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
  • Sebab dagingKu adalah benar-benar makanan dan darahKu adalah benar-benar minuman.
  • Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal didalam Aku dan Aku di dalam dia.
  • Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.

Apakah anda masih ragu-ragu dan tidak percaya dengan perkataan Yesus sendiri, dan betapa pentingnya masalah makan dagingKu dan minum darahKu, sehingga kalimat itu diulang sampai 3X dan diawali dengan kata pembuka sesungguhnya.

Banyak orang kristen lebih percaya perkataan Zwingli yang mengatakan bahwa perjamuan itu hanyalah merupakan peringatan belaka, dari pada kata-kata Yesus yang dengan jelas dan tegas diterangkan.

Tidak ada manusia yang bebas dari dosa selama mereka masih mempunyai keinginan daging, sekalipun Yesus sudah disatukan dengan kita.
Semua itu memerlukan niat dan perjuangan supaya kita bisa mengekang keinginan kedagingan dan membiarkan Roh untuk berkarya didalam hidup kita.
Bukankah, menurut Alkitab: daging itu lemah dan roh itu penurut.

Syalom.

[email protected] sam…

saya sudah membaca post-post ini sampai di page 4…hehehe

Tapi jika pertanyaan yang menjadi pokok pertanyaan anda adalah anda langsung menanyakan masalah proesedur pelaksanaan…?? hehehe…
Jika masalah issue tsb berorientasi pada masalah kehidupan spiritual anda yang sudah anda jalani selama ini…( sejak berpindah domisili ke surabaya ) …?? Sebetulnya menurut hemat saya…?? anda sendiri itu belum tahu posisi anda itu sebagai manusia sebagai apa dan ada dimana…?? baik secara spiritual maupun secara sosial masyarakat…??

Nah padahalnya jika kita sudah menyadari secara benar. maka ketika sudah mengetahui dan menyadari posisi-posisi seperti tsb diatas…maka bolehlah kita mengajukan pertanyaan mengenai prosedur pealaksanaan yang dimaksud tsb…Yaitu konsep…untuk bagaimana hidup secara kedagingan ( nafsu ego manusia secara diniawi /secara aturan duniawi ) UNTUK BERUBAH menjadi hidup secara roh ( bathiniah )…sebagai mana Alkitab ajarkan ( secara ALKITABIAH ).

Dari cerita segi kehidupan anda, jelas menurut hemat saya , anda sbetulnya secara makhluk sosial dan secara makhluk spiritual…belum dapat anda pahami dng baik serta proporsional. Alias masih mengambang.

Akibatnya anda mengakui agama keimannan anda menjadi tidak pasti apa yang harus dan belum anda lakukan hingga sampai detik ini dikehidupan anda. Walaupun anda menterjemahkan anda sudah damai sejahtera mengikuti Yesus Kristus… Tapi jika hal demikian bukan suatu kesaksian hidup anda untuk membawa berkat bagi anda dan keluarga anda serta dunia sekitar anda…?? Maka komen anda tsb menurut saya hany hisapan jempool saja alias lebay saja begitu…?? ( maaf )…

Jadi intinya…?? suatu yng dikatakan konteks prosedur itu adalah sebagi kaidah bagi diri sendiri ataupun bagi umum…?? itu harus di digunakan untuk orang yang berkriteria apa …?? posisinya apa / sbg apa…??
Supaya jelas tujuan dan faedahnya…Dan Alkitab mengajarkan itu semua jika konteksnya adalah merubah hidup secara daging menjadi hidup secara roh…Karena ALLAH ITU ADALAH ROH…!!

Salam GBU…

Sesuai pertanyaan saya bahwa setelah hidup baru apakah orang itu masih berbuat dosa lagi atau tidak?
Lihat yang saya bold merah diatas anda mengatakan sekalipun Yesus sudah disatukan dengan kita

tetapi dalam ayat dibawah ini mengajarkan : “setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi”.

Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia. (1Yoh. 3:6)

Berarti ini bertentangan dengan pendapat anda, kemudian bagaimana menurut anda?

Anda lihat juga ayat dibawah ini:

1Yoh. 3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

Broo @Mbah Sam…

Waduhh…??? Sejak kapan rekan seiman yang nota bene adalah dari kalangan Gereja Katolik ( yng sekrng berada di luar negeri )…hehehe…berani-beraninya menafsir ayat alakitab…?? sehingga dengan entengnya mengatakan seperti ini…?? ( saya copas saja ya broo… ) :"“Jadi Prosedur Pelaksanaannya mah MUDAH saja kok tinggal dianya duduk bersimpuh dikaki Singgasana dimana ROH KUDUS duduk diatasnya !”…""""

Wahh…?? komen " ARTI prosedur seperti itu adalah versi tafsiran alias TIDAK ALKITABIAH…sooo…?? Tidak tepat samasekali ach…broww…!!!

Padahal Alkitab sangat tegas dan lugas sekali memploklamirkan / mendklerasikan masalah prosedur tsb yang diucapkan dari MULUT Tuhan Kita Tuhan Yesus Kristus…sendiri.

sO…?? TOLONG DIBACA LAGI YANG BENAR DAN TELITI ALKITAB nya ya [email protected] Sam…//!!

Salam GBU…