Bagaimana Saya Dapat Dekat dengan Allah?

Dear All,

saya memiliki referensi untuk bisa dekat kepada Allah, semoga bermanfaat.

Bagaimana Saya Dapat Dekat dengan Allah?

DEKAT—dengan Allah? Bagi banyak orang, Allah adalah tokoh yang jauh, tidak terjangkau, ‘Pencipta’ yang tidak berkepribadian. Jadi, gagasan untuk dekat dengan Dia bisa jadi menggelisahkan, bahkan menakutkan bagi anda.

Namun, pengalaman anda mungkin juga seperti seorang wanita muda bernama Lynda. Lynda dibesarkan oleh orang-tua Kristen dan menyatakan: “Dalam seluruh masa [remaja saya], saya hampir tidak pernah absen dari perhimpunan Kristen, dan saya selalu ikut dalam kegiatan pengabaran tiap bulan, namun saya tidak pernah benar-benar memperkembangkan hubungan pribadi yang erat dengan Yehuwa.”
Namun, masa depan anda bergantung pada apakah anda dekat dengan Allah atau tidak. Yesus berkata: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar.” (Yohanes 17:3) ‘Pengenalan’ atau pengetahuan ini bukan sekedar kesanggupan untuk belajar atau menyatakan kembali fakta-fakta—seorang ateis dapat melakukan hal itu. Ini berarti memupuk hubungan dengan Allah, menjadi sahabat-Nya. (Bandingkan Yakobus 2:23.) Sebaliknya dari tidak dapat didekati, Allah mengundang kita untuk “mencari . . . dan menemukan Dia,” karena “Ia tidak jauh dari kita masing-masing.”—Kisah 17:27.

Bagaimana Anda Dapat Mengenal Allah
Pernahkah anda memandang bintang-bintang di kejauhan, mendengarkan laut yang menggelora dengan perasaan takjub, terpesona oleh kupu-kupu yang anggun, atau mengagumi keindahan sehelai daun kecil? Hasil karya Allah ini semua hanyalah gambaran sekilas dari kuasa, hikmat dan kasih-Nya yang luar biasa besar. “Sifat-sifat Allah yang tidak kelihatan, yaitu keadaannya sebagai Allah dan kuasanya yang abadi, sudah dapat difahami oleh manusia melalui semua yang telah diciptakan.”—Roma 1:19, 20, BIS.
Namun, anda perlu mengetahui lebih banyak tentang Allah daripada yang hanya dapat disingkapkan oleh karya ciptaan-Nya. Karena itu Allah menyediakan Firman-Nya yang tertulis. Buku itu menyingkapkan bahwa Allah bukan suatu kesatuan yang tidak bernama atau suatu kekuatan yang tidak berkepribadian, melainkan benar-benar suatu Pribadi yang mempunyai nama. “Ketahuilah, bahwa [Yehuwa]lah Allah,” kata pemazmur. (Mazmur 100:3) Alkitab juga menyingkapkan Pribadi di balik nama itu: “Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasihNya dan setiaNya.” (Keluaran 34:6) Catatannya yang terinci mengenai cara Allah berurusan dengan umat manusia sebenarnya membuat kita dapat melihat Allah bekerja! Jadi, membaca Alkitab merupakan unsur yang penting untuk mendekat kepada Allah.

Membuat Pembacaan Alkitab Menyenangkan
Memang, Alkitab adalah sebuah buku yang tebal. Itu saja sering membuat remaja-remaja segan membacanya. Ada yang juga mengeluh bahwa Alkitab membosankan. Tetapi, Alkitab adalah penyingkapan Allah kepada manusia. Buku itu menceritakan bagaimana asal mula kita dan ke mana tujuan kita. Buku itu menguraikan dengan tepat apa yang harus kita lakukan untuk dapat hidup kekal dalam Firdaus di bumi. Bagaimana mungkin hal-hal itu membosankan? Memang, Alkitab bukan bacaan ringan, dan di dalamnya terdapat “hal-hal yang sukar difahami.” (2 Petrus 3:16) Namun membaca Alkitab tidak perlu membosankan.
Remaja Marvin mengungkapkan satu cara yang praktis untuk membuat pembacaan Alkitab lebih menarik, dengan berkata: “Saya mencoba membayangkan latarnya, seolah-olah saya sendiri berada di sana.” Pikirkan misalnya, kisah dalam buku Daniel pasal 6. Sebaliknya dari membacanya dengan pasif, cobalah membayangkan anda sendiri sebagai Daniel. Anda ditangkap atas tuduhan yang benar-benar aneh yaitu berdoa kepada Allah anda. Hukumannya? Kematian! Para prajurit Persia dengan kasar menyeret anda ke kuburan anda—gua yang penuh dengan singa-singa yang lapar.

Dengan suara gemuruh, batu raksasa yang menutup gua itu digulingkan. Singa-singa yang berada di dalam gua mengeluarkan auman yang menyeramkan. Dengan perasaan kecut dan ngeri, anda dipegang oleh prajurit-prajurit raja, yang melemparkan anda ke dalam gua kematian itu dan menutupnya kembali dengan batu tadi. Dan dalam keremangan gua itu, sesuatu yang berbulu lebat menyentuh anda . . .
Membosankan? Tentu tidak! Tetapi ingat: Anda tidak membaca untuk hiburan. Cobalah memahami apa yang diajarkan oleh kisah tersebut mengenai Yehuwa. Sebagai contoh, tidakkah pengalaman Daniel memperlihatkan bahwa Yehuwa membolehkan hamba-hamba-Nya menghadapi ujian yang sulit?
Cobalah juga untuk mempunyai jadwal membaca yang tetap. Nah, jika anda setiap hari menggunakan waktu 15 menit saja untuk membaca Alkitab, anda dapat menyelesaikan seluruh buku dalam waktu kira-kira satu tahun! ‘Belilah waktu’ dari beberapa kegiatan yang kurang penting—seperti menonton TV. (Efesus 5:16, NW) Seraya anda berupaya keras untuk membaca Alkitab, saudara pasti akan merasa lebih dekat dengan Allah.—Amsal 2:1, 5.

Doa Lebih Mendekatkan Anda kepada Dia
Seorang gadis remaja bernama Laverne mengatakan, “Sulit untuk mengatakan bahwa kita benar-benar mempunyai hubungan pribadi dengan seseorang jika kita tidak berbicara dengannya.” Sebagai ‘Pendengar doa,’ Yehuwa mengundang kita untuk berbicara kepada-Nya. (Mazmur 65:3) Jika kita berdoa kepada-Nya dalam iman, “Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya.”—1 Yohanes 5:14.

Lynda (yang disebutkan sebelumnya) menyadari hal ini dari pengalaman pribadi. Ia ingat bahwa pada suatu saat dalam kehidupannya, ketika problem-problem dan ketegangan makin meningkat, ia ‘berdoa tiada henti-hentinya selama berhari-hari memohonkan jawaban atas problem-problemnya.’ Allah yang sebelumnya tampak begitu jauh, mulai terasa dekat kepadanya seraya ia mendapatkan kekuatan untuk mengatasi kesulitannya. Seorang remaja lain, bernama Jay, juga menyadari nilai dari doa. “Kadang-kadang kita merasa seperti ingin mengungkapkan perasaan kita yang paling dalam kepada seseorang, dan tidak ada pribadi lain yang lebih baik daripada Yehuwa sebagai curahan isi hati karena Yehuwa mengerti, dan anda tahu bahwa Ia satu-satunya Pribadi yang dapat benar-benar membantu anda.”

Apakah doa hanya memberikan kelegaan emosi? Tidak. Yakobus 1:2-5 meyakinkan kita bahwa dalam menghadapi berbagai ujian, kita patut ‘meminta kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya.’ Allah mungkin tidak melepaskan kita dari ujian itu, tetapi Ia memberi jaminan bahwa kita akan mendapat hikmat untuk mengatasi ujian itu! Ia mungkin akan mengingatkan anda kepada prinsip-prinsip Alkitab yang berhubungan dengan soal itu. (Bandingkan Yohanes 14:26.) Atau Ia mungkin akan mengatur agar hal-hal tertentu dibawa kepada perhatian anda melalui pelajaran Alkitab secara pribadi atau di perhimpunan-perhimpunan. Dan jangan lupa, “Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. . . . Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar.” Ya, anda tidak akan “ditinggalkan sendirian.” (1 Korintus 10:13; 2 Korintus 4:9) Tidakkah anda akan merasa lebih dekat dengan Allah, setelah mengalami bantuan-Nya dalam mengatasi ujian?

Tetapi jangan hanya berdoa mengenai problem-problem pribadi. Dalam contoh doanya, Yesus menekankan pentingnya penyucian nama Yehuwa, kedatangan Kerajaan-Nya, dan perwujudan kehendak Allah. (Matius 6:9-13) “Permohonan dengan ucapan syukur” juga merupakan unsur penting dalam doa.—Filipi 4:6.
Bagaimana jika anda merasa canggung untuk berdoa? Berdoalah mengenai hal itu! Mohonlah kepada Allah agar membantu anda membuka hati anda kepada-Nya. “Bertekunlah dalam doa,” dan lambat laun anda akan merasa bahwa anda dapat berbicara dengan bebas kepada Yehuwa sama seperti kepada seorang sahabat karib. (Roma 12:12) “Saya tahu bahwa kapan saja saya mempunyai problem,” kata remaja Maria, “saya dapat berpaling kepada Yehuwa untuk bimbingan dan Ia akan membantu saya.”
Kita tidak perlu berbicara kepada Allah dengan bahasa yang indah atau muluk-muluk. “Curahkanlah isi hatimu di hadapanNya,” kata pemazmur. (Mazmur 62:9) Beri tahu Dia perasaan anda, kekhawatiran anda. Mintalah bantuan-Nya untuk mengatasi kelemahan anda. Mintalah berkat-Nya atas keluarga anda dan saudara-saudara Kristen. Mohonlah pengampunan kepada-Nya bila anda berbuat salah. Berterima kasihlah kepada-Nya setiap hari untuk karunia kehidupan. Bila doa menjadi bagian yang tetap dari kehidupan anda, anda dapat dibawa kepada hubungan yang erat dan bahagia dengan Allah Yehuwa.
Menyatakan kepada Umum Persahabatan Anda dengan Allah

Setelah mulai menikmati persahabatan dengan Allah, tidakkah anda ingin sekali membantu orang lain agar juga mempunyai hubungan yang berharga seperti itu? Sesungguhnya, mereka yang ingin menjadi sahabat Allah dituntut untuk membuat ‘pernyataan di hadapan umum agar dapat diselamatkan.’—Roma 10:10, NW.
Banyak yang mulai membagikan iman mereka secara tidak resmi dengan berbicara kepada teman-teman sekolah, tetangga, dan sanak keluarga. Setelah itu mereka bergabung dengan Saksi-Saksi Yehuwa dalam pekerjaan pengabaran “dari rumah ke rumah.” (Kisah 5:42, NW) Tetapi, bagi beberapa remaja, pekerjaan di depan umum ini menjadi batu sandungan. “Saya rasa banyak orang muda merasa malu untuk pergi dari rumah ke rumah,” kata seorang remaja Kristen. “Mereka takut terhadap anggapan dari teman-teman mereka.”

Namun perkenan siapakah yang benar-benar anda hargai—dari teman-teman sebaya atau dari Sahabat surgawi anda, Yehuwa? Patutkah anda membiarkan rasa takut atau malu menghalangi anda untuk mendapat keselamatan? Rasul Paulus menganjurkan: “Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita.” (Ibrani 10:23) Maka anda akan mendapati bahwa dengan cukup banyak pelatihan dan persiapan, anda dapat mulai mendapatkan sukacita sejati dalam pekerjaan pengabaran!—1 Petrus 3:15.
Menjelang waktu, penghargaan anda terhadap Sahabat surgawi anda akan menggerakkan anda untuk membuat pembaktian tanpa syarat kepada Allah dan melambangkannya dengan pembaptisan air. (Roma 12:1; Matius 28:19, 20) Membuat pernyataan di depan umum untuk menjadi murid Kristus yang terbaptis bukan sesuatu yang harus dipandang ringan. Ini berarti ‘menyangkal diri’—mengesampingkan ambisi pribadi dan mendahulukan kepentingan Allah Yehuwa. (Markus 8:34) Selanjutnya ini berarti bergabung dengan organisasi Saksi-Saksi Yehuwa seluas dunia.

“Saya pikir banyak orang muda ragu-ragu untuk dibaptis,” kata seorang remaja bernama Robert. “Mereka khawatir ini adalah langkah akhir yang tidak dapat ditarik kembali.” Memang, seseorang tidak dapat menarik kembali pembaktian kepada Allah. (Bandingkan Pengkhotbah 5:4.) Namun “jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa”—tidak soal ia sudah dibaptis atau tidak! (Yakobus 4:17) Masalahnya ialah, Apakah anda menghargai persahabatan dengan Allah? Apakah anda tergerak untuk ingin melayani Dia selama-lamanya? Maka jangan biarkan perasaan takut menghalangi anda untuk menyatakan diri sebagai sahabat Allah!

Manfaat Kekal bagi Sahabat-Sahabat Allah!
Memilih persabahatan dengan Allah akan membuat anda berbeda dengan seluruh dunia. (Yohanes 15:19) Anda bisa menjadi sasaran ejekan. Kesulitan, problem, dan godaan mungkin menyerang anda. Tetapi jangan biarkan siapapun atau apapun juga memutuskan hubungan anda dengan Allah. Ia berjanji untuk memberikan dukungan yang pasti, dengan berkata: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”—Ibrani 13:5.

Buku ini hanyalah satu bukti dari minat yang dimiliki Yehuwa dan organisasi-Nya terhadap kesejahteraan kekal anda. Dan meskipun pertanyaan dan problem anda tidak mungkin semuanya dijawab dalam halaman-halaman ini, pasti anda sekarang lebih menghargai bahwa Alkitab adalah sumber hikmat yang tidak ada habis-habisnya! (2 Timotius 3:16, 17) Bila problem-problem membingungkan anda, selidikilah kitab suci tersebut. (Amsal 2:4, 5) Jika anda mempunyai orang-tua yang takut akan Allah, anda memiliki sumber hikmat dan dukungan rohani lain lagi—asalkan anda mau membuka hati anda kepada mereka.

Yang terutama, ingatlah bahwa Allah Yehuwa mempunyai semua jawaban. Ia “penolong dalam kesesakan,” dan Ia dapat membimbing anda melalui kesulitan apapun. (Mazmur 46:2) Jadi “ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu.” (Pengkhotbah 12:1) Itulah haluan yang akan membuat hati Yehuwa senang. (Amsal 27:11) Dan ini adalah jalan untuk memperoleh kehidupan kekal dalam Firdaus yang kekal—pahala yang Allah sediakan bagi mereka yang menjadi sahabat-sahabat-Nya.

Pertanyaan-Pertanyaan untuk Diskusi
□ Mengapa penting agar anda mempunyai hubungan yang erat dengan Allah?
□ Apa yang Alkitab singkapkan tentang Allah?
□ Bagaimana anda dapat membuat pembacaan Alkitab menyenangkan dan produktif?
□ Apa artinya membuat “pernyataan di depan umum” tentang iman anda? Apakah anda tergerak untuk melakukan itu? Mengapa?
□ Apa peranan dari perhimpunan-perhimpunan dalam hal mendekat kepada Allah, dan bagaimana anda dapat memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari itu?
□ Apa manfaat menjadi sahabat Allah?

salam,
Budi halasan - Petojo