Bagaimanakah Penafsirannya?

PL :

2Ki 6:5 Dan terjadilah, ketika salah seorang sedang memotong kayu, maka besi itu jatuh ke dalam air. Lalu, ia berteriak dan berkata, “Aduh, tuanku! Itu barang pinjaman!”
2Ki 6:6 Tetapi abdi Elohim berkata, “Di manakah benda itu jatuh?” Lalu, orang itu menunjukkan kepadanya tempat itu. Kemudian Elisa memotong sepotong kayu, lalu melemparkannya ke sana, sehingga mengakibatkan besi itu mengapung.
2Ki 6:7 Dan dia berkata, “Ambillah!” Dan orang itu mengulurkan tangannya serta mengambilnya.

Jos 10:12 Lalu berbicaralah Yosua kepada YAHWEH pada hari ketika YAHWEH menyerahkan orang Amori di hadapan bani Israel; dan dia berkata di depan mata orang-orang Israel, “Matahari, diamlah di Gibeon!” Dan, “Bulan diamlah di lembah Ayalon!”
Jos 10:13 Dan diamlah matahari, dan bulan pun diam, sampai bangsa itu selesai membalaskan dendamnya atas musuh-musuhnya. Bukankah hal itu tertulis di dalam kitab orang jujur? Ya, matahari diam di tengah-tengah langit, dan tidak cepat-cepat terbenam untuk sehari penuh.
Jos 10:14 Dan belum pernah ada hari seperti itu, sebelumnya atau sesudahnya, karena YAHWEH mendengarkan suara seorang manusia. Sebab, YAHWEH telah berperang untuk Israel.

Bandingkan dengan PB:

1Co 13:2 Dan jika aku beroleh nubuat dan mengetahui segala rahasia dan seluruh pengetahuan, bahkan jika aku memiliki seluruh iman untuk memindahkan gunung; tetapi aku tidak memiliki kasih, aku bukanlah apa-apa.

Mat 17:20 Dan YESUS berkata kepada mereka, “Karena ketiadaan imanmu! Sebab sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jika kamu memiliki iman seperti biji sesawi, kamu akan berkata kepada gunung ini: Pindahlah dari sini ke sana! Dan, dia akan pindah. Dan, tidak satu pun mustahil bagimu.

Luk 17:6 Lalu Tuhan berkata, “Sekiranya kamu mempunyai iman seperti biji sesawi, kamu dapat berkata kepada pohon murbei ini: Tercabutlah dan tertanamlah ke dalam laut! Maka dia taat kepadamu.

Pertanyaan: dapatkah ayat-ayat di PB ditafsirkan secara harafiah seperti di PL?

Dan satu ayat lagi, bagaimana penafsirannya; memegang ular dan minum racun ditafsirkan didemokan dengan sengaja? atau gimana?

Mar 16:17 Dan bagi mereka yang percaya, tanda-tanda ini akan menyertai: Mereka akan mengusir setan dalam Nama-Ku, mereka akan berbicara dengan bahasa-bahasa yang baru,
Mar 16:18 mereka akan memegang ular, dan jika mereka meminum sesuatu yang mematikan hal itu sekali-kali tidak akan mencelakakan mereka, mereka akan menumpangkan tangan atas orang-orang sakit, dan orang-orang itu akan memperoleh kesembuhan.”

Atau ada ayat lain lagi yang sejenis mohon members boleh ditambahkan…,
Terimakasih para members,

Shalom All,

semua itu tergantung dari rhema, dan rhema itu berbeda dengan logos.
rhema ada dalam kairos Tuhan yang terbatas.

kalo seseorang mengklaim logos untuk dijadikan rhema ya ga bakal jadi, artinya kita melakukan logos / Firman dengan kekuatan manusia.

logos menjadi rhema karena dihidupkan oleh ROH KUDUS.
jadi ya sekehendak Tuhan bukan sekehendak kita.

GBU

Anggapan seolah2 RHEMA “lebih tinggi” daripada LOGOS adalah kurang tepat.

Memang gara2 aliran tertentu dalam khotbah2 tertentu menganggap rhema adalah suatu lanjutan daripada logos, padahal ini kurang tepat.

Sebagai suatu bahan pertimbangan:

Tuhan Yesus Kristus, Allah yang inkarnasi, Dia diberi gelar “HO LOGOS” (Sang Firman), bukan “HO RHEMA,” menandakan justru LOGOS-lah mempunyai makna yang lebih dalam daripada sekedar “rhema.”

saya tidak beranggapan bahwa rhema lebih tinggi, tapi logos bisa menjadi rhema adalah suatu proses.

bagaimana jika tidak ada logos ? apakah ada yang bisa di jelmakan ?

sebaliknya bagaimana hanya logos saja tanpa rhema ?

atau bagaimana mau dijelaskan lebih lanjut entimologinya bro SarPag ?

Apa yang dimaksud dengan Rhêma?

Belakangan ini sebagian kalangan Kristen – termasuk para pendeta – sering menggunakan kata ‘rhêma’ dengan pengertian yang sama sekali berbeda dengan Alkitab (salah kaprah).

Ada pendeta yang berkata, “Yang penting bukan apa kata firman tetapi bagaimana 'rhema’nya di dalam kehidupan.”

Ada lagi pendeta yang menulis, “Orang Kristen bukan hanya mengerti tetapi juga mengharmoniskan atau secara penuh menyatukan dirinya (me-‘rhema’-kannya) dengan apa yang dia dengarkan dengan cara yang jauh lebih efektif dari hanya sekedar mendengar.”

Padahal Kata ‘rhêma’ secara leksikal bahasa Yunani berarti kata yang diucapkan (melalui mulut), sebagian diterjemahkan dengan “firman” di dalam Alkitab bahasa Indonesia padahal barangkali lebih tepat diterjemahkan dengan “perkataan” karena ‘rhêma’ berbeda dengan ‘logos’. Yang terakhir ini benar-benar merupakan firman yang tidak hanya berupa perkataan tetapi jauh lebih luas.

Tuhan Yesus Kristus mendapat gelar Ho Logos bukan Ho Rhêma. Tapi justru yang banyak terjadi dalam khotbah para pendeta (kalangan tertentu) seolah-olah memandang Rhêma lebih tinggi dari Logos dengan menyatakan bahwa “Logos berlanjut menjadi Rhema”.

Logos dan Rhêma kalau diibaratkan secarik surat, Rhêma hanyalah judul surat, sedangkan Logos adalah isi suratnya.

Selengkapnya baca di http://www.sarapanpagi.org/logos-dan-rhema-vt170.html#p353

Hidup ini hanya cerita atau hidup ini bukan hanya cerita?

saya melihat sih yang jadi masalah adalah dari sisi mana kita memandangnya, bisa saja seseorang memandang dari sisi kegunaan dalam kehidupan sehari2 bukan dari sisi maknanya, tapi bisa saja orang lain memandang dari sisi value yang terkandung di dalamnya tanpa melihat sisi kegunaannya.

yang jelas keduanya seharusnya ada dalam kekristenan kita