Bahasa Roh

Kak,
Boleh Dijelaskan?
1.Bahasa Roh Itu Apa??
2.Baik ATau Tidak Kalo Kita DAPAT Bebrbahasa Roh??
3.Manfaatnya yang dapat berbahasa roh apa?
4.Ciri-Ciri Orang Yang Berbahasa Roh Apa?(Soalnya Katanya ADa Yang Sering Bohong)
5.Apa YAng Kita Rasakan Ketika Saat Berbahasa Roh??
Tolongg ya…

Setahu saya:

  1. Bahasa Roh adalah karunia Roh Kudus kepada manusia, salah satu saja. Sebagai salah satu tanda dari urapan Roh kudus. Karena karunia maka tidak selalu taraf ini dilalui seseorang. Akan tetapi dalam banyak kasus pembabtisan para rasul memang memberikan efek karunia bahasa Roh. Bahasa Roh adalah bahasa yang dimengerti hanya oleh Roh Kudus, akan tetapi dapat diterjemahkan oleh Roh Kudus sendiri melalui pengurapan “terjemahan bahasa Roh”. Bahasa Roh dapat berisi pujian dapat pula berisi nubuatan. Walaupun karunia nubuat secara khusus ada.
    Kis 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
    Kis 10:46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:
    Kis 16:6 Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
    San masih banyak lagi termasuk dijaman musa.

2.Baik. Nahkan sangat baik. Tetapi, bukan “kita bisa bahasa Roh, tetapi kita dikaruniai bahasa Roh”. Jadi bahasa Roh bukan untuk kita kuasai tetapi untuk --kita terima–. Jadi tolong dipahami hal ini. Karena sangat penting sekali, jangan sampai kita “berambisi bisa berbahasa Roh”, tetapi berkehendak ingin mendapatkan karunia itu, boleh".

  1. Karena itu karunia, maka sangat banyak manfaat akan tetapi dinyatakan oleh rasul paulus, “berguna membangun diri sendiri”, bukan jemaat.

  2. Bahasa Roh tidak bisa dicirikan. Karena membangun diri dan hubungan pribadi dengan Tuhan (terutama), maka jangan melihat ciri yang diberikan oleh Roh Kudus kepada masing2 orang. Biar Tuhan bekerja secara bebas dalam dirimu sendiri. Keterbukaan akan kerja Roh Kudus adalah kunci akan karunia.

  3. Tidak ada ciri spesifik akan apa yang dirasakan, karena kita tidak berbicara “rasa”. Kita disini berbicara “kerja Tuhan”. Tetapi ciri pasti karunia Tuhan adalah damai sejahtera, sukacita, dan kerinduan akan Tuhan yang akan semakin besar setiap waktu.

Saya tidak menyertakan ayat karena anda bisa membaca dalam topik didalam surat korintus. Tolong baca baik - baik dan berdoa minta hikmat Tuhan, karena disana banyak dibahas tentang Roh kudus. Sebagai referensi, juga terdapat beberapa pencurahan Roh Kudus jaman PL seperti pada musa dan 70 tua tua israel.

Shalom.gbu

1.Bahasa Roh Itu Apa??
Ada uraikan tersendiri dibawah ini–

2.Baik ATau Tidak Kalo Kita DAPAT Bebrbahasa Roh??
Pasti baik karena diberikan oleh Tuhan, dan kita harus menjaga karunia ini sebab semua itu diberikan-Nya untuk menguatkan dan membangun iman kita kepada-Nya secara pribadi.

3.Manfaatnya yang dapat berbahasa roh apa?
manfaatnya sangat banyak dapat mengusir setan dan Iblis dan ketika kita tidak dapat berdoa lagi, kita dapat berdoa dengan “bahasa roh” karena roh kita yang berdoa. Dan juga ketika berdoa yang bersifat rahasia agar pendengar tidak boleh mengetahui doa kita kepada Tuhan karena bersifat pribadi sekali kita dapat pergunakan bahasa roh, namun yang perlu kita jaga adalah jangan berbahasa roh ketika ada orang lain (atau agama lain yang belum pernah dengar bahasa roh) kita pakai bahasa indonesia saja, agar jangan tidak menimbulkan penafsiran mereka kepada kita bahwa kita dibilang gila, itu yang perlu kita jaga—

4.Ciri-Ciri Orang Yang Berbahasa Roh Apa?(Soalnya Katanya ADa Yang Sering Bohong)…
masalah bohong dan tidak? lihat penjelasan saya dibawah…(bahasa roh tidak dapat diajari).

5.Apa YAng Kita Rasakan Ketika Saat Berbahasa Roh??
ketika kita berbahasa roh semua dalam keadaan sadar dan normal (tidak seperti seorang semedi atau meraga sukma beda).

Ini penjelasan ada penjelasan saya tentang bahasa ro dibawah ini kalau ada salah, mohon maaf? GBU

KARUNIA BAHASA ROH
Karunia bahasa roh adalah karunia dari Allah yang memampukan kita untuk mengucapkan kata-kata baik kepada Allah maupun kepada orang lain, dalam bahasa yang tidak kita mengerti dan tidak pernah kita pelajari sebelumnya dasar ayat ini menjadi dasar umat-Nya (1 kor. 14 : 2).
KARUNIA MENAFSIRKAN BAHASA ROH
– Karunia menafsirkan bahasa roh adalah karunia dari Allah yang memampukan kita untuk menafsirkan isi pesan Allah yang disampaikan dalam bahasa roh, yang secara alamiah tidak kita ketahui artinya (1Kor. 14:2,13).
–Karunia ini mempunyai 2(dua) fungsi utama, yaitu untuk:
1). PERLU TAFSIRAN.
Pesannya dari Allah kepada manusia
Bahasa roh yang “bersifat nubuatan” yang perlu ditafsirkan seperti di (1 Kor.14 : 5-6) karena sifat pesan dari Allah berupa ucapan suatu penyataan, pengetahuan, nubuatan (yang membangun menasihati dan menghibur) atau pengajaran bagi jemaat atau kepada orang lain banding dengan ayat (1 Kor.14 : 26). Jadi bentuknya penyampaian isi hati Allah itu sama dengan nubuat, hanya saja disampaikan dalam “bahasa roh”, bahasa yang tidak dimengerti oleh orang yang menyampaikannya. Karena sifatnya pesannya dari Allah kepada manusia, tentu saja perlu seseorang yang ada karunia menafsirkan “bahasa roh”, supaya orang yang kepadanya pesan itu ditujukan dapat mengertinya. Dan juga harus disampaikan secara bergilir tidak secara bersama-sama, supaya tidak membingungkan dan jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri (1Kor.14 : 30).
2). TIDAK PERLU TAFSIRAN.
Menyampaikan isi hati kita kepada Allah (1Kor.14:2)
Bentuknya isi hati kita berupa:

  •      Doa dalam bahasa roh.
    
  •      Pujian dalam bahasa roh.
    

Karena sifatnya dari kita kepada Allah, maka boleh di lakukan secara bersama-sama dan tentu tidak perlu harus dimengerti oleh orang lain, sehingga tidak perlu ditafsirkan. Karena itu “bahasa roh” yang dipakai untuk doa dan pujian “tidak perlu ditafsirkan” (1Kor. 14:16)….
—Bahasa roh dapat berupa seluruh bahasa manusia (bahasa yang dipakai sehari-hari oleh manusia), ataupun bahasa malaikat (1 Kor. 13:1). ketika yang mengucap memakai bahasa manusia itu mungkin dapat dimengerti oleh oleh orang lain (pendengar) contoh yang terjadi didalam (Kis. 2:4-6)…
Rasul Paulus bersaksi kepada jemaat di Korintus
didalam ayat ini Paulus bersaksi bahwa Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku. (1 Korintus .14:15).
Paulus menerangkan dalam ayat dibawah ini kepada pengalaman pribadinya dalam penggunaan bahasa roh bahwa kita dapat berdoa dengan akal budi (memakai bahasa yang kita mengerti), kita dapat juga berdoa dengan “bahasa roh” (memakai bahasa yang kita tidak mengerti).
Kalau kita berdoa dengan “bahasa roh” (memakai bahasa yang kita tidak mengerti) maka “roh ” kita yang berdoa, tetapi akal budi kita (memakai bahasa yang kita mengerti) tidak turut berdoa.
Selain itu juga Paulus dapat menyanyi dan memuji Tuhan dengan akal budi (memakai bahasa yang kita mengerti) kita juga dapat menyanyi dan memuji dengan rohku (bahasa yang kita tidak mengerti). 1Kor.14:15.
Paulus juga mengatakan ada beribu-ribu kata bahasa roh 1Kor.14:19b Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.

Dalam ayat ini juga Paulus jelaskan bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu; yang seorang mazmur, yang lain pengajar, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semua itu harus dipergunakan untuk membangun. 1Kor. 14:26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.

Jadi dari ayat-ayat yang diatas kita harus dapat membedakan apa itu bahas roh yang bersifat nubuat (pesan dari Allah) yang diperlukan seseorang karunia menafsirkan dan juga kita harus tahu bembedakan bahasa roh yang sifatnya doa dari isi hati kita kepada Allah yang tidak perlu seseorang untuk menafsirkan, sehingga tidak terjadi timpang tidih dalam pembahasan karunia bahasa roh… Jadi kesimpulannya adalah karunia “bahasa roh” semacam itu tidak pernah dipelajari dan bukan seperti yang saya dengar ada bahasa roh yang bisa diajarkan, maaf tidak sesuai dengan Alkitabiah dan saya hanya tahu tolok ukur dasarnya karunia adalah firman Tuhan (Alkitab)…Jadi “bahasa roh” yang asli itu tidak dapat dipahami….Amin…

Makasih Atas Jawabannya…
Aku Pernah Berbahsa Roh,
Akan tetapi aku dapat berbahsa ketika sudah sampai di puncaknya…
Apakah Kita dapat mengontrol karunia bahasa roh tersebut??
dapatkah kita dapat brbahsa roh diman saja?
Jika kita dapat berbahsa roh dan dpt mengendalikannya apakah kita dapat melayani orang banyak??
Apakah TUHAN marah ketika kita menggunakan bahsa roh di mana saja??

Shalom,

Roh Kudus menuntun kepada seluruh kebenaran Allah (Yoh 16:13), termasuk memberitahu manusia bahwa pekabaran Allah pada zaman akhir bukan mujizat berkata-kata yang dianggap sebagai berbahasa roh, bukan mujizat penyembuhan, bukan mujizat menjadi sukses dan kaya secara ekonomi, tetapi seruan agar keluar dari babel termasuk kemerosotan moral berpusat menyembah Allah Pencipta dan Penebus dengan menuruti hukum-hukum Allah dan iman kepada Yesus (14:7), serta memberitahu manusia bahwa ciri dari umat Allah zaman akhir adalah seperti dalam Why 12:17, Why 14:12 dan ciri dari umat tebusan Allah adalah seperti dalam Why 22:14, yakni yang membasuh jubahnya yakni yang menuruti hukum-hukum Allah.

Dalam menuntun kepada kepada serluruh kebenaran Allah, mujizat Roh Kudus adalah menyanggupkan manusia umat Tuhan menuruti hukum Allah (Yeh 36:26,27, Rom 8:4). Allah memberikan karunia mujizat pembenaran yang mengampuni dosa, pengudusan oleh Roh Kudus dan pemuliaan yang akan diterima orang percaya saat kedatangan Yesus keduakali (dibangkitkan, diubahkan, dibawa ke sorga, dan hidup selama-lamanya di bumi yang baru (Why 22).

Inilah yang diharapkan oleh Yesus menjadi renungan dan perhatian umat Tuhan terutama pada zaman akhir, sebagaimana dinyatakan-Nya dalam Mat 24 dan seluruh kitab Wahyum, bukan berkata-kata yang tidak bisa dimengerti. Pada waktu para rasul berbicara dalam bahasa mereka sendiri, bangsa lain yang tidak menggunakan bahasa para rasul itu mengerti apa yang dikatakan oleh para rasul itu. Sekarang ini, penerjemah telah ada.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

[quote author=Hanny12 link=topic=38486.msg492773#msg492773 date=1313120526]
Makasih Atas Jawabannya…

Aku Pernah Berbahsa Roh,

Akan tetapi aku dapat berbahasa ketika sudah sampai di puncaknya…

Apakah Kita dapat mengontrol karunia bahasa roh tersebut??

  • Bahasa roh yang bersifat pesan isi hati Allah kita tidak dapat mengontrol ketika Allah sedang bicara melalui roh kita, teman saya ada dua orang mereka berdua selalu dipakai Tuhan yang satu bisa berbahasa roh namun tidak bisa menterjemahkan bahasa roh.

Dan teman yang satu lagi dia bisa berbahasa roh dan juga bisa menterjemahkan bahasa roh- dalam pertemuan pergumulan Tuhan sering bernubuat kepada mereka dengan berbahasa roh dan teman yang satu menterjemhkan bahasa roh kebahasa indonesia- setiap nubuat Tuhan pasti akan terjadi, entah nubuat tentang gempa, peperangan dan sunami…dll pasti terjadi… Amin…

dapatkah kita dapat berbahasa roh dimana saja?

bisa dimana saja bisa. kalau doa dari isi hati kita kepada Tuhan bisa Ketika dalam perjalanan dengan mobil, bisa, ataukah motor juga bisa.

Jika kita dapat berbahsa roh dan dpt mengendalikannya apakah kita dapat melayani orang banyak??

Bisa-- tentu atas kehendak-Nya, contoh ketika anda disuruh Tuhan untuk menolong seseorang karena sakit pasti orang yang anda tolong pasti sembuh, karena bukan saya mau karena Tuhan yang menghendaki itu semua. Amin…

Apakah TUHAN marah ketika kita menggunakan bahasa roh di mana saja??
tidak marah? namun kita harus jaga juga dari orang yang tidak paham tentang bahsa roh, nanti dibilang kita gila. Kalau orang yang sudah mengerti seperti orang dalam rumah kita mau berjam jam berbahasa roh tidak apa apa, karena mereka sudah tahu, bahasa roh inikan untuk membangun diri kita atau iman kita sendiri, jadi tidak usah dibanyak orang kita memakai bahasa roh. Karena banayk perbedaan pandangan tentang iman. Apalagi ada gereja yang tidak menerima ada juga yang menerima- mungkin disitu pasti sudah mengerti apa maksud saya…Amin…

Yang paling bagus kalau kita sudah bisa berbahasa roh, minta juga agar diberikan menterjemahkan bahasa roh…Amin…

1.Kalo bahasa roh yang “berulang” dan bisa “ditiru” itu termasuk apa? Contoh: Seseorang di gereja kharismatik berbahasa roh: “Sandal lawas sandal lawas sandal lawas…” Apakah itu bahasa roh? Saya kok meragukannya.
2. Bahasa Roh diyakini TIDAK dimengerti oleh Iblis. Hmmm… Kalo dulu saya percayai dan imani saja. Tapi sekarang, saya mau tanya: Ayatnya dimana? Jangan2 itu akal2an lagi pendeta Kharismatik.

Setiap umat percaya perlu uji setiap roh. Karena iblis juga dapat menyerupai malaikat terang tentu kita menguji namun jangan kita mengejek atau kita tertawa–Jangan janagn benar karunia dari karunia dari Tuhan, terlarjur mengejek…Kita lihat buah buah rohnya–Karena sekarang uda pada pintar bahasa roh bisa diajarin, karena hasil diajarin berbeda dengan yang diberikan Tuhan dan rencana Tuhan.
Amin.

1 Yoh.4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Amin.

Bro Lloyd, saya tidak bermaksud mengejek. Tapi bahasa roh yg bisa dimengerti dan berulang2 itu bukan bahasa Roh! Masa bahasa Roh kok bunyinya: “Kuraba raba kuraba raba…” Kok kedengarannya mirip kayak “jampi-jampi”? Mungkin itu lebih mirip “Sugesti” aja.
Bahasa Roh yg benar itu lebih mirip seperti bahasa asing. Seasing-asingnya bahasa, contoh bahasa suku Dhani di pedalaman Papua ya bunyinya nggak begitu mudah ditiru dan bisa diterjemahkan karena itu benar2 bahasa asing.
Saya sendiri berasal dari latar belakang kharismatik. Tapi, saya bener2 meragukan bahasa Roh orang2 di gereja saya.
Kalau orang bener2 diberi karunia Bahasa Roh, maka hidup seseorang akan penuh ROH KUDUS.
Kalau penuh ROH KUDUS, tapi nggak ada apa2 yg terjadi dalam hidup orang itu ya itu namanya Bahasa Roh palsu.
Orang yg penuh ROH KUDUS mestinya mendoakan orang sakit, orang itu sembuh. Mendoakan orang terlilit utang, orang itu dipulihkan, dsb, dsb…

Hehehhe…saya jadi tertawa juga…Ya sudalah namanya juga nabi palsu harus semakin banyak dihari hari terakhir ini, semakin banyak dan semakin banyak bermunculan.Amin… Tuhan memberkati anda dan sekeluarg …Amin…

Shalom,

Kis 2:
2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4 Maka penuhlah mereka dengan ROH KUDUS, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”

  • Mereka yang berkata-kata itu orang-orang Galilea,
  • Mereka itu adalah para rasul,
  • Mereka berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain,
  • oleh tuntunan ROH KUDUS,
  • Orang Pelam, Pamfilia, Mesir, Libya, Roma mendengar org Galilea itu berkata2 dlm bhs masing2.
  • Yang dikatakan mereka adalah perbuatan-perbuatan besar Allah,
  • Para pendengar mengerti yang dikatakan oleh orang-orang Galilea itu.

Jadi tidak hanya sekedar berkata-kata dalam bahasa lain. Tetapi dimengerti oleh para pendengar mereka, yakni tentang perbuatan-perbuatan besar Allah. Jadi bila melihat orang berkata-kata yang menurut perasaan yang berkata-kata itu dirinya berkata-kata oleh tuntunan ROH KUDUS, haruslah kita mendengar dalam bahasa kita yang mendengar, kita mengerti dan itu tentang perbuatan-perbuatan besar Allah.

Timbul masalah, bila kita pendengar adalah orang Indonesia yang berbahasa Indonesia mendengar orang yang mengaku atau merasa berkata oleh tuntunan ROH KUDUS itu orang Indonesia dan berkata-kata dalam bahasa lain, bukankah kita menjadi tidak mengerti?

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

Ya, memang kita tidak mengerti. Tapi kan bukan: “Kuraba raba sandal lawas sandal lawas…” Gitu kan 'bro?
Yang namanya bahasa asing itu ciri2nya:

  • Tidak berulang
  • Membentuk suatu frasa kalimat walau kedengarannya aneh
  • Tidak gampang ditiru, karena bentuknya kalimat
    Kalau Bahasa Roh memenuhi 3 syarat diatas, maka baru dibilang itu sesuai dengan Kisah Para Rasul 2.

Bukan masalah gampang ditiru atau tidak, apapun bahasa yang keluar kalau itu Roh Kudus maka Urapan Roh Kudus itu akan terasa dan akan membuat damai sejahtera, kalau ada yang bisa meniru kata2 dalam bahasa roh mungklin bisa, tetapi diatidak bisa meniru URAPAN ROH Kudus yang bisa kita rasakan kalau seseorang berbahasa RoH, dan memang bisa dilihat dari buah roh yang ditiunjukkan orang tersebut yaitu,

Galatia
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri.

Shalom,

Saya justru menyatakan bahwa "jika si pendengar tidak mengerti apa yang dikatakan yang berkata-kata itu, itulah bukan berkata-kata oleh dorongan atau tuntunan Roh Kudus.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

[quote author=Jericho Jerusalem link=topic=38486.msg494094#msg494094 date=1313318885]
Shalom,

Kis 2:
2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4 Maka penuhlah mereka dengan ROH KUDUS, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”

  • Mereka yang berkata-kata itu orang-orang Galilea,
  • Mereka itu adalah para rasul,
  • Mereka berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain,
  • oleh tuntunan ROH KUDUS,
  • Orang Pelam, Pamfilia, Mesir, Libya, Roma mendengar org Galilea itu berkata2 dlm bhs masing2.
  • Yang dikatakan mereka adalah perbuatan-perbuatan besar Allah,
  • Para pendengar mengerti yang dikatakan oleh orang-orang Galilea itu.

Jadi tidak hanya sekedar berkata-kata dalam bahasa lain. Tetapi dimengerti oleh para pendengar mereka, yakni tentang perbuatan-perbuatan besar Allah. Jadi bila melihat orang berkata-kata yang menurut perasaan yang berkata-kata itu dirinya berkata-kata oleh tuntunan ROH KUDUS, haruslah kita mendengar dalam bahasa kita yang mendengar, kita mengerti dan itu tentang perbuatan-perbuatan besar Allah.

Timbul masalah, bila kita pendengar adalah orang Indonesia yang berbahasa Indonesia mendengar orang yang mengaku atau merasa berkata oleh tuntunan ROH KUDUS itu orang Indonesia dan berkata-kata dalam bahasa lain, bukankah kita menjadi tidak mengerti?

Jadi kesimpulannya ada pada yang murid-muridNya itu, mereka berkata-kata memakai bahasa lain (bahasanya orang), namun mereka sendiri (murid murid-Nya ) tidak menegerti apa yang mereka berkata-kata itu.
Orang lain yang mendengar kata kata mereka mengerti karena bahasa yang mereka ucap itu dari bahsa daerah mereka.

Jadi intinya orang yang mendapat karunia itu ketika bahasa roh yang mereka ucap itu mereka sendiri tidak mengerti bahasanya itu.

Semua ada ayatnya, jadi bahasa roh itu Roh Kudus yang mengatur mulut bibir mereka sehingga apa yang diucap diucap tidak hanay satu bahasa saja, namun bisa seluruh bahasa manusia dibumi ini, bisa juga memakai bahasa malaikat (1 Kor. 13:1). contoh ayat yang anda jelaskan diatas itu ketika mereka mengucap memakai bahasa manusia dibumi ini, kebetulan saja yang mereka berkata-kata adalah bahasa yang dapat dimengerti oleh pendengar, contoh yang terjadi saudara jelas ayat diatas tadi (Kis. 2:4-6)…

yang paling bagus untuk mengerti bahsa roh itu lihat kesaksian Rasul Paulus bersaksi kepada jemaat di Korintus:

Paulus bersaksi apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku (huruf “r” kecil), tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku. (1 Korintus .14:15).
Paulus menjelaskan dalam ayat tadi kepada pengalaman pribadinya dalam penggunaan bahasa roh bahwa kita dapat berdoa dengan akal budi (memakai bahasa yang kita mengerti), kita dapat juga berdoa dengan “bahasa roh” (memakai bahasa yang kita tidak mengerti). Amin…

Apakah topik ini bukan merupakan pengulangan dari thread yang sebelumnya sudah ada? Silakan momod memeriksa…

Shalom,

Pada kisah itu, peziarah dari empat penjuru bumi (ayat 9-11) berkumpul di Yerusalem. Karunia berkata-kata dalam bahasa lain itu diberikan adalah dalam rangka misi mengabarkan Injil ke seluruh dunia.

Para pendengar mengerti pesan yang disampaikan kepada mereka. Dalam nas itu tidak dikatakan bahwa para pengabar Injil itu tidak mengetahui dan tidak mengerti pesan yang mau disampaikan kepada para pendengar. Namun kita mengetahui bahwa bahwa para pengabar Injil itu yakni para rasul itu adalah murid-murid Yesus yang tentu mengetahui ajaran Yesus, perbuatan besar Allah yang akan diberitakan, namun mereka menghadapi kendala bahasa. Para pendengar saja mengerti, maka tentu mereka yang menyampaikan juga mengerti. Artinya Roh Kudus tidak hanya memberi mereka kemampuan berkata-kata dalam bahasa lain, tetapi memberikan pesan dan karunia untuk menyampaikan pesan itu.

Jadi berkata-kata dalam bahasa lain yang dituntun oleh Roh Kudus dimengerti oleh yang berkata-kata DAN dimengerti oleh yang mendengarkan, dalam rangka PENGABARAN INJIL KE BERBAGAI BANGSA/BAHASA DI DUNIA yang tentu (ketika) MENGHADAPI KENDALA BAHASA.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.

setau saya itu kan karunia bahasa asing bro… bukan bahasa Roh…
dan kedua karunia tersebut pun berasal dari Roh Kudus
Gb…

Saya cukup heran dengan beberapa koment disini, dimana berusaha menentukan "“apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan Roh Kudus”. Padahal jelas rasul paulus pun menjelaskan bahwa ““tidak selalu Bahasa Roh bisa dimengerti dan bahkan bagi orang luar, bisa dianggap --GILA–””, ttp apakah kemudian hal itu menjadi alasan untuk ""menghalangi seseorang berbahasa ROH ?? Paulus menyatakan dengan tegas “TIDAK”.
Ayolah, kalau memang anda tidak tahu itu berasal dari Tuhan atau bukan, artinya ""anda sendiri tidak menerima karunia --membedakan Roh-- lalu apa hak anda ““menghakimi”” oirang lain?? Saya kira ga ada. Kalau memang yang berbahasa Roh itu bukan dari Roh Kudus maka Tuhan sendiri yang akan meluruskan atau menghukum, bukan saya atau anda… Saya kira itu jelas dan benar - benar harus dimengerti.

Satu lagi, bahasa Roh -Membangun diri-- bukan --membangun jemaat-- jadi biarkan seseorang membangun diri dulu, nanti setelah terbangun maka dia akan dipakai untuk membangun jemaat. Bukan hak manusia untuk menghalangi seseorang membangun diri dengan karunia bahasa Roh.
Sekarang tanya diri sendiri, anda mengatakan -kesalahan bahasa Roh-- orang lain, tetapi mereka berusaha membangun diri dengan apa yang diajarkan rasul, lalu dengan apakah anda membangun diri?? Tanya diri sendiri dulu, apakah saya sudah berusaha membangun diri dan memiliki motivasi membangun jemaat, terlepas dari apakah karunia bahasa Roh ada atau tidak??? Jauh lbh bermanfaat dari sekedar berusaha menghakimi apa yang anda sendiri jelas ““gak mengerti””.

Shalom,

Saya tidak tahu apakah Bro menanggapi postingan saya atau tidak; yang pasti adalah saya membuat beberapa postingan sebelum postingan Bro ini. Bila memang Bro menganggapi postingan saya, sebaiknya Bro mengutip biar lebih gentle.

Dalam kutipan ini Bro berkata-kata tidak merujuk satu ayat pun dari Alkitab dan Bro menyatakan uraian yang “hardly” berdasarkan Alkitab sebagai “berusaha menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ROH KUDUS”. Bila Bro menemukan ada yang salah dalam pernyataan berdasarkan Alkitab itu, tunjukkan dengan bukti-bukti Alkitab. Karena itu Bro perlu membaca tulisan Bro yang saya bold dan beri warna merah dulu lalu yang saya beri warna biru.

Bila Bro memang mempunyai tanggapan yang berdasarkan Alkitab tentang berkata-kata yang dituntun oleh Roh Kudus, mari monggo.

Demikian, semoga bermanfaat.
Salam, JBU, Jericho, J.