bahasa roh

1Kor 14:2	

Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah 2 . Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; s oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

apakah bahasa roh yg ada di gereja saat ini sama dengan yg di kisahkan di kitab kisah para rasul?

Seandainya anda memiliki rekaman bahasa roh saat itu, tentunya bisa kita perbandingkan, apakah beda atau sama…

:rolleye0014:

kita juga bisa berbicara dengan Tuhan dengan roh + akal budi kita

1 Koritus 14:15
“Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.”

muliakanlah Allah dalam segala hal tanpa harus bisa berbahasa lida

1 Korintus 6:20
“Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

1 Korintus 10:31
“Aku menjawab: ‘Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.’”

yang ngetren sekarang bahasa lida yg sama bunyinya diucapkan berulang2 di tempat yg berbeda, terkesan seperti diberi kursus bahasa lida

yang parahnya lagi bahasa lida yg dikursusi itu, dipakai untuk menjustice sesama iman tidak memiliki Roh Kudus

Kalau menurut pendapat saya, bahasa Roh adalah Bahasa Universal dan Bahasa Roh ini berbeda dengan Bahasa Lidah, jadi walaupun keduanya disebut dengan “bahasa roh”, tetapi memiliki perbedaan yang mendasar.

Bahasa Roh dapat dimengerti oleh setiap orang yang mendengarkan perkataan tersebut, sehingga pada saat seseorang India berbahasa Roh, maka pada saat itu akan didengar oleh orang indonesia, bahwa orang tersebut berbicara dalam bahasa Indonesia ( pada hal Real nya, orang tersebut berbicara dalam bahasa India ), demikian juga jika ada orang Jawa, maka si orang jawa akan mendengar orang india itu berbicara dalam bahasa jawa ( pada hal realnya orang tersebut berbicara dalam bahasa india ).==> Hal ini seperti yang terjadi pada peristiwa yang dialami oleh para murid.

Bahasa lidah juga disebutkan sebagai “Bahasa Roh”, dan bahasa lidah ini dipergunakan untuk komunikasi langsung antara Allah dan orang yang berbicara menggunakan bahasa lidah tersebut, dimana tidak ada seorang pun yang tahu apa yang dikatakan olehnya, dirinya sendiri pun tidak memahami, untuk itulah Rasul Paulus mengatakan, bahwa bahasa lidah itu adalah baik, tetapi akan lebih baik bila ada orang yang memiliki karunia untuk “menterjemahkannya”, sehingga hal tersebut dapat membangun jemaat.

Nah, mengapa terjadi 2 perbedaan tersebut diatas ?

Perbedaan tersebut diatas terjadi, dikarenakan pada kasus pertama, maka orang yang berbicara dalam bahasa roh adalah orang yang mendapat “Babtisan Roh Kudus Langsung”, sehingga pada saat peristiwa pembabtisan tersebut, Roh Kudus yang menghinggapi orang tersebut ( atau para rasul saat itu ), berbicara dalam bahasa Universal, yaitu Bahasa Roh atau Bahasa Allah.

Pada Kasus kedua, maka orang yang berbicara dalam bahasa lidah, orang tersebut mendapat “Karunia Roh Kudus”, sehingga orang tersebut dapat bersatu atau membangunkan “Nafas Hidup” yang dimiliki oleh setiap manusia, dan Nafas Hidup inilah yang berbicara atau berkomunikasi kepada Allah.==> Nafas Hidup ini, kita kenal dengan Istilah Roh Manusia.

Nah, pada kasus pertama … saya sendiri belum pernah bertemu dengan orang yang berbicara dalam bahasa Roh, sehingga menurut pendapat saya, bahasa Roh yang dialami oleh Para Rasul, belum pernah dialami oleh manusia kembali.

Tetapi pada kasus kedua, saya sudah sering mendengarkan bahasa “Lidah” ini, tetapi yang sangat disayangkan adalah “tidak banyak kasus yang terjadi, dimana pada saat bahasa lidah ini terjadi, ada orang yang dapat menafsirkannya”. Sehingga saya berkesimpulan, “tidak semua orang yang berbahasa lidah itu, adalah benar-benar Asli”.

Untuk Kasus kedua, saya sangat menghimbau, agar berdoa dengan bahasa lidah, “HARUS LEBIH HATI-HATI”, sebab salah-salah orang tersebut dapat dipakai “Setan” untuk Alat menghujat Allah.

Salam …

Yg pasti, tidak ada orang yg memuji Tuhan Yesus dapat seketika mengutuk Dia.

Jika seseorang mempunyai iman yg benar kpd Tuhan Yesus, tidak mungkin seketika itu juga dia berbahasa roh utk mengutuki Tuhan (diperalat setan).

Banyak prasangka thd bahasa roh ini, termasuk prasangka yg mengada-ada.
Jika seseorang beriman dg benar, maka kita bisa terima bhw bahasa rohnya adalah benar.

Mreka yg tidak berbahasa roh tentu saja akan mnyikapi kalimat di atas dg skeptis…itu pun wajar.

Yg paling sahih utk menilai asli-tidaknya bahasa roh adalah mreka yg sudah mendapat bahasa roh, bukan mreka yg belum mengenal bahasa roh.

Tepat sekali saudara ku, dalam Gereja kami, kami sangat meyakini ke-2 hal yang saya jelaskan diatas, tetapi “perbedaannya adalah”, di Gereja kami, tidak setiap hari gereja atau disetiap perkumpulan jemaat, maka jemaat itu akan “berbahasa lidah”, walaupun kadang kala tapi sangat jarang terjadi, sering juga ada jemaat yang “berdoa dalam bahasa Lidah”, tetapi umumnya pada saat kejadian tersebut, akan ada kemudian pastur / pendeta / gembala sidang atau ada jemaat lainnya yang juga berbahasa lidah dan kemudian “menafsirkan bahasa lidah tersebut”, biasanya bahasa lidah yang terjadi “hampir sering adalah nubuatan”.

Namun, umumnya setelah paskah, ada beberapa jemaat ataupun pastur / gembala sidang / pendeta atapun penatua, melakukan Ibadah Puasa selama 10 Hari penuh ( inipun bukan suatu kewajiban, biasanya paling sedikit dilakukan oleh 3 orang ) dan pada saat ibadah puasa tersebut, umumnya setelah hari ke-4, mereka selalu berdoa dalam Bahasa Lidah dan salah satu dari mereka, “Pasti” ada yang menafsirkannya dan setelah mereka selesai Ibadah Puasa tersebut, kemudian mereka memberitakan apa yang mereka dapatkan dalam Ibadah Puasa tersebut.==> Tetapi Ibadah Puasa 10 Hari penuh ini, BUKANLAH suatu kewajiban, hingga belum tentu setiap tahun dilaksanakan.

Salam …

Baik sekali itu Bro.

Saya coba jelaskan juga liturgi yg berlangsung di denominasi kami,
Pd saat ibadah raya dalam perkumpulan jemaat, maka ada sesi bernyanyi (lagu-lagu pujian dan penyembahan).
Di sela-sela peralihan lagu, maka pemimpin pujian (WL) memberikan kesempatan bagi tiap-tiap jemaat untuk berdoa pribadi kpd Tuhan dengan diiringi alunan lagu.

Dalam sesi doa pribadi ini, jemaat dibebaskan bicara/mnyembah Tuhan dg caranya sendiri,
Ada yg bermazmur, ada yg berdoa, ada juga yg berbahasa roh.
Kmudian ketika mulai masuk lagu berikutnya, maka jemaat berhenti berdoa pribadi utk nyanyi sama-sama.

Itulah liturgi di dalam ibadah raya.
Semua Gereja tentu berhak mnetapkan liturginya masing-masing.

Krn ini adalah sesi doa pribadi, maka bahasa rohnya tidak wajib ditafsirkan (spt kata Paulus bhw siapa yg berdoa kepada Allah maka doanya rahasia, tidak seorangpun memahami artinya-krn memang Tuhan tidak menafsirkannya, itu doa pribadi).

Di dalam ibadah raya itu tetap tertib, krn tidak ada satu jemaatpun yg boleh bahasa roh ketika pendeta kotbah, atau ketika sesi persembahan atau ketika sesi pengumuman.
Jemaat hanya boleh doa pribadi saat diberikan waktu oleh WL, yaitu di sela-sela peralihan lagu.


Di sisi lain,
Pd saat pertemuan para pelayan, pekerja, aktivis yg jumlahnya lebih kecil,
Disini ada sesi dimana kita semua menunggu pernyataan Tuhan.
Pd saat ini maka semua berdoa dalam bahasa roh.
Kadang kala akan muncul suatu bahasa roh yg beda, unik dan keras terdengar.
Ketika bahasa roh ini muncul, maka semua hadirin berdiam diri mendengarkan bahasa roh ini utk menunggu penafsirannya.
Kadang penafsiran timbul dari yg mengucapkan bahasa roh, kadang timbul dari pengerja lainnya.
Jika tidak ada yg menafsirkan, maka pemimpin pertemuan akan meminta yg berdoa itu utk berdiam diri.
Ketika ditafsirkan, maka maksudnya pasti untuk kepentingan Jemaat/Gereja secara umum, bukan soal-soal pribadi.

Kadang-kadang pula semua tiba-tiba tanpa komando bisa berdiam diri dalam hening.
Pd saat itu kadang bisa tiba-tiba seorang mnyampaikan kata-kata nubuat, bisa juga ada yg maju mnyampaikan penglihatan, atau suatu pngajaran, atau bisa juga pemimpin pujian mngajak bnyanyi dan ada yg bmazmur di sela-sela peralihan lagu.

Dinamis tetapi tertib, umumnya tanpa komando krn diatur oleh Roh Allah.

Kita sharing pengalaman saja Bro.


Ada bahasa roh yg dgunakan utk pribadi, utk mbangun diri sendiri, utk doa pribadi kpd Bapa, sifatnya rahasia, tidak ada yg tau artinya. Inilah yg disebut ‘bahasa lidah’.

Ada bahasa roh yg dgunakan utk kepentingan Jemaat (1Kor 9), pasti dtafsirkan oleh Tuhan supaya Jemaat tau apa maksud Tuhan bagi mreka. Inilah yg disebut ‘karunia bahasa lidah’.

Yah, mungkin “konsep pemahamannya” tidak berbeda dengan gereja saya, cuma tata laksananya saja yang berbeda, saya “mengimani kedua bahasa roh tersebut”, sebab tata doa tersebut adalah “warisan dari para rasul”.

Salam …

Salam juga Bro.

setau saya, Yesus tidak pernah ngajirin bahasa yg aneh2… bahasa roh yg dimaksud Paulus itu hanya mengada-ngada saja.
coba lah anda buka di youtube Speaking in Tongues Medical Study proves Holy Spirit praying - YouTube
https://youtu.be/NZbQBajYnEc
berbeda dgn kejadian para rasul yg dibantu roh kudus dalam berkomunikasi dgn bangsa lain.

Bold: Setau Anda, bukan setau Yesus :coolsmiley:
Italic: Atau Anda yang mengada-ngada? :coolsmiley:
Underline: Katanya Yesus gak pernah ngajarin yang aneh-aneh? Kok Roh Kudus bisa? :coolsmiley:

Bahasa Roh itu ada 2, yaitu :
1). Terjadi sebagai akibat dari Turunnya Roh Kudus atas orang tersebut.
2). Terjadi sebagai akibat orang tersebut mendapat Karunia dari Roh Kudus.

Pada Peristiwa yang dialami oleh Para Rasul, maka disana terjadi peristiwa “Turunnya Roh Kudus” atas para Murid, sehingga para murid berbicara dalam Bahasa Roh, sementara pada peristiwa yang dialami oleh para jemaat atau orang-orang percaya pada saat ini, maka Bahasa Roh yang mereka alami, “umumnya” sebagai akibat dari Karunia Roh Kudus yang diberikan pada para jemaat, bahasa Roh yang para jemaat alami saat ini, dikenal dengan Bahasa Lidah.==> Bahasa Lidah atau Bahasa Roh adalah salah satu karunia yang diberikan oleh Roh Kudus pada setiap orang yang percaya.

Salam …

kalo begitu anda kasih tau lah, bahwa bahasa roh yg dialami para rasul itu sama seperti yg Paulus ajarkan.
Sekali lagi, Yang saya tau, Paulus hanya ngada2 saja.
Bahasa roh pada kejaadian yg dialami Petrus cs itu TIDAK MEMAKAI PENAFSIR BAHASA ROH.

Kisah Para Rasul 2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:

BANDINGKAN dgn trik Paulus
1 Korintus 12:10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.

Oh, jadi Anda tahunya dan mengklaim Rasul Paulus mengada-ngada cuma karena apa yang tertulis di Kis 2:8 dan 1 Kor 12:10 itu “berbeda”? Begitukah?

Apakah menurut Anda berdasarkan opini Anda tersebut, ROH KUDUS yang ada di Kis 2:8 “BERBEDA” dengan yang ada di 1 Kor 12:10?

Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman. Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila? Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua; segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: “Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu.” Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah. Tentang nabi-nabi–baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan. Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri. Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan. Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi. Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat. Atau adakah firman Allah mulai dari kamu? Atau hanya kepada kamu sajakah firman itu telah datang? Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan. Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia. Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh. Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.
(1Kr 14:22-40)

jelas beda sekali, yg Petrus cs itu adalah dari Roh Kudus, sehingga siapapun yg dengar, mereka akan mendengar bahasa mereka msg2.
Seperti A ucapkan dalam bahasa A (dalam bantuan Roh Kudus), dan org2 dari bangsa lain misalnya bahasa B,C,D dan lainnya langsung mendengarkan sesuai dgn bahasanya msg2. TANPA PERLU PENAFSIR yg Paulus jelaskan dalam triknya.

Iya, Paulus ngada2, kalo bgitu, Betanicus apa lagi? Udh jadi orang gila dong??

Ada bukti yg VALID Paulus ngada2? Atau cuma fitnahan dari tetangga aja? Emangnya Betanicus sepinter apa sampe nuduh2 bgitu?

Fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

Kenapa jadi ROH KUDUS harus mengikuti logika Anda ya?

Entah Anda percaya ayat-ayat ini atau tidak :

(1) Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.

(6) Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.

(7) Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.

Menilik opini Anda soal bahasa lidah (terkait Kis 2:1-13), Apakah bahasa lidah yang terjadi di Kis 19:1-12 adalah “bahasa Efesus”?

kalo anda betul2 pahami kedua peristiwa itu, anda akan tau bahwa yg satu itu murni bahasa dari roh kudus tanpa penerjemah, dan yg lainnya itu hanya rekayasa dari Paulus.

itu bahasa roh yg anda bisa dengar di YouTube, penuh rekayasa supaya org lain jadi percaya.

yg saya tekankan di sini adalah bahasa yg dimengerti oleh bangsa asing karena kerja Roh Kudus atas para rasul Petrus cs, BUKAN KARNA ADA PENERJEMAH.