bahasa roh

Kalau kelihatan ada lidah api dan terasa seperti bunyi tiupan angin keras baru sy pribadi percaya. Sy tidak memaksa yg lain utk seperti sy. Ini hanya keyakinan pribadi sy.

nunggu hari penghakiman tuh…
kalo konteks logika macam2 doank, palingan berakhir kepada misskonspepsi, penghinaan, pdhal lidah api dan tiupan angin keras itu mrpkn perkataan berdasarkan pola fikir zaman dahulu
misskonsepsi lain :
“Penolakan Karunia Bahasa Lidah”
“Menafsirkan/ Menterjemahkan Bahasa Lidah”
" Tanda bagi orang yang tidak beriman? "
“Penggunaan Bahasa Lidah”
Pilih aja…

bahasa roh itu sndiri gw percaya sbg roh diriku yg melakukan pujian-penyembahan dan terinterpretasi dlm lidah mulut, Lantas kenapa harus lidah dan mulut > krn saksi itu ada dua (2) > Allah Bapa dan Manusia, Lantas fungsinya apa : bukan sbg karunia, tetapi lawatan roh kudus yg lebih dashyat saja., Lantas apakah itu roh kudus yg berkata2 : ya nggak, melainkan rohku sndiri

Jelas dalam Kis 2:4 "Lalu mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus dan mulai berbicara dalam bahasa -bahasa lain…
bahasa bahasa lain lihat penjelasan dalam cetak kaki halaman 489-490 Cetakan Alkitab LAI PERJANJIAN BARU Tahun 2003, penjelasannaya : " bahasa-bahasa lain. Mengacu kepada dialek-dialek ( ay.6,8 ). Sah sah saja kalau dalam Doa ada yang menggunakan bahasa Roh dan sekonyong-konyong ada yang menterjemahkan yang orangnya kita ketahui. Dalam Era Digital saat kini sebaiknya yang Tradisional dan kebiasaan seolah olah ber Bahasa Roh kurangi saja karena dalam sekejap yang menyaksikan akan Klik ke Alkitab LAI TAHUN 2003 ATAU YANG PALING BARU. Kiranya TUHAN memaklumi Mereka Karena Mereka Tidak Tahu Apa Yang Mereka Ucapkan. Shalom. JBU-ALL

Sudahkah Anda membaca Kis 19:1-12, ketika Rasul Paulus menumpangkan tangan atas 12 orang, ROH KUDUS turun atas mereka dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa lidah dan bernubuat.

Dalam perikop tersebut, tidak tertulis adanya tanda-tanda seperti lidah api dan atau bunyi tiupan angin keras, tapi toh setiap orang Kristen seharusnya percaya bahwa itu adalah benar-benar momen bahasa lidah meski versinya berbeda dengan momen Rasul Petrus cs.

So, apakah Anda meragukan Rasul Paulus? Atau Anda meragukan Lukas sebagai penulis Kitab Kisah Para Rasul? Atau mungkin Anda meragukan ROH KUDUS yang disebut-sebut di Kis 19:1-12?

Jika Anda TIDAK meragukan ketiga-tiganya maka PERCAYALAH.

Sy punya empat pledoi yg sangat menguatkan posisi sy yg tidak percaya akan bahasa Roh.

Pertama, pahami kata “turun”. Dalam tiga kejadian tsb selalu dipakai “turun”.

Dari mana sang penulis bisa tau ada proses “turunnya” Roh Kudus jika dia tidak melihat tanda? Dan bukankah di awal penulis sudah mengatakan tentang apa tanda2 turunnya Roh Kudus yaitu terlihat LIDAH API hinggap di atas kepala dan terdengar BUNYI seperti tiupan angin keras kemudian orang2 mulai berkata dalam bahasa lain (dan/atau pendengar dari berbagai bangsa mendengar dalam bahasa2 mereka sendiri).

Penulis telah membuat karakteristik turunnya Roh Kudus. Jadi di peristiwa berikutnya dia cuma perlu menulis kata “Roh Kudus turun”

Mengapa dikatakan “turun”?

Ingat: TURUN

Bukan yg lain.

Kedua, bahasa Roh seperti yg diperdengarkan oleh gereja2 modern tidak kita dengar ada terjadi di kalangan Bapa2 gereja kita. Itu hanya terjadi sejak tahun 1900.

Ketiga, Alkitab berkata karunia Roh akan lenyap. Perhatikan juga bahwa bahkan karunia penyembuhan oleh Paulus (Paulus dapat menyembuhkan orang, mengusir setan dan bahkan membangkitkan orang mati) juga berhenti. Dia tidak dapat menyembuhkan Timotius, Ephraditus, dan dirinya sendiri padahal dia sudah berdoa memohon tiga kali.

Keempat, bahasa Roh (dan situasi lain yg hampir2 mirip) mengacaukan ibadah yg khidmat kepada Tuhan. Ibadah seharusnya memuji dan menyembah Tuhan bukan mencari pengalaman/pemuasan rohani. Mungkin bpk blum pernah melihat suasana kacau yg ditimbulkan saat pertemuan khusus impartasi Roh Kudus oleh pendeta. Saat acara2 impartasi seperti itu terlihat ada orang berbahasa aneh yg hampir mirip2 suku katanya: "syi kala baba, rapa pa, o syi kala baba, rapa pa. Perhatikan di Kitab Suci, 1 Korintus 14:7 Paulus mengecam kata2 aneh tsb. Dia mengatakan harus mempunyai bunyi yg berbeda2. Di ayat 9 Paulus mengatakan spt ini. Bukalah pikiran bpk agar dapat memahaminya dgn sepenuh hati dan pikiran terbuka.

14:9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan BAHASA ROH: jika kamu tidak mempergunakan KATA-KATA YANG JELAS, BAGAIMANAkah orang dapat MENGERTI apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!

14:10 Ada banyak–entah berapa banyak–macam BAHASA di dunia; sekalipun demikian TIDAK ADA SATUPUN di antaranya yang memPUNYAi BUNYI YANG TIDAK BERARTI.

14:11 Tetapi JIKA AKU TIDAK mengeTAHUi ARTI BAHASA itu, AKU MENJADI ORANG ASING bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.

Dan juga kita lihat berulang kali bahasa Roh yg dituturkan berfungsi sebagai tanda bagi orang tidak percaya, tanda bagi orang yg mendengarnya supaya para pendengar dari bangsa lain percaya bahwa sang penutur adalah benar dari Tuhan.

Kesimpulan: Paulus tidak mengucapkan kata2 spt bahasa Roh versi gereja2 modern saat ini. Paulus diberi kemampuan khusus utk memberitakan Injil dalam berbagai bahasa asing. Menurut sy ada indikasi bahwa gereja di Korintus seperti berusaha meniru2 kemampuan para rasul dan hasilnya adalah: bahkan Paulus sendiri yg sangat berlimpah karunia bahasa Roh pun tidak mengerti.

Lanjut mengenai situasi impartasi Roh: ada yg jatuh menggelepar-gelepar seperti kesetanan. Ada yg tertawa cekikikan. Ada yg dengan entengnya mengatakan bahwa dia melihat penglihatan ini itu. Bagi sy itu semua palsu.

capslocknya byk amat ea…

  • Kalou soal paulus memaknai “berhentinya bahasa roh” sbenarnya mainsetnya adalah komunikasi antar manusia dlm bhs roh pada peristiwa Pentakosta pertama
  • Kalou bahasa roh dipahami dgn pola fikir bhw itu mrpkn komunikasi antar manusia, mnrt saya itu salah
    Lukas dalam Kis 2:4
    Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya
  • Jadi, sekalipun ada yang bisa dimengerti maknanya (xenolalia), tetap merupakan bahasa yang diilhamkan Roh Kudus secara langsung dan adikodrati > itu dalam sikon pemberitaan firman Allah tanpa kesamaan suku-bangsa.

*Saya yakin bahasa roh dlm pujian penyembahan ,berlaku utk org yg dilawat kedagingannya atau sedang ditahirkan Allah Bapa dlm kuasa Roh Kudus

  • Sementara bahasa roh tanpa tujuan roh kudus memberitakan firmanNya melalui penginjil pengertiannya :
    [b]
    1 Kor 14:4-5: Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.

1 Kor 14:13-14:
Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya. Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.

1 Kor 14:39: Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.
[/b]

tanda itu dari Tuhan dan bukan dari manusia
kita ngga bisa memformulasikan kalau dulu tandanya lidah api dan tiupan angin kencang, maka sekarang harus seperti itu
itu sama seperti Thomas yang ngga percaya Yesus bangkit sebelum memasukkan jarinya ke telapak tangan Yesus

lagipula tercatat jelas pada waktu Petrus mendoakan keluarga Cornelius, mereka menerima bahasa roh tanpa adanya tanda angin dan api, mrk ngga mensyaratkan harus melihat api atau mendengar bunyi

so argumen anda ini sudah bisa dijawab jelas

ini juga jelas salah,
kalau anda baik2 mempelajarinya, maka Bapa2 gereja Katolik ada yang berbahasa roh

betul, lenyap apabila yang SEMPURNA itu sudah datang
nah apa yang SEMPURNA itu menurut anda?
itu jelas merujuk ke Tuhan Yesus
apa menurut anda Tuhan Yesus sudah datang sekarang?
lagipula kalau anda percaya bahasa roh sekarang sudah lenyap, artinya anda juga percaya pengetahuan juga sudah lenyap, jadi apakah anda sekarang ngga punya pengetahuan sama sekali?

soal kesembuhan semua itu kehendak Tuhan
saya percaya mujizat kesembuhan masih ada sampai sekarang
Yesus jelas berkata “tanda2 ini (salah satunya mendoakan orang sakit dan sembuh) akan menyertai orang percaya”, dan penyertaan Tuhan itu jelas sampai akhir zaman

ini jelas sudah menjawab

Ibadah khidmat, ibadah kayak diskotik, ibadah penuh tangisan, dll
asal semuanya menyembah Yesus ya sudah toh
orang beribadah khidmat juga ngga menjamin orangnya jadi bener, begitu juga dengan ibadah ribut, semuanya kan kembali ke hati masing2

lagipula anda coba cek Alkitab deh, berapa banyak sorak sorai itu tercatat ada di sorga, dan bahkan suara Bapa itu seperti guntur, maka anda akan menemukan suasana sorga itu ngga melulu khidmat seperti yang anda bayangkan

di sorga itu ada suasana khidmat dan ada juga suasana ribut kok

mungkin juga
makanya kalau rasul Paulus ada disini sekarang dan dia datang ke gereja yang mempraktekkan bahasa roh, maka saya yakin hanya 2 hal ini yang dia lakukan :

  1. membenarkan bahasa roh tersebut dan lalu akan mengajarkan untuk mengejar karunia lain
  2. menyalahkan bahasa roh tersebut dan lalu akan mengajarkan bahasa roh yang benar

karena itulah yang pasti dia lakukan untuk membangun saudara seiman dalam kasih

nah silahkan anda lakukan
kita terbuka untuk koreksi kok
untuk menyatakan suatu hal adalah palsu tentunya harus tahu yang asli seperti apa kan ya

tak mengapa
saya juga kadang demikian
yang terpenting adalah setelah peristiwa tersebut ybs makin jadi seperti Kristus atau tidak, banyak jiwa bertobat atau makin dekat sama Kristus atau tidak, itu intinya

Perhatikan ayat ke7 dikatakan bahasa Roh itu harus beda2 bunyinya/beragam.

Perhatikan jg:
1 Korintus 14:18 Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua.

Ayat tsb menjelaskan adanya tingkatan penguasaan bahasa, baik dari segi jumlah bahasa yg dikuasai maupun kualitas bahasa yg dituturkan.

Terus apa yg kita dengar sekarang ini? Kalimatnya di semua gereja itu2 saja, tidak berbeda, hanya berulang2 tanpa keanekaragaman dan juga tidak adanya perbedaan tingkatan penguasaan karena toh yg diucapkan cuma itu, tidak ada yg lain lagi.

Penafsiran adalah sama dengan penerjemahan bahasa asing.

Skrg sy tanya sama bpk. Utk apa coba para rasul diberi karunia bahasa spt yg dituturkan oleh greja2 modern saat ini? Bergunakah bagi bangsa2 lain saat itu? Jika para rasul mengucapkan syikarabarapa utk apa itu di hadapan org2 tidak beriman saat itu?

Utk penyebaran Injil yg dibutuhkan adalah karunia penguasaan bahasa asing.

Kembali ke ayat 9-11, di situ Paulus bahkan tidak dapat mengerti bahasa2 aneh kala itu yg digambarkan Paulus sbg tidak berbeda/tidak beragam, tidak jelas, tidak punya arti.

Bro Hen,
Kl btemu dg org yg tidak pcaya bhw bahasa roh masih blangsung hingga saat ini di luar Gerejanya,
Maka saya tidak banyak mendebat mreka.

Mngapa?
Kl saya kekeh mendebat, mreka akan kekeh juga mencela.
Kl sudah spt itu, saya tidak dberkati dan mreka pun tidak dberkati.

Jika benar bahasa roh yg dilakukan itu dari Roh Kudus,
Maka saya kuatir smakin mreka mencela smakin mreka jatuh dalam kesalahan.

Drpd saya memancing mreka utk smakin jatuh dlm ksalahan, mending saya stop.

Bgitu juga sbaliknya, Bro.
Kl saya yg salah, saya juga yg makin rugi walau mreka juga ngga makin untung.

terima kasih atas kebijaksanaannya om

Menarik ketika Anda membahas kata “turun”, yang mana ketika saya menilik ke bahasa aslinya, terjemahan bebasnya adalah “datang”. Untuk Kis 2:2, kata yang digunakan adalah egeneto sedangkan pada Kis 19:6, kata yang digunakan adalah elthe. Setelah saya telusuri, ternyata menurut Strong’s Concordance, keduanya memiliki arti yang cukup berbeda :

Kis 2:2 - egeneto > ginomai: to come into being, to happen, to become
Kis 19:6 - elthe > erchomai: to come, go

IMO, di Kis 2:2, LAI menerjemahkan “turun”, MUNGKIN karena memandang kata-kata “…dari langit…” pada ayat yang sama. Analoginya sama dengan “hujan” yang datang dari “atas (langit)” maka disebutnya sebagai “turun hujan” atau “hujan turun”.

Sedangkan di Kis 19:6, MUNGKIN LAI mempertimbangkan kalimat “Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka…” Jika tangan dianggap sebagai mediator kuasa Allah, dengan posisinya yang di atas maka lumrah mengatakan jika kuasa ROH KUDUS turun atas mereka yang ditumpang tangan, apalagi ke-12 orang Efesus tersebut sedang dalam proses dibaptis dalam nama Tuhan Yesus oleh Rasul Paulus.

Pada Kis 10:44 & 11:15, Penginjil Lukas menggunakan kata epepesen yang artinya “to fall upon” dan diterjemahkan LAI menjadi “turun atau turunlah”.

IMO, bukti-bukti Anda tidak cukup signifikan untuk menarik suatu kesimpulan.

Anda yakin? Coba cek di SINI dan di SINI.

Coba mindset Anda diputer dikit menjadi :
“…tidak terdengarnya bahasa lidah di ibadah-ibadah gereja pada masa Bapa Gereja bukan berarti bahasa lidah itu “hilang” atau “lenyap” dari muka bumi.”

BTW, Anda sudah dua kali menuliskan “bahasa Roh” menggunakan huruf besar, padahal di Alkitab menggunakan huruf kecil. ANAIK, “Roh” dengan huruf kapital, selalu merujuk kepada ROH KUDUS atau Roh Tuhan.

Saya koreksi ya, bahasa lidah akan berhenti. Tapi kapan? Coba perhatikan di ayat-ayat selanjutnya :

(9) Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
(10) Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

Menurut Anda kapankah tepatnya waktu “Tetapi jika yang sempurna tiba…

Bersambung ke bawah…

…Sambungan dari atas

Saya mengerti kegelisahan Anda terkait manifestasi yang terjadi ketika momen bahasa lidah dipraktekkan tetapi bukankah terkait hal ini, bukankah sudah terjadi juga ketika peristiwa pentakosta ribuan tahun yang lalu :

(13) Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”

Anda pernah lihat orang mabuk kan?


Bagi sy itu semua palsu.
Eits, jika bagi Anda itu semua palsu maka logikanya adalah Anda tahu semua yang asli.

ROH KUDUS, ANAIK, sudah menyiapkan setidak-tidaknya 2 karunia untuk mencegah penyalahgunaan karunia bahasa lidah. Yang pertama karunia membedakan bermacam-macam roh dan yang kedua karunia menafsirkan bahasa lidah.

See, Anda tidak bisa begitu saja menganggap semua praktek bahasa lidah adalah palsu karena momennya “beda” dengan momen bahasa lidah pas Pentakosata.

ya nggak ngerti, emang kagak diartikan bray…
Allah RohKudus turun di pentakosta pertamax (pencurahan) itu sbg bentuk dukungan Allah Bapa melihat keterbatasan bahasa yg dialami penginjil-penginjil kala itu (murid2Yesus) < yg di coment oleh Paulus (menurut gw)

Ok utk masalah bahwa Bapa2 gereja zaman dulu pun ada yg berbahasa Roh saya akui saya salah.
Quote dari bpk Henhen:

lagipula tercatat jelas pada waktu Petrus mendoakan keluarga Cornelius, mereka menerima bahasa roh tanpa adanya tanda angin dan api, mrk ngga mensyaratkan harus melihat api atau mendengar bunyi
Baca Kisah 10:44: "... turunlah ROH KUDUS ke atas semua orang..." Telah sy tulis di atas tentang [b]kata TURUN yg selalu ditulis ketika ada bahasa Roh[/b]. Ingat: turun ke atas semua orang. Dari mana penulis tahu ada proses turun tersebut? Bukankah tandanya telah diberitahukan di Kisah 2?

Tapi okelah kita lupakan lidah api, yg satu ini yg akan sy paparkan tak terbantahkan bahwa yg dimaksud adalah bahasa asing, tapi itu dengan catatan bpk2 mengerti kalimat2 bahasa Indonesia. Kalau masih membantah sy tdk tahu lg harus bagaimana menjelaskan. Sy menyerah dan tidak akan membalas postingan lagi.

Baik ini dia. Sy merasa ayat saya yaitu 1 Korintus 14:7-11 seperti dianggap angin lalu. Sy ingin kita melihat pada 1 Korintus 14:7-11. Jangan mengalihkan lagi ke bahasan segala macam yg lain. Fokus pada 1 Korintus 14:7-11.
14:7 Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi–bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda?
14:8 Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang
14:9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan BAHASA ROH: jika kamu tidak mempergunakan KATA-KATA YANG JELAS, BAGAIMANAkah orang dapat MENGERTI apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!

14:10 Ada banyak–entah berapa banyak–macam BAHASA di dunia; sekalipun demikian TIDAK ADA SATUPUN di antaranya yang memPUNYAi BUNYI YANG TIDAK BERARTI.

14:11 Tetapi JIKA AKU TIDAK mengeTAHUi ARTI BAHASA itu, AKU MENJADI ORANG ASING bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.

Berikut ini premis yg tak terbantahkan dari 1 Korintus 14:9-11.

  1. Bahasa lidah yg asli pasti lah berbeda-beda bunyinya. Apakah seperti bahasa Roh yg skrg ini??
  2. Rasul Paulus hanya mengucapkan bahasa Roh/lidah/tongues yg jelas dan mempunyai arti dan bunyinya berbeda-beda/beragam. → Soalnya tidak mungkin dia berani menegur orang jikalau kata2nya sendiri juga tidak jelas, tidak berarti dan tidak beragam bunyinya. Juga di sini ada indikasi bahwa Paulus juga dapat menafsirkan/menerjemahkan bahasa tsb. Tapi di sini (kelihatannya) bahkan ada bahasa Roh yg tidak dimengerti Paulus karena ketidakjelasan bahasanya (point 1 di atas) maka Paulus memperingati jemaat Korintus. Ada indikasi jemaat Korintus meniru2 bahasa2 tsb.
  3. Rasul Paulus menyatakan (lihat ayat 9 dan 10) bahwa bahasa Roh/lidah/tongues dapat dimengerti apabila itu merupakan sebuah bahasa manusia. → tapi dgn catatan ada yg bisa menerjemahkan/menafsirkan.

Anda ingin membantah kata2 dari Rasul sendiri?

Quote dari bpk. Shadowing:

Ya, karunia Roh akan lenyap. Tapi kapan? Coba perhatikan di ayat-ayat selanjutnya :

(9) Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
(10) Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

Menurut Anda kapankah tepatnya waktu “Tetapi jika yang sempurna tiba…”

Selesainya penulisan Alkitab adalah kesempurnaan itu. Tidak ada lagi Kitab2 yg ditambahkan setelah itu. Dan tidak perlu lagi ada para Rasul mengadakan berbagai tanda dan mujizat.

Bukan berarti sy tidak percaya Allah masih menyembuhkan tapi sy tidak percaya di dunia ini skarang ada yg benar2 berkarunia seperti para Rasul, misalnya menyembuhkan segala sakit secara instan, membangkitkan orang mati dll. Bahkan pada waktu tertentu karunia Paulus berhenti. Dia tdk mampu menyembuhkan Timotius, Trophimus, Epafroditus dan dirinya sendiri.

Sy tanya bpk2 sekalian; apakah ada yg punya karunia seperti itu? Itu hanya khusus diberikan kepada para rasul, itu bukan karunia kepada orang2 biasa seperti kita. Baca bukti itu hanya khusus para rasul di Kisah 2:43, 5:12,

Sy jadi teringat Pdt. Benny Hinn, salah satu leader yg cukup berpengaruh dari kalangan modern yg terkenal dgn bahasa Roh, nubuat, kesembuhan ilahi dan impartasi Roh Kudusnya. Tidak usah diperpanjang mengenai beliau. Sy rasa kita sudah sama2 tahu bahwa nubuat beliau tidak terjadi.

Kalau bpk2 ingin mengetahu lebih detail tentang nubuat palsu Pdt. Benny Hinn silakan ke link berikut:
www.equip.org/hank_speaks_out/benny-hinns-false-prophecies/

Tapi Pdt. Benny Hinn bukan bahasan kita dan sy yakin bpk2 pun tidak sudi mengakui Pdt. Benny Hinn.

bahasa asing itu berbeda dengan bahasa roh bro
bahasa asing itu ya tiba2 saya yang ngga bisa bahasa Inggris tau2 jadi bisa berbahasa Inggris, ini pun ada kesaksiannya di jaman sekarang

betul bro
jika bahasa roh itu digunakan untuk bernubuat, maka harus ada yang mengartikan
jika bahasa roh itu digunakan untuk berdoa kepada Tuhan, tidak ada seorangpun yang mengerti artinya :

1Korintus 14
2. Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

ini pun ayat udh jelas banget koq, ngga perlu ditafsir2 lagi

darimana dasarnya anda nyatakan berbeda2 bunyinya? ngga ada ayatnya yang demikian
sekali lagi ingat, bahasa asing dan bahasa roh itu berbeda, dan jika bahasa roh itu diterjemahkan, ya so pasti berbeda2 bunyinya, tentunya bahasa roh pribadi juga berbeda2 bunyinya kok, anda sebagai orang luar yang mendengar saja kelihatannya seperti diulang2
apakah seperti bahasa roh yang sekarang ini? ini sulit dijawab kalau anda ngga mengalaminya sendiri bro

karena itulah saya bilang, ketika anda mau menyatakan suatu hal adalah palsu, maka anda harus tau aslinya seperti apa, karena itulah yang bisa menilai bahasa roh asli atau tidak adalah orang yang sudah mengalaminya

btw, saya melihat anda menulis bahasa Roh dengan “R” besar, disini sebenarnya kita sudah melihat anda sama sekali tidak paham bahasa roh, sebaiknya anda pelajari dulu, tidak mungkin anda mengkritisi sesuatu yang anda sendiri tidak pahami loh

yes betul
jikalau digunakan untuk membangun maka harus diterjemahkan, kalau ngga ya sia2
kalau berdoa kepada Tuhan tak seorangpun tahu artinya (termasuk Paulus) sesuai ayat diatas

betul, jika digunakan untuk membangun

perhatikan konteks perkataan Paulus dalam ayat ini :

  1. Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?

ayatnya sudah jelas bro
yang biasa bro dengar itu adalah bahasa roh yang diperuntukkan untuk berdoa dan ngga ada seorangpun yang mengerti artinya


akhir kata bro, saya disini hanya berusaha menjelaskan saja
kepada bro saya nasehatkan demikian :

Kisah Para Rasul 5
38. Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap,
39. tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima.

bro tinggal tunggu aja kalau memang apa yang dilakukan sekarang itu bukan dari Tuhan, pasti akan lenyap
satu lagi, saya pastikan saya tetap menyatakan Yesus adalah Tuhan kesemua orang, dan melukan penginjilan, saya yakin bro juga seperti itu.
Karena itu ingatlah akan nasehat Yesus ini :

Markus 9
40. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.

tentang bahasa roh ini bro bisa cari2 sendiri thread yang ada sepertinya sudah banyak dibahas
saya pikir saya sudah cukup menjelaskan
terkecuali kalau bro memang ingin tahu tentang hal lain lagi, saya siap menjawabnya

salam

:afro: :afro:

BAHASA ROH itu tidak wajib dan BAHASA ROH itu bukan BUAH ROH, mengapa saya katakan bahasa roh itu tidak wajib, karena bahasa roh itu adalah KARUNIA ROH KUDUS, sehingga BAHASA ROH itu bukan wajib utk dimiliki oleh setiap orang percaya, klo BUAH ROH itu boleh wajib dimiliki oleh setiap orang-orang percaya, sedangkan KARUNIA ROH tidak wajib, karena tidak semua orang diberikan karunia itu sehingga kita tidak bisa memaksakan setiap orang utk wajib bisa BERBAHASA ROH.

Demikian juga karunia yang lain, klo seandainya ada orang yang diberikan Tuhan karunia mengajar tetapi yang lain Tuhan tidak berikan, dan ada orang yang diberikan Tuhan karunia kesembuhan, yang lain tidak. Jadi pemberian karunia itu bergantung dari ROH KUDUS.

Klo kita mewajibkan semua orang harus bisa berbahasa roh itu sama saja pamaksaan satu karunia rohani terhadap semua orang dan ini jelas bertentangan dengan sifat karunia yang diberikan menurut kehendak ROH KUDUS.

Salam

Scout

Hen… numpang nanya sebentar.

Baik di point A dan point B henhen tulis [bahasa roh].
Sementara di point-B hen tulis tidak ada seorangpun yg mengerti artinya —> ini maksudnya KALO bahasa roh tsb memang digunakan oleh orang ybs utk berdoa kepada Tuhan. Begitu bukan yah ?

Dilain sisi, pabila bahasa roh ini digunakan oleh orang ybs utk bernubuat, maka barulah harus ada yang mengartikannya.

Dengan kata lain :
Bahasa roh itu KALO dipake utk bernubuat —> bisa ada orang yang mengerti artinya
Bahasa roh itu KALO dipake utk berdoa —> nggak ada seorangpun yg mengerti artinya

Begitu bukan maksudnya ?


atokah kalimat [bahasa roh] yg di point-A tsb maksudnya adalah bahasa manusia yah ?

Sikon :
seorang indonesia yg cuma bisa bahasa indo - berkotbah di lokasi X di Amrik yg mayoritasnya berbahasa inggris. Nah… kalo ni orang indo tiba2 bernubuat didalam bahasa jepang maka di lokasi X itu harus ada yang menterjemahkannya/mengartikannya dr bhs jepang ke bhs inggris. Begitu bukan ?