banker dan bisnisman jangan jadi pengkotbah deh

Rekan2,…
pernah dengar bisnisman merangkap pendeta, trus kotbah disana sini? especially sebagai banker?

Jago kotbah jago bisnis, kalo di mimbar ngomongnya bagus, tapi dikantor senang pake jasa debt collector, maunya bayar gaji orang serendah mungkin, taktik bisnis sikut2an juga. intinya tutup mata sama hal2 kejam gitu. yang penting bisnis untung, jadi bisa kotbah “diberkati” .

Karena kejadian2 seperti itu, kumis jadi malas datang ke ibadah atau KKR yg pembicaranya bisnisman, atau memberi semacam kuliah umum tentang bisnis yang kedengarannya berdasarkan alkitab.

Ada yang ngalami? silahkan kasih pencerahan.

Mengapa banker dan bisnisman jago berkotbah? Karena memang pekerjaan mereka identik, bro. Banker selalu berusaha membujuk orang untuk menjadi nasabahnya, dengan berbagai janji yang indah indah. Begitu juga bisnisman, menawarkan produk dan jasa perusahaannya agar diterima dan dipercaya.

Tetapi, seperti juga banker dan bisnisman, kalau ada masalah, maka urusannya bukan lagi mereka, tetapi ke pihak yang lain. Kalau soal hutang, maka urusannya ke debt-collector. Kalau soal piutang, maka urusannya ke bagian keuangan yang mengatakan dana belum turun. Kalau produk atau jasa bermasalah, maka urusannya ke customer service. Loh yang janji tadi siapa? Kan memang itu bagiannya, bagian mengumbar janji dan omong kosong, lantas siapa suruh percaya !!

He he he he

Syalom

yang pasti pelayan yang benar tuhh,… tidak memiliki 2 tuan… atau berdiri di 2 kapal… jika ada yang demikian bisa simpulkan sendiri.,… ^^

Tuannya yang tampil cuma satu, bro, tapi kita gak tahu kalau dia pindah pindah tuan, ibaratnya kerja sambilan gitu deh.

:azn:

lah yang sambilan yang mana yah… sepertinya kotbah cuma 1 hari… jd banker selama 6 hari… nah lohhh…^^

Waaaaa, bener juga tuh, bro.
Tapi, kalau anda tanya ke doi, apa profesinya, doi akan jawab profesinya adalah banker atau pengusaha.
Jadi, sepertinya memang sudah jelas siapa tuannya dan yang mana yang sambilan, he he he he.

ga masalah sih mau banker, mau mantan PSK, mau mantan narkoba, mau tukang bakso asal mereka dipanggil Tuannya untuk melayani ya ga masalah.

selama ini saya mendengarkan hamba2 Tuhan yang berkompeten dalam bidang itu mereka ga ada masalah dengan hal2 diatas yang bro sebutkan sih.
karena semua muanya berawal dari hati, seberapa jauh orang diproses Tuhan.
kebetulan di gereja saya hamba2 Tuhannya baik2 saja (merangkap bisnis juga), malah mereke rindu bagaimana memberkati orang2 miskin dan cilik untuk dapat pekerjaan, untuk bisa sekolah buat anak2nya, dan seringkali turun kebawah.

beberapa dari background pengusaha alih ke pdt / ev trus merangkap keduanya, beberapa memang tidak ada sama sekali background pengusaha malah dari pendeta jadi bisnisman, tapi hati bicara tentang passion mereka, hati mereka mlayani dan turun kebawah saya acungi jempol.

tidak ada cerita memanggil tukang pukul, debt collector dsb…cuman memang ada isu2 yang berkembang dan menyudutkan, saya kira itu masih normal karena masy kita belum bisa menerima duo profesi seperti itu.
beberapa isu negatif di gelontorkan karena merasa ditipu karena proyeknya merugi karena kesalahan teknikal bisnis, ditipu orang dsb
itu masih dalam taraf yang wajar.

jadi saya kira kalau memang benar2 yang bro kumis ceritakan (negatif efeknya) bukan karena profesinya tapi karena memang oknum dan beberapa memang belum saatnya ke situ (masih dalam proses Tuhan).

GBU