Bantahan lucu lagi

INILAH.COM, Jakarta- Dua puluh tahun lalu, ilmuwan memuji penemuan penting berupa fosil tertua di Bumi yang ditemukan di batuan Australia. Kini, studi mahakarya itu terbantahkan. Kenapa?

Berdasarkan analisis struktur mikroskopis terbaru, batuan yang dianggap mengandung mikroba berusia 3,5 miliar tahun itu ternyata hanyalah serangkaian batu yang berisi kristal mineral.

Penemuan itu menyarankan agar para ahli astrobiologi berhati-hati melakukan labelisasi kehidupan alien pada batu di Mars. Buktinya, ilmuwan masih kesulitan menemukan bukti kehidupan awal di Bumi.

Ahli dari University of Kansas, Amerika Serikat, awalnya tidak percaya dengan keberadaan karbon, materi awal kehidupan, pada batuan di kawasan Apex Chert, Plbara, barat Australia.

Mereka lalu mengiris batuan itu dengan tebal 300 mikron, sekitar tiga kali diameter rambut manusia, lalu mempelajarinya di bawah mikroskop.

Ternyata, bukan karbon yang ditemukan melainkan batuan kuarsa dan mineral haematite.

"Ini merupakan kejadian lucu di dunia ilmu pengetahuaan saat Anda melakukan sesuatu yang bisa mengubah sesuatu 180 derajat. Kami ternyata menemukan sesuatu yang lebih rumit dari dugaan sebelumnya,” ujar salah satu penulis studi, Craig Marshall. [mor]

alam tidak mungkin menantang firman-Nya

@exia
benar sekali

sebenarnya segala perhitungan benda - benda purbakala menggunakan ukuran kadar karbon, thorium, dan mineral lainya masihlah sebuah spekulasi…

mengapa saya katakan spekulasi, karena perhitungan tersebut adalah masih sebuah perkiraan dan tidak ada 1 ilmuwan pun yang bisa membuktikan kebenarannya… karena tidak ada 1 ilmuwan pun yang hidup ribuan tahun untuk dapat membuktikan teori - teori tersebut…

Tuhan memberkati…

Pesan moral: jangan sembarangan mengklaim buku ramalan yang sesuai science, karena science terus berkembang(apa yang sekarang disebut mahakarya, bisa jadi besok mahasampah).
Salam

sip
masukan berharga untuk kita semua