Bantu saya. Saya sudah tidak "Perjaka" lagi..

Pertama saya akui ini bkan nama asli saya. Selama ini saya bingung dan ketakutan, saya berusaha untuk mencari jalan keluar dari masalah yg pernah terjadi di masalalu. Sperti ini kisahnya.

Sewaktu kuliah saya pernah berpacaran dgn seorang gadis sebut saja siska namanya. Awal mula saya pcran krna dia nembak (mengutarakan cinta) pada saya. Di bilang dia suka dengan saya dan sayapun menerimanya. Slama beberapa lama pacran hubungan kami baik2 saja, tpi semakin lama saya semakin bingung dgn prasaan saya, apa saya hanya suka saja atau memang sayang dgn dia. Saya slalu brusaha untuk setia dan menjadi pria yg baik untuk dia, Tpi slama itu jg saya ingin memutuskan hubungan kami karna kadng sya mrasa ga pernah mencintai dia. hampir 20 kali saya putusan tapi balikan lg, kejadian terus sperti itu, putus, balikan, putus dan balikan. Saat mau putus saya merasa tidak sayang apalagi cinta tpi setelah putus saya merasa sayalah yg harus brusaha untuk sayang dengan dia. Sampai akhirnya saya berbuat dosa pada dia dan Tuhan.

Karena merasa bosan dengan hubungan kami, saya memutuskan untuk menginginkan lebih, saya ingin berhubungan badan dengan dia. Sampai suatu hari saya pun membawa dia kerumah dan berhubungan badan dengan dia. Kejadian itupun terus berulang akan tetapi setiap selesai melakukan itu saya selalu menyesal, saya merasa berdosa tpi saya trus melakukannya, hingga akhirnya saya merasa sangat berdosa sekali dan sadar kalau saya melakukannya bkan krna cinta tapi nafsu. Kalau saya sayang dan cinta saya ga mgkin mlakukan hal itu.

Saya merasa sangat bersalah. Saya menyesal tlah merusak dia, dia sangat baik, wanita yg amat baik dan dari keluarga yg baik2, dia sayang dengan Tuhan dia jg syang dengan saya tpi saya justru melukai dirinya. Saya pun memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami karena saya merasa akan trus mlakukan itu jika berpcran dengan dia.

Saya sadar sebgai pria saya tidak akan ketahuan jika saya sudah tidak perjaka dan status saya tidak akan menjadi begitu masalah, tpi sya takut degn masa depan siska yg telah saya ambil keperawanannya. Saya tau saya harus bertanggung jawab dengan apa yg saya tlah lakukan, tpi saya sadar saya tidak mencintai dia, saya brusaha sayang dengannya tpi prasaan saya tidak berubah. Saya merasa tidak mgkin saya menikahi wanita tapi saya tidak cinta, saya ga mgkin membohongi perasaan saya dan juga membohongi calon istri saya kalau saya memaksakan perasaan saya.
Sempat terpikirkan untuk menikahi dia tapi setlah itu saya akan menceraikan dia, tapi saya sadar hal itu akan sangat melukai dia terlebih lg krna pernikahan adalah sumpah setia pada Tuhan.

Sekarang saya sangat takut jika nanti dia ingin menikah tpi calon suaminya tdk menerima status dia yg tidk perawan lg krna saya. Yg lebih saya takutkan jika ternyata pria itu menolak dia dan memberitahu keluarganya sehingga kedua orang tua siska jg mengetahuinya dan pernikahannya gagal, tentu itu akan semakin menekan berat kondisi kejiwannya. Saya sangat khawatir, menyesal, marah pada diri sendiri dan takut dengan Tuhan.

Setelah kejadian itu saya pun memutuskan untuk tidak menikah sampai kapanpun dengan siapapun. Saya memutuskan menyerahkan sisa hidup saya untuk melayani Tuhan.

Mohon teman2 bantu saya, solusi atau masukan akan sgt sangat berharga untuk saya.

Dosakah jika saya sebagai orng yg telah mengambil keperawanannya tetapi memutuskan tidak menikahinya karna saya tidak mencintai dia.??

Apa keputusan saya untuk tidak menikah selamanya dengan siapapun karena saya tidak mau ada wanita kedua yg saya setubuhi bisa dibenarkan dan diterima Tuhan.??

Terimakasih sebelumnnya. Tuhan memberkati.

Kalau saya lihat bro memikirkan Sisca dengan sepenuh hati. berarti walaupun tidak cinta bro sayang sama sisca.

Bro sudah mengambil keprawanannya, alangkah baiknya bila bro bertanggung jawab dan menikahinya.

Kiranya Tuhan memberi hikmat dan kebijaksanaan pada bro.

Tapi saya ga cinta dengan dia, saya memangntakut kedepannyanakan lebih buruk. Tpi saya ga mau nikah karna trpaksa. saya jg ga ingin bercerai.

Saya memahami kegalauan bro. Memang suatu yang sulit diputuskan.

Nikah takut nanti nyesal dan cerai.

Tidak nikah tapi sudah mengambil keprawanan orang.

Berdoalah bro minta petunjuk Tuhan. Nanti apapun yang bro rasa itu petunjukNya harus dijalani saja.

Sering manusia diminta mengambil keputusan yang sulit. Namun selama kita ambil putusan yang sejalan dengan kehendakNya, nantinya kita akan bahagia.

Terkadang harus melalui jalan sempit tapi indah. Dulu saya pernah kepepet tapi masalah uang bukan wanita.

Waktu itu orang menjual property sama saya, tapi orang ini kena masalah. Dia belum pengalaman waktu beli property menjanjikan memberi uang sama brokernya. lalu dia tahu sebenarnya broker ini kan memang sudah dapat komisi dan dia tidak usah beri uang lagi.

Tapi broker ini sudah meminta teman ini tanda tangan jadi dia nuntut.

Lalu propertynya dijual sama saya dimana waktu itu saya tidak tahu menau. Dia bilang DPnya saya tulis sudah kamu kasih saya sekian. Padahal tidak ada setengah yang saya kasih. Supaya nanti orang ini tidak bisa datang ke saya dan nagih uang pada saya karena saya masih punya utang uang muka sama teman ini.

Lalu dia pergi keluar kota. Pada saat itu bisnis sepi dan saya tidak mampu membayar cicilan lagi. Lalu saya telpon sama orang ini, property saya kembalikan saja ke kamu saya tidak mampu lagi.

Dia bilang kalau ada pembeli silahkan jual saja. Secara legal itu sudah jadi hak saya karena sudah saya beli secara resmi.

Lalu ada orang datang mau beli. Dia memeriksa berkas jual beli, kelihatannya dalam berkas itu saya punya uang muka cukup lumayan, waktu itu seolah2 saya punya uang muka 60 ribu US dollar sekitar 20 tahun lalu cukup lumayang bagi kantong kempes seperti saya ini. Lalu dia tawar harga 270 waktu itu bearti saya masih punya hampir 40 ribu masuk kantong saya kalau saya bilang ya.

Tapi ini kan uangnya teman bukan uang saya, hanya secara legal saja uang saya, merasa kepepet seperti yang bro alami.

Tidak diambil saya tidak punya uang lagi harus tinggal dimana?

Diambil ya secara legal tidak bisa dituntut tapi tuntutan Tuhan lebih bahaya dari tuntutan polisi.

Jadi bawa doa saja akhirnya Tuhan kasih kekuatan, untuk bilang sama teman, ini ada orang mau beli sekian silahkan kau putuskan, Kalau yes silahkan ambil saja uangmu.

Teman tidak mau dan dia datang dan saya serahkan kembali property saya. Saya tidak punya uang sementara, tapi Tuhan kasih jalan ada orang butuh teman karena sudah tua dan tidak kuat buang sampah. Jadi saya boleh tinggal di garasi dan saya kerja kasar langsung dapat kerjaan bisa makan dan bayar utang saya, karena disamping kehilangan property saya masih punya utang credit card.

Dan saya merasa bahagia walaupun waktu itu secara keuangan seret.

Silahkan bro doa buat masalah ini, dan Tuhan pasti tunjukan jalan yang terbaik Kiranya cerita pait saya juga bisa jadi pertimbangan dalam bro ambil keputusan.

Jalan sempit itu lebih indah dari jalan lebar bro. Jangan sampai pertimbangan2 keenakan sementara bro ambil nanti nyesal dikemudian hari.

Kalau harus bertanggung jawab mengawini ya mau apa lagi bro.

Tuhan kiranya membimbing bro dalam ambil keputusan.

Pertanyaan pertama, ya dosa lah bro… (bayangin kalo orangtuanya tau, bisa2 bro dituntut)
Pertanyaan kedua, keputusan anda tidak sah bro… Lagian alasannya ga banget bro. Ada orang yg memilih untuk menjadi lajang permanen tapi dengan alasan “imamat”, it’s Ok.
Sekian dulu

Apakah dosa jg jika sya menikah tpi bkn krna dasar prasaan cinta dan syg. Tlg bantu sya.

Mohon tanya dulu…apakah bro padawaktu bersetubuh sama itu wanita benar-benar ndak pake perasaan sayang/kasih/cinta cuma napsu aja? Contoh sederhana yang hanya pake “napsu” saja itu tindakan perkosaan spt yang ditulis di link berikut: http://news.detik.com/read/2013/12/17/175638/2444765/10/?nd772204topnews

Salam

Dosa bro. Dengan kata lain anda sedang berbohong/main pelem. Menikah (aslinya, Alkitabiah) terjadi atas dasar cinta dan sayang. Yang bukan karna cinta dan sayang bukan menikah namanya.
Sepertinya bro perlu ganti “kacamata” untuk melihat cinta.

bilang sejujurnya kamu dulu melakukan itu bukan krn rasa cinta dan minta maaf.
katakan anda bersedia menikahi dia tapi tidak atas dasar cinta tapi krn tanggung jawab

Menikah itu tidak selalu atas dasar cinta, tapi terlebih tanggung jawab.

Ul 22:28 Apabila seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia, dan keduanya kedapatan–
Ul 22:29 maka haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi isterinya, sebab laki-laki itu telah memperkosa dia; selama hidupnya tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi.

Bayangkan saja kalau gadis yang sudah anda tiduri itu adalah adik atau anak perempuan anda.
Gimana kira-kira rasanya?

Selain masalah perasaaan (cinta atau tidak cinta), apakah ada hal-hal lain yg MUNGKIN dapat menghalangi masbro menikah dengan cewek tersebut? Misalnya umur, agama, status dlsb.