Bapa Gereja Katolik - TERTULIANUS : DOKTRIN TRINITAS

Santai Mas, ga’ perlu emosi… :slight_smile:

TRINITAS adalah bahasa Latin

Rumusan DOKTRIN TRINITAS : “tres Personae, una Substantia - Tiga Pribadi Satu Hakikat”

Doktrin di atas berasal dari Bapa Gereja (Katolik) Tertulianus.

Baca juga: http://id.wikipedia.org/wiki/Tertulianus

Ketika orang-orang Kristen Yunani masih bertengkar tentang keilahian Kristus serta hubunganNya dengan Allah Bapa, Tertulianus sudah berupaya menyatukan kepercayaan itu dan menjelaskan posisi ortodoks. Maka, ia pun merintis formula yang sampai hari ini masih kita pegang: Allah adalah satu hakikat yang terdiri dari tiga pribadi.

Siapakah Tertulianus?

Quintus Septimius Florens Tertullianus, atau Tertulianus, (±160 – ±225 AD) salah seorang bapa Gereja gereja dan penghasil banyak tulisan selama masa awal Kekristenan. Ia lahir, hidup, dan meninggal di Kartago, sekarang Tunisia. Ia berasal dari keluarga Romawi. Ayahnya seorang perwira tentara Romawi. Ia mendapatkan pendidikan ilmu retorika dan hukum. Tertulianus sempat menjadi ahli hukum selama beberapa tahun di kota Roma. Pada tahun 197, ia bertobat menjadi Kristen dan menjadi seorang Apologet. Di sepanjang hidupnya, ia banyak manghasilkan karya-karya yang bernuansa apologetik melawan kaum kafir dan Yahudi. Pada akhir abad ke-2 dan awal abad ke-3 ia merintis sastra Kristiani dalam Bahasa Latin. Ia seorang yang sangat pandai, dengan gagasan-gagasannya yang orisinil dan segar. Ia adalah teolog, pujangga Gereja, ahli pidato dan ahli hukum (sipil).
Tertulianus dikenal sebagai seorang genius, pujangga Gereja terbesar di Barat sebelum Agustinus.

Memang telah ada pikiran2/ pengajaran2 yang mendasari TRINITAS dari Tertulianus:

  1. Yang pertama/ yang mula-mula: Diucapkan oleh Tuhan Kita Yesus Kristus di dalam Amanat Agung-Nya: “didalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus” (Matius 28:19)
  2. Rasul Yohanes mengkonfirmasi “Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.” (1 Yohanes 5:7)

Dari Dasar Fundamental Perjanjian Baru tsb., muncul pula pengajaran yang mewarisinya:

  1. Kitab Tradisi Gereja mula-mula tentang Pembaptisan didalam formula: “nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus” (Kitab Didakhe pasal 7).
  2. Bapa Gereja Ignatius dari Antiokhia (±35-107 AD), yang adalah muridnya Rasul Yohanes, dia mengajar tentang “kepatuhan kepada Kristus, dan kepada Bapa, dan kepada Roh Kudus.”
  3. Bapa Gereja Yustinus Martir (±100–165 AD), mengajar: “di dalam Nama Allah, Bapa dan Tuhan semesta alam, dan Juru Selamat Kita Yesus Kristus, dan Roh Kudus” Reff: “First Apology, LXI”.
  4. Bapa Gereja Theofilus dari Antiokia dalam tulisannya di Ad Autolycum 2.15 Mengajar : “God, God’s Logos (Jesus), and God’s Sophia (Holy Spirit),” - ±181 AD.
  5. Bapa Gereja Tertulianus (±160 – 225 AD), menggunakan istilah TRINITAS yang pertama kali untuk merumuskan doktrinnya yang didasari dari Matius 28:19, 1 Yohanes 5:7, Kitab Didakhe, dan pengajaran Bapa-bapa Gereja Purba yang terdahulu: Ignatius, Yustinus Martir, Theofilus dari Antiokhia. Dia merumuskan sbb: “tres Personae, una Substantia - Tiga Pribadi Satu Hakikat”

http://en.wikipedia.org/wiki/Trinity, saya kutip:
Tertullian, a Latin theologian who wrote in the early 3rd century, is credited as being the first to use the Latin words “Trinity”, “person” and “substance” to explain that the Father, Son, and Holy Spirit are “one in essence—not one in Person”.

Memang Tuhan Yesus dan Rasul-Nya mengajar tentang sosok “Bapa dan Putra dan Roh Kudus”, kemudian Bapa-bapa Gereja : i.e: Ignatius dari Antiokhia, Yustinus Martir, Theofilus dari Antiokhia mengajar tentang formula doa yang merupakan fokus penyembahan Kristiani kepada “Bapa dan Putra dan Roh Kudus.”
Tetapi Rumusan di dalam suatu doktrin: “tres Personae, una Substantia - Tiga Pribadi Satu Hakikat” yang disebut dengan istilah “TRINITAS” ini berasal dari Tertulianus.

Doktrin Trinitas dikenal secara luas terutama setelah Konsili Nicea tahun 325 M. Jadi penting dipahami disini bahwa Doktrin Trinitas adalah faham yang berkembang sejak era Tertulianus.

tres Personae, una Substantia - Tiga Pribadi Satu Hakikat

Si gandola, paul, jannet dkk, emang kenal dengan nama-nama diluar Alkitab itu bro?

Salam

Makin lama kamu makin ngaco pemahaman sejarah gerejanya !

Tertullian was born in Carthage in the Roman province of Africa, present Tunisia, approximately 155-160 CE. Carthage at that time was second only to Rome as a cultural and educational center in the West, and Tertullian received an exceptional education in grammar, rhetoric, literature, philosophy, and law. Little is known of his early life. His parents were pagan, and his father may have been a centurion in an African-based legion assigned to the governor of the province. After completing his education in Carthage, he went to Rome, probably in his late teens or early 20s, to study further and perhaps begin work as a lawyer.

Bagaimana pula Tertulianus yang ada di Afrika dan lahir diabad kedua menjadi bapa gereja Roma Katolik kalau gerejanya saja eksis diabad ke-4 dan diwilayah Roma Eropa ???

Apa dulu Ilmu Buminya nyontek baru lulus ?

Saya menghormati Anda dalam diskusi, tapi model diskusi Anda kayak yang sering saya hadapi biasanya (apologet Muslim) yang ngawur, ajur, dan emosional di banyak debat antar agama.

Makian itu lebih cocok untuk Anda sendiri.
Seharusnya Anda malu dengan diri Anda sendiri yang masih berpikiran sempit dan kurang banyak membaca.
Ada buta sejarah, buta hukum.

Secara geografis Tunisia memang di Afrika, dan jaman sekarang ini dia adalah negara berdaulat yang merdeka sejak tahun 1956 dari jajahan Perancis.

Dan coba baca sekali lagi dari apa yang Anda kutip sendiri, ada hal-hal yang Anda abaikan:

Anda hanya melihat “present” Tunisia (jaman sekarang).
Anda tidak melihat “Carthage” pada tahun ±160 AD, di zaman Tertulianus lahir, yang kala itu merupakan daerah kekuasaan Romawi.
Status “Carthage” mirip dengan povinsi “Kilikia” dalam Kekaisaran Romawi.

Coba bandingkan status Rasul Paulus:

“Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia ……” (Kisah 22:3)

LETAK “TARSUS”

Kota Tarsus berada di tanah Kilikia (sekarang di Turki). Secara geografis kota Tarsus bukan di Itali.

Sumber : Ensiklopedia Groulier 1999

Tarsus menjadi ibu kota provinsi Cilicia (Kilikia) yang adalah bagian dari kekaisaran Romawi Kuno . Sebagian warga Yahudi yang tinggal di Tarsus mulai mendapatkan kewarganegaraan Romawi pada jaman pendudukan oleh Pompeius (lahir 106 SM – wafat 48 SM).

Sumber : Encyclopaedica Britannica

Tarsus
…… In 67 BC Tarsus was absorbed into the new Roman province of Cilicia. ….
…… Di tahun 67 SM Tarsus masuk kedalam propinsi Cilicia Romawi ……

Paulus yang orang Yahudi itu mendapat privilege secara “Ius Solis” menjadi warga negara Roma karena dia dilahirkan di Tarsus daerah Silisia di area Kekaisaran Romawi.
Tetapi secara keturunan dia tetap diakui sebagai orang Yahudi Asli karena Bapak-Ibunya adalah orang Yahudi Asli dan masih memegang adat Istiadat dan agama Yahudi dan kemudian dididik kebagai seorang Farisi.

Kembali ke sosok Tertulianus, yang saya sudah saya kutip, perhatikan:

Seorang Kristen Barat berbahasa Latin, plus dari keluarga romawi pula, adalah jelas seorang Katolik Roma.

Inget lho “TRINITAS” itu bahasa Latin.

Kalau tidak mau terus-terusan malu
Lebih baik Anda belajar banyak dulu
daripada maki-maki saya mulu

:tongue:

Jawaban gandola dkk sudah dapat dipastikan,

“tidak ada ayatnya didalam Alkitab!”

Salam

@ sarpag

Mirip ya , waktu debat saya dan anda di AP soal china. he he he

Sejak itu saya menyadari bahwa gaya debat saya salah ( debat untuk mencari kemenangan semata ) , terima kasih untuk teguran nya lho. :slight_smile:

Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua. Amin

@ gandola

tipe debat anda ini khas Debate Club nya kaskus, udah salah tapi EGP hajar terus sampe poll.

Dari thret sebelum nya di mana anda debat dengan sarapan pagi udah jelas terbukti ente yang membadut

Kalo anda ada di kaskus dengan hati saya bilang : ah e lah, dasar bocah ababil mau g tampolin ampe be go lu?

Bagaimana tidak ngawur kalau anda tidak bisa membedakan antara Kerajaan Romawi dibawah kaisar dengan Gereja Roma yang didirikan di Roma oleh Paulus.

Kerajaan Romawi yang menguasai Afrika tidak sama dengan Gereja di Roma yang bukan kerajaan politik bung,tetapi Kerajaan Allah yang bersifat rohani.

Kerajaan Romawi yang paganisme penyembah dewa dewa dipimpin oleh Kaisar Romawi sedangkan Gereja di Roma pada awalnya dipimpin oleh seorang Penatua atau sering juga disebut uskup.

Kekuasaan Kerajaan Romawi bisa saja mencakup daerah Afrika secara politik tetapi itu tidak ada sangkut pautnya dengan gereja Kristen yang ada di Roma sebelum abad ke-4 berbeda dengan dimana saat Raja Konstantine menjadikan gereja Kristen menjadi gereja negara dan menyatukan kekuasaan politik dan gereja didalam satu tangan seperti Gereja Katolik Roma sekarang di Vatikan yang bersifat sinkretisme dengan budaya paganisme.

Jadi sudah tahu kekonyolan komentarmu mencampuradukkan urusan kuasa politik negara dengan gereja ???

Kerajaan Romawi menguasai Afrika lalu anda simpulkan gereja di Afrika juga merupakan bagian dari gereja Roma ???

Bagaimana logika anda bekerja,kok kuasa politik dicampuradukkan dengan kuasa rohani gereja dimana hanya ada satu kepalanya yaitu Tuhan Yesus Kristus ???

Sudah pernah tahu ada berapa pusat pusat gereja sampai abad keempat yang satu sama lain tidak saling membawahi ???

Dijaman gereja awal ada banyak pusat Kekristenan yang dikepalai oleh masing masing uskup dan tidak saling membawahi satu sama lain seperti di Jerusalem, Antioch, Asia Minor, Alexandria, Corinth, Rome, Armenia. Jadi teori Roma sebagai primat atau pusat Kekristenan hanyalah dusta penuh isapan jempol belaka.

Paulus tidak pernah mendirikan Gereja Roma Katolik yg bersifat Politik campur Agama seperti yg di Vatikan sekarang tetapi hanya Gereja Kristen di Roma.

Silahkan akal sehatnya diperbaiki bung,memakai istilah Bapa Gereja saja kamu sudah menyangkali ajaran Yesus sbb :

Matius 23:9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.

Kalau kamu paham berdebat jangan hanya main tuduh tetapi tunjukkan dimana kesalahan lawan debatmu !

Kalau tidak berarti kerjamu hanyalah koar koar kosong belaka !

@Gandola:
Kalau ingin membicarakan Mariology atau Papalogy, silakan ke topik lain.
Biasakan fokus dalam berdiskusi.

Salam

Ow… ternyata orang lama… :slight_smile: Selamat ketemu lagi di sini, Kira.

Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua. Amin.

Anda gemar “mengawur-ngawurkan orang,” yang itu cocok dikenakan untuk Anda sendiri. Sekali lagi, lebih baik Anda belajar banyak dulu, banyak membaca dulu.

Anda kelihatannya tidak dapat menyerap pejelasan orang lain, dan maunya ngajak berantem melulu.

Anda sebelumnya mempermasalahkan “Letak Geografis Carthage” yang sekarang ini adalah “Tunisia”. Maka saya tanggapi status “Carthage” yang merupakan salah satu provinsi dari Kekaisaran Roma. Demikian pula status kewarganegaraan Tertulianus. Terlebih lagi Tertulianus adalah berasal dari keluarga Romawi. Dia juga pernah tinggal di Roma. Tulisan-tulisannya dalam bahasa latin dan naskah-naskah tulisannya menjadi bagian dari legacy Gereja Katolik Roma tersimpan hingga sekarang di Gereja Katolik Roma.

Tetapi setelah saya berikan tanggapan itu, Anda mau ngajak berantem soal yang lainnya. Ini persis yang biasa saya hadapi di forum2 debat antar agama.

Baiklah saya tanggapi lagi. Gereja Katolik sudah ada sejak awal Masehi.

Reff: http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Gereja_Katolik

  • Sekitar 100 AD: St. Yohanes, yang tersisa dari ke-12 Rasul, wafat di Efesus.[4][5]
  • Sekitar 110 AD: Ignatius dari Antiokhia (murid St Yohanes) menggunakan istilah Gereja Katolik dalam sepucuk suratnya kepada Gereja di Smyrna, salah satu dari surat-surat yang otentisitasnya tak diragukan yang dikaitkan dengannya. Dalam surat ini dan surat-surat lainnya dia menekankan pentingnya para uskup dalam Gereja dan berbicara keras mengenai bidaah.
  • Sekitar 150 AD: Naskah-naskah Alkitab terjemahan Bahasa Latin (Vetus Latina) dari Alkitab dalam bahasa Yunani beredar di kalangan umat Kristiani yang bukan pengguna Bahasa Yunani.

Vetus Latina telah ada di zaman Tertulianus, yang dimana karya2nya pun berbahasa Latin.

Reff: http://en.wikipedia.org/wiki/Catholic_Church
Saya kutip sedikit:
The Catholic Church, also known as the Roman Catholic Church, is the largest Christian church, with more than 1.2 billion members worldwide.
The Catholic Church is Trinitarian and defines its mission as spreading the Gospel of Jesus Christ, administering the sacraments and exercising charity.

Gereja Katolik adalah Trinitarian, karena ia mewarisi doktrin yang dirintis oleh sang pencetus “TRINITAS” yaitu Tertulianus “tres Personae, una Substantia - Tiga Pribadi Satu Hakikat”. Oleh karenanya secara konsisten hingga sekarang kaum Katolik secara keseluruhan (barat dan timur) selalu mengakhiri doa dengan rumusan “Dalam nama Bapa, Putra dan ROH KUDUS, Amin” itu adalah “kredo Trinitas” yang diucapkan setiap hari di dalam setiap doa selama hidup seorang Katolik.

Lihat:
http://orthodoxwiki.org/Holy_Trinity
http://orthodoxwiki.org/Tertullian

Jelaslah bahwa TRINITAS itu origin dari Katolik. Zaman dulu ga’ ada yang namanya gereja Bethel Bethany, Gereja Reformed, Gereja Tiberias, dll… Semuanya mewarisi TRINITAS dari Tertulianus!

Mengapa Anda menolak hal ini? Itulah fakta sejarah.

Bersambung…

Kitapun mewarisi kanon perjanjian Baru dari karya Bapa-bapa Gereja Katolik! Inipun harus diakui. Alkitab LAI-TB adalah kerjasama antara golongan Non-Katolik dengan KWI, mereja dapat bekerja sama.
Meski ada doktrin dari Katolik yang dihujat/ dikecam habis-habisan oleh non-Katolik. Tetapi ada fakta bahwa ada banyak sekali warisan-warisan doktrin yang kita warisi dari Gereja Katolik dan kitapun turut memeliharanya sampai dengan hari ini, salah satunya ya doktrin TRINITAS ini.

Reff: http://www.religionfacts.com/christianity/beliefs/trinity.htm
Situs Non Katolik ini menulis:

The word trinity doesn’t appear in the Bible; it is a theological label meant to summarize the teachings of certain passages of Scripture. (Other important theological terms that don’t appear in Scripture, but many Christians believe are taught in it, include “communion,” “incarnation,” “free will,” “rapture,” and “advent.”) The early church father Tertullian (c. 155-230), who wrote in Latin, is believed to have first used the term trinity to describe the God of the Bible.

About a century later, in 325, the Council of Nicea set out to officially define the relationship of the Son to the Father, in response to the controversial teachings of Arius. Led by bishop Athanasius, the council affirmed the doctrine of the Trinity as orthodoxy and condemned Arius’ teaching that Christ was the first creation of God. The creed adopted by the council described Christ as “God of God, Light of Light, very God of very God, begotten, not made, being of one substance (homoousios) with the Father.”

Zaman itu memang belum ada Skisma Besar. Yang ada hanya satu Gereja Katolik yang apostolik. Doktrin yang dirintis seorang “Katolik Barat” dari ritus Latin Tertulianus, dipertahankan dalam Konsili Nikea tahun 325 oleh Bapa Gereja Athanasius dari Alexandria. Atanasius sendiri digelari: Bapak Ortodoksi, yang dengan gigih melestarikan rumusan TRINITAS, dan syukur kepada Allah, segala perjuangannya tetap abadi hingga sekarang.

Amin.

  1. Pernah dengar Konsili Karthago? Setelah Konsili Roma dimana 382 dimana Paus Damasus menetapkan Kanon Alkitab Gereja Katolik Roma, maka diadakan Konsili Karthago yang juga menetapkan Kanon Alkitab yang tidak berbeda jauh dengan Kanon Roma, kecuali Doa Manasye.

  2. St Athanasius juga Uskup Agung/Patriakh lain, tetapi didalam Gereja Katolik baik Roma maupun Orthodox saling mengakui dan mengklaim menjadi Bapa Gereja, dan diamini semua Gereja Katolik.

  3. Perbedaan Gereja Katolik antara Roma dan Orthodox mulai terasa setelah skisma besar, bukan sejak Konstantine.

  4. Trinitas disahkan sebagai Dogma yang juga kamu dan denom reformed kalvinis imani justru pada Konsili yang diprakarsai Konstantine yang kamu benci itu.

  5. Bukan salah bunda mengandung, tetapi fakta sejarah kami lahir duluan dari protestan, apakah kamu lupa dari mana asal si kalvin?

Gereja yang kamu tuduh pagan tersebut!

Salam

Mampu bedakan nggak makna antara istilah “katolik” didalam Kitab Suci dengan Gereja Roma Katolik seperti sekarang ini ???

Sejak kapan Tertualianus menjadi Bapa Gereja Roma Katolik kalau gereja itu saja baru eksis diabad ke -4 sedangkan Tertualianus bukan saja berasal dari gereja di Roma melainkan di Afrika Utara tetapi juga hidup diabad kedua ???

Tertullian was born in Carthage in the Roman province of Africa, present Tunisia, approximately 155-160 CE.

http://www.ntcanon.org/Tertullian.shtml

Jadi jangan sembarangan kamu campur adukkan domain Kerajaan Romawi yang menguasai Afrika secara politik dengan domain gereja di Roma yang bukan bersifat politik bung !

Akal sehatnya tolong dipakai !

Kanon gereja roma katolik yang pakai segala macam Injil palsu deteurokanonika itu baru disahkan oleh gereja Katolik pada Konsili Trente diabad ke-16.

Though many canons or canon laws were formulated as a result of the 16th century Ecumenical council of the Roman Catholic Church known as the Council of Trent, the phrase Canon of Trent usually refers to the list of biblical books that were from then on to be considered canonical.

Belajar lagi sejarah gereja besama sarpag utk meingkatkan pengetahuan !

Baca lagi komentar saya diatas menunjukkan kekacauan sejarahmu mempersamakan antara domain Kerajaan Romawi dengan domain gereja Roma Katolik secara ngaco !

Komentar saya dibawah ini kok tidak ditanggapin :

Silahkan akal sehatnya diperbaiki bung,memakai istilah Bapa Gereja saja kamu sudah menyangkali ajaran Yesus sbb :

Matius 23:9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.

Gandola,

Santo Petrus sedari awal sudah memiliki keutamaan dari semua para rasul, demikian pula suksesornya yaitu PARA USKUP ROMA. Sehingga, sebenarnya seluruh dunia Kekristenan saat termasuk Carthage di Afrika Utara, kelima patriark, Pusatnya adalah ROMA.
Sudah sedari awal sudah seperti itu, et saecula saeculorum.

Syalom

Kanon Konsili Trente menegaskan Kanon Konsili Roma 382.

Salam

[i]1Kor. 4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.

Yak. 2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?[/i]

jadi nurut kamu, Rasul Paulus & Yakobus menyangkali ajaran Yesus ?

jika sorang kristian punya penyakit dan penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga, percekcokan —> baik tidak ?

Dijaman gereja awal ada banyak pusat Kekristenan yang dikepalai oleh masing masing uskup dan tidak saling membawahi satu sama lain seperti di Jerusalem, Antioch, Asia Minor, Alexandria, Corinth, Rome, Armenia. Jadi teori Roma sebagai primat atau pusat Kekristenan hanyalah dusta penuh isapan jempol belaka.

Paulus tidak pernah mendirikan Gereja Roma Katolik yg bersifat Politik campur Agama seperti yg di Vatikan sekarang tetapi hanya Gereja Kristen di Roma persis gereja awal di Yerusalem yang memegang penuh ajaran para Rasul.