Bapa-Kulah Pengusahanya

Yoh 15:1
Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

Pd suatu waktu saya diminta utk sharing tentang pokok anggur di komsel.

Di sore hari sblm ke komsel, pd saat saya masih di kantor, atasan memanggil saya utk hadir dlm suatu meeting yg saya tidak wajib hadiri.

Meeting itu isinya jualan dari induk perusahaan yg saya tidak tertarik beli plus saya jg tidak setuju mreka jualan ke kantor kami. Krn saya tidak setuju dan tidak mau beli maka saya sengaja berlambat-lambat cari-cari alasan utk tidak datang ke meeting tsb, itulah sebabnya atasan saya memanggil saya dg gusar agar segera hadir.

Pd wkt atasan saya memanggil nama saya dg gusar, di saat itulah saya tiba-tiba ingat ayat di atas.

ROH KUDUS spt berbicara kpd saya:
‘Aku menyediakan kesempatan bagimu utk berbuah, yaitu buah kesabaran dan kerelaan hati. Kamu tidak memanfaatkannya.’

----Bapa-Kulah pengusahanya-----

Berbuah bukan usaha manusia. Kita tidak bisa mencoba-coba atau berusaha-usaha berbuah, namun sore itu ada perspektif tambahan yg Tuhan ajarkan ke saya.

Bapa kita di sorgalah yg bertanggung jawab agar kita berbuah dan Ia akan melakukan segala hal yg diperlukan agar kita berbuah.

Ia memberi kasih karunia (grace), di dalam grace tsb ada power (semoga nanti ada topik tersendiri ttg ini), ia menyiapkan kita dan menyediakan kesempatan utk kita mengeluarkan buah.

Segala kejadian dalam hidup kita, yang enak maupun tidak enak, adalah kesempatan yg Bapa buat atau akan diubah oleh Bapa kita agar di setiap kejadian tsb kita bisa mengeluarkan buah.

Anda sedang dimarahi krn sesuatu yg tidak Anda lakukan?
Yes, itu waktu yg diusahakan Bapamu supaya kamu mengampuni, saat kamu mengampuni itulah kamu berbuah. Bapamu tidak hanya menyediakan waktu dan kesempatan, Ia juga sudah mempersiapkan kamu supaya kamu sanggup melakukannya.

Bapa kita di sorga adalah satu-satunya pihak yg diberi beban tugas agar kita berbuah dan Ia sudah pasti setia melaksanakan tugasNya.

Kita lah yang jangan menahan buahnya.

Kadang kala bukan kita tidak sanggup berbuah, teman-teman; tp kita menolak mengeluarkan buah tsb. Buahnya sudah ada, kemampuan ada tp kita yg menahannya.

Saya tau saya bisa sabar, tp saya ngga mau.
Saya tau saya bisa datang ke meeting tsb krn saya punya banyak waktu luang, tp saya cari-cari alasan utk tidak ksana.
Pdhl kalau mau berbuah itu mudah saja, tinggal bangun, melangkah dan jalan. Bapa sudah prepare semua, kita tinggal jalan saja.

Saya berikan sdikit ilustrasi ya para kawan.
Bapa membuat perjanjian baru dg Anak,
Sang Anak wajib hidup tidak bercacat cela, taat dalam segala hal kpd Bapa. Sang Anak sepakat.
Di pihak Bapa, jika Sang Anak sanggup hidup taat tanpa syarat maka Bapa wajib memberikan Roh KudusNya kpd manusia yg menerima Sang Anak dan mengupayakan agar semua manusia itu hidup berbuah hingga mereka serupa gambaran Sang Anak. Bapa menerima syarat dan ketentuan tsb.

Hiduplah Sang Anak dan Ia sempurna dalam ketaatan pada Bapa hingga menyerahkan nyawaNya.
Maka kini saatnya Bapa melaksanakan bagianNya, yaitu mengusahakan agar semua yang Anak berikan kpd Bapa dapat berbuah dan hidup kekal.

That’s grace.

Kini Bapa bekerja dalam kita semua mengusahakan buah.
Tugas kita mengeluarkan buah yg sudah Ia usahakan, jangan ditahan-tahan. Lemesin aja.

ngemeng mah gampang…nulis yo simpel, lu cobain ndiri bisa gak??
Gak bisa friend. Gak bisa sendiri.
Trust our Father. He can do it.

Namun jangan kuatir, selalu ada kesempatan lain bersama Tuhan.
Bapa kita akan selalu berusaha agar kita berbuah dari hari ke hari.

Tuhan Yesus memberkati.

yup, luar biasa itu, Dia menyediakan kesempatan

kita meresponinya :slight_smile:

berbuah itu tinggal di dalam Dia, dan itu artinya tidak pasif menunggu saja

Pendalaman Alkitab yang sangat bagus. Makjleb.

Terima kasih @Siip.

Salam damai.

Thx Bro Siip atas renungannya…

Yup…Lemesin…jangan tegar tengkuk mengandalkan diri sendiri…Percaya penuh…rendahkan hati…minta Hikmat-Nya…jalani semua dengan rasa syukur, tulus dan penuh Kasih…dan akhirnya sampailah kita pada Bahagia sejati dan Damai Sejahtera.

Satu Pesan buat mereka yang suka mengandalkan diri sendiri : Hai manusia, Buat apa kamu yang sebenarnya bodoh, lemah memaksakan dirimu tuk berusaha sendiri…padahal ada Bapa-Mu di atas dengan tangan yang selalu terbuka siap membantu-Mu…Ingat DIA Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Maha Pemurah…Dengan kamu mengandalkan dirimu sendiri secara tidak sadar kamu meragukan Sifat"Nya itu (Imanmu sudah berkurang banyak) dan otomatis Kuasa-Nya tidak bisa bekerja maksimal karena kelemahan iman tersebut. Hikmat Allah adalah Kunci Rahasia dari segala aspek kehidupan.

Salam Damai Bro Siip…
GBU ALL…

Untuk berbuah, harus tinggal di dalam Kristus. Rasanya semua sependapat.

Yang menjadi perdebatan abadi di forum ini, apakah untuk ‘tetap’ tinggal di dalam Kristus, membutuhkan syarat / kondisi / pekerjaan yg harus dikerjakan.

Masuk…

Betul.

Dengan sederhana, meski diumpamakan Yesus Kristus adalah pokok anggur, Bapa pengusahanya, dan jemaat atau pengikut Kristus adalah rantingnya, masih ada sedikit perbedaan antara ranting anggur dan jemaat Kristus. Maksudku, ranting anggur tidak dapat berpindah atau bergerak jika tidak ditiup angin, sementara jemaat atau pengikut Kristus dapar bergerak atau berpindah. Ranting anggur tidak dapat meninggalkan pokok anggur dengan sendirinya, sementara pengikut Kristus dapat meninggalkan Kristus.

Bila dikaitkan dengan apa yang @mrt_bla istilahkan dengan “perdebatan abadi” itu, yaitu yang @mrt_bla tulis “syarat/kondisi/pekerjaan yg harus dikerjakan”, kupikir, semakin jelas perbedaan ranting anggur dari pengikut Kristus. Ranting anggur tidak dapat berbuat apa-apa termasuk untuk berkehendak untuk berbuah, sementara pengikut Kristus dapat menentukan sikap untuk mengerjakan sesuatu atau hanya diam saja.

Jika dikaitkan ke kisah pengantar yang ditulis oleh @Siip di atas, di mana @Siip sempat berpikir untuk tidak mengikuti meeting, itu berbeda dari ranting yang tidak berpikir. Maksudku, kehendak bebas yang dimiliki manusialah yang sekaligus sebagai keunggulan dan kelemahannya dibandingkan kepada makhluk lain. Kehendak bebas itu dapat digunakan untuk mengikuti atau mematuhi atau menaati perintah Tuhan, maka orang itu akan ‘berbuah’ banyak, ‘berbuah’ melimpah. Di sisi lain, jika kehendak bebas itu digunakan untuk membelot dari perintah Tuhan, maka orang itu tidak akan ‘berbuah’.

Parahnya, jika dikaitkan dengan pohon ara yang tidak berbuah meski bukan musimnya, di mana Yesus Kristus berharap mendapat buah ara tetapi tidak menemukan apa-apa, Yesus Kristus mengutuk pohon ara itu hingga mati sampai ke akarnya. Maka, jika berdasar kehendak bebasnya seseorang berdalih untuk tidak berbuat kebaikan, dan ketika itu Yesus Kristus datang kepada orang itu, maka orang itu akan dimatikan sampai ke akarnya.

Artinya, menurut pendapatku, pertanyaan apakah ada “syarat/kondisi/pekerjaan yg harus dikerjakan”, sudah terjawab. Kumaknai, Tuhan menginginkan pengikutNya senantiasa ‘berbuah’, tidak musiman.

Salam damai.

gak perlu fokus ngomongin syaratnya

yg penting ranting yang nempel ke pokok anggur itu pasti berbuah

gitu aja udah ;D

Judul topik ini: Bapa adalah pengusahanya.

Bapa yang mengusahakan supaya kita berbuah.
Kita mengimani hal tersebut setiap hari, kita gak usah pusing dr mana iman itu datang dan akan bgmn iman itu kelak, itu biar para teolog yg mmusingkannya. Asal iman itu ada, kita pegang tiap hari, yaitu Bapalah yg bertugas membuat kita berbuah.

Yg saya alami sendiri dan share, semua kondisi, kmampuan dan syarat Bapalah yg membuat dan mengusahakan bagi kita, pd saatnya kesempatan itu tiba kita tinggal mengeluarkan buahnya.

Menurut pendapatku, pun kalo dikaitkan ke maskud @mrt_blaperdebatan abadi di forum ini”:

Sudah terjawab oleh kisah yang @Siip kemukakan.

Pada kisah @Siip itu, kutangkap, andaikan @Siip menentang atau mengabaikan atau menghindar dari panggilan atasannya di kantor, itulah yang tidak disyaratkan, yang menjadikan tidak berbuah. Karena @Siip kemudian mengikuti atau menuruti atau menaati perintah atasannya, maka jadilah @Siip berbuah. Jadi, syaratnya ialah tetap tinggal bersama, kemudianpatuh, taat, dan menurut. Tidak memisahkan diri, melakukan protes, menentang, atau menghindar.
Memisahkan diri, bukan syarat untuk berbuah.
Melakukan protes atau pembantahan, bukan syarat untuk berbuah

Salam damai.

Lah, katanya gak boleh pasif.

Masuk Om Siip…

lha memang gak pasif om

wong kalimatnya saja sudah pasti berbuah, gimana pasif lagi?

diperlakukan ga adil ----> berbuah sabar
diejek ----> berbuah pengendalian diri
dibenci -----> berbuah kasih

pasif gimana lagi :slight_smile:

masuk kemanaaaa, mana pintunyaaaa

masuk melalui pintu yang sempit itu ;D

Om Siip sudah kasih saran untuk pasif aja…lemesin aja. Jangan ditahan-tahan…

Mana ada tulisan soal ‘pasif’???
Melemaskan itu bukan pasivitas lhoooo.
Tidak menahan itu jg bukan pasivitas.

Manusia itu pasif tubuhnya kl udh meninggal dunia.

oh, berarti manusia hidup gak mungkin pasif ya…
Jadi nasehat ‘gak boleh pasif’ itu oxymoron ya? Kan asal orang idup pasti gak pasif…

Yup kalau total Pasif berarti meninggal…Lemesin aja…ikuti Bimbingan dan tuntunan-Nya seperti air yang mengalir…jangan terpengaruh apa kata dunia/ukuran dunia/Fokus hanya kepada Bimbingan-Nya saja…Nanti kita akan dibimbing-Nya ke suatu Sumber Mata air kehidupan…dimana disitu terdapat KEBAHAGIAAN SEJATI dan DAMAI SEJAHTERA (Kerajaan Allah di dunia)…

Salam Damai Temans…
Tuhan memberkati…

Saat Bapa membuka bagi kita kesempatan utk mengeluarkan buah, kita keluarkan saja.
Tuhan Yesus guarantee bhw Bapa pasti akan mengusahakan kesempatan tsb.

jelas2 tulisannya :

tugas kita…
jangan tahan-tahan…

ditafsirinnya pasif ;D ;D

udah jelas ketauan salah tafsir pun ngelesnya bisaan aje kek bajaj ngepot ;D ;D

pokoke OSAS aja udaaaaah
wkwkwkw

Melakukan segala sesuatu dengan tulus, tanpa beban, suka cita, penuh Kasih dan Kerendahan hati sambil senantiasa bersyukur…kalau bisa dibuang jauh"dari pikiran kita segala istilah" yang membebani : seperti kata “Bekerja”…sehingga kita betul" bisa Merdeka di dalam Kristus (Tidak dibawah “Kuk” perhambaan)…Percayalah dengan penuh tanpa syarat bahwa DIA senantiasa Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Maha Pemurah…sekarang sampai selama lamanya…

Salam Damai…
Tuhan memberkati…