Baptis dalam Nama Tritunggal

[i]
Catatan :

Tulisan ini bukan untuk membahas ‘baptis’ nya , akan tetapi fokus kepada : dalam Nama nya

Pula, bukan untuk menggugat doktrin Trinitas
[/i]


Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

…eis to onoma…

Onoma adalah bentuk singular [tunggal] netral [non gender]

????? noun - accusative singular neuter onoma on'-om-ah: a name (authority, character) -- called, (+ sur-)name(-d).
http://scripturetext.com/matthew/28-19.htm

Bukan dalam nama-nama, tetapi hanya dalam nama.

Nama siapakah?

Bapa?

Putra?

Roh Kudus?

Menurut saya, nama disini adalah merujuk pada sebuah nama yaitu : Yesus

Nama itu adalah nama yang diberikan oleh Bapa

Joh 17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; …

Kisah rasul pun mencatat bahwa pembaptisan itu secara spesifik dilakukan hanya: dalam nama Yesus

Bukan : dalam nama Bapa Putra dan Roh Kudus

[i]

(Act 2:38) Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

(Act 8:16) Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

(Act 10:48) Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.

(Act 19:5) Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
[/i]

Permasalahan :

Pertama

Menguji kebenaran atas sebuah uduhan

Dengan mengabaikan tuduhan yang menggugurkan doktrin Trinitas namun memperhatikan tuduhan penambahan [edited] pada Matius 28:19, maka dalam frase ayat tsb diatas, dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus adalah frase hasil editing.

Ps:
Mungkin rekan bisa bantu saya untuk menambahkan sumber tuduhan ini, sebab hal ini saya dapatkan doeloe sekali dan saya lupa sumbernya.

Tuduhan ini adalah serupa dengan kasus diatas

Although Father, Son, and Holy Spirit are associated in the Great Commission (Matthew 28:19.) and in the apostolic benediction (II Corinthians 13:14), the ultimate biblical authority for the Trinity is that part of 1 John 5:7-8 known as the “Johannine Comma"16. However, the Johannine Comma is a recognized forgery17. The oldest extant manuscripts, such as the mid 4th century Codices Vaticanus and Sinaiticus, do not contain it. Also, remove the Johannine Comma and the passage reads logically. For these reasons the Johannine Comma has either been greatly altered or eliminated altogether in almost all recent versions of the Bible. Therefore, it cannot be cited as a conformation of the Trinity.
http://www.inu.net/skeptic/trinity.html

Kedua

Yohanes Pembaptis bertugas membaptis

Demikian juga, setelah Yesus dibaptis, Yesus juga ‘melakukan’ baptis bersama murid-muriNya.

[i]
Joh 3:22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.

Joh 4:1 Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes
Joh 4:2 --meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, – [/i]

Dalam hal ini. baptisan apakah yang dilakukan Yesus?

Baptisan Yohanes kah [cf. Mat_21:25; Mar_11:30; Luk_20:4; Act_1:22; Act_10:37; Act_18:25; Act_19:3; Act_19:4;
]
?

Bila bukan, apakah baptisan ini sudah menggunakan formula : eis to onoma seperti dalam kisah rasul diatas?

Atau dengan kata lain : Adakah perbedaan baptis para rasul antara sebelum dan sesudah penyampaian amanat agung?

Salam

kalau boleh berpendapat (maaf saya tidak pernah sekolah theologi)
menurut saya:
ada perbedaan baptis sebelum dan sesudah amanat agung
(kalau boleh saya berpendapat: sebelum Yesus datang, dan setelah Roh Kudus dicurahkan)

sebelum Yesus datang: baptisan Yohanes (tidak disebutkan dengan nama siapa → hanya mempersiapkan jalan bagi Kerajaan Surga, orang supaya tobat)
setelah Roh Kudus dicurahkan: baptisan rasul-rasul (Petrus, Filipus, Paulus, dst.) hanya dengan nama “Yesus Kristus”
nama “Yesus Kristus” nama yang berkuasa (baik untuk keselamatan iman, maupun karunia yang lain Roh Kudus).

semoga juga bisa menjadi sarana pembelajaran untuk saya.
GBU.

Hmmm…
Sulit yah.

thv atas respond nya chrisma, kita sama2 belajar :wink:

Kami di Gereja Bethel Indonesia (GBI), punya standar dalam pelaksanaan Baptisan maupun penulisan di Akta Baptis.

Baptisan dilakukan dalam nama BAPA, ANAK dan ROH KUDUS yaitu dalam nama Tuhan YESUS KRISTUS.

Bagaimana dgn rekan2 lain?

Blessings,

sama kok^^
btw, saya dari gereja protestan

Hati-hati… permasalahan yang diangkat bro moe adalah menggunakan pola Kritik Redaksi…

dengan menggunakan kritik ini maka ketidakbersalahan alkitab dipertaruhkan…
dan kalau ditelusuri maka …

any way… saya mempercayai apa yang disampaikan Yohanes pembaptis bahwa Yesus melakukan baptisan yang tidak seorangpun bisa melakukan kecuali Yesus.

IMO, kita bisa membedakan baptisan dalam banyak aspek tergantung sudut padang yang digunakan…

maksudnya?
maap masih belum ngerti… ^^

Teknik tafsir Kritik Redaksi sebenarnya masih mempertanyakan apakah benar Alkitab adalah firman Allah… dengan pola ini seorang penafsir diijinkan untuk tidak mengakui bahwa Alkitab itu murni tidak berkesalahan pada penulisannya…

Soal baptisan sudah banyak threatnya dan saya sudah berkomentar… silakan dicari dan diperhatikan…

maksudnya sapa yg melakukan teknik tafsir redaksi ini mnrt anda? TS?
mnrt saya sih ga kok, penjelasan TS masih ttp dalam ayat alkitab

coba perhatikan kata-kata yang digunakan… tp kalo anda menganggap demikian gpp juga…

saya sih hanya mengamati penggunaan istilah saja… mungkin saya salah… tp sepertinya memang itu istilah yang jelas digunakan…

Saya sedang cari waktu untuk mengulas Matius 28:19 secara kusus. Mengenai masalah redaksional yang dikemukakan moe, saya bisa sumbangkan apa yang saya tahu mengenai hal itu demikian: kritik ini mulai muncul setelah Eusibius sering mengutip ayat ini di dalam karyanya dengan kalimat yang dipersingkat seperti ini:“Go and make disciples of all nations in my name.”. Faktanya tidak ada manuscript yang menulis demikian, dan cara Eusibius mengutip Matius 28:19 ini, hanyalah lebih kepada gayanya sendiri. B.J. Hubbard, The Mathean Redaction of a Primitive Apostolic Commissioning, hal. 151-175.

Semoga dapat memberkati
GBU

Thanks buat bro Satya dan Kasih atas respond nya, btw saya sedang tidak mempermasalhkan ‘redaksional’ [saya baru tahu istilah ini spt yg tulis oleh Kasih yg sudah pernah diangkat oleh Eusebius]

Mengapa saya katakan demikian?

Karena saya tidak merefer pada manuskript manapun diluar Alkitab, akan tetapi merefer kedalam alkitab itu sendiri [Cf. dengan ayat2 lain spt diatas, dimana baptisan yang dilakukan atau diajarkan oleh para rasul : dalam nama Yesus

Ok, saya tunggu artikel ulasan rekan Kasih

Salam

Kutipan di atas yang dipermasalahkan adalah 1 Yoh. 5:7-8, dan cetakan LAI juga mengisinya didalam tanda kurung, yang berarti adalah tambahan.

coretan saya di sini Amanat Agung (Matius 28:19-20) - Pendalaman Alkitab - ForumKristen.com semoga dapat membantu

GBU :afro:

Yup sama :afro:
Di GPdI juga demikian , baik dlm baptisan maupun pemberian Berkat dr Bpk Gembala sll dalam nama BAPA, ANAK dan ROH KUDUS yaitu Tuhan YESUS KRISTUS

wah ada juga thread ini yah :slight_smile:

kalau saya sih pernah dibaptis dalam nama tritunggal, baik yang memakai “yaitu” maupun yang tidak…

Pertanyaannya:

  1. Kenapa ada gereja yang menambahkan lanjutan “yaitu …” ?
  2. Bagi yang tidak menambahkan, apakah yang dimaksud dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus? apakah “Bapa, Anak dan Roh Kudus” adalah sebuah nama?

JBU

(maaf, sedikit OOT)
Sdri alice,
Bukannya penganut tritunggal menolak Bapa adalah YESUS? (yang katanya, ini adalah paham Oneness)
maka, bagaimana mungkin dibaptis dalam nama Bapa…yaitu ‘Tuhan YESUS KRISTUS’?

Trims.

Kalau boleh memberi sedikit masukan.

Terlebih dahulu ada baiknya melihat ayat-ayat yang membahas tentang baptisan:

Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS,

Act 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama YESUS KRISTUS untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia ROH KUDUS.

Act 8:16 Sebab ROH KUDUS belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan YESUS.

Act 10:47 “Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima ROH KUDUS sama seperti kita?”
Act 10:48 Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama YESUS KRISTUS. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka.

Act 19:5 Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan YESUS.

Mat 28:19 mengatakan, “baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS”.

Sekilas, YESUS seolah-olah memaksudkan tiga nama. Namun jika ‘nama’ disini memaksudkan ‘nama’ harfiah, maka siapa nama ROH KUDUS?

Ada yang percaya bahwa ‘nama’ disini memaksudkan nama ‘YESUS’, karena menggunakan kata tunggal (onoma).
tetapi ada beberapa keberatan:

  1. Jika ‘nama’ di ayat ini memaksudkan nama ‘YESUS’, maka kesimpulannya nama Bapa adalah YESUS. tetapi bukankah penganut tritunggal sendiri menolak hal ini?

  2. Apakah setiap penggunaan kata tunggal, berarti memaksudkan objeknya juga tunggal?
    Jika ada kalimat, “saudara dilantik atas ‘nama’ (tunggal) Presiden dan Wakil Presiden”. Apakah ini memaksudkan Presiden dan Wakil presiden adalah tunggal?

  3. Kis 8:16 mengatakan, orang percaya di Samaria belum menerima ROH KUDUS karena mereka dibaptis hanya dalam ‘nama’ YESUS. Jika formula tritunggal (Bapa, Anak, dan ROH KUDUS) sudah dirangkum dalam ‘nama’ YESUS, bagaimana mungkin orang percaya di Samaria ini belum menerima ROH KUDUS? Bukankah dengan dibaptisnya mereka dalam ‘nama’ YESUS, seharusnya mereka dengan sendirinya menerima ROH KUDUS, karena ROH KUDUS bagian dari ‘nama’ itu? Juga di Kis 10:48, orang-orang dari bangsa lain yang mendengar ceramah Petrus, menerima ROH KUDUS sebelum mereka dibaptis dalam ‘nama’ YESUS. Mengapa ini bisa terjadi, padahal mereka belum dibaptis dalam ‘nama’ YESUS?

Maka, bagaimana sebenarnya?

Sederhananya: dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS, penekanannya bukan pada penyebutan ‘nama’, baik tiga nama, atau satu nama. Meskipun pada kesempatan-kesempatan itu nama YESUS diucapkan, tetapi bukan di situ penekanannya.

Mengapa begitu? karena jika dibaptis dengan penyebutan tiga ‘nama’, maka siapa nama ROH KUDUS?
Atau, jika dibaptis dengan penyebutan satu ‘nama’ (YESUS), maka mengapa ada yang sudah menerima ROH KUDUS sebelum dibaptis dalam nama YESUS? dan mengapa ada yang belum menerima ROH KUDUS setelah dibaptis dalam nama YESUS?

Jadi kesimpulannya, bukan pengucapan ‘nama’(sebuah kata) yang ditekankan, melainkan penerimaan / pengakuan akan ketiga objek itu.

Dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS berarti mengakui peranan Bapa, peranan YESUS, dan peranan ROH KUDUS dalam kehidupan orang itu.

  1. Untuk pendengar Petrus di Yerusalem (Kis 2:38), Petrus hanya mengatakan agar mereka dibaptis dalam nama YESUS (dengan demikian mengakui peranan YESUS) dan menerima ROH KUDUS, karena pendengar Petrus yang kebanyakan orang Yahudi dan Proselit telah mengakui/menerima Bapa.

  2. Untuk Kis 8:16, Filipus telah menginjil kepada orang Samaria tentang Kerajaan Allah (Bapa) dan tentang YESUS (Kis 8:12), namun kelihatannya mereka belum diberitahu tentang ROH KUDUS, sehingga belum mengetahui peranan ROH KUDUS dalam diri mereka. itulah sebabnya meskipun mereka sudah dibaptis dalam nama YESUS, namun karena mereka belum pernah mendengar tentang ROH KUDUS sehingga belum mengetahui peranan ROH KUDUS, maka ROH KUDUS belum turun atas mereka.

  3. Untuk Kis 10:48, karena orang-orang dari bangsa lain telah mendengar tentang Allah (Bapa) dan tentang YESUS, dan menerimanya, maka mereka menerima ROH KUDUS, meskipun mereka belum dibaptis.

Jadi sekali lagi, “dibaptis dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS”, berarti penerimaan, atau pengakuan akan ketiga hal itu.

Trims.

Ini sesuatu yang baru bagi saya…

Bagaimanakah kalimat lengkapnya. Apakah semacam ada frasa tambahan, yaitu

… yaitu dalam nama Tuhan YESUS KRISTUS”?

Bukankah PUTERA/ANAK adalah YESUS KRISTUS? sehingga menjadi tidak make sense dengan adanya tambahan tersebut??

Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus, yaitu dalam nama Tuhan Yesus Kristus”?

Salam,

1 John 5:7-8 (comma Johanneum), sebenarnya tidak ada hubungannya dengan permasalahan dalam Baptis… melainkan ke persoalan Tritunggal.

Ada sekitar 2.328 manuscript (penyalinan dengan tangan/bukan cetakan atau copy) Perjanjian Baru (yang lengkap+yg kurang lengkap); ada yang bagus ada juga yang kurang bagus. Dan Textus Receptus bukanlah termasuk salah satu yang terbagus.

Di banyak manuscript (dari yg 2.328) tersebut ada yang memuat “in heaven, the Father, the Word, and the Holy Ghost: and these three are one. 5:8 And there are three that bear witness in earth” ada yang tidak.

Pihak pertama yang nyata-nyata menolak keaslian/original dari ‘comma Johanneum’ itu adalah para pihak Socinians.

Padahal jauh sebelum Paman-Keponakan, Lelio Sozzini (1525-62) dan Fausto Sozzini (Faustus Socinus) (1539-1604) lahir dan mendirikan sekte Socinians, 1 John 5:7 sudah diacu oleh para Bapa Gereja untuk membungkam Arianism dan para bidat sejenis.

[sbg catatan: 1 John 5:7 itu sendiri sudah ada sebelu Arianism muncul. Jadi, itu bukan disengaja dan dibuat-buat khusus untk Arianism. Tapi memang karena demikianlah dari aslinya; Karenanya pihak Arianism sendiri tidak pernah membantah; justru Pihak Sconians sendiri yang mencoba membela Arianism]

  • Tertullian (Thn 160-an) dalam bukunya ‘contra Praxeam’ sudah menggunakannya (menggunakan yang memuat comma Johanneum).

  • St. Cyprian/Thaschus Cæcilius Cyprianus (+/- 230-an) dalam ‘Epist. 73. ad Jubaianum

  • St. Athanasius (296-373)

  • St. Fulgentius (468-533)

Tertulian dan Cyprian…> Sebelum Arianism

Athanasius dan Fulgentius …> Bersamaan dan setelah Arianism

===

Kompilasi Textus Receptus yang pertama oleh Desiderius Erasmus…> Tidak memuat Comma Jahanneum;

Edisi yg selanjutnya…> memuat. [TR yg di LAI sekarang memuat. Walaupun falam tanda kurung]

Tidak jelas apa alasan Erasmus… memuatnya dan apa alasan tidak memuatnya.

Dan memang, semua yang menolak 1 John 5:7… tidak dapat memberikan alasan yang jelas dan logis. [Karena kalau hanya sekedar ‘tidak terdapat’ di beberapa Manuskrip Yunani… toh di beberapa yang lain ada yang memuatnya]

Sementara… yang menerima comma Johanneum, justru memiliki landasan yg lebih kokoh.

  1. Bisa dirujuk ke ayat2 lain (yang tidak diragukan sama sekali) mengenai Bapa-Putera-dan Roh Kudus.

  2. Yang tidak memuat adalah karena kesalahan penyalinan (tulis tangan).

kita langsung ke 2)

  • Bunyi dari ayat 7 dan 8… di awal dan di akhir adalah ‘SAMA’… sehingga merupakan suatu kemubaziran dan redundant jika harus ditulis lengkap…> [Itu sebabnya kenapa diabaikan]

  • Makna dari ayat 7 (tidak perlu diragukan merujuk ke ayat di kitab lain mengenai Bapa-Putera-dan Roh Kudus)

  • Hanya dengan ayat 8 saja pun, makna dari ayat 7 (sekiranya pun tidak ditulis) tidak akan hilang/kabur. Karena:

Spirit==> merujuk ke Roh Kudus

Air merujuk ke==> Baptis (Putera)

Darah==> Salib/Golgota (Putera)

Sedangkan di John 10:30 dikatakan Aku (Putera)dan Bapa adalah satu…

[jadi, tanpa menyebut BAPA pun… keterwakilan Pribadi I dari tritunggal, i.e. BAPA, tidaklah hilang].

Dan memang ‘yang terlibat langsung’ di Bumi adalah Putera dan Roh Kudus… sedangkan Bapa, tidak.

Dalam sejarah Kekristenan dan berbagai pergolakannya: ALLAH BAPA…> TIDAK PERNAH jadi SILANG SENGKETA. [Karenanya, mengenai BAPA tidak perlu ada penjelasan apa-apa lagi]

Salam,