baptisan yg sah selam atau percik..?

di dalam Pembaptisan, air digunakan untuk pembasuhan tubuh, untuk menandai pencucian rohani dari dosa-dosa. Sekarang pencucian/ pembasuhan dapat dilakukan dengan air, tidak saja dengan pencelupan/ selam, tetapi juga oleh percikan atau penuangan air. Dan, meskipun lebih aman dilakukan dengan pencelupan/ selam karena itu lebih umum dilakukan, namun Pembaptisan dapat dilakukan dengan pemercikan/ penuangan, sesuai dengan Yehezkiel 36:25, “Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih” [mencurahkan di sini adalah terjemahan dari kata ‘pour’, yang juga berarti menuangkan, “I will pour upon you clean water…”] seperti cara Pembaptisan yang telah dilakukan oleh Laurentius yang Terberkati. Dan terutama pada keadaan mendesak: entah karena banyaknya jumlah orang yang dibaptis, seperti yang jelas tertulis dalam Kis 2 dan 4, ketika kita membaca bahwa dalam sehari ada 3000 orang dibaptis, dan pada kesempatan lain 5000 orang, atau jika persediaan air terbatas, atau karena keterbatasan/ kelemahan dari imam yang membaptis yang tidak dapat [tidak kuat] mengangkat katekumen dari dalam air, atau kelemahan dari katekumen yang kehidupannya [kesehatannya] dapat terancam dengan pembaptisan selam.

salah satu bapa gereja, St. Thomas membedakan hal yang secara esensial diperlukan dalam Pembaptisan, dan hal yang tidak esential, yang disebutnya sebagai ‘accidental’.
Dalam hal Pembaptisan, yang terpenting adalah unsur pembasuhan/ pencucian, untuk menandai pembersihan rohani (interior) terhadap dosa-dosa, sedangkan caranya adalah ‘accidental‘.

salam

ond32lumut :afro:


sah atau tidak agak susah disini bro, bisa jadi pertentangan hebat

sekarang klo kita lihat dari FT, yang sah itu gimana

kalo bicara aturan2 atau semacam doktrin yah sah2 aja semua coz dibenturkan dengan sikon :slight_smile:

peace… :slight_smile:

ya memang banyak perbedaan… justru itulah diskusi… tambah wawasan…
saya dibaptis ulang di salah satu denom protestan, karena saya dianggap belum dibatis, baptisan saya dikatolik tidak sah. belum dibaptis, maka belum selamat…

atau bisa juga kita bahas: baptisan dan hubungannya dengan keselamatan apa…?

ond32lumut : ya memang banyak perbedaan.. justru itulah diskusi.. tambah wawasan... saya dibaptis ulang di salah satu denom protestan, karena saya dianggap belum dibatis, baptisan saya dikatolik tidak sah. [b]belum dibaptis, maka belum selamat[/b]....

ini harus diwaspadai bro, babtisan bukan jalan keselamatan
tapi babtisan adalah tanda pertobatan ( orang percaya )

ond32lumut : atau bisa juga kita bahas: baptisan dan hubungannya dengan keselamatan apa..?

kaenya aku setuju ini karena banyak pemahaman klo ngak dibabtis maka belum selamat

peace… :slight_smile:

Saya bingung seolah-olah baptisan itu bahan permainan dokrin sekte…

sudah diganti… :afro:

sebaiknya diberi penjelasan dong sama TS nya kan judulnya dah berubah
ya spt resume lah

kita kan hanya nanggepin atau nambahin hehehe :slight_smile:

mungkin dijelaskan dulu jalan keselamatan menurut FT, trus hubungannya dengan babtisan

peace… :slight_smile:

Tuhan telah mengikat keselamatan pada Sakramen Pembaptisan, namun Dia sendiri tidak terikat pada Sakramen-sakramen-Nya

“Tuhan sendiri mengatakan bahwa Pembaptisan itu perlu untuk keselamatan (Bdk. Yoh 3:5.). Karena itu, Ia memberi perintah kepada para murid-Nya, untuk mewartakan Injil dan membaptis semua bangsa (Bdk. Mat 28:19-20; DS 1618; LG 14; AG 5.). Pembaptisan itu perlu untuk keselamatan orang-orang, kepada siapa Injil telah diwartakan dan yang mempunyai kemungkinan untuk memohon Sakramen ini (Bdk. Mrk 16:16.). Gereja tidak mengenal sarana lain dari Pembaptisan, untuk menjamin langkah masuk ke dalam kebahagiaan abadi. Karena itu, dengan rela hati ia mematuhi perintah yang diterimanya dari Tuhan, supaya membantu semua orang yang dapat dibaptis, untuk memperoleh “kelahiran kembali dari air dan Roh”. Tuhan telah mengikatkan keselamatan pada Sakramen Pembaptisan, tetapi Ia sendiri tidak terikat pada Sakramen-sakramen-Nya.“

kitab Yoh 3:15-19 tentang perlunya “percaya” dan Rm 10:9 tentang perlunya “mengaku“, serta Efesus 2:8 akan perlunya “iman” dalam keselamatan. Namun semua yang disebutkan di atas, yaitu: percaya, mengaku, iman, harus dimanifestasikan dalam Baptisan, karena Tuhan sendiri mengatakan “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Yoh 3:5).

Gereja mematuhi pesan KRISTUS mewartakan pentingnya Sakramen Baptisan untuk keselamatan, seperti yang YESUS sendiri perintahkan “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mt 28:19-20).

a) Dari perintah YESUS yang terakhir, sebenarnya cukup jelas akan pentingnya Baptisan. YESUS tidak mengatakan bahwa jadikan semua bangsa murid-Nya, dan biarlah mereka percaya, mengaku, dan mempunyai iman. Yang ditekankan oleh YESUS adalah menjadikan seluruh bangsa menjadi murid-Nya dan membaptis mereka. Setelah itu, mengajarkan agar mereka juga mentaati semua perintah YESUS.

b) Mari kita meneliti lebih jauh tentang beberapa kata kunci: percaya, mengaku, iman. Apakah dengan percaya saja cukup untuk mendapatkan keselamatan? Tidak, karena kalau mau dibilang setan juga percaya bahwa YESUS adalah Tuhan. (lih. Mk 1:24). Kalau orang benar-benar percaya akan KRISTUS, maka dia harus juga untuk menjalankan semua perintah-Nya, termasuk untuk hidup kudus dan menerima Sakramen Baptis.

Pentingnya baptisan
Begitu pentingnya Baptisan untuk keselamatan manusia, sehingga YESUS memberikan amanat agung kepada para muridnya sebelum Dia diangkat ke Sorga. Sekali lagi, kita perlu merenungkan, mengapa perintah YESUS yang terakhir tidak menyebutkan untuk “percaya”, “mengaku”, atau “iman”? Karena semuanya itu terangkum dalam Baptisan. Iman yang benar juga diwujudkan dalam bentuk Baptisan. Iman yang benar tidak hanya berhenti begitu saja, namun diwujudkan dalam tindakan, terutama untuk melaksanakan apa yang diperintahkan oleh KRISTUS, yang salah satunya adalah memberikan diri untuk dibaptis.

Namun ada banyak kondisi, dimana seseorang, karena bukan karena kesalahannya sendiri (invincible ignorance), tidak sampai mengalami Baptisan secara sakramental. Gereja (Katolik) menyebutkan bahwa orang-orang ini sebenarnya telah mengalami baptisan berupa Baptisan Rindu. Dan bagi orang yang diberi rahmat untuk mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk bersaksi tentang iman, maka orang-orang ini telah menerima Baptisan Darah.

Invicible ignorance
Namun, ada orang-orang yang bukan karena kesalahannya sendiri (invincible ignorance) tidak sampai kepada Sakramen Baptis. Kita mengingat apa yang dikatakan oleh YESUS “Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.” (Lk 12:48). Dari perkataan YESUS ini, kita tahu bahwa kondisi dari orang-orang dapat dihubungkan dengan jenis baptisan mana yang menyelamatkan.

Baptisan rindu

Kita tahu bahwa ada banyak orang yang mencoba mencari kebenaran dengan segenap kekuatannya dan melakukan kehendak Allah sesuai dengan pemahamannya, namun tidak sampai pada Sakramen Baptisan. Yang menjadi masalah dalam kasus ini adalah kita tidak tahu, apakah seseorang benar-benar telah mencari kebenaran dengan segenap hati, segenap pikiran, dan segenap kekuatannya, namun tetap tidak sampai kepada kebenaran yang penuh, sehingga tidak mengalami baptisan secara sakramental. Kalau memang orang tersebut telah mencari kebenaran dengan segala kekuatannya – tanpa adanya motivasi yang mementingkan diri sendiri – maka, orang-orang ini masuk dalam kategori invincible ignorance. Hal ini disebabkan, bila ada orang yang dapat menerangkan mereka tentang pentingnya Sakramen Baptis untuk keselamatan, maka orang tersebut akan menerimanya dan menerima Sakramen Baptis. Namun, apakah seseorang masuk dalam kondisi invincible ignorance, hanya Tuhan saja yang tahu. Oleh karena itu, hanya Tuhan saja yang tahu apakah orang tersebut benar-benar memperoleh Baptisan Rindu

Baptisan darah
Baptisan darah adalah baptisan martir. Yang perlu disoroti di sini adalah tindakan untuk menjadi martir – mati untuk mempertahankan iman – mensyaratkan kasih yang sempurna, dalam tingkatan yang begitu tinggi. Kita melihat pada masa awal Kekristenan, dimana ada banyak orang Kristen yang mungkin belum dibaptis, namun mengorbankan dirinya demi imannya.

Kesimpulan

Dari pemaparan di atas kita melihat bahwa Baptisan adalah gerbang keselamatan, dimana memungkinkan kita untuk menerima rahmat kekudusan, sehingga kita dapat berkenan di hadapan Allah, dan membuat kita dapat hidup di dalam KRISTUS. Baptisan air memberikan kepastian akan hal ini. Namun, Tuhan tidak dibatasi oleh Sakramen-sakramen, sehingga ada orang yang dapat diselamatkan dengan Baptisan Rindu dan Baptisan Darah. Apakah seseorang telah menerima Baptisan Rindu dan Darah, tidak ada orang yang tahu secara persis, dan hanya Tuhan yang tahu, karena Tuhan yang menilik hati seseorang.

Bro Onde,

saya mau komentar di thread ini perlu undangan ngga ya…?

Takutnya nanti saya dikatakan tak sopan.

He he he

Salam

silahkan masuk bro… :slight_smile: kata moderator gratis… :slight_smile: dan bro santo juga diundang hadir lho… :slight_smile:

Tentu ikut terlibat diskusi, diperkenankan, namun jika meng-quote pernyataan orang dalam diskusi, yah sopanlah, saya sih tidak mempermaslahkan diskusi yang sopan, namun memang ada oknum2 tertentu yang tidak dapat berdiskusi dengan baik, yang akhirnya keluar melulu kata: mbullet…^0^
Sampai2 sis Rita nanya sama saya apa arti kata : mbullet…^-^
Thanks untuk undangannya, pandangan mengenai cara baptis, sudah saya kemukakan pendapat saya pada thread lain yang membahas topik yang sama.

Salam

kalian saling ejek, tapi saya yakin ga “dalem” kok… itu seperti keakraban saja… hehehe… peace brothers… :slight_smile:

Pertama,…

Saya sih dari tadi cuma ketawa.com saja kok… maklum melihat semangat anak muda. he he h

Kedua,

terima kasih atas undangannya…

Undangan ini sangat berarti sekali (mirip orang kawinan hi hi),… agar saya bisa dianggap sopan.

;D

salam

sudah ada topik yg sama
ini linknya:

(Baptisan: Selam / Percik ?)

silahkan melanjutkan diskusi disitu.

blessings,