Barang siapa Percaya Yesus menjadi Anak Allah.

Yoh 1:12

1 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah 2 , q yaitu mereka yang percaya 3 r dalam nama-Nya; s

Dalam ayat diatas, sering menjadi kebingungan Siapakah Allah?

Apakah Allah bapa? Atau Allah anak?

Baik Allah bapa maupun Allah anak dua2nya adalah Allah.

Orang yang percaya Yesus itu ya Anak Allah artiya Anaknya Yesus dan anakya Allah bapa juga.

Karena Yesus juga Allah.

orang percaya Yesus itu artinya orang yang menuruni atau perbuatan yang diajarkan Yesus, artinya dalam hal perbuatan orang itu ketuturunan Tuhan Yesus atau anak Yesus.

Siapa saja yang percaya Yesus itu boleh dibilang anak Allah atau Anak Yesus, karena Yesus juga Allah.

Oleh sebab itu Maria itu sebenarnya juga anak Yesus atau Anak Allah yang sementara waktu secara jasmani jadi ibu Yesus tapi secara rohani tetap anak Yesus.

Rohani lebih dipentingkan dari jasmani. Dihadapan Tuhan yahudi adalah mereka yang menerima Kristus dan menjalankan ajaran Kristus, bukan sekedar yahudi jasmani.

Yahudi jasmani kalau tidak menerima Kristus berarti kafir juga.

Kita semua yang percaya Yesus termasuk maria adalah anak Allah secara rohani. Dan karena Yesus itu Allah maka kita adalah anak Yesus.

hehe… si prof masih dilevel bicara jasmani-rohani…
sementara theologi kristologi membahas kodrat ilahi dan manusiawi. :smiley:

Masalah Ilahi dan manusiawi saya belum nyampai mas, baru belajar yang sederhana dulu.

makanya kalau belum sampai, jangan donk buat kesimpulan sembarangan… bahas yang sederhana-sedehana dulu…

belajar itu banyak denger, banyak baca, dan yang penting dibuka pikirannya… jangan berhalusinasi terus… eh, maaf, masak saya menasihati profesor… maap… maap… :slight_smile:

Kalau sampai pada level jasmani dan rohani memang menurut alkitab dapat disimpulkan demikinan mas. Ada yhudi jasmani ada yahudi rohani.

Lha Mari akan ibu jasmani Tuhan Yesus tapi sebenarnya ciptaan dan anak Tuhan Yesus.

Siapakah ibuKu dan siapakah saudara2Ku dialah yang melakukan kehendak Bapa, itulah ibuku dan saudara2ku.

Ada difinisi lain yang tidak biasa yang diberikan Tuhan Yesus pada kita, The definition not base on biology but focus on spirit dimension mas.

Saya yakin mas lebih tahu dari saya hanya mas sudah terlanjur terikat dengan ajaran katolik sehingga ignore ajaran Kristus.

Di Alkitab:

  1. Apakah Yesus pernah menyebut/memanggil murid-murid Nya/orang percaya lainnya sebagai anak-Nya?
  2. Apakah Yesus pernah dipanggil “Bapa” oleh semua murid-Nya ataupun orang percaya lainnya?
  3. Apakah ada ayat tentang “anak Allah secara rohani”?

Baru 3 yang kepikir.

ah ga nyambung sampeyan prof… dimana ada kitabsuci ngomong ada ibu rohani dan ibu jasmani…
emang yesus itu anak rohaninya siapa? ;D

udah diteruskan saja sama pertanyaan mas roderik saja… frekwensinya belum konek…

Sepertinya pemahaman trinitas dari mas Jack masih keliru.
Yesus itu bukan Bapa, dan juga bukan Roh Kudus.
Bapa juga bukan Yesus, juga bukan Roh Kudus.
Roh Kudus bukan Bapa, juga bukan Yesus.

Ketiganya adalah pribadi yang berbeda.

Secara substansi, ketiganya adalah Ilahi, Allah yang Esa.
Selain memiliki substansi Ilahi, Yesus juga adalah seorang manusia, yang lahir dari rahim seorang wanita, walaupun bukan dari keinginan seorang laki-laki. Yesus adalah manusia tulen.

Yesus bukan Allah yang sedang menyamar, Yesus juga bukan manusia yang dirasuki oleh Roh Allah.
Tetapi Yesus adalah 100 % manusia, sekaligus juga Yesus adalah 100 % Allah.

Secara substansi, Bapa, Yesus, dan Roh Kudus, adalah setara.

Secara fungsional, Bapa berada di atas. Yesus dan Roh Kudus berada di bawah.
Bapa lah yang mengutus Yesus dan juga Roh Kudus.
Jadi Bapa adalah atasannya Yesus juga atasannya Roh Kudus.

Tetapi, walaupun ketiganya berbeda secara pribadi, mereka berada dalam keesaan.
Ketiganya selalu berkarya bersama-sama.
Tidak ada satu karya pun dimana misalkan hanya dikerjakan oleh Bapa, sementara Yesus dan Roh Kudus tidak terlibat. Demikian juga tidak ada karya Yesus, dimana Bapa dan Roh Kudus tidak pernah terlibat.

Karya penciptaan alam semesta, ketiga pribadi Allah ini semuanya terlibat.
Karya penebusan dosa manusia, ketiganya juga berkarya bersama-sama.
Demikian juga dengan karya pemeliharaan ciptaan, ketiganya bekerja bersama.
Sekiranya tidak ada Bapa, sudah pasti tidak ada Yesus dan Roh Kudus. Sekiranya ada Yesus, sudah pasti ada Bapa dan Roh Kudus. Ketiganya Esa.

Alkitab mengajarkan, bahwa setiap orang percaya akan menjadi anak Allah. Dalam hal ini tentu saja Allah Bapa yang menjadi Bapanya. (fungsional).
Sedangkan Yesus dikatakan sebagai yang sulung diantara saudara-saudaranya. Karena itu juga Yesus disebut sebagai Anak Allah.
Sedangkan Maria adalah ibu Yesus ketika lahir ke dunia, tidak pernah dikatakan sebagai anak Yesus.

Kalau menurut saya, ya mas Jack.
Allah itu menciptakan manusia dalam bentuk jasmani dan rohani. Bukan rohani saja, jasmani pun ciptaan Allah.
Jasmani dan rohani yang diciptakan Allah adalah unity, bersatu, tidak terpisah.
Saya tidak bisa misalkan rohani saya menggunakan jasmani yang lain, dan hanya bisa menggunakan jasmani yang ini.
Sekiranya kita meninggal dan meninggalkan jasad yang nantinya hancur, tetapi nanti Allah akan memberikan kembali tubuh yang lain yang juga unity.
Jadi, jika dikatakan sebagai anak Allah, kita adalah anak Allah secara jasmani dan rohani, walaupun kita lahir dari rahim seorang wanita.

Yoh 1:12

1 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah 2 , q yaitu mereka yang percaya 3 r dalam nama-Nya; s

Setahu saya Yesus tidak pernah dipanggil Bapa oleh murid2nya. Apakah Yesus memanggil muridnya anak, juga tidak pernah saya dengar.

Waktu itu Yesus masih didunia masih memakai tubuh manusia.

perhatikan ayat diatas

Orang yang menerimaNya diberi kuasa jadi anak2 Allah.

Siapakah Allah itu?

Allah Bapa, adalah Allah.

Allah Putra adalah Allah

Allah Roh Kudus adalah Allah juga.

Jadi siapa Anak bapa dari orang percaya? Ayat diatas mengatakan secara implisit bahwa bapa oraang percaya adalah Allah tanpa menyebut Allah yang mana, artinya ketiga Allah itu lah bapa orang percaya yang ketiganya tentunya adalah satu.

Seperti yang saya katakan Allah bapa adalah Allah,

Allah Putra adalah Allah

Roh Kudus adalah Allah.

jadi diayat itu tanpa menyebutkan secara specifik Allah yang mana.

Setiap orang percaya diberi kuasa untuk jadi anak2 Allah.

Allah yang mana?

Artinya ya ketiga Allah itu. merupakan bapa orang percaya. It is not base one biology but focus on spiritual dimension.

Namanya kekritenan bro focusnya pada kerohanian bukan jasmani yang akan ditinggalkan segera.

Oleh sebab itu Paul mengatakan bahwa mataku tertuju pada perkara2 diatas yang tidak kelihatan karena kekal bukan perkara2 kelihatan/jasmani yang sementara ini.

Lha iya mas, Jasmaninya Mary juga ciptaan Tuhan, rohaninya Mary juga ciptaan Tuhan.

Jasmaninya Kristus juga ciptaanNya sendiri, Rohaninya Kristus itu memang ada dari sononya dan pencipta maria.

Namun suatu hari rohani dan jasmani ini bakal terpisah juga mas kalau kita mati.

Rohani lebih dihargai Yesus dari jasmani, seperti kata Paulus dia mementingkan perkara2 diatas yang tidak kelihatan/rohani, karena yang kelihatan ini sementara/jasmani sementara didunia ini saja mas.

Tubuh duniawi kita tidak akan masuk surga,

1Kor 15:50	

Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah a tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah b dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. c

Ketiganya, baik Bapa, Yesus, dan Roh Kudus, secara substansi adalah Ilahi.
Tetapi ketiganya adalah berbeda.
Yesus bukan Bapa.
Anak Bapa tidak berarti anak Yesus. Karena Yesus tidak identik dengan Bapa.

Jika disebut anak Allah, tentunya Allah Bapa yang menjadi Bapanya. Walaupun secara substasi Yesus adalah Allah, orang percaya tidak pernah dikatakan sebagai anak Yesus.

Jasmani bukan sesuatu yang jahat. Allah menciptakan manusia lengkap, jasmani dan rohani.
Karena itu keliru jika kita mengatakan hanya mau fokus pada hal-hal yang rohani saja.

Sebutan kita ini anak Allah tapi sebutan Yesus selazimnya Allah Putra.

Sama seperti bapa segala pembohong adalah Iblis, demikian juga Allah itu bapa dari segala kebenaran.

Allah bapa juga kebenaran, Allah Putra juga papa kebenaran, Allah Roh kudus juga papa kebenaran.

Dan orang yang mau menjalan kan kebenaran ya anak Allah bapa, Allah Putra dan Roh kudus. anyway, ketiganya itu esa/satu.

Waduhhh!!!
Keleru tenan iki .!!!..

Yesus bukan ciptaan mas, termasuk tubuh jasmaninya. Tetapi inkarnasi.
Antara jasmani dan rohani itu tidak terpisahkan. Unity.

Walaupun ketika kita meninggal dan akan meninggalkan jasad berdosa ini di bumi, tetapi Allah akan memberikan tubuh yang baru.

Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa rohani lebih berharga dari pada jasmani, jasmani dan rohani sama-sama penting.
Ingat doa Bapa kami, …Berikanlah pada hari ini makanan kami yang secukupnya…

Yang Alkitab ajarkan adalah perbedaan perkara-perkara sorgawi dan perkara-perkara duniawi.

Ketiganya berbeda mas…
bukan satu pribadi…

Kalau kita ini orang percaya disebut anak Allah.
Yesus juga disebut Anak Allah.

Kemudian kita disebut anak Yesus…kacau mas…jadi cucu Allah Bapa nantinya…

Yesus itu Allah jelas2 bukan ciptaan tapi pencipta.

tubuh yang dipakai untuk sementara ini ya ciptaaNya lah mas. peristiwa inkarnasi itu kan the whole story tentang kedatangan Yesus ke dunia.

Darah daging itu ya ciptaan Tuhan, namun nanti tubuh itu tidak dibawa kesurga.
1Kor 15:50

Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah a tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah b dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. c

Tidak mas,
pada saat Yesus naik ke sorga dengan tetap menggunakan tubuhnya yang berlubang paku.
Tubuh Yesus akan tetap dipakainya, bukan sementara.

Tubuh saat ini tidak dapat ke sorga karena tubuh berdosa.
Tetapi di sorga kelak kita semua akan diberikan tubuh yang baru.
Yesus, karena tubuhnya tidak berdosa, tubuh-Nya bisa ke sorga dan akan tetap dikenakan-Nya.

Allah sangat memperhatikan masalah-masalah jasmani :
Matius 6
(25) Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
(26) Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
(27) Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
(28) Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
(29) namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
(30) Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
(31) Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
(32) Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Tidak salah jika memohon kepada Allah masalah jasmani.

Matius 6 - Doa Bapa kami

(9) Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
(10) datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
(11) Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

dst

Tentunya yang dipanggi Bapa disini adalah Allah Bapa, bukan Yesus.
Disini juga Bapa memperhatikan masalah jasmani.
Karena itu tidak salah jika kita memohon untuk kebutuhan jasmani.