"Be Different!" or "Be Relevant"?

Beberapa waktu ini saya mendengar isitlah indifferent. Gereja-gereja atau forum-forum mengumandangkan “don’t be indifferent”.

Istilah ini menarik bagi saya. Adakah rekan-rekan yang dapat menjabarkan kepada saya mengenai istilah indifferent ini secara spesifik? Batas-batas yang manakah yang dapat diistilahkan dengan “be different”? Apakah dengan mengenakan kalung salib, kaus JESUS Inside, berkata istilah-istilah Kristen such as Haleluya, Puji Tuhan, Tuhan berkati (kasat mata); rajin berdoa, baca Bible, puasa, pantang, saat teduh, dlsb (tak kasat mata-tentu Anda tidak perlu semua orang tahu bahwa Anda sedang berdoa, puasa, pantang, dlsb seperti disinggung YESUS, bukan?)

Manakah istilah yang lebih tepat “be different” atau “be relevant”?

Be relevant berarti Anda tidak perlu mengenakan atribut-atribut Kristen (seolah-olah menjadi toko Met***ia berjalan), tidak mengenakan istilah-istilah Kristen dalam bahasa pergaulan, tidak melulu berkumpul dengan orang Kristen tapi juga non-Kristen, tidak membatasi diri dari tradisi leluhur seperti Imlek dan berkumpul di Klenteng bagi kaum Tiong Hoa sekalipun tidak ikut sembahyang pada dewa-dewa mereka (yang dilandaskan pada prinsip "I’m doing this just because I want people know that as a Christian I’m friendly people with them and not always judge their faith), dan di lingkungan yang sarat Moslems turut berpuasa di bulan Ramadhan bahkan tidak malu menggunakan istilah mereka such Bismillah, Alhamdulillah, or else.

n.b : be relevant berarti tidak perlu mempertontokan kekristenan Anda, tapi dalam hati Anda tahu mana yang berkenan kepada Allah atau tidak, yaitu mengasihi sesama tanpa pandang bulu (bukankah itu yang terutama?)

Mohon masukannya.

Tuhan YESUS memberkati :slight_smile: