Beban Tak Berimbang Katolik di Ruang Publik Kristen

Di Indonesia penganut Katolik masuk ke ruang-ruang publik Kristen dengan membawa simbol-simbol yang kasat mata. Sebelum dan sesudah berdoa, misalnya, orang Katolik membuat tanda salib, sementara penganut Kristen lain tidak demikian. Tubuh KRISTUS menempel di salib Katolik, sementara salib Kristen yang lain tidak. Alkitab Katolik memasukkan kitab-kitab deuterokanonika di tengah, sementara Alkitab LAI lain tidak mencantumkannya.

Dalam sebuah retret oikumene di sekolah, seorang siswa Katolik memimpin doa dan ketika ia menutup doa dengan Bapa Kami dan disusul Salam Maria, sejumlah jidat dari siswa Kristen lain pun mengerut. Tak berapa lama kemudian seorang temannya yg juga Katolik berbisik: “kalo lagi acara gabungan ini ga usah doa Salam Maria.”

Dalam interaksi yang setara di ruang publik, tiap-tiap orang semestinya bisa bebas menjadi dirinya sendiri dan tidak terbebani untuk mengurangi sebagian dari identitasnya, termasuk identitas keyakinan agamaannya. Katolik memiliki simbol-simbol yang mudah terlihat, danikut dibawa ke dalam ruang publik Kristen. Simbol khas katolik ini kemudian musti diterjemahkan (baca: dijelaskan) agar bisa diterima oleh publik. Ini menjadi beban tidak berimbang karena Kristen lain umumnya tidak harus menerjemahkan simbolnya ketika masuk ke ruang publik Kristen.

Tak hanya simbol, Katolik memiliki sejarah lebih panjang dibanding gereja pasca reformasi, sehingga Katolik punya beban lebih besar untuk menerjemahkan sejarah gerejanya dibanding Kristen lain.

NOTE: Di thread ini saya membolehkan OOT, kecuali jika moderator sudah turun tangan melarang, maka OOT harus dihentikan.

Hohoho… sak jano sing dudu Katolik buathuke ra’sah mengkirut ngono ya, Pak. Nak sing Katolik meh doa Salam Maria ya wes ben thow, sing penting kan sa’durunge wes doa Bapa Kami sek [aku pas melu upacara ng SD, SMP, SMA-ku negeri mbiyen ra protes pas sing ndonga ngomong bahasa Arab kae]. Sing jenenge iman kan dhewe-dhewe. Aku meh Katolik, Protestan, Bethel, opo liya2ne kan urusan dhewe-dhewe karo Gusti Yesus.

Lha kok uwong-uwong seneng pada padhu ngonek-ngoneke sing dudu sa’alirane. Jan, jan, aku keder tenan iki

Terjemahan :

[Seharusnya yang bukan Katolik jidatnya gak usah kusut gitu ya. Kalau yang Katolik mau doa Salam Maria ya dibiarkan aja tho ya, yang penting kan sebelume sudah doa Bapa Kami [dulu pas aku masih SD, SMP, SMA di sekolah negeri ya gak protes pas pendoa berdoa dengan tata cara Islam - bahasa Arab]. Yang namanya iman kan urusan sendiri-sendiri. Aku mau Katolik, Protestan, Bethel, apa lain-lainnya kan urusan masing-masing orang sama Tuhan Yesus.

Lah kok orang-orang gemar bertengkar saling menuding satu dengan lainnya (yang tidak sealiran). Demi Tuhan, aku benar-benar bingung]

Pendapat saya, membuat tanda salib dan mengucapkan Salam Maria tidak masalah kok, hal ini disebabkan banyak orang Kristen yang belum mengerti apa maksudnya membuat tanda salib dan maksudnya mengucapkan Salam Maria.

Jangankan orang Kristen, orang Katolik awam saja kadang tidak tahu apa maksud membuat tanda salib atau tujuannya mengucapkan “Salam Maria”.

Idealnya dalam ruang bersama, tiap orang bisa jadi diri sendiri tanpa harus mengurangi identitas keagamaannya. Namun kadang keadaan memang tidak adil, ada yg dibebani menerjemahkan perbedaan yang dimiliki, dan ada yang tidak.

Supaya beban berimbang, penganut yang lain bisa membantu menerjemahkan simbol keyakinan yang sedang dipertanyakan. Misalnya ketika perkara “pastor katolik tidak kawin” sedang dipertanyakan, orang non-katolik yang mengerti soal itu bisa membantu menjelaskan. Jadi orang katolik tidak harus menanggung sendiri bebannya itu.

Dari sini kita berlatih untuk masuk ke ruang publik nasional. Orang kristen yang kebingungan ketika memasuki publik dengan mayoritas agama lain bisa dibantu oleh sesama Kristen untuk menjelaskan simbol-simbol dari agama lain. Dengan begitu saling memahami bisa terjadi dan kesalahpahaman atau kesalahan karena ketidaktahuan bisa dikurangi.

Yang mengerut cuma beberapa kok. Itupun karena saya kalau berdoa tidak selalu merem dan tidak selalu menunduk, jadi bisa lihat, hehe. Kalo saya merem, mungkin ga ada yg terlihat mengerutkan dahi.

He he he… kalau begitu saya ingin bertanya kepada anda: (ngetes boleh khan ?)

  1. Apa maksudnya membuat tanda salib ?
  2. Sewaktu pembacaan Kitab Suci, apa maksud membuat tanda salib di dahi, dimulut & didada ?
  3. Untuk apa doa salam Maria ?
  4. Mengapa waktu masuk perlu mencelupkan jari di air dan membuat tanda salib ?
  5. Mengapa sebelum duduk harus berjongkok dulu dan membuat tanda salib sebelum duduk ?

Pertanyaan diatas bagi orang Katolik awam saja tidak tahu apa maksudnya apalagi bagi orang Kristen, hal inilah yang membuat orang Kristen mengerutkan dahinya. He he he…

Salam damai, salam damai, salam, salam, damai Kristus besertamu, salam, salam…

Yang katolik mungki tahu :cheesy: :cheesy: kalo yg nomor 4 mungkin untuk mengenang baptisan.

Halo yang Katolik, silakan dicoba menjawabnya.

Shalom.

Ya kalau udah tau oikumene memang harus pake tata cara oikumene. Perasaan udah ada tata cara oikumene yang baku deh…

Jawab No 4. :

Mereka mungkin cuma pengin tau airnya dingin atau panas.

masa sih??
ga semua org Protestan begitu lah
sy kok malah seneng klo melihat ada temen Katolik membuat tanda salib
kesannya damai gitu :slight_smile:

Tidak ada yg bilang semua :D. Kasus “Salam Maria” yg saya ceritakan itu pun terjadi di sebuah retret sekolah. Kan ketika didoakan bersama, doa Salam Maria dibagi dua, bagian pertama diucapkan pendoa, dan bagian kedua diucapkan bersama-sama. Lha ketika hadirin yg katolik bersama-sama mengucapkan bagian kedua Salam Maria, trus yg lain kan tak semua mau ikut. Kalau toh mau ikut mengucapkan, belum tentu hapal. Doa Bapa Kami pun ada sedikit varian, sehingga ketika mau diucapkan bersama, ada kata-kata yang berbeda. Makanya ada yg dahinya mengkerut.

COntohnya jika Pengakuan Iman Rasuli diucapkan di kebaktian oikumene… lha kan greja tertentu ada varian tertentu. Ga usah protestan deh. Di GBI misalnya, ada yang trinitas, ada yg oneness. Glow Ministry misalnya bersyahadat, bahwa “Yesus Kristus adalah Allah sendiri”… Sementara syahadat GBI yang lain “Yesus adalah Anak Allah”. Andaikan suatu kebaktian gabungan, lalu ada pengucapan syahadat, dan kebetulan yg memimpin dari Glow Ministry. GBI yang lain akan celingukan :smiley: “Lho kok gitu???”

  1. Nafas kehidupan umat Kristiani; tanda kemenangan Kristus; identitas umat Kristiani
  2. Semoga sabda Tuhan meresap ke dalam pikiran (dahi), diwartakan kepada seluruh bangsa (mulut), membentuk hati/ pribadi yang lebih baik lagi (hati)
  3. Doa Salam Maria itu alkitabiah. dengan berdoa Salam Maria, menghantarkan kita kepada pemahaman yang lebih mendalam mengenai Kristus
  4. Bentuk pembersihan diri. Kalau di ritus Timur, mereka melakukan udhu
  5. Bukan berjongkok, tapi berlutut menghadap Tabernakel sebagai tanda hormat akan Tubuh Kristus ← kebanyakan kaum awam memang masih salah dalam penerapannya.

Salam damai sejahtera

Ingatlah perjamuan kudus = hari Paskah, bukankah hari itu seharusnya Yesus Kristus menjadi kurban supaya anak sulung Israel dapat selamat saat di Mesir?

Itulah sebabnya jemaat akan bersatu dan meninggalkan salib.
Dan memuliakan Dua Kasih Terutama.

Setuju sekali, buuuuuanyak sekali orang katolik kalau di tanya , untuk apa tanda salib, jawabnya kebiasaan.

Kenapa berdoa kepada Maria, jawabnya kebiasaan dari kecil.

Kalau melihat jawaban2 5 pertanyaan Sis Endang, kesannya sangat mistis.

Doa Maria , bagaimana dapat Alkitabiah ?

Bagaimana dapat menghamtar kita lebih memahami Kristus ?

Seluruh Alkitab tidak ada satupun ayat yang BERDOA KEPADA MARIA.

Kalau tidak ada ayatnya, berarti TIDAK ALKITABIAH.

Maria tidak pernah mengajarkan tentang Tuhan Yesus, berarti TIDAK ALKITABIAH.

Memahami KRISTUS hanya melalui ALKITAB, yang telah jelas dan tuntas mengajarkan tentang ajaran2 Kristus, dimana Roh Kudus yang mencerahkan , membimbing dan mengajarkan kepada kita.

Yoh 14
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Roma 8

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

Kenapa harus berdoa kepada orang yang telah meninggal dan telah mendapat istirahat dengan tenang ??

Sedangkan Alkitab mengatakan bahwa orang mati tidak dapat berhubungan dengan orang hidup.

Pengkh 12 : roh kembali ke Allah yang mengaruniakan
12:7 dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

Ayub 14 : 10 – 12 Orang 2mati tidak bangun.
14:10 Tetapi bila manusia mati, maka tidak berdayalah ia, bila orang binasa, di manakah ia?

14:11 Seperti air menguap dari dalam tasik, dan sungai surut dan menjadi kering,

14:12 demikian juga manusia berbaring dan tidak bangkit lagi, sampai langit hilang lenyap, mereka tidak terjaga, dan tidak bangun dari tidurnya.

Ayub 7 : 9, 10 Orang mati tidak akan muncul kembali.
7:9 Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali.

7:10 Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya.

Pengk 9 : 5 ,6 Orang2 mati tidak tahu apa2.
9:5 Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.

9:6 Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.

BUKANKAH SUDAH CUKUP ALLAH ROH KUDUS MENDOAKAN KITA ???

Sekadar merespon TS, kenapa Kristen tidak dapat menerima berdoa kepada manusia ???

BTW , kalau BEBAN, KENAPA TIDAK MELETAKKANNYA DIBAWAH KAKI TUHAN YESUS ??? berarti TAAT PADA FRIMAN TUHAN

Bukankah Tuhan Yesus mengatakan , marilah pada Ku, akan Kuberikan KUK yang ringan ???

Kalau melihat jawaban2 5 pertanyaan Sis Endang, kesannya sangat mistis.

Doa Maria , bagaimana dapat Alkitabiah ?

Bagaimana dapat menghamtar kita lebih memahami KRISTUS ?

Seluruh Alkitab tidak ada satupun ayat yang BERDOA KEPADA MARIA.

Kalau tidak ada ayatnya, berarti TIDAK ALKITABIAH.

Maria tidak pernah mengajarkan tentang Tuhan YESUS, berarti TIDAK ALKITABIAH.

Memahami KRISTUS hanya melalui ALKITAB, yang telah jelas dan tuntas mengajarkan tentang ajaran2 KRISTUS, dimana ROH KUDUS yang mencerahkan , membimbing dan mengajarkan kepada kita.

Bagi anda yang tidak memahaminya, mungkin dianggap tidak Alkitabiah, sis. Sementara bagi yang memahaminya dan mengerti, maka sungguh indah dan sangat Alkitabiah. Tidak ada yang meaksa anda untuk menjalani apa yang tidak anda percayai koq. Seperti juga anda tidak akan dapat ‘memaksakan’ keAlkitabiahan versi anda dkk kepada kami umat Katolik. Paham kan?

Seperti pernah saya tulis, kami tidak alkitabiah bagi ada, dan anda tidak alkitabiah bagi kami. So simple.

:smiley:

Hmmm… jadi alkitabiah itu relatif ya?

Hmmmm, anda dari Karismatik ?

Anda meyakini pencurahan Roh Kudus dapat menyembuhkan segala penyakit, dan itu Alkitabiah, betul? Coba tanya sis Rita di atas itu, apa pendapatnya. Karena pendapat dia yang Alkitabiah adalah ajaran gerejanya sendiri.

Syalom

Thanks sis Theresia, jawabanmu benar, namun sedikit saya tambahin penjelasannya berdasarkan pengetahuan saya dan dari Romo saya yang dulu.

  1. Tanda salib adalah tanda meterai, dimana meterai adalah alat untuk mengesahkan suatu perjanjian yang dalam hal ini adalah perjanjian antara umat Kristen dan ELOHIM, yang mana Yeshua ha Masiakh telah mengesahkan penebusan, pendamaian dengan tubuh & darahNya, dengan karya terbesarnya dikayu salib; oleh sebab itu tanda salib merupakan tanda meterai legitimasi yang sah perjanjian antara umatNya dengan ELOHIM.

  2. Tanda salib yang dibuat pada dahi adalah tanda pengesahan bahwa pikiran kita dikuasai oleh KRISTUS; tanda salib yang dibuat pada mulut adalah tanda meterai bahwa mulut kita dikuasai KRISTUS sehingga Firman yang didengar oleh telinga yang merupakan Firman logos diucapkan oleh mulut kita oleh Kuasa ROH KUDUS diubah menjadi Firman Iman (Rhema); tanda salib yang dibuat pada dada adalah tanda meterai bahwa hatimu sepenuhnya menjadi milik KRISTUS, dan oleh karenanya hatimu menjadi percaya (beriman) sepenuhnya kepada KRISTUS oleh Firman Logos yang telah diubah menjadi Firman Iman (Rhema).

  3. Ucapan salam Maria memang Alkitabiah, namun berdoa kepada Maria, apakah Alkitabiah ? Kalangan Protestan, Pantekosta, Kharismatik sering mempertanyakan hal itu.

Berdasarkan Kitab 2 Makabe 12:44 :
44. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati.

Berdoa kepada orang Kudus memang dibenarkan (ini Alkitabiah karena Katolik mengaksep Kitab Makabe), tetapi yang menjadi pertanyaan apa yang boleh didoakan kepada orang Kudus ? Apakah meminta berkat, meminta mujizat, meminta kesembuhan ? Tidak, saya jawab TIDAK.
Yang boleh didoakan kepada orang Kudus adalah minta tolong untuk didoakan kepada YHWH agar permohonan berkat, mujizat, kesembuhan, dsb dapat dikabulkan.

Jadi tujuan meminta berkat, mujizat, kesembuhan, dsb adalah tetap kepada YHWH, bukan kepada orang Kudus namun orang Kudus hanya diijinkan untuk mendoakan manusia kepada YHWH, bukan sebagai tujuan akhir dari berbagai permintaan yang merepotkan orang Kudus.

  1. Betul, ini sebenarnya peringkasan dari liturgi jemaat mula-mula dimana jemaat sebelum memasuki ruang ibadah harus melakukan pembasuhan tangan dibejana pembasuhan, sedangkan wudhu versi Islam pun meniru liturgi Yudaisme dan Yudeo-Christianoi.

  2. Betul, ini merupakan penghormatan kepada altar, sebagaimana layaknya Yudaisme yang betul-betul hormat & “takut” kepada altar YHWH dan juga liturgi Kristen mula-mula yang menganggap bahwa altarnya adalah sakral dan ada kehadiran ROH KUDUS.

Saya berharap umat Katolik yang awam mengerti dan mau sedikit kritis sehingga memahami makna liturgi yang dilakukannya, dan ketika ditanya, janganlah dijawab ya udah memang dari sononya, wajar khan pihak lain jadi mengerutkan dahinya ??? He He He…

Shalom aleikhem beshem Yeshua ha Masiakh.