Beberapa orang kristen lebih ber-iman kepada gerejanya, dari pada kepada Yesus.

Pernyataan topik diatas saya ambil pelajaran dari Forumkristen disini.

Kalau ada topik, yang merupakan ucapan dari Yesus sendiri, bahkan pernyataan Yesus itu sudah dimeteraikan oleh Allah Bapa, ternyata di Forum disini tidak ada satu orangpun yang menanggapi, dengan kata lain mereka sama sekali tidak tertarik dengan ayat tsb.

Akan tetapi sebaliknya, kalau ada topik yang menyangkut persoalan dengan adanya perbedaan antara gereja yang satu dengan gereja yang lain, mereka langsung saja terbangun dan menanggapinya dengan serius.
Isi diskusi, lebih dari 80% adalah pelecehan satu terhadap yang lain, saling menyombongkan dirinya seolah-olah merasa dirinya sudah pakar dalam Alkitab dan merendahkan lawannya.

Dari tulisan diatas, dapat saya simpulkan, bahwa mereka agaknya lebih beriman kepada gerejanya masing-masing daripada terhadap Yesus, sehingga gerejanya disinggung sedikit saja, sudah mati-matian dibela, sedang diskusi langsung mengenai Yesus sama sekali tidak ada yang tertarik.

nyimak dulu yah mbah… :smiley:

saya kira ini memang fenomena masa kini mbah sam, sama seperti fanboy apple dan fanboy android :azn:

wakakakaka…
:2funny:

hmmm… :happy0062: Setiap orang memiliki pemahaman sendiri-sendiri yang biasanya terbatas pada apa yang telah disampaikan oleh rohaniawan masing-masing yang membawa pemahaman terkotak-kotak oleh pengajarnya secara turun-temurun di sekolah theologianya dulu. Makanya, pada sensi kalo ada yang nyindir… Soal ajaran/ pemahaman kitab suci, jujur ajah belum semuanya saya paham. :ashamed0002: Jadi, lebih baik saya nyimak saja. Ato, disisi lain saya setuju dengan pandangan yang disampaikan. So, saya tidak komeng apapun. Begitu mbah… :coolsmiley:

Sifat manusia yang dikenal dengan istilah Homo Homini Socio maka kecenderungannya adalah membentuk sebuah kelompok atau komunitas, selain itu juga manusia disebut Homo Homini Lupus maka ia juga adalah serigala-serigala yang egois dan membentuk kelompok dan golongan untuk berkelahi satu dengan yang lainnya.

Itu sifat natural manusia yang dikenali sejak lampau sejak kebangkitan filsasfat. Karena itulah manusia membenci orang berbeda agama dan membela agamanya, membenci orang berbeda suku dan membela sukunya, membenci orang berbeda ras dan membela rasnya dan sampai perbedaan golongan-golongan dalam agama sekalipun dan bahkan antar keluarga masing-masing saling menerkam seperti serigala.

Kecintaan mereka terhadap dirinya dan kelompok sosialnya itu merupakan pemicu lahirnya keributan diseluruh muka bumi ini. Yesus datang kedunia mengajarkan tentang kasih, diatas persembahan. Tetapi manusia lebih menyukai persembahan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kelompoknya dari pada belas kasihan.

Gereja dan orang kristen adalah sekumpulan manusia yang memiliki sifat natural tesebut, dan mereka berbuat sesuatu sesuai dengan sifat naturalnya dan dipancing, didorong dan dibakar lewat sifat-sifat naturalnya juga. Hanya mereka yang benar-benar telah dimerdekakan oleh Kristus sajalah yang telah lepas dari semuanya itu. Apakah itu saya atau anda? Masing-masing memeriksa dirinya sendiri dihadapan Allah dan memberi pertanggung jawaban sendiri-sendiri.

Sejarah telah mencatat penguasa memakai emosi keagamaan dan golongan untuk perang, untuk membakar semangat mereka bahkan mereka rela mengorbankan segalanya demi emosi tersebut. Masikah kita tidak belajar dari sejarah? Bahkan disebelah kita, tatangga kita, jelas didepan mata orang-orang yang dimanupulasi lewat sifat alaminya untuk melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan jika masih berfikiran waras.

Mumpung ada tulisan ini, saya juga mau ikutan posting.

Dahulu di awal saya bergabung ke Gereja, saya sangat sensitif thd kritik yg dtujukan pd gereja saya.
Saya pun senang mengkritik doktrin/ajaran yg menurut saya (dan gereja saya) salah.

Skarang saya masih tetap berjemaat di gereja yang sama dan saya mengasihi gereja tsb,
Tetapi setelah saya membaca Alkitab maka saya melihat bhw sampai saat ini semua gereja memiliki kekurangan.

Ada yg suasananya mbosankan, ada yg pengajarannya kurang mendalam, ada jg yg pengajarannya salah, ada yg charity-nya kurang, ada yg sangat menekankan kewajiban-kewajiban, ada yg terlalu banyak bicara soal materi, ada yg suka kemiskinan, ada yg menolak karunia Roh, ada yg menekankan karunia Roh, ada yg ngajar begini, ada yg ngajar begitu dan semuanya ada dasar Alkitabnya, ada yg asal-usulnya jelas, ada yg asal-usulnya tidak jelas, belum lagi ditambah rohaniwan dan jemaat yg kelakuannya menjadi batu sandungan.

Semua masing-masing punya kelemahan.

Saya tau bahwa bukan ini blue-print dari Tuhan Yesus, tp secara faktual yang jadi beginilah wajah Gereja.

Namun bgitu,
Gereja btapapun ada kelemahannya tetaplah TubuhNya.
Saudara tua, saudara muda adalah TubuhNya.

Saya blajar mhormati Dia yg empunya Gereja dan berusaha tidak menyerang denominasi.
Saya berusaha membedakan antara kebenaran fundamental dengan variasi tafsiran yg tidak fundamental.

Saya punya pengharapan kelak Gereja akan bicara bahasa yang sama, maka investasi saya skarang adalah berusaha menunjukkan titik persamaan dari pnafsiran yg bbeda.

Yang anda katakan itu benar, 100% saya setuju.

Disinilah letaknya, mengapa pembahasan mengenai Kitab Suci dan Yesus yang sama tidak pernah berjalan dengan mulus, selalu terjadi pertentangan dan pertengkaran masing-masing membela gerejanya.

Sehingga seolah-olah mereka lebih beriman kepada gerejanya daripada beriman kepada Yesus.

Beberapa orang Kristen lebih ber-iman kepada gerejanya, dari pada kepada Yesus.

Itu masalah terbesar dalam gereja masa sekarang.

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22:37-39)

Tetapi orang malah lebih mengasihi gerejanya daripada sesamanya.

Kesukaan orang dapat dilihat dalam cara orang membelanjakan uang. Demikian, tidak sedikit orang yang terjebak karena kesukaan / hobi yang memerlukan uang tidak sedikit.

Demikianlah juga dalam gereja. Hampir semua orang ikut memberi persembahan, dan ada yang memberi uang yang tidak sedikit, tetapi sedikitlah orang yang rela membantu sesamanya yang dalam kekurangan, sehingga dalam gereja dilihat perbedaan antara orang kaya dan orang miskin yang sama besar, kalau tidak lebih besar, daripada yang dilihat di luar gereja. Misalnya ada orang yang mampu ikut perjalanan 3 minggu ke tanah suci, sedangkan ada orang yang tidak mampu bayar transportasi sampai lapangan terbang, dan orang terakhir ini yang dihina dalam gereja.

Demikian juga, selain dari masalah uang, ada orang yang membantu dalam gereja, tetapi waktu di luar gereja, tidak mau membantu sesamanya, bahkan dalam hal sekecil membantu dalam transportasi ke gereja, dan orang yang suka membantu justru adalah orang yang tidak mampu itu…

Saya pernah membaca kisah seorang yang dicuri tas tangannya, kaget mengetahui bahwa amplop sumbangan yang telah disiapkan dalam tasnya dikirim ke gerejanya oleh pencuri. Pencuri itu tidak mau mencuri Allah, jadi kirim amplop ke gereja, namun mencuri orang, tidak tahu bahwa mencuri orang sama dengan mencuri Allah…

Tidak percuma ada tertulis:

“Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”
(Matius 25:41-46)

Yaach itulah kenyataannya mbah… :’(
pertanyaannya adalah "Lalu bagaimanakah sebaiknya kita menyikapinya ?? :slight_smile:

Salam

karena manusia cenderung mementingkan kepentingan golongan, maka kembali ke alkitab saja, eh banyak yang bakal ga setuju yah…

klo kembali ke alkitab sih mustinya tidak ada pengkotak-kotakan tubuh Kristus dalam bentuk denominasi,pemimpin/penatua di masing2 gereja pada mau ga?

Anda benar, seharusnya didalam berdiskusi kita harus murni membahas Alkitab, mencari kebenaran yang dimaksud Yesus.
Kenyataannya didalam berdiskusi di Forum disini, masing-masing orang membawa kebenaran denomnya, lalu mencomot ayat-ayat disana-sini untuk mencari dukungan pembenaran dirinya.
Akibatnya debat kusir, masing-masing tidak mau mengalah pokoknya "Right or wrong my church ", sehingga pembahasan Alkitab tidak membawa hasil apa-apa, hanya pertengkaran dan saling mengejek.

Kembali ke Topiknya, kita masing-masing bertanya:
Apakah aku beriman kepada gereja-ku atau beriman kepada Yesus !
Didalam berdiskusi disini, aku mencari kebenaran gerejaku atau kebenaran Yesus !
Kalau kita mau mencari kebenaran Yesus, seperti yang sdr jegan katakan itu benar, kita masing-masing harus berani keluar dari kotak-kotak denom kita masing-masing.

Membahas Alkitab artinya Back To Bible (BTB), membahas Firman Tuhan yg tertulis di Alkitab = Sola Scriptura … yg SATU ini saja banyak para Penafsir Semau Gue ikutan jualan di Kaki Lima dengan Loudspeaker Mega Watt tanpa Rasa Malu ber Cuap2 Ria.
Padahal Rasul Petrus JAUH2 HARI sudah mednasehatkan untuk jangan jadi Penafsir Semau Gue dalam suratnya :
2 Petrus 1 :
20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,
21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

[u][b]Kenyataannya[/b][/u] didalam berdiskusi di Forum disini, masing-masing orang membawa [b]kebenaran denomnya[/b], lalu mencomot ayat-ayat disana-sini untuk mencari [b]dukungan pembenaran dirinya.[/b]
Makanya TEMBAK SAJA langsung ke [b]pembenaran dirinya.[/b] :character0110: sambil dijelaskan dimana letak SALAHNYA dari Cuap2 nya itu !
Akibatnya debat kusir, masing-masing tidak mau mengalah pokoknya "Right or wrong my church ", sehingga pembahasan Alkitab tidak membawa hasil apa-apa, hanya pertengkaran dan saling mengejek.
Itulah SIKAP yg lebih[u][b] mendahulukan MULUTNYA[/b][/u] lewat tulisannya dibandingkan Telinganya dan matanya . Padahal Mata dan Telinga itu ada 2 sedangkan Mulut cuma ada SATU DOANG dengan "Lidah tak bertulang" didalamnya. [b]Amsal Sulaiman :[/b] Barangsiapa mampu mengendalikan lidahnya, adalah [b]BIJAK [/b]!
Kembali ke Topiknya, kita masing-masing bertanya: Apakah aku beriman kepada [b]gereja[/b]-ku atau beriman kepada Yesus !
[u][b]Gereja=Eklesia[/b][/u] adalah orang2 yg dipilih Tuhan Yesus dari suatu Kelompok yg tak mengenal-Nya lalu diisi, diajar,dikirim kembali ke Kedlompok lamanya untuk memberitahukan[b] KABAR BAIK tentang Keselamatan dari-Nya = INJIL.[/b] Sayangnya saat [b]"diCharge"[/b] ada Stroom Ajaran Manusia masuk didalamnya maka GAK HERAN bila [u][b]Jauh2 Har[/b][/u]i Tuhan Yesus mengecam SITUASI "kemasukan Ajaran Manusianya itu" terkadang [u][b]LEBIH DIUTAMAKAN[/b][/u] d/p [b][b]Firman Tuhannya ![/b][/b]

Markus 7 :
6 Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
8 Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia (yg tidak tertulis dalam Alkitab).”
9 Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. :mad0261: :’(
10 Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.11 Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban–yaitu persembahan kepada Allah–, 12 maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya. 13 Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan.”
Bersambung …

Sambungan …

Didalam berdiskusi disini, aku mencari kebenaran gerejaku atau kebenaran Yesus !
Kalau [u][b]TANPA[/b][/u] [b]Ajaran Manusia[/b] didalamnya, SEBENARNYA : [b]Kebenaran gereja = kebenaran Yesus ![/b] :coolsmiley: :happy0062:
Kalau kita mau mencari kebenaran Yesus, seperti yang sdr jegan katakan itu benar, kita masing-masing harus [u][b]berani keluar [/b][/u]dari [b]kotak-kotak denom[/b] kita masing-masing. :afro: ;D
ASAL SIAP SAJA [b]si DESERTIR DENOM itu[/b] menjadi [u][b]SASARAN TEMBAK[/b][/u] [b]seluruh denom yg ada[/b] ! :cheesy: :happy0025: [u][b]Beranikah dan Siapkah[/b][/u] anda untuk itu , Bro and Sis ? :coolsmiley: :happy0062: :mad0261:

Benar,
Setuju sekali. Baiknya kita benar-benar murni membahas alkitab. Jadi gak ada lagi pembelaan terhadap sebuah ajaran hanya karena “Ini dicetuskan oleh Bapak gereja saya yang merupakan penerus ke sekian dari murid-murid Yesus langsung. Karenanya paling sah dan paling orisinil”.

Sumber dari internet.
Sabtu 15 Maret 2014
13 Jumadil awal 1435
PENDETA OPERASI KHUSUS KINI TELAH ISLAM!
Tadinya saya ragu untuk menuliskan kisah ini, karena saya takut terjebak dalam rasa dan sifat riya… Tetapi setelah membaca posting Kisah Kesaksian 4 Orang Gembala yang kembali ke agamanya masing-masing yang diposting di Yesus.net dan Kebenaran.net , ini merupakan sebuah pengungkapan secara jujur berani atas praktek rohani Gereja yang sebenarnya rahasia tidak diketahui oleh banyak pihak termasuk umat Kristiani sendiri.
Karena saya melihat ada upaya penyangkalan kebenaran oleh kalangan-kalangan tertentu umat Kristiani di forum diskusi agama tersebut. Demi tegaknya kebenaran agar semakin banyak domba-domba maupun gembala-gembala Kristus yang bisa menemukan jalan kebenaran Ilahi sesungguhnya, maka saya beranikan diri menulis menuturkan kisah sejati ini.
Saya berharap para domba gembala Kristus yang membaca kisah ini memahami menghayati pengalaman rohani saya ini, agar bisa menemukan kebenaran Ilahi yang sejati, Jalan Tuhan yang benar tidak sesat.
Oleh karena itu demi penghargaan kepada umat Kristiani dan umat Islam, saya tidak mengutip satu ayatpun dari Alkitab dan Al-Qur’an. Kesaksian ini betul-betul ungkapan hati dan jiwa saya.
Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama saya PAULUS F. TENGKER, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama dan direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi Gembala Tuhan.
Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan [eraser]- Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salahsatu kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, banyak Gereja megah berdiri di tengah kota dan pekabaran gembira Cinta Kasih Tuhan Yesus mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik.
Selama kuliah saya juga bekerja part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehemia dan Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan sepertinya sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang hebat untuk mereka. Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: “Hamba Tuhan yang kembali, mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen” dsb. Kisah-kisah kesaksian palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur’an dan Hadist, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu, ijazah palsu dan foto-foto palsu, untuk
Bersambung…

memberi kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan!. Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-Qur’an yang akan dipakai untuk menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili dan berusaha membantah kami.
Beberapa kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad itu ada, tetapi mereka tidaklah sehebat kisah kesaksiannya, jika disebut mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal dan para preman tak beragama, orang desa yang berKTP Islam tapi berbudaya animisme didesa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya Sukabumi dan Blitar).
Bahkan saya sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata seumur-hidupnya hampir tak pernah shalat & mengetahui ajaran Islam yang paling dasar.tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat dan canggih. Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya.
Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat kuliah dan akhirnya saya dinobatkan sebagai pendeta muda. Karena keahlian saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli tafsir Al- Qur’an, Hadist dan buku-buku Islam untuk mencari kelemahan- kelemahan nya. Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen.
Bahkan saya juga pernah berpura-pura belajar mengaji dan mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji ke rumah dinas saya, saya belajar ngaji hingga 1 tahun lebih dan Ustad itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan bisa mengaji dan hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam.
Saya pun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam yang bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam di seantero kota Surabaya, kami wartakan injil kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal dan kaum gay. Yang kami target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks independent, para pengunjung diskotek dan kafe yang menyambi, baik itu gadis belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi dan pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami target, biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para penginjil yang aktif di sini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau citra Gereja rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil di tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak mengunakan seragam resmi, mereka
berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik dan kafe.
Bersambung…

Selain itu juga para penginjil Gembala Tuhan di Malam Hari juga aktif dalam jaringan pengedaran narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat dan butuh pertolongan kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkul pun, kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl. 11 Maret 2001, di sana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran dan mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat di Jakarta & sulit diberantas. Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung dan mafianya bekerja sama begitu rapi.
Tapi ada yang kurang dari cerita itu dan ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan dan sindikat narkoba! Berbeda dengan para mafia dan Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring domba Kristus baru dan menyesatkan generasi muda Islam!
Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala Tuhan pun banyak yang memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para Gembala Tuhan bisa tampil percaya diri dan kami sangat yakin, bahwa kondisi fly dan sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!. Kisah Kesaksian yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya, saya pun tahu persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar Besar Narkoba di Surabaya.
Bahkan beberapa Bandar Besar itu adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka. Selain menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada Gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan dan untuk diedarkan guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai ectassy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan dari luar kota. Kami pun biasa ketemu dan ngobrol-ngobrol di beberapa pub malam terkenal yang pasti dikunjungi para Pelayan & Gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe dan Top Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni (yang mantan Mubaligh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang dan Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut.
Kami bahkan pernah melakukan pembaptisan beberapa pekerja seks di private room salah satu pub terkenal itu sambil tripping!!, setelah itu kami dan datang dan dengan mereka, dan mandi suci bersama dan istilahnya. Kalau masalah skandal seks antara jemaat & pendeta atau penyanyi Gereja dan Gembalanya, saya tak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para Gembala Tuhan mengunjungi pub malam, pernah mereka di antaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi secara khusus.
Bersambung…

Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan dan para pekerja malam. Seperti diuraikan di awal kisah nyata ini. Sayalah terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka di acara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja!
Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu dan berbagai penyakit lainnya, lalu pura-pura disembuhkan para pengkhotbah dan jemaatpun akan histeris dan percaya itu mukjizat. Kami pun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di tempat-tempat keramat dan angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang di luar kendali dan skenario betul- betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?
Biasanya para penginjil malamlah yang bertugas untuk menahan orang-orang yang di luar skenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar gugus kendali komando kami. Bagi umat Kristiani atau para Gembala dan pelayan Tuhanpun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut dan sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: SEMUA ITU BENAR-BENAR TERJADI!. Selain 4 mantan gembala itu, sayalah juga saksi hidup lainnya.
Kisah Saya masuk islam
benqol rahmati
Bandung, Indonesia