beberapa pertanyaan dan penasaran

  1. ada orang kristen yang rumahnya sering kemalingan. suatu hari ada teman datang ke rumahnya, sewaktu bertamu, ternyata dia mengatakan kalau rumah orang kristen ini ada "penunggu"nya dan dia bisa melihat "penunggu"nya. si orang kristen ini merasa tidak ada gangguan roh jahat selama tinggal di rumah itu. kemudian orang kristen ini menceritakan ke orang2 di sekitar rumah kalau menurut paranormal, rumahnya ada "penunggu"nya, dan sejak saat itu rumahnya tidak pernah lagi kemalingan lagi.
    apakah ini termasuk tindakan cerdik (tapi dibenarkan menurut Tuhan) atau termasuk tindakan tidak percaya Tuhan dengan mengusir maling2 menggunakan isu “penunggu” rumah?
  2. saya, entah kenapa, akhir2 ini merasa ada sesuatu di hati saya yang mendorong saya untuk mencari gereja2 yang sederhana dan bukan diisi jemaat2 yang kaya untuk ibadah. entah bagaimana, ketika saya bertemu dengan beberapa teman2 saya ada juga merasakan dorongan yang sama dalam kurun waktu yang mungkin bersamaan. saya jadi penasaran, kenapa bro dan sis seiman ke gereja sekarang tempat bro dan sis berjemaat? apakah karena dorongan Roh Kudus atau liat visi dan misinya atau apa? cuma ingin tau apakah ada pengalaman yang sama dengan saya yang merasakan dorongan untuk pindah gereja.
  3. saya dengar dari orang2 tentang gereja yang jemaatnya banyak (tiap ibadah minggu selalu penuh) tapi tiap buat program untuk gereja sering gagal (hanya sedikit yang datang) atau buat suatu bisnis untuk menambah kas gereja selalu tidak berhasil alias rugi. orang2 mulai meragukan tentang “kebenaran” gereja ini karena kok sering gagal dan rugi bisnisnya. apakah suatu gereja benar didasarkan pada berhasil atau tidaknya program dan bisnis gerejanya?
  4. beberapa tahun lalu saya ikut seminar tentang hubungan game online dan iblis di gereja, dikatakan kuasa iblis yang buat anak2 kecanduan game online. kemudian saya datang ke seminar psikologi, di seminar itu dikatakan orang yang kecanduan game online itu dikarenakan keluarganya, beberapa penyebab paling banyak :
  • di keluarga tidak ada yang menghargai anak, kalau nilainya jelek dimarahi ,kalau nilainya bagus didiamkan saja. sedangkan di game online kalau mainnya bagus akan dapat hadiah atau poin kalau gagal akan game over.
  • di keluarga tidak dianggap. di keluarga orang tuanya punya anak emas atau lebih fokus ke hal2 selain keluarga, sehingga anak yang lain seperti tidak dianggap. kalau di game online anak itu bisa jadi pahlawan atau peran2 yang luar biasa.
  • kesepian di keluarga karena orang tuanya sibuk bekerja, saudaranya kursus macam2. sedangkan di game online banyak sekali orang2 yang bergabung, baik di dunia maya atau di warnet game online.
    tentu ada hal2 lain juga penyebabnya, tapi menurut penelitian, keluarga menjadi penyebab 3 besar anak kecanduan game online.
    menurut saudara saudari, mana yang benar?

trims.
Tuhan berkati

Saya juga pernah dengar “penunggu” mengusir maling.

Sebenarnya fokusnya adalah pilihan antara kemalingan atau diterimanya “penunggu” tersebut.
Sama seperti kejadian diluar kemalingan, disebuah perusahaan seorang karyawan dihadapkan kepada pilihan antara di-PHK atau atau menerima/menoleransi dosa didalam pekerjaannya. Seperti juga antara kehilangan teman atau menolak ikut dalam pergaulan “liar” dunia malam. Tawaran seperti itu akan selalu dihadapkan kepada umat Allah.

Saat Yesus berpuasa di padang gurun 40 hari, ia lapar dan menurut saya lapar sekali. Tawaran dari “penunggu” datang dan menawarkan makan agar tidak kelaparan yang menyiksa atau meneruskan puasa?

Pilihan yang dihadapi teman kamu adalah antara menjadikan mamon sebagai tuhan (takut kehilangan harta benda karena kemalingan) atau menjadikan Abba ya Bapa sebagai Tuhan (takut dan mentaati FirmanNya)?

Tuhan sanggup menjaga harta benda kita, didalam kitab Ayub disebutkan Allah memagari harta benda umatNya dan tanpa seijinNya maka yang fana yang kita milikipun tidak dapat dijamah oleh Iblis. Jika hal itu terjadi pada teman kamu, lihatlah bukankah ia sedang diuji oleh Allah untuk menentukan pilihannya???

Ikuti saja dorongan yang mendorong anda… Sebab seorang terkadang ditempatkan oleh Tuhan ketempat-tempat yang dimana kita disana dapat menjadi alatNya.

Penempatan oleh gereja adalah penugasan manusia didalam mengorganisasikan manusia berjemaat. Tetapi saat Tuhan menempatkan seseorang, maka Ia akan membuat anda merindukan dan akhirnya menemukan jalan dan mendapat dukungan. Selanjutnya bekerjalah seperti yang Ia kehendaki anda ditempat yang baru.

Jika anda menemukan orang dengan dorongan yang sama mungkin dia adalah rekan sekerja anda dalam menuntaskan tugas pelayanan dari Tuhan.

Saya menemukan teman yang sedorongan dan seiman dan saat kita jalani bersama ternyata kami bertemu dengan orang-orang dengan dorongan yang sama dan akhirnya kita membuat sebuah pesekutuan yang mewarnai dimana kita sehari-hari berada.

Dilain pihak teman saya satu pelayanan didorong Tuhan untuk keluar dari sinode dan pindah dan akhirnya hari ini mereka menjadi gembala sidang dan memberkati banyak orang sesuai dengan karunia yang diberikan oleh Roh Kudus.

Bergeraklah dan ikutilah Roh Kudus kemana anda dibawaNya, taat dan relakan diri anda untuk melayani.

Gereja adalah sebuah organisasi dan organisasi manapun memerlukan pengelolahan dan sukses atau gagalnya sebuah organisasi ditentukan oleh orang-orang yang mengelolahnya. Program gereja dapat sukses atau tidak ditentukan oleh kemampuan tiap personal yang mengelolah program-program tersebut, bukan sebagai pertanda disertai Allah atau bukan.

Sekumpulan orang Kristen yang sama sekali fasik (tidak mempedulikan Firman Tuhan), tetapi mereka adalah orang-orang yang menjadi pemimpin perusahaan, seorang yang memiliki movitasi diri yang bagus dan memiliki tekat yang kuat, program apa saja yang diserahkan atau diciptakan mereka atas nama gereja sekalipun akan sukses dan ramai dikunjungi orang. Sebab kemampuan mengkoordinasi dan berorganisasilah yang membuat sebuah program itu berjalan atau tidak.

Jika anda ingin mencari sesuatu yang disertai oleh Tuhan atau tidak, anda tidak dapat menilai sukses atau tidaknya program atau usaha mereka, tetapi dari kehidupan mereka seperti yang dikatakan oleh kitab suci, “dari buahnya kamu akan mengenali mereka” sebab kehidupan pribadi yang diperhatikan Allah bukan programnya.

Program adalah penunjang, tetapi pertobatan dan pertumbuhan jemaat ditentukan dari pelayanan pribadi demi pribadi, karena kita terhubung satu dengan lain bukan atar organisasi tetapi antar pribadi dan yang masuk dalam kerajaanNya bukan organisasi tetapi pribadi demi pribadi.

Semoga mencerahkan…

Keduanya benar.

Seorang akan kecanduan game online atau tidak ditentukan dari seberapa menarik game tersebut mempengaruhi emosi dan imajinasi pemainnya, semakin game itu dapat mengambil alih emosi dan imajinasinya, maka ia akan selalu akan berada “didalamnya”. Tidak semua orang dapat terpengaruh, hanya orang-orang dengan ciri tertentu yang akan kecanduan, dan bukan hanya karena kurang perhatian, tetapi juga dipengaruhi oleh rasa ingin tahu, kehidupan sosial (pergaulan) dan hormon. Kebanyakan yang kecanduan adalah remaja, sebab masa-masa remaja adalah masa yang labil dan ia ingin mencari jati dirinya, mencari tempat untuk aktualisasi diri dan ingin diterima oleh komunitas yang dapat menghargai dan menghormatinya.

Semua itu adalah natural…

Iblis memanfaatkan kelemahan manusia dan proses pendewasaan dari anak-anak menuju dewasa lewat proses yang disebut remaja dimana segalanya adalah labil dan dapat diterima dan diserap segera menjadi bagian dari hidupnya. Peran gereja seharusnya semakin besar saat mereka remaja untuk membimbing mereka menuju jalan yang benar sehingga melahirlan anak-anak yang tidak bermasalah dikemudian harinya.

Iblsi menyuguhkan game-game online bukan seperti sesuatu yang dasyat dan mistik, tetapi seperti halnya uang, demikian remaja akan menjadi gila game dan orang dewasa menjadi gila uang. Bukan hanya itu ketakutan manusia dengan gaya hidup juga Iblis sediakan menunya dengan gila penampilan, maka maraklah gym dan pusat pentukan tubuh yang isinya menyiksa diri dengan makanan sehat versi mereka, membuang waktu, dan menyakiti diri sendiri dengan beban olah raga yang berlebih, sampai terhanyut dalam kecanduan.

Jadi sebenarnya jangan diambil pusing…

Btw, US sedang melakukan riset untuk melihat dampak game kekerasan dengan kekerasan yang tejadi pada remaja ditahun 2013 ini atas perintah Obama, ujung-ujungnya diperkirakan akan ada regulasi tentang materi game.

saya coba menanggapi point 4…

Sebaiknya jangan hubungkan segala sesuatu dengan iblis… seminar2 yang diadakan dengan judul tersebut… menurut saya sih ada tujuan lain… sebab yang sebenarnya terjadi adalah…

Mengapa seorang anak lebih suka game online daripada kegiatan lain…

Sangat wajar jika siapapun orangnya dari anak2 sampai usia senja suka akan game… tujuannya bermacam2… ada yang mencari uang… menambah teman… mengisi waktu… hiburan…dan lain2…
Game sendiri dibuat bukan tercipta dengan sendirinya namun berkembang seiring dengan umur manusia di bumi… khususnya untuk anak2 … yang menjadi masalah adalah… kehilangan kendali dari orangtua untuk mengawasi anak2 mereka untuk membagi waktu dari beberapa aktifitas yang seharusnya dilakukan oleh anak2 mereka… karena peran orang tua sangat minim dalam keharmonisan rumah tangga… sehingga anak2 cenderung dimanjakan dengan uang… pada akhirnya seorang anak akan mencari hiburan yang mereka suka… contohnya dalam hal ini adalah game online… dimana teman2 mereka di dalam game bisa saling berinteraksi… dan itu tidak mereka dapatkan di dunia nyata… namun bila anak2 tersebut tidak diawasi… maka anak itu akan semakin betah di dalam dunia game tersebut di banding dunia nyata… ini yang berbahaya… sehingga jika mereka bermain tanpa pengetahuan yang cukup… kadang ada beberapa anak yang terpengaruh akan suatu imajinasi dalam game tersebut… sehingga ada kejadian seperti yang ada di jakarta… seorang anak membunuh teman nya dan ayah dari temannya… atau seorang anak demi masih ingin bermain di dalam game namun kehabisan uang… akhirnya mecuri…

Sekali lagi yang menjadi masalah bukanlah gamenya… contoh lagi yang diluar game… kejadian di amerika dimana seorang anak membawa senjata dan menembaki teman dan gurunya di sekolah… itu bukan karena game… namun dampaknya sama… mengapa demikian…??? sebab disana tidak ada kasih… hampir semua kejadian jika di selidiki sampai ke akarnya… jawabannya hanya satu… tidak ada kasih disana… tidak ada cahaya yang membimbing mereka… mereka semua mencari cahaya di dalam kegelapan namun yang mereka dapat adalah kegelapan yang semakin dalam… peran keluaraga, family, lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak… seorang anak membutuhkan bimbingan dan panutan…

Sekali lagi jangan salahkan pada game onlinenya … berkacalah pada diri sendiri… sebab iblis itu ada dalam bayangan cermin tersebut… sadarlah…

Semoga bermanfaat…
TUHAN YESUS memberkati…

Saya main WOW ga ada masalah tuh, ga kecanduan…game memang untuk hiburan, benar kata anda bro. Jangan selalu menyalahkan Iblis, memang sudah salah kok… :smiley:

ini bukan penunggunya yang mengusir maling (rumahnya tetap kemalingan terus meski ada yang mengatakan ada penunggunya), tapi dia menggunakan isu rumahnya ada penunggu untuk menakuti maling agar tidak lagi mencuri di rumahnya, dan isu itu berhasil membuat rumahnya tidak lagi kemalingan. pertamanya teman saya hanya berkata ke beberapa tetangga tentang perkataan temannya yang paranormal, isu itu berkembang di masyarakat jadi macam2, mulai dari penunggunya berwajah sangat seram dan jahat, hingga penunggunya adalah roh orang suci jaman dulu, dan sekali lagi, itu berhasil menakuti para maling.

sepaham sama si bro buat yang nomor 2, ane sih nanggepinnya begini

mungkin kita dipanggil Tuhan buat membantu gereja kecil, Tuhan memanggil apa yang cemar toh ?

jadi kalo ini udah rencananya, jalani saja, itung itung petualangan rohani, tambah pengalaman, dan variasi ibadah :slight_smile:

Tidak perlu di lapor2kan dengan maksud biar pencuri pada takut.

Di hati merasa nyaman dan damai sejahtera.

Tidak ada hubungannya.

Semua yang memikat, dapat membuat kecanduan. Untuk ada atau tidaknya campur tangan si Iblis, serahkan pada Tuhan. Untuk faktor keluarga bisa benar, bisa tidak tergantung masing2. Tapi biasanya faktor keluarga ada pengaruhnya baik sedikit atau banyak.

Artinya yang maling orang sekampung juga…

Kalau itu cuman cerdik aja, jangan dikaitkan dengan yang lain. Apakah benar atau salah. Menurut saya penyelesaian masalah dengan dusta akan melahirkan masalah. Kalau kebetulan beneran kata paranormal, tidak salah dikabarkan, tetapi lebih baik jika tetangga mendengar “penunggunya” kabur lantaran anak Tuhan yang tinggal disana.