Beda Pandangan Teologi

Rekan-rekan saya memperhatikan diskusi sejak awal saya ikut sekitar 3 tahun lalu… yang saya ingin sampaikan adalah:

  1. Berbeda pendapat tidak berdosa
  2. Berbeda pendapat tidak berarti perpecahan

Gunakan kedewasaan berpikir kritis untuk berdiskusi dengan sehat

Hanya tiga hal yang disepakati dalam Persekutuan Gereja Sedunia sebagai pemersatu

  1. Alkitab adalah Firman Tuhan
  2. Yesus Kristus adalah Tuhan
  3. Allah Tritunggal dikenal dalam nama Bapa, Yesus Kristus dan ROH KUDUS.

Iblis menggunakan celah perbedaan sebagai cara memecah belah… jadi jangan menjadikan perbedaan yang tidak esensi sebagai bahan perdebatan yang memecah belah…

Salam

Bro Satya, sudah lama tidak muncul ya.

Benar sekali, perbedaan bukan berarti PERPECAHAN, setuju sekali.

:afro: :cheesy:

Benar, “hanya” menghujat dan menghakimi saja :smiley:

Tepat…
mirip seperti postingan salah satu teman kita disini:

Janganlah MENGHAKIMI ORANG LAIN, tetapi yang boleh adalah MEMPERSOALKAN AJARANNYA…
ehehe…

Iya ibu, saya menyelesaikan pendidikan saya… :smiley:

Sering kali rekan-rekan menganggap yang berbeda adalah musuh, makanya saya menyampaikan keprihatinan saya… :’(

BETI antara Menghakimi dan mempersoalkan, keduanya rasanya akan menjadikan saudara kita yang lain menjadi obyek hukum.

Rasanya perlu dech belajar untuk menghindar fallacies dalam diskusi. Dari sana saya yakin kita akan semakin dewasa baik dalam pengetahuan maupun dalam tutur kata… :afro:

Gw setuju, kita liat aja banyak yang mengatakan bahwa gereja tertentu :

  • Sesat

  • Penyembah berhala

  • Mentuhankan manusia

  • Penipu

Apakah merupakan sekedar perbedaan? Atau merekalah sumber perpecahan yang datang dari si iblis pemecah?

Soalnya di forum ini kebanyakan yang terjadi bukan diskusi, melainkan dengan mengatasnamakan Firman Tuhan/Alkitab, banyak “tangan-tangan” (kotor) yang bertindak sebagai hakim yang ingin menghakimi, dengan dalih kasih terhadap sesama yang tersesat/meluruskan/mempertobatkan.

Kebanyakan dari mereka bukan berniat berdiskusi, melainkan ingin menjadi guru, pengajar & penyebar fitnah.
:mad0261:

[email protected]

Untuk 2 poin teratas…mengenai : “” tidak berdosa dan tidak berarti perpecahan “”…??
Sebetulnya di poin-poin itulah , dimana zaman setelah Tuhan Yesus NAIK KE SORGA…SI IBLIS BANYAK BERMAIN -MAIN DISITU UNTUK MEMANIPULASI POLA PIKIR UMAT PERCAYA…Karena dianggap oleh manusia yang sudah berpengetahuan Alkitab ( sudah dapat membaca Alkitab )…konteks tsb terlindungi dan terjaga dan dianggap zona aman. Padahal disitulah kerawanan terjadi sehingga sering iblis mendapat umpan / celah untuk mengadu domba antar umat percaya. Dan kebanyakan berhasil…Sehingga akhirnya ayat untuk Menghakimi pun dianggap tabu untuk dipakai…?? Padahal itulah guna ayat untuk mengakimi…!!! Jika manusia terperangkap pada ke 2 konteks diatas.

Namun jika pun ada perbedaan yang sifatnya essensi…?? sudah pasti perbedaan tsb dapat terlihat jelas, bahwa pandangan yang satunya sudah pasti berporos pada 3 poin kedua yang anda sampaikan, sedangkan pandangan lain tidak berporos pada ke 3 poin tsb. Sehingga disitu juga iblis dapat bermain-main, untuk mencelakakan iman percaya KITA.

Salam GBU.

Itu makanya bro, saya mengajak kita semua yang sudah mengerti untuk tidak menjadi KOMPOR untuk perbedaan yang didiskusikan… tetapi mencoba untuk mengarahkannya guna kesatuan Tubuh Kristus.

Salam persatuan

Ehehe…

Kalau Penyakit Manusia yang tidak akan bisa dihilangkan adalah: Pelacuran,

maka Ilmu Pengetahuan yang tidak akan bisa dihilangkan adalah: Marketing / Salesmanship…

Sampai-sampai imannya sendiri-pun di promosikan sedemikian rupa agar orang lain kagum atau menyepakati bahwa seolah-olah orang itu saleh, bijaksana, ahli kitab, calon penghuni sorga, dll…

Itulah bukti kebesaran Tuhan yang telah menciptakan Ilmu Marketing… sip…

Terus kulo kedah matur WOW ngoten?

sekali lagi, kulo masih tidak mengerti bagaimana postingan jenengan bisa membantu diskusi ini ke arah yang membangun… tolong dijelaskan…

Mas bukan,
Sekali lagi… jangan lupa sambil koprol lho…

ah panjenengan bisa aja… pura-pura belum ngerti… ehehe…
gini lho mas… gampang & sederhana aja kok…

  1. Yang sering disebut “Perbedaan Pandangan Teologi” itu amat berbahaya karena Keterbatasan Kita sebagai Manusia yang amat tak sempurna…

  2. Manusia yg terbatas ini Sangat Mudah TERJEBAK dalam rasa Egoisme Pribadi dan Nafsu Duniawi akan rasa Puas, Bangga, dan Mau Menang.

  3. Maka, ilmu dan pendapat tentang BerTuhan itu, oleh manusia yang seringkali scr sub-conscious sudah terbawa oleh nafsu & egoisme, berubah menjadi mem-BAJAK Nama Tuhan dan melakukan REKAYASA Firman Tuhan, yg bertujuan supaya:
    a. Orang Lain menyepakati & menyetujui bahwa Pendapat / Interpretasi-nya lah yang paling menyerupai firman Tuhan aslinya
    b. Merasa Puas, Bangga, atau bahagia, karena sudah kelihatan Saleh & sudah merasa on-the-right track to heaven, karena seolah-olah sudah mampu mengerti persis maksud Firman Tuhan sebijaksana Tuhan sendiri.
    c. Bagi yg berkepentingan → lumayan kan nambah omzet, kalau dapat domba baru atau kerennya “ada jiwa baru yang terselamatkan” ehehe…

  4. Dengan kita selalu menyadari kekurangan & nafsu duniawi yang sering menjebak kita, maka perlu untuk selalu bersikap RENDAH HATI dalam arti sesungguhnya, serta MAWAS DIRI yg esensial, agar kita tidak jadi sombong rohani itu tadi.

  5. Pada akhirnya, kerendahan hati & kemawasan diri, disertai IMPLEMENTASI NYATA dalam praktik kehidupan keseharian, insyaalah akan membuat lingkungan & komunitas sekitar kita menjadi lebih baik.
    Perkara itu masuk surga atau kagak… wah penilaian itu diluar jangkauan manusia siapapun… jadi tidak perlu deh coba-coba sok mau bisa paham kriteria penilaiannya… biarin aja…

sampun mas… monggo…

Setuju,
berbeda-beda tapi tetap satu. Bhineka tunggal ika.

Tidak semua Ayat dalam Alkitab Adalah Firman tuhan
(karena ada juga Firman firman tokoh, hasil pemikiran tokoh alkitab, silsilah, dan ilusi/ mimpi )

GBU

Apakah anda berpikir bahwa Firman Allah jatuh dari langit, tanpa campur keterlibatan manusia sama sekali?
Saya yakin bahwa Allah menggunakan manusia untuk berbicara dengan manusia, itu yang disebut suara kenabian, dimana Allah bersabda melalui orang-orang pilihanNya.

mohon pikirkan 2 Petrus 1:20-21…

Saya percaya Dia masih bersabda sampai sekarang, namun apa yang ada pada kita saat ini, ALKITAB, sudah cukup untuk menuntun kita percaya bahwa Yesus Kristus Anak Allah Juru Selamat.

Salam

Bagus, saya setuju sekali.

Benar, persamaan yang membuat kita merasa sebagai saudara seiman didalam Kristus.

Benar, jangan sampai kita dipecah belah hanya masalah perbedaan yang tidak esensi.

Pertanyaan: Bagaimana kalau ada perbedaan yang esensi diantara kita umat kristen ?

Contohnya bagaimana?

1 Korintus 11:19
Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.

Tuhan mengijinkan adanya perbedaan, tentu ada makna dan tujuan Allah.

  • makna supaya dapat diuji , mana yang benar dan tahan uji.
  • tujuan Allah, supaya saling perhatikan.
    1 Korintus 12:25
    supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

    Sesuatu yang paradoks tetapi saling melengkapi.

Sepihak diijinkan perpecahan, supaya dapat diuji.

Sepihak jangan ada perpecahan, supaya saling memperhatikan.

Setuju… namun sebenarnya dalam 11:19 bukan kata perpecahan yang digunakan tetapi kata perbedaan… cf NIV

19 No doubt there have to be differences among you to show which of you have God’s approval.

http://biblehub.com/text/1_corinthians/11-19.htm

KJ lebih jelas dan lebih dekat ke bahasa Yunaninya,

1 Corinthians 11:19 Greek Study Bible (Apostolic / Interlinear)
δεῖ γὰρ καὶ αἱρέσεις ἐν ὑμῖν εἶναι, ἵνα καὶ οἱ δόκιμοι φανεροὶ γένωνται ἐν ὑμῖν.

KJV with Strong’s
For there must be also heresies among you that they which are approved may be made manifest among you