Belajar dari Kentut

Suatu hari seorang rekan kerja saya terlihat murung dan lesu, padahal dia orangnya sangat periang dan bersemangat. Lalu saya tanyakan kepada dia apa yang telah terjadi. Dia menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada suatu hal apapun yang terjadi, namun karena dia teringat dengan masa lalu yang menyedihkan sehingga membuat dia menjadi bersedih, takut, dan ragu dengan masa depannya. Setelah berbincang-bincang sebentar, akhirnya ia pun mau membuka diri. Ia memikirkan tentang pasangan hidupnya. Saat ini di statusnya yang masih single, ia sedang dalam kondisi yang sebenarnya bagus, ia dekat dengan seorang pria yang sangat sayang dengannya. Namun, justru karena itu dia menjadi takut, karena ia pernah disakiti oleh pacarnya di masa lalu sehingga membuat ia tidak berani melangkah lebih jauh lagi bersama pria yang mendekati dia saat ini. Dia takut hal yang serupa akan terjadi, dia membatasi dirinya, dan dia menjadi takut untuk melangkah ke depan. Kenangan pahit di masa lalu itu sekan-akan selalu menghantui dia dan menjadi beban bagi dia untuk melangkah ke depan.
Saya mengatakan kepada dia bahwa kenangan pahit itu seperti kentut. Satu detik setelah kita kentut, kita tidak lagi mencari-cari baunya, namun sebisa mungkin kita menghilangkan baunya dengan dikibas-kibas karena kita tau kalau baunya itu tidak sedap. Kenangan pahit itu sama seperti kentut, sewaktu kita mengingat kenangan pahit, itu seolah-olah kita sedang mencari bau kentut yang telah kita keluarkan dan kita nikmati baunya. Jadi, jangan pernah kita selalu mengingat-ingat masa lalu terutama masa lalu yang dapat membuat masa depan kita menjadi terhalang. Kita sedang berjalan ke depan, bukan ke belakang atau mundur ke belakang, jadi hal-hal yang ada di belakang, jangan sampai menghalangi hal-hal yang di depan seumpama seekor ular yang sulit berjalan ke depan karena ekornya sendiri yang menutupi jalannya. Tuhan sedang merangcang masa depan kita yang oenuh damai dan penuh harapan (Yer 29:11). Jadi jangan sampai masa lalu kita menghalangi rencana Tuhan atas kita di masa depan.

Yes 43:18-19: firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.

PERTAMAX gan :afro: