Belajar patuh kepada Tuhan

Saya menghabiskan waktu dalam hidup saya dengan cara saya sendiri dan sering tidak patuh pada Tuhan. Saat itu saya berpikir bahwa saya akan bahagia saat mempunyai kebebasan untuk melakukan apapun juga dengan cara saya sendiri tapi kenyataannya hidup saya semakin berantakan.
Perhatikan bila kita tidak menurut pada rencana Tuhan dalam hidup kita, maka kita tidak pernah merasakan damai dan suka cita. kamu bisa bersenang2 dalam hidupmu tapi saya mempeajari bahwa bersenang2 dan bersuka cita adalah hal yg berbeda dan saya lebih memilih untuk bersuka cita daripada bersenang2, bedanya adalah pada saat kamu bersenang2 kamu melakukannya saat ini juga misalnya kamu bisa pergi ke mall dengan menghabiskan banyak uang dan mungkin kamu menikmati nya kemudian ketika kamu pulang semua itu berakhir dan kamu kehilangan kegembiraanmu.
Lihatlah iblis akan menggoda kita untuk memiliki kegembiraan sesaat, tapi setelah itu kita akan dijerat untuk melakukan hal2 yg tidak berkenan dihadapah Tuhan, misalnya bersenang2 dan berfoya2 itu mahal tapi suka cita itu gratis. Suka cita berasal dari hubungan kita dengan Tuhan. Ketika kita mematuhi firman Tuhan maka kita akan memiliki kedamaian dan suka cita yg berasal dari kedekatan kita kepada Tuhan.
Menemukan jalan menuju sukacita
Roma 8:1-2 mengatakan “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.” Jika kita ingin memiliki dan menikmati kebebasan yg Tuhan berikan dengan mengorbankan diriNya di kayu salib maka kita harus belajar bagaimana untuk patuh kepada Roh Tuhan. Salah satu cara untuk mengetahui apakah kita menuruti keinginan daging atau kehendak Tuhan adalah saat kita mengikuti keinginan daging kita tidak merasakan damai dan terus bergumul dengan masalah kita. Jika kamu ingin melakukan sesuatu tetapi kamu tidak merasa damai dalam melakukannya maka jangan lakukan itu. Contohnya, mungkin kamu ingin menikah. Tapi ketika kamu dan pacarmu mendasarkan hubunganmu kepada keinginan daging dan merasa yakin bahwa kalian harus menikah karena kemungkinan ini adalah kesempatan yg langkah maka kamu akan terjebak dalam penderitaan seumur hidup. Ini alasannya: Ketika kamu tidak bisa berpikir jernih maka kamu akan merasa gelisah dan ragu2 dalam mengambil keputusan…jangan putuskan saat itu juga! Sering kali kita mencari2 alasan untuk membenarkan keputusan yg akan kita ambil. Dalam contoh diatas alasanya bisa jadi “Dia orangnya baik, percaya pada Tuhan, memiliki pekerjaan yg baik, cakep, dan bertanggung jawab” Tapi walau sebaik apapun dia jika kamu tidak merasa damai saat kamu akan mengambil keputusan untuk menikahi pasanganmu maka jangan lakukan itu karena lebih baik kamu sendiri daripada menyesal dikemudian hari.
Keputusan yg sama harus diambil juga dalam hal memilih pekerjaan, memilih gereja, memilih tempat tinggal, dan mencari pasangan hidup.
Selalu ikuti kehendak Tuhan dalam hidupmu dan jangan takut berbuat salah.
Dalam hidup banyak orang suka terburu2 sehingga banyak kesalahan2 yg kita perbuat, kadang kita harus pelan2 dalam melakukan sesuatu agarv kita bisa melihat perbedaan antara keinginan daging dan kehendak Tuhan.
Apa yg kamu lakukan ketika kamu menyadari bahwa kamu melakukan kesalahan?
Jangan merasa malu untuk mencoba lagi karena kadang kamu melakukan sesuatu yg kamu pikir adalah kehendak Tuhan walaupun kenyataannya bukan, sebagai manusia biasa kadang kita tidak luput dari ksealahan dan tidak menurut pada Tuhan tetapi justru dengan cara begini kita bisa belajar untuk lebih peka kepada Tuhan. Kadang kamu perlu melangkah maju.
Ingatlah ketika kamu mengikuti pimpinanNya maka kamu akan memilki damai dan suka cita, bukannya perasaan bersalah dan terhukum. Dalam Kristus kita terbebas dari dosa dan hidup berkelimpahan, hidup dalam cuka cita dan damai. Yang harus kita lakukan hanya membiarkan hidup kita dipimpin Roh Allah.