Benarkah dalam Kekristenan tidak ada PAHALA?

Saya mau tanya sama bro n sis, benarkah pahala dalam Kekristenan itu sama dengan menerima mahkota bersama2 dengan Yesus Kristus memerintah di Kerajaan Seribu Tahun?
Mohon penjelasan… GBU! :slight_smile:

Yup, pahala ke kristenan adalah mahkota

tuhan yesus memberkati
Han

Ada kalangan tertentu yang menggunakan ayat berikut sebagai dasar adanya tingkatan pahala/upah di Sorga:
1 Korintus
3:12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
3:13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
3:14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.

Salam

Cukup menarik threadnya. Benar yang dikutip bro Kahlil, disitu dikatakan bahwa yang berbuat pahala akan memperoleh mahkota kelak di sorga. Beberapa ayat lain :

Mat 5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Mat 5:12 Bersukacita dan bergembiralah, [b]karena upahmu besar di sorga[/b], sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Luk 6:35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Tetapi ada beberapa perikop lain yang mengatakan reward dan punishment sekaligus :

Mat 25:14 [b]"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. [/b] Mat 25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

Mat 25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
Mat 25:17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.

Mat 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Mat 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Mat 25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

Mat 25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Ketiga hamba tentu semua adalah orang yang ikut/beriman kepada tuannya. Tapi hamba yang malas menunjukkan adanya iman yang mati (tanpa perbuatan mengembangkan talenta) =/= tanpa iman.

Masih di perikop yang sama :

Mat 25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Mat 25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? [b]Mat 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. [/b]

Mat 25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
Mat 25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;

Disitu juga ada reward dan punishment atas “pahala” yang kita perbuat dan tidak kita perbuat. Perikop ini diakhiri dengan penegasan :

Mat 25:45 [b]Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu [b]yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini[/b], kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. [/b] Mat 25:46 [b]Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."[/b]

Tanpa pahala, seseorang bisa masuk neraka. Kita dibenarkan oleh iman kepada KRISTUS, tapi iman itu bisa mati (=/= tanpa iman) dan mengantar kita ke neraka, berdasarkan ayat-ayat di atas. Bahkan di perikop lain ada orang-orang yang berteriak-teriak sudah bermuzizat dalam nama Tuhan, tetapi iman dan puji-pujian seperti itu kadang masih tidak cukup di mata Tuhan:

Mat 7:21 [b]Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. [/b] Mat 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Mat 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: [b]Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku[/b], kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Pahala tetap penting dalam Kekristenan. Di PB justru lebih kental anjuran berbuat sedekah kepada orang miskin dibandingkan persembahan ala perpuluhan seperti di PL.

Tapi pahala tersebut BUKAN inisiasi keselamatan (dengan pahala bisa mencapai keselamatan). Keselamatan pertama-tama di-inisiasi oleh penebusan KRISTUS, bukan oleh pahala. Tapi pahala ikut menentukan perjalanan iman seseorang sampai mencapai garis finish.

Shalom Aleikhem

Sependapat dengan Fantioz.

Syalom

ayat yg lain
Wahyu 22:12 "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

jadi perbuatanlah yg akan menentukan pahala sso.
pahala hanya diberikan kpd org yg masuk sorga.

ayat yg lain
ibrani 10: 34 Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya.
35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.
36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.
37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.

pahala juga dapat berkaitan dg kedudukan
Matius 5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

yup, ada pahala.

Jadi pahalanya berbentuk mahkota (saja) ?

:smiley:

karunia Allah adalah hidup kekal

Dapat mahkota dan ikut memerintah bersama Yesus di Kerajaan Seribu Tahun 'kan?

Yang diperintah siapa bro?

Thanks bro Bruce :). Persoalannya sekarang kita sering sudah merasa bahwa sudah melakukan hal-hal yang diminta Yesus di atas, misalnya melalui persembahan kita kepada gereja, kemudian gereja-lah yang melakukan semuanya. Apakah hal itu bisa dibenarkan? Ataukah kita sendiri dengan tangan sendiri harus melakukan hal-hal itu? Let’s opinion :slight_smile:

Fantz

Ini opinion saya ya bro.

Yang utama, dan paling penting memang kita menyerahkan persembahan kita kepada gereja. Karena gereja sudah memiliki jaringan untuk menyampaikan persembahan kita kepada pihak yang paling membutuhkan.

Tetapi, bila kita masih memiliki kelebihan, tidak ada salahnya kita memberi dengan tangan kita sendiri kepada mereka yang membutuhkan, bisa di lingkungan sendiri, bisa dari saudara seiman, bisa dari sesama lain iman. Yang penting persembahan itu diberikan dengan tulus dan tidak bertujuan untuk mengusung nama pribadi untuk kepentingan sendiri.

Si asal mangap kayaknya maha tahu, gereja punya jaringan untuk menyalurkan? apakah ia anggota majelis seluruh gereja di Indonesia?

Gereja anda mungkin cuma gereja abal-abal yang tempatnyapun kontrak bro, jadi ngga heran kalau ngga punya jarigan. Tetapi Gereja Katolik adalah jaringan gereja sedunia, ngga mungkin bisa anda mengerti kemampuan jarigannya.

Kalau komen coba jangan asal, lama lama saya koq jadi muak dengan anda ya, persis melihat binatang hina.

Lho, ini kok ada perang bin(a)tang di sini? binatang mulia menghina binatang hina? apa dia dari kasta brah mana? ada binatang teriak : “binatang!”

Thanks pendapatnya bro Bruce. That’s why mungkin ini perlunya publikasi kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh gereja-gereja. Bukan niat pamer, apalagi berbangga dengan pahala. Tetapi juga sebagai control oleh umat. Selain fungsi control, umat yang mampu, dengan kelebihan talentanya, akan bisa tahu kalau ada kekurangan-kekurangan dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, dan akhirnya ikut membantu.

Saya setuju juga untuk melakukan langsung secara pribadi jika memang ada kesempatan, selain melalui persembahan gereja. Dengan melakukan secara pribadi akan ada pengalaman tersendiri dalam berbagi.

Shalom Aleikhem

Setuju bro.

Syalom

Yang diperintah ya Kristen2 halaman. Yg nggak lolos tahap seleksi, tapi masih tetap selamat. Istilahnya, jadi prajurit tapi nggak punya pangkat. Sudah diselamatkan, tapi masih perlu “disucikan” lagi. Di Kerajaan Seribu Tahun inilah tempat “penyucian” itu. Ini menurut Pengajaran Injil saya terima lho. Nggak tau kalo gereja lain.

Oh oke. thanks bro