benarkah kita bisa diselamatkan masuk ke surga?

saya mohon dengan sangat,jangan salah sangka ketika baca judul sayas.bukan saya bilang penyelamatan itu palsu/bohong.bukan.bukan.yg saya tekankan disini adalah kata “kita”

maksud saya,setahu saya ketika manusia meninggal rohnya akan dihakimi .

tetapi tubuh manusia itu tetap di kuburan sampai jadi tanah

pertanyaan saya sebenarnya, siapa yg jadi tubuh itu?apa jangan2 ketika mati,kita jadi tubuh yang mati itu,sementara kita ditinggal roh kita ke surga?

Saat seseorang mati:

Pengkhotbah 12:7
dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

saya punya ayat…

Yoh 6:63
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna…

mungkin rada mirip binatang yah? bahwa mereka (binatang tersebut) dkategorikan sebgai daging saja. Apa jadinya bila mereka bisa berbicara dan mengungkapkan perasaaan mereka dan jiwa mereka…

saat kita mau membuang sampah, tiba2 ada yang nyeletuk (sang tikus got): “jangan membuang sampah sembarangan donk, pake perasaan donk, saya menjadi tak punya tempat tinggal karena selokan selalu banjir dan mampet, kalau turun hujan.”

atau kutu diata kepala orang yang berkutu yang selalu komplein, karena kita keramas mulu pake shampoo, sambil ngomong: “yah elah bos, kerjaanmu membunuh mulu, kemarin adikku, pagi ini keponakanku, sekarang ibuku, gimana kalau itu terjadi padamu?, mikir donk mikiir…” ;D

1Kor 15:44
Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.

pada saat kebangkitan kita diberi tubuh rohaniah, dan tubuh rohaniah ini juga yang akan dihakimi, sehingga, jika tangan yang sebagai obyek yang mewakilkan kegiatan jahat akan mewakilkan semua tubuhnya dilemparkan keneraka.

Mat 5:30
Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

Yohanes 6:63
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Kalau masalah tubuh jasmani, ketika seseorang sudah meninggal, maka itu tidak ada hubungannya lagi. Tubuh jasmani akan membusuk, namun roh itu sifatnya kekal.

Ibrani 9:27
Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

Intinya kalau seseorang meninggal maka dia dihakimi.

Oh ya, sekalian saya beritahu perbedaan ajaran Kristen Protestan dengan Katolik berkaitan dengan hal ini.

Ajaran Kristen Protestan :

Orang meninggal >> Firdaus (Surga)


Ajaran Katolik :

Orang meninggal >> Api penyucian >> Setelah suci 100% >> Surga


Keterangan :

Menurut Katolik :
-Walau sudah ikut Yesus, jika orang tersebut hidupnya belum mencapai level santo santa (suci 100%), maka orang tersebut harus menanggung sendiri akibat dosanya dengan mengalami hukuman siksaan di Api penyucian (Purgatory), sebelum akhirnya boleh masuk Surga.

Menurut Kristen Protestan :

  • Orang tersebut bisa langsung masuk Firdaus (Surga) karena dibenarkan (penebusan Yesus Kristus di kayu salib adalah sempurna).

Anda mungkin bertanya-tanya, apa ada dasar Firman Tuhan dari ajaran langsung masuk Firdaus (Surga) bagi pengikut Kristus (setelah orang tersebut meninggal).

Silahkan dibaca :

Lukas 23:43
Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Roma 8:1
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Roma 8:2
Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

*Namun demikian, anda harus ikut Yesus dengan sunguh-sunguh, jangan hanya sekedar terima Yesus saja. Milikilah iman yang sejati kepada Tuhan Yesus Kristus. Jadi berkat untuk sesama.

Demikian, semoga bermanfaat. GBU.

Boleh menambahkan:
Bagi orang percaya, setelah meninggal rohnya kembali kepada Allah, lalu pada kedatangan Yesus kedua kali akan dibangkitkan.

I Korintus 15
20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.

Shalom,

Klu kita mau tahu terdiri dari apa manusia, ya kita tinjau pembuatan (penciptaan) manusia itu. Ttg penciptaan manusia Kej 2:7 berkata:

• Manusia adalah jiwa itu sendiri;
• Manusia (jiwa) = debu tanah + nafas hidup.

Itulah yg dikatakan oleh Alkitab ttg pembuatan (penciptaan)manusia:

• Tanpa tubuh, tdk ada jiwa (manusia); tdk ada jiwa yg bisa hidup tanpa tubuh.
• Tanpa nafas hidup tdk ada jiwa (manusia).
• Nafas hidup kembali kpd Allah, manusia mati.

Jadi, saat manusia mati tdk ada “roh yg bisa hidup tanpa tubuh” yg pergi kpd Allah; tdk ada “jiwa yg bisa hidup tanpa tubuh yg pergi kpd Allah.

Setahu TS, ketika manusia meninggal rohnya akan dihakimi tetapi tubuh manusia itu tetap di kuburan sampai jadi tanah. Lalu TS bertanya: siapa yg jadi tubuh itu?; jangan2 ketika mati, kita jadi tubuh yang mati itu, sementara kita ditinggal roh kita ke surga?

Tampaknya TS kuatir manusia takkan pernah ke sorga, ttp menjadi tanah.

Struktur kalimat pertanyaan TS ini sangat rumit, itu rumit tentu bukan hanya krn segi kemahiran berbahasa, ttp krn memang konsep yg akan dituangkan dlm kalimat memang sangat rumit. Memang kerumitan konsep ttg “mansuia yg mati” dan “anggapan yg didasarkan atas konsep itu” akan terjadi, sepanjang ada anggapan “ada roh atau jiwa manusia yg bisa hidup tanpa tubuh”.

Saya tlh menunjukkan (di thread sebelah) berbagai akibat dari anggapan “ada roh atau jiwa yg bisa hidup tanpa tubuh”, termasuk konsep yg rumit ttg “mendoakan orang mati”. Kekuatiran TS ini adalah variasi dari anggapan “roh yg bisa hidup tanpa tubuh ke sorga”.

Alkitab tlh memberikan penjelasan yg terang di atas. Mengenai tubuh, Alkitab juga dgn terang bhw manusia akan diberi tubuh yg baru (1 Kor 15:51-58, 1 Tes 4:13-18).

Utk meretas kerumitan konsep/anggapan ttg keadaan orang mati, jalan satu-satunya adalah meninjau dgn cermat pembuatan (penciptaan) manusia, dlm Alkitab. Satu hal yg patut diingat adalah, bhw dlm memahami pembuatan (penciptaan) manusia, perlu “mengosongkan” pikiran dari konsep di luar Alkitab, seperti anggapan banyak kerabat saya “ada roh orang mati yg bisa hidup tanpa tubuh”. Ini sudah merupakan ajaran turun temurun dari nenek moyang, serupa dgn teori Plato yg mengatakan manusia terdiri dari tubuh, roh dan jiwa. Kekafiran juga menganut konsep yg serupa dgn teori Plato itu. Spiritisme yg marak dlm abad modern ini pun, berdiri di atas konsep “ada roh/jiwa manusia yg bisa hidup tanpa tubuh” atau “kekekalan jiwa”. Tanpa anggapan itu, spiritisme runtuh.

Ttp bukan Plato yg menjadi Bapak dari teori kekekalan jiwa itu. Bapak dari ajaran kekelan jiwa itu adalah setan. Dlm Kej 2:17 Tuhan berkata “jangan kamu makan…, jika kamu makan kamu pasti mati”. Namun setan dengan lantang menentang Tuhan dgn berkata “kamu tidak akan mati” (Kej 3:4).

Jadi perlu dipahami, konsep berpadanan “saleh dan sorga” atau konsep “fasik dan neraka” di dalam anggapan “orang yg mati dlm Kristus pergi ke sorga sedangkan orang yg mati dlm kefasikan pergi ke neraka” tidak menjadikan anggapan itu benar, krn baik orang saleh maupun orang fasik saat mati tdk pergi ke mana2, krn tdk mungkin/tdk bisa pergi, sebab tdk ada jiwa atau roh yg bisa hidup tanpa tubuh.

Demikian, semoga bermanfaat,
Salam, JBU, Jericho, J.

cukup rumit juga jawabanya… saya membaca pun bingung.

kalau pertanyaannya, dalamperbuatan manusia, otak yg mengontrol.otak ini dikontrol oleh roh manusia,atau otak juga mengontrol roh manusia?

Mikirnya yang gampang aja.
.
Terima Yesus pasti masuk surga.

otak biasanya diwakilkan sebagai akal budi yah? otak ini dikotrol oleh ia sendiri, Ia juga sebagai fasilitas untuk mampu memilih apa saja yang pantas, yang baik sebgai pilihannya, dari pengalamannya (melibatkan indera kepada seluruh tubuh) serta pendidikan yang otak itu cerna.

Roh (bisa juga jiwa, bisa juga hati/Nurani sbg satu kesatuan) manusia biasanya ini yang lah yang bisa dididik oleh Roh Allah, itu makanya disebutkan: “)
Mrk 14:38
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

otak itu hanya bisa mengenali, menganalisa dan merumuskan dan lain sebagainya. Antara otak dan Roh sperti yang saya sebutkan diatas, 2 hal yang bisa saling bertentangan, bisa juga saling mendukung, tergantung dari tiap2 pribadi.

Untuk itu; Mrk 12:30
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

bahwa setiap pemikiranmu (akal budi dalam hal ini dalangnya utama nya adalah otak)harus mengadaptasi pada Keinginan Tuhan. Hanya jalan Tuhan saja.

Anda kacau sekali… bingung antara tubuh dan roh.

baca kitab kejadian penciptaan manusia oleh ALLAH. bahwa ALLAH menciptakan manusia dengan membentuk dari tanah liat. Tanah Liat ini yang akan menjadi TUBUH setelah diberi kuasa kehidupan oleh ALLAH. ROH itu dari ALLAH sehingga manusia itu hidup. ROH manusia tinggal dalam tubuh manusia.

Juga anda harus belajar tentang unsur2 manusia yaitu TUBUH, JIWA (PIKIRAN dan PERASAAN) dan ROH. Sering kita dengar kasihilah TUHAN Allahmu dengan segenap TUBUHmu, JIWA mu dan ROH mu.

TUBUH itu lemah dan bisa mati, sel2 dan organ bisa mati. Setelah kehidupan tubuh mati, maka ROH keluar dari TUBUH.

ROH setelah mati ini kemana ? ada yang ke sorga dan ada yang ke neraka.

TUBUH itu tetap kembali ke tanah. Ada catatan YESUS mengatakan tentang pengangkatan bahwa TUBUH yang sudah menjadi tanah akan dibangkitkan.

Juga masa penghakiman tubuh akan dibangkitkan kembali untuk dihakimi. Bayangkan orang berdosa akan menerima tubuhnya kembali untuk dimasukkan dalam lautan api kekal. Seperti tubuh kita bisa merasakan panas, begitu pula siksaaan lautan api akan dirasakan oleh tulang dan danging. Ada catatan bahwa ulat memakan tulang, kertakan tulang2 yang kering karena api.

Banyak yg harus anda baca dalam alkitab.

Masbro @Jericho Jerusalem :

  1. Masbro penganut dikhotomi atau trikhotomi atau tidak dua-duanya? Ane tidak bisa menyimpulkannya dari komen masbro di atas.
  2. Apakah yg masbro maksud tubuh itu adalah “wadah”?

Bro Shadowing, yg menganggap tubuh adalah wadah (atau terperangkap pada jasad) adalah para teoritikus kekekalan jiwa yg menganggap jiwa/roh bisa hidup tanpa tubuh.

Saya bukan penganut dikotomi (tubuh dan roh) atau trikotomi (tubuh, roh dan jiwa).

Ayat ttg pembuatan/penciptaan manusia itu yakni Kej 2:7 itu jelas berkata jiwa adalah manusia itu sendiri. Jiwa (manusia) dicipta dari debu tanah dan nafas hidup. Uraian saya selanjutnya menanggapi yg lain barangkali bisa membantu.

Demikian, semoga bermanfaat,
Salam, JBU, Jericho, J.

Shalom,

Bro Cheese123 dan Bro Tamaz,

Satu2nya cara utk mengetahui terdiri dari apa manusia adalah meninjau pembuatan (penciptaan) manusia itu dlm Alkitab.

Ttg pembuatan/penciptaan manusia Kej 2:7 berkata:
• Manusia adalah jiwa itu sendiri;
• Manusia (jiwa) = debu tanah + nafas hidup.

Artinya: Tanpa tubuh, tdk ada jiwa (manusia);

Jadi, tdk ada ”roh atau jiwa orang mati yg bisa hidup tanpa tubuh yg pergi kpd Allah”.

Namun, yg dikatakan Alkitab itu bertentangan dgn [color=red]spiritisme yg marak di abad modern ini dan kepercayaan banyak kerabat saya turun-temurun dari nenek moyang, yg berdiri di atas konsep yg berkata “manusia t.d. tubuh dan roh/jiwa yg bisa hidup tanpa tubuh (konsep kekekalan jiwa) yg serupa dgn yg dikatakan Plato.

Nah, yg dikatakan Kej 2:7 itu, sebetulnya sangat sederhana dipahami, namun, itu akan sangat2 sukar dipahami, jika pikiran belum dikosongkan dari konsep diluar Alkitab tadi.

Ternyata, yg pertama sekali mencetuskan teori kekalan jiwa itu adalah setan. Dlm Kej 2:17 Tuhan berkata “jika kamu makan kamu pasti mati”. Namun setan dgn lantang menentang Tuhan dgn berkata “kamu tidak akan mati” (Kej 3:4).

Bro Tamaz, dlm post Bro di atas makin tampak kekusutan (misal yg saya beri warna merah), krn msh unsur manusia msh ditinjau dgn ayat yg bukan ttg pembuatan/penciptaan manusia dan teori di luar Alkitab.

Debu tanah dan nafas hidup menyatu, jadilah jiwa (manusia) yg bisa berpikir, berkenangan, memuji, berkehendak, bernafsu, berperasaan, berbicara, bergerak dan lainnya; menjadi ada sub-sistem2 pernafasan, ekskresi, saraf pusat sentralnya di otak, dll. Waktu mati, aktivitas seluruh sub-sistem ini berhenti, kenangan lenyap (Maz 146:2,4, Pkh 9:5), tdk lagi memuji (Maz 115:17), tdk tahu apa2 (Pkh 9:5), dsb; otak dan bgn tubuh lainnya kembali menjadi debu tanah. Lalu yg mana yg Bro maksud dgn “roh”?

Dlm Alkitab bbrp kali kata roh utk menunjuk seseorang yg hidup (1 Kor 16:18, Gal 6:18, 2 Tim 4:22, Fil 4:23, Ibr 12:9,23, Bil 16:22; 27:16). Jadi klu menjumpai ayat yg bukan ttg penciptaan/pembuatan manusia (Mrk 12:30; 14:38, Mat 10:28, 1 Tes 5:23, dsb), ayat itu haruslah dipahami sesuai dgn apa yg dibicarakan pasal ayat itu, dan jika meninjau ayat itu dari sudut pandang unsur manusia, hendaklah ayat itu dipahami selaras dgn ayag ttg apa dan terdiri dari apa manusia itu dibuat/diciptakan dlm ayat ttg pembuatan/penciptaan manusia. Satu langkah yg tepat utk memahami ayat2 yg bukan ttg pembuatan/penciptaan manusia itu, ialah membaca ayat sebelum dan sesudahnya.

Demikian, semoga bermanfaat,
Salam, JBU, Jericho, J.

Shalom,

Di akhir page1 Bro John Tegus menulis frasa “anda kacau sekali”. Alamatnya tdk jelas. Klu ke saya, tanggapan saya begini.

Cara yg tdk kacau utk mengetahui apa dan terdiri dari apa manusia diciptakan ialah b[/b] meninjau pembuatannya, bukan b[/b] merujuk ayat yg bukan ttg penciptaan manusia itu.

Di sinilah (poin B) letak penyebab kekeliruan mendasar utk mengetahui apa dan terdiri dari apa manusia menurut Alkitab.

Krn itu, hal ini patut direnungkan scr mendalam, ketika membaca ayat yg bukan ttg pembuatan manusia namun menyinggung unsur manusia.

Dlm ayat ttg penciptaan manusia tsb (Kej 2:7), jelas bhw:

• Jiwa adalah manusia itu sendiri;
• jiwa (manusia) diciptakan dari debu tanah dan nafas hidup;

Nah, apa yg dikatakan Kej 2:7 ini tdk kacau. Yg kacau adalah:

  1. merujuk ayat yg bukan ttg pembuatan manusia itu utk mengerti apa dan terdiri dari apa manusia diciptakan sehingga muncul;
  2. anggapan yg kacau yakni anggapan “ada roh/jiwa orang mati yg bisa hidup tanpa tubuh” , yaitu anggapan yg bertentangan dgn ayat ttg penciptaan, Kej 2:7;
  3. berbagai anggapan yg didasarkan atas anggapan “ada roh/jiwa orang mati yg bisa hidup tanpa tubuh”.

Krn itu, agar tdk kacau, dlm memahami ayat yg bukan ttg penciptaan manusia namun menyinggung unsur manusia, ayat itu harus dibaca selaras dgn ayat ttg penciptaan manusia. Sekali lagi, ini patut direnungkan secara mendalam.

SEPERTI sdh saya postkan, banyak kerabat saya yg percaya akan anggapan “ada roh/jiwa yg bisa hidup tanpa tubuh”; kepercayaan turun-temurun, tanpa pengecekan ke ayat ttg pembuatan manusia, saya tentu ikut dlm komunitas kerabat saya itu, memercayai anggapan itu, teori yg juga diajarkan oleh Plato itu.

Namun dgn mengecek ke ayat ttg penciptaan manusia yakni Kej 2:7 itu, tersingkaplah, bhw anggapan itu ternyata keliru sangat mendasar.

Dgn mengecek lebih lanjut ke Alkitab, terungkaplah, ternyata anggapan itu bukan hanya keliru mendasar, ttp juga bertentangan frontal dgn perkataan Tuhan. Tuhan berkata “jangan kamu makan…, kamu makan, kamu pasti mati” (Kej 2:17). Ttp setan dgn lantang menentang Tuhan dgn berkata “kamu tdk akan mati” (Kej 3:4). Terkuaklah, ternyata pencetus teori kekalan jiwa itu bukan Plato, ttp setan, sebab lama sebelum Plato mengajarkan teori kekekalan jiwa itu, setan telah mencetuskannya dlm Kej 3:4 itu.

Sayangnya oleh krn satu dan lain hal, ayat dlm kitab PL ini sering terlompati (bahkan mungkin bagi banyak orang tlh tertutup), ambil misal ketika perayaan hari natal, sering dihafalkan Kej 1:1, sesudah itu lompat ke ayat2 dlm kitab PB. Betul, banyak ayat yg bukan ttg penciptaan manusia yg menyinggung unsur manusia, termasuk berupa perumpamaan (Luk 16:19-31); ayat itu hrs dibaca selaras dgn ayat ttg penciptaan manusia, dan yg perumpamaan, jangan dibaca harfiah.

KARENA ITU, agar tdk kacau, kitab2 PL tdk boleh dilompati. Namun hrs diingat bhw yg melambangkan pengorbanan Yesus di salib dan keimamatan Yesus di sorga yg dinyatakan dlm kitab PL, telah digenapi oleh Yesus saat darah-Nya tercurah di salib dan saat Yesus naik ke sorga dan menjadi imam besar, ttp yg tidak melambangkan pengorbanan Yesus dan keimamatan Yesus seperti hukum taurat moral sepuluh perintah Allah tetap berlaku.

Jadi rangkumannya begini. Agar tdk kacau:

  1. Jangan skip kitab PL. Membaca kitab2 PL tdk membuat lepas dari kasih karunia, sebab ajaran kasih karunia ada sejak awal, termasuk kpd Adam (Kej 3:15, 21), Nuh (Kej 6:8), Daud (Kis 7:46); tdk membuat tdk dibenarkan oleh iman, sebab Abraham dibenarkan krn iman (Ibr 11), tdk menjadi Yudasime/di bawah hk taurat, sebab Abraham yg dibenarkan krn iman itu taat hukum Allah (Kej 26:5); tdk bertentangan dgn Yesus, sebab Yesus berkata “tdk percaya yg ditulis Musa, impossible percaya kpd Yesus (Yoh 5:46,47);

  2. Ttg apa dan terdiri dari apa manusia, tinjaulah ayat ttg penciptaan manusia, bukan ayat yg bukan ttg penciptaan manusia meski ayat itu menyinggung unsur manusia;

  3. Pahamilah ayat yg bukan ttg penciptaan manusia yg menyinggungg unsur manusia selaras dgn ayat ttg penciptaan manusia;

  4. Kosongkan pikiran anggapan2 di luar Alkitab ttg apa dan terdiri dari apa manusia, seperti teori Plato, kepercayaan turun-temurun dari nenek moyang, termasuk ajaran spritisme;

  5. Ingatlah bhw setan sejak awal tlh menentang Tuhan ttg kematian.

  6. Menyadari bhw teori “kekekalan jiwa” ujungnya mereduksi kecukupan (atau mensinkretisasi/mencampur) darah Yesus dan keimamatan Yesus dgn sesuatu yg lain utk keselamatan, seperti mendoakan orang mati (saleh/fasik); artinya meruntuhkan scr halus inti iman Kekristenan “sola grace”, menjadi grace plus atau legalisme halus dan cheap grace (grace murahan) seperti limited grace.

Demikian, semoga bermanfaat,
Salam, JBU, Jericho, J.

Siapa yang jadi tubuh itu?

Tubuh kebangkitan khususnya orang percaya akan menjadi seperti tubuh kebangkitan Tuhan sendiri (lihat Rom. 8:29; 1Kor. 15:20, 42, 49; Flp. 3:20-21).

Tubuh yang dibangkitkan itu adalah suatu tubuh yg memiliki kesinambungan dan ciri-ciri yang sama dengan tubuh dari kehidupan ini dan karenanya dapat dikenali (Lih. Lukas 16:19-31).

Suatu tubuh yang di ubah menjadi tubuh sorgawi yang disesuaikan utk langit yang baru dan bumi yang baru (1Kor.15:42-44, 47-48; Wah. 21:1).

Pada waktu orang percaya menerima tubuhnya yang baru, mereka akan mengenakan kekekalan (1Kor.15:53).

Suatu tubuh yang tidak dapat binasa, bebas dari kebusukan dan kematian (1 Kor. 15:42)

Suatu tubuh kemuliaan, seperti tubuh Kristus (1Kor.15:42)

Suatu tubuh yang rohani, yang tidak terikat pada hukum alam, dan suatu tubuh yang bisa makan dan minum.

Yesus berbicara mengenai kebangkitan kepada hidup orang percaya dan kebangkitan kepada hukuman bagi orang yang jahat (Yoh. 5:28-29).

Jelas Yesus mengajarkan mengenai kebangkitan, namun dalam Alkitab PB tidak mengajarkan suatu kebangkitan serentak bagi semua orang mati.

Alkitab berbicara ttg kebangkitan banyak orang kudus yang terjadi sesaat setelah Yesus bangkit (Mat. 27:52-53), atau ttg kebangkitan pada saat keangkatan gereja oleh Kristus (1Kor.15:51-52 dan 1Tes. 4:16-17).

terimakasih buat bantuan jawaban

cuma mau meluruskan,saya tidak ada keterkaitan sama teori plato/nenek moyang atau apalah itu.saya justru baru tahu dari sini

pertanyan saya ini awalnya bukan dari konsep nenek moyang tapi begini

waktu orang mati,badannya perlahan jadi tanah,hingga tinggal tulang yg ntar hancur

tapi kan ada yg ke surga diselamatkan,ada yg ke neraka dihukum

apa gerangan itu?karena sepengetahuan saya di bahasa indonesia disebut roh ya saya sebut roh

roh itu nanti pada hari kebangkitan akan bersatu kembali dgn tubuh kemuliaan
jadi yg masuk surga nanti bukan hanya rohnya saja tapi dgn tubuh kemuliaannya

;D

Jangankan anda, sayapun makin bingung…

Selama anda belum mati anda masih belum bakal nemu jawabannya bro, siapa mengontrol siapa?

:smiley:

Kalo anda tanya tentang surga neraka kpd saya, saya akan jawab, “saya masih belum mati bro”…

“What I am, you will be, too. What you are, I’ve been myself.”

saya kurang mengerti apa yang dijelaskan si bro diatas, tidak tau, apakah karena si ombro ini angkatan lama? hingga kalimatnya sukar dimengerti?

tapi saya mau tanya yang saya qoute ini dulu: “yang mencetuskan, teori kekekalan jiwa?” apa ga salah bro?
apa tidak benar si ombro ini terkesan menambah2i apa yang tidak perlu ditambah?
Apa iya yang dilakukan Iblis tersebut adalah salah satu tindakan pencetusan?
sementara Adam sendiri menjawab: "perempuan itu yang memberi kepadanya, dan perempuan itu pun menjawab:
Kej 3:12…Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

perempuan itu sudah menjawab: ular itu sedang memperdayainya, koq si ombro ini malah menyebut menjadi mencetuskan?

Lagian pada hari itu mereka juga mati, hingga mereka tau mereka telanjang.

kekekalan jiwa itu sperti apa? terus ada hubungannya tidak kepada kejiwaan?

gitu ombro, tolong dijawab pertanyaannya, mudah2an saya bisa menemukan pertanyaan yang lain dalam penjelasan ombro ini postingan yang sukar saya mengerti itu.

salam.

iya, saya juga bingung akan yang ini, maksudnya Roh itu tidak dapat hidup bagaimana maksudnya? Bagaimana dengan Roh Tuhan itu sendiri? apa Ia dikategorikan sebagai yang dapat hidup atau bagaimana? hingga si om Bro jericho menyatakan itu keliru? (sperti yang saya red)

2Kor 3:17
Sebab Tuhan adalah Roh;…

beneran om, saya sukar sekali mengerti penulisan kalimat si ombro ini, seolah saya membaca puisi yang mana kata perkata harus dipelototi dan perlu dicari maknanya…

salam.