Benarkah kita harus berlomba untuk masuk kerajaan sorga ? hayoo

Shalom

Hayo , menurut sodara apakah benar kita harus berlomba menuju kerajaan sorga ?

Berikut saya kutipkan ayatnya

Filipi 2 : 16

2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari KRISTUS, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

Ibrani 12:1

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita

1 korintus 9 :24-25

9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi

1 timotius 6 :12

6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan REBUTLAH hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi

Dan masih banyak ayat yang mendukung hal ini

Hayo , bagaimana menurut sodara-sodara sekalian ? :rolleye0014: (harap berdiskusi secara santun )

Salam :ashamed0002:

Sejauh yang saya pahami, benar bahwa semua anak Tuhan harus berlomba. Tapi bukan untuk masuk sorga dan bukan berlomba dengan sesama anak Tuhan tapi berlomba dengan dosa. Ayat diatas sudah mewakili dengan baik bahwa bukan dengan manusia lomba itu tapi dengan dosa. Hanya satu yang menang, kalau tidak dosa maka ketaatan kepada Tuhanlah yang menang. Oleh karenanya dinyatakan, “hanya ada satu pemenang”.

Salom

Boleh saya tau darimana sodara menafsirkan bahwa kita harus berlomba dengan dosa ?
Tampaknya anda masih tidak paham ayat ini

Saya kutipkan lagi

1 korintus 9 :24-25

9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi

Bisa dijelaskan secara jelas bro , bagaimana ayat yang saya bold merah itu anda tafsirkan “dosa ?”

Tapi bukan untuk masuk sorga
Bisa dijelaskan bro , jika memang benar bukan untuk masuk sorga kenapa ayat di bawah ini berbunyi seperti ini

1 timotius 6 :12

6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan REBUTLAH hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi

Berdasarkan ayat di atas kita harus merebut kekekalan bro , terkesan jadi kontradiktif jika sodara mengatakan kita tidak perlu berlomba menuju kerajaan sorga

Sedangkan kita tahu alkitab tidak mungkin berkontradiksi

Hanya satu yang menang, kalau tidak dosa maka ketaatan kepada Tuhanlah yang menang. Oleh karenanya dinyatakan, "hanya ada satu pemenang".
Jika saya ikut tafsiran sodara bahwa kita harus berlomba dengan dosa

Saya punya pertanyaan untuk sodara

Bagaimana dengan orang-orang yang "kalah berlomba dengan dosa "

Apakah mereka akan masuk sorga?

Salam

Apakah satu ayat ini masih kurang menjelaskan?Ibrani 12:1

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita
Filipi 2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

Nah perhatikan baik2. Bro or sis, tidak bisa anda memandang FT dengan sepenggal. Paling tidak untuk ayat atau pasal yang membahas hal yang sama maka kita dapat menarik satu pelajaran menyeluruh dari semuanya karena semua saling melengkapi.

Tolong perhatikan baik baik ayat timotius diatas, “pertandingan iman”. Jadi bukan antar manusia rebutan sorga. Tetap antara dosa dan ketaatan mengejar kehendak Tuhan.

Tidak serta merta, kalau dosanya menghujat Roh Kudus, menyalibkan Tuhan kedua kali, dan tidak berusaha hidup dalam pertobatan (tidak percaya, karena konsekuensi logis percaya adalah “TAAT”) memang sangat kecil kemungkinan mendapat pengampunan tapi kalau dosanya ada tetapi tidak parah maka masih tetap saja masuk sorga karena Tuhan membenarkan atau menutupi dosa manusia.

Nah sebenarnya ayat ini lebih berbicara kepada konsekuensi logis mereka yang mengaku percaya. Mau taat atau tidak? Berlomba dengan diri sendiri untuk lebih taat, itu kuncinya.

Shalom

Tentunya saya tidak mengatakan kita harus saling sikut , itu adalah asumsi anda sendiri
Bukankah sudah dijelaskan di ayat di bawah ini

1 timotius 6 :12

6:12 Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan REBUTLAH hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi

Jelas dari ayat di atas tidak mungkin saling sikut-sikutan

Btw sodara belum menjawab , apakah masuk kerajaan sorga kita harus berlomba atau tidak ? sedangkan saya sudah memberikan ayat yang saya bold biru bahwa kita wajib mengejar kerajaan sorga(merebut kekekalan) ?

memang sangat kecil kemungkinan mendapat pengampunan tapi kalau dosanya ada tetapi tidak parah maka masih tetap saja masuk sorga karena Tuhan membenarkan atau menutupi dosa manusia.
Bisa dijelaskan bro , apakah ada dosa parah dan dosa tidak parah bro ?

Jika benar ada dosa seperti itu , bisakah dijelaskan kategori apa yang termasuk dosa parah dan dosa tidak parah ?

Salam

@sebenernya jawaban itu sudah tersedia diatas. Saya kira anda tidak jeli melihatnya. Ketika dikatakan lomba dengan diri atau dosa, maka itulah lombanya, bukan lomba dengan manusia. Karena ketika kita bicara lomba maka pola pikir manusia adalah lomba dengan orang lain, bukan dengan diri sendiri… Itu sudah pola pikir manusia… Jadi apakah masuk sorga berlomba? Iya, berlomba dengan dosa. Kalau kita menang maka kita akan masuk sorga. Tetapi yang sampai saat ini belum anda bahas padahal sebenarnya penting adalah, apakah perlobaan itu hanya antara kita dengan dosa saja??

Itu sebagai penggambaran saja, memang dinyatakan bahwa “semua dosa sama”, tetapi kalau diteliti didalam seluruh kasus dialkitab, maka kita akan melihat dengan jelas bahwa ada dua dosa terpisah, paling tidak menurut taurat, yaitu dosa kepada Tuhan dan dosa kepada manusia. Dosa kepada Tuhan diberi hukuman waris, sedangkan dosa kepada manusia ditanggung masing2 manusia. Pertanyaan saya pada anda, kalau memang tidak berbeda, kenapa hukuman dibedakan??
Saya beri contoh kasus, salomo, berapa istri dan gundiknya?? Secara hukum taurat dia berzinah tidak?? Kenapa dia tidak dihukum untuk hal itu? Kenapa dia justru dihukum untuk kesalahan “penyembahan kepada allah lain”??
Bagaimana dengan daud?? Apa dia hanya punya istri tanpa gundik?? Siapa bilang?? Apa karena dia raja maka boleh melakukan itu?? Tidak, bukan begitu… Karena dosa kepada Tuhan, hampir hampir tak terampuni atau paling tidak, tidak akan lepas dari hukuman, tetapi dosa kepada sesama manusia masih memiliki tingkat pengampunan yang jauh lebih mudah. Itu fakta.

Bagaimana dengan yehuda?? Berzinah jelas. Melanggar taurat detail tentang “menyingkap aurat anak”, abagaimana dengan tamar?? Kenapa semua itu tidak masalah??

@sebenernya jawaban itu sudah tersedia diatas. Saya kira anda tidak jeli melihatnya. Ketika dikatakan lomba dengan diri atau dosa, maka itulah lombanya, bukan lomba dengan manusia. Karena ketika kita bicara lomba maka pola pikir manusia adalah lomba dengan orang lain, bukan dengan diri sendiri.... Itu sudah pola pikir manusia
Shalom

Sodara sendiri juga sepertinya tidak jeli lagi membaca
Bukankah sudah saya katakan anda mengira saya mengatakan berlomba dengan manusia dan saling sikut-sikutan adalah asumsi anda sendiri ?
Mengapa masih bersikukuh bahwa saya mengatakan" kita berlomba melawna manusia?"
Lagipula sodara juga salah memakai kata "dengan "
Seharusmua sdara berkata berlomba "melawan " dosa , bukan berlomba “dengan” dosa
Seolah-olah dosa adalah sebuah pribadi yang bisa masuk dalam pertandingan

Jadi apakah masuk sorga berlomba? Iya, berlomba dengan dosa. Kalau kita menang maka kita akan masuk sorga.
Jadi sekarang sodara mengakuinya bahwa masuk sorga adalah berlomba dan sodara pun sekaran mengakuinya bahwa hanya yang menang saja yang masuk sana Tidak seperti di awal thread sodara mengatakan masuk sorga tidak perlu berlomba

Btw silahkan diralat bro , yang tepat adalah berlomba melawan semua dosa , bukan berlomba dengan dosa

Iya, berlomba dengan dosa. Kalau kita menang maka kita akan masuk sorga. Tetapi yang sampai saat ini belum anda bahas padahal sebenarnya penting adalah, apakah perlobaan itu hanya antara kita dengan dosa saja??
Taukah bro apa arti definisi dari dosa sesungguhnya?

Dosa bukan hanya pelanggaran terhadap hukum2 moral saja bro , seperti mencuri , membunuh , berzinah , dll

Adam dan hawa dikatakan "berdosa " karena memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat

Jika kita lihat dari sudut pandang manusia , tidka ada yang salah dengan mereka memakan buah itu , malah terlihat bagus , mereka jadi bisa membedakan yang baik dan jahat

Yang membuat adam dan hawa berdosa adalah karena mereka melanggar perintahNya dan tidak berjalan dalam kehendakNya , sehingga mereka jadi berdosa

Jadi definisi dosa sesungguhnya adalah saat dimana orang tersebut melenceng dari kehendak Allah / rancangan Allah , orang tersebut sudah berdosa

Itu sebagai penggambaran saja, memang dinyatakan bahwa "semua dosa sama", tetapi kalau diteliti didalam seluruh kasus dialkitab, maka kita akan melihat dengan jelas bahwa ada dua dosa terpisah, paling tidak menurut taurat, yaitu dosa kepada Tuhan dan dosa kepada manusia. Dosa kepada Tuhan diberi hukuman waris, sedangkan dosa kepada manusia ditanggung masing2 manusia. Pertanyaan saya pada anda, kalau memang tidak berbeda, kenapa hukuman dibedakan?? Saya beri contoh kasus, salomo, berapa istri dan gundiknya?? Secara hukum taurat dia berzinah tidak?? Kenapa dia tidak dihukum untuk hal itu? Kenapa dia justru dihukum untuk kesalahan "penyembahan kepada allah lain"?? Bagaimana dengan daud?? Apa dia hanya punya istri tanpa gundik?? Siapa bilang?? Apa karena dia raja maka boleh melakukan itu?? Tidak, bukan begitu... Karena dosa kepada Tuhan, hampir hampir tak terampuni atau paling tidak, tidak akan lepas dari hukuman, tetapi dosa kepada sesama manusia masih memiliki tingkat pengampunan yang jauh lebih mudah. Itu fakta.

Bagaimana dengan yehuda?? Berzinah jelas. Melanggar taurat detail tentang “menyingkap aurat anak”, abagaimana dengan tamar?? Kenapa semua itu tidak masalah??

Saya tidak mau membandingkan sebuah kasus dengan tokoh perjanjian lama yang jelas standar hidupnya lebih ringan dibandingkan umat KRISTUS

Apakah sodara sebenernya ingin mengatakan ikut Tuhan YESUS KRISTUS itu ringan bro ? dengan membanding-bandingkan dengan tokoh perjanjian lama yang jelas standar hidupnya berbeda ?

Silahkan sodara cari contoh di perjanjian baru , jika ada rasul-rasul yang berkelakuan seperti itu

Taukah sodara standar perjanjian baru itu lebih berat dibandingkan standar perjanjian lama ?

Jika sodara ingin memakai standar seperti itu , bagaimana saya kutipkan ayat ini

Kejadian 38:9-10

38:9 Tetapi Onan tahu bahwa anak-anaknya nanti tidak akan menjadi miliknya. Jadi, setiap kali ia bersetubuh dengan janda abangnya itu, dibiarkannya maninya tumpah di luar supaya abangnya tidak akan mendapat keturunan.
38:10 Perbuatannya itu membuat TUHAN marah, dan TUHAN membunuh dia juga.

Pada akhirnya Tuhan membunuh onan
Menurut anda dosa di atas , dosa terhadap manusia atau Allah ?

Begitu banyak orang masturbasi sekarang , mengapa mereka tidak dbunuh? mengapa dalam kasus onan , onan langsung mati ?

Jika sodara mengeluarkan sperma adalah "dosa terhadap Allah "sampai2 dia harus mati , mengapa begitu banyak orang yang melakukannya tidak langung dihukum mati?

Perhatikan yang saya bold biru , ada kata "setiap kali "

Artinya orang tersebut melakukan dosa tersebut berulang-berulang sampai batas kesabaran Tuhan habis , akhirnya Tuhan menghukum dan membunuhnya

Tuhan tidak menghukum seseorang karena Tuhan menunggu kejahatan orang tersebut genap (tidak peduli dosa itu terhadap manusia atau terhadap Allah )

Buktinya banyak contoh kasus di perjanjian lama Tuhan tidak langsung menghukum mereka tapi menunggu “kejahatan mereka genap”

Kejadian 15:16

15:16 Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap."

Artinya tidak ada dosa besar ato kecil , setiap dosa sama di mata Tuhan

Sebagai bukti lagi saya kutipkan ayat , bahwa dosa yang sudha matang akan mendatangkan maut

Yakobus 1 :15

1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Dari ayat di atas tidak ada dosa besar dan dosa kecil
Setiap dosa , baik besar atau kecil , parah atau tidak parah akan mendatangkan maut , jika dosa tersebut sudah matang

Hanya saja Tuhan menunggu orang tersebut bertobat , tetapi jika orang tersebut blum bertobat2 sampai waktunya genap , maka hukuman akan dilaksanakan

Dan definisi "dosa " sudah saya terangkan di atas
Dosa bukan sekedar pelanggaran terhadap hukum moral saja , lebih dari itu

Salam

@upil
Tentang sikut2an saya mengerti, tetapi karena anda menyatakan seperti itu, jadinya pola pikir orang akan kesana, gt lho. Dan saya sudah jelaskan itu diatas.
Tentang dosa, anda harus lebih dalam merenungkan dosa itu, karena dosa itu timbul dipikiran dan timbul oleh pribadi yang namanya satan atau iblis. Coba kita lihat sifat dosa, mengikat, mengalahkan, mempengaruhi, menjatuhkan, dst… Mungkin hampir seratus persen adalah “kata kerja”… Yang artinya membuat menjadi… Kalau kita menganggap dosa itu kata benda, maka kita akan “meremehkan dia”. Karena kata benda, tidak bekerja. Sedangkan dosa bekerja didalam kita. Oleh karena itu kita “butuh” untuk menganggapnya pribadi agar kita waspada bahwa dosa bisa bekerja, dan kita bisa menangkalnya… Mengertikah anda maksud saya??

Sejak awal saya mengakui itu dalam perspektif yang berbeda dari anda tentang perlombaan itu. Itu harus anda pahami lho… Saya gak mengatakan bahwa manusia gak berlomba. Saya katakan manusia berlomba dengan dosa. Dan itu saya nyatakan secara konsisten. Coba jangan dipotong perkataan saya, maka anda akan mengerti maksud saya.

Saya tidak merasa perlu meralat apapun karena demikianlah saya menyatakannya. Cuman tolong pahami dalam konteks keseluruhan jangan dipotong potong…

Anda benar, hanya jika anda mengabaikan bahwa dosa itu dibuat menjadi terang oleh karena hukum taurat, artinya kemelencengan itu menjadi jelas karena taurat, jadi taurat menjelaskan apa itu dosa. Benar bahwa adam berdosa karena tidak taat. Tetapi dosa itu berkembang, kejhatan itu semakin meningkat… Nah, oleh karenanya saya katakan jangan menganggap dosa sebagai kata benda, karena benda tidak berkembang. Anda akan sangat meremehkan dosa kalau anda menganggapnya hanya dibatasi oleh tidak taat saja. Dan berhenti disana, karena ketidak taatan itu sendiri setailnya terus berkembang.
Definisi manusia tidak akan mampu menggambarkan dosa, karena dosa adalah pribadi (at least menurut pandangan saya, dengan dasar yang sudah saya nyatakan pada anda). Jadi kalau kita membatasi dosa hanya dari definisi manusia, maka kita akan selalu berada disana… Karena kita meremehkan kemampuan dosa (campur tangan iblis dalam dosa itu sendiri sangat besar dan iblis adalah pribadi).

Wow… Hebat juga anda bisa mengatakan standard kehidupan perjanjian lama lebih ringan dari perjanjian baru… Anda salah kaprah… Mereka jauh lebih berat dari kita:: fakta::

  • mereka harus berbuat sempurna menurut taurat (which is gak ada yang mampu), sedangkan kita sudah ditebus… Jelas lebih ringan kita dong…
  • mereka tidak dijamin, sedangkan kita dijamin.
  • mereka tidak menerima karunia Roh sedangkan kita menerimanya.
  • mereka harus berjalan sendiri, sedngkan kita selalu didampingi Roh Allah.
  • mereka harus membenarkan diri sendiri sedangkan kita “dibenarkan”.
  • semua hukum jasmani didalam taurat juga diberikan didalam perjanjian baru tetapi dengan “pemutihan oleh darah Yesus”.
    Dst… Bagaimana mungkin kita lebih berat??? Menurutku anda ini benar2 tidak mensyukuri karya Kristus kalau anda berpola pikir seperti itu bro… Bener ini. Jangan kira karena mereka boleh membalas darah dengan darah maka mereka lebih ringan dari kita… Karena meskipun kita tidak boleh membalas darah dengan darah tetapi kita sudah menerima sesuatu yang seharusnya tidak kita terima “dengan cuma cuma”… Wah wah wah… Tidak ingatkah anda kata kata Tuhan??? Matius 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
    Waduh, maaf ya, tapi kalau orang kristen berpola pikir seperti anda, bisa berabe tuh… Sudah terima cuma cuma tetapi malah merasa orang yang gak terima karunia lebih ringan bebannya dari kita??? Sungguh tidak bersyukur banget anda ini!!! Anda mengabaikan pengorbanan Yesus!!! Ya Tuhan… You better repent for your tougth… Anda sebaiknya bertobat untuk apa yang sudah anda pikirkan tentang karya Tuhan. Karena anda sudah menyatakan bahwa ::: ““karya Tuhan membebani anda””!!!
    ⓘ am very serious abut this one… Yous should do that, before its too late…

Kejadian 38:… Mengerti kembali pasal itu, apakah dia dihukum karena “masturbasi” ataukah dia dihukum karena ““melanggar kehendak Tuhan untuk membangkitkan keturunan bagi kakak nya””?? Tapi anda perlu tahu bahwa bukan saya menyatakan dosa kepada manusia gpp. Saya hanya menyatakan bahwa dosa itu bagaimanapun ada perbedaan antara dosa kepada manusia dan kepada Tuhan. Hanya itu saja… Dosa kepada manusia ada hukuman dan Tuhan tidak suka, sama saja, tetapi akhibatnya ada perbedaan. Itu perlu anda pahami, oleh karenanya saya katakan, “mengertilah dalam konteks yang kita perbincangkan”, karena seringkali kalau kita memotong, kita hanya bisa melihat “detail” tanpa mampu melihat konteksnya. Sehingga seakan akan saya berfikir negatif tentang sesuatu, atau membenarkan sesuatu yang salah. Tidak. Berfikir dalam konteks, apa yang menjadi sasaran dalam diskusi ini, itu fokusnya.

Dosa kecil dan besar itu sama dihadapan Tuhan. Ya dosa adalah dosa. Itu benar. Tetapi detail dari semua itu, adalah bahwa didalam kesamaan itu ada perbedaan. Itu harus diakui… Karena memang demikian adanya… Dosa kepada Tuhan memiliki bobot hukum lebih tinggi. Itu fakta. Anda akan dengan cukup mudah mendapat pengampunan ketika anda berzinah dengan manusia. Tetapi tidak akan mudah ketika zinah anda adalah menduakan Tuhan. Itu fakta lho… Dosa semua sama diajarkan agar manusia tidak memilah kemudian memaklumi suatu dosa. Dosa yang berbeda diajarkan agar manusia tahu “”“keutamaan Tuhan diatas segala hal”".

Ini harus anda pahami. Maksud dua hal yang berbda yang diajarkan.
Kalau dosa yang sama dihadapan Tuhan tidak diajarkan maka manusia akan memaklumi dosa dosa yang dianggapnya kecil, padahal begitu ada maksud jahat sedikit saja maka dosa akan berkembang cepat menjadi besar seperti sel kanker stadium 4 grade 4… Oleh karena itu Tuhan gak mau manusia memaklumi dosa.
Dosa yang berbeda diajarkan agar manusia tahu bahwa Tuhan utama diatas segalanya, sehingga manusia tidak memaklumkan suatu kepentingan pribadi dan mengorbankan Tuhan untuk itu. Misal. Kalau dosa kepada Tuhan dan manusia dianggap sama, maka manusia akan menempatkan Tuhan sejajar dengan manusia. Dengan alasan kemanusiaan manusia boleh mengorbankan Tuhan dan imannya. Ini fakta. Kalau tidak percaya silahkan survey… Ketika manusia menganggap perang didunia harus dihentikan, dan mereka memandang Tuhan dan manusia sama, maka demi “perdamaian”, maka pemimpin agama berani menyatakan, “”“semua agama menyembah Tuhan yang satu itu, hanya caranya berbeda beda”"". Sejak kapan Tuhan mengajarkan itu??? Dapat theologi darimana itu??? Inilah bentuk “mengorbankan Tuhan untuk kepentingan manusia”"!!! Anda harus berani jujur akan hal itu… Anda harus meresapi ini untuk mengerti kenapa kedua hal yang kelihatan bertolak belakang itu harus diajarkan bersama sama… Bingung??? Iya kalau anda meresapinya secara asal. Memahami kalau anda tahu bahwa manusia ini memang selalu berusaha mengorbankan banyak hal untuk kepentingan pribadinya… Itu fakta…
Jadi jangan lihat sepenggal, pahami maksud Tuhan benar2 dan posisikan manusia dan Tuhan sesuai dengan Firman Tuhan, jangan mengikuti keinginan pribadi anda sendiri.

Shalom.

Shalom

Jawaban sodara sebetulnya sudah tidak konsisten lagi

saya kutipkan

Sejauh yang saya pahami, benar bahwa semua[b] anak Tuhan harus berlomba. Tapi bukan untuk masuk sorga[/b]

Lihat jawaban sodara selanjutnya

Jadi apakah masuk sorga berlomba? Iya, berlomba dengan dosa.[b] Kalau kita menang maka kita akan masuk sorga[/b].

Jawaban sodara sudah tidak konsisten , bahkan sekarang sodara mengakui bahwa hanya pemenanglah yang dapat masuk kerajaan sorga

Jika sodara sudah mengakui "HANYA PEMENANG YANG AKAN MASUK KERAJAAN SORGA "

Kita tidak perlu berdebat lagi , karena sodara sudah mengakuinya hanya pemenang yang masuk sorga

Untuk apa berdebat , jika kita sama2 mempunyai pandangan hanya pemenang yang dpt masuk sorga ?

Salam

@upil
Sebagai konfirmasi, saya kutipkan seluruh kalimat saya:

@sebenernya jawaban itu sudah tersedia diatas. Saya kira anda tidak jeli melihatnya. Ketika dikatakan lomba dengan diri atau dosa, maka itulah lombanya, bukan lomba dengan manusia. Karena ketika kita bicara lomba maka pola pikir manusia adalah lomba dengan orang lain, bukan dengan diri sendiri… Itu sudah pola pikir manusia… Jadi apakah masuk sorga berlomba? Iya, berlomba dengan dosa. Kalau kita menang maka kita akan masuk sorga. Tetapi yang sampai saat ini belum anda bahas padahal sebenarnya penting adalah, apakah perlobaan itu hanya antara kita dengan dosa saja??

Kalimat itu menjelaskan bahwa memang ada akhibat dari perlombaan itu, yaitu masuk sorga. Tetapi apakah itu satu satunya alasan?? Jelas tidak. Ada banyak alasan lain misal: menyenangkan hati Tuhan, sebagai manifestasi iman, dst… Jadi menurut saya, kalau dipahami dalam potongan, iya kelihatan tidak konsisten. Tapi kalau memahami maksudnya juga tidak demikian.
Gt

Shalom.

Shalom

sodara semakin lama semakin tidak konsisten , dan ingin bersikukuh bahwa saya berkata kita harus berlomba sikut2an sesama manusia

bukankah sudah saya katakan itu adalah asumsi sodara sendiri? saya bahkan sudah mengatakan ini 2x
Kenapa masih putar-putar?

Sodara sedang membahas apa ?
Saya sudah mengatakan bahwa "yang mengatakan bahwa kita berlomba melawan manusia adalah asumsi sodara sendiri (saya sudah 2x menjawab , tambah ini jadi 3x)

Sodara ingin mengalihkan pembicaraan , singkatnya diskusi ini semakin tidak jelas karena sodara sendiri tidak konsisten

Lebih baik sodara menjelaskan ketidakkonsisten sodara di atas

Lihat lagi jawaban sodara yang saling bertolak belakang

Sejauh yang saya pahami, benar bahwa semua [b]anak Tuhan harus berlomba. Tapi bukan untuk masuk sorga[/b]
Jadi apakah masuk sorga berlomba? Iya, berlomba dengan dosa.[b] Kalau kita menang maka kita akan masuk sorga.[/b]
2 jawaban di atas ini menunjukkan anda tidak konsisten dalam menjawab

Dan anda senang sekali mengulang pertanyaan ini , yang jelas-jelas ini adalah asumsi sodara sendiri

@sebenernya jawaban itu sudah tersedia diatas. Saya kira anda tidak jeli melihatnya. Ketika dikatakan lomba dengan diri atau dosa, maka itulah lombanya, bukan lomba dengan manusia. Karena ketika kita bicara lomba maka pola pikir manusia adalah lomba dengan orang lain, bukan dengan diri sendiri.... Itu sudah pola pikir manusia.... Jadi apakah masuk sorga berlomba? Iya, berlomba dengan dosa. Kalau kita menang maka kita akan masuk sorga. Tetapi yang sampai saat ini belum anda bahas padahal sebenarnya penting adalah, apakah perlobaan itu hanya antara kita dengan dosa saja??

Kenapa diulang-ulang trus bro pertanyaan ini ? sudah saya katakan pemahaman sodara bahwa saya mengatakan kita harus berlomba melawan manusia adalah asumsi anda sendiri terhadap saya

Lihat jawaban saya 3x mengulangnya

Jawaban pertama saya

Shalom

Tentunya saya tidak mengatakan kita harus saling sikut , itu adalah asumsi anda sendiri
Bukankah sudah dijelaskan di ayat di bawah ini

Jawaban saya yang kedua (lagi2 pertanyaan nya sama )

Shalom

Sodara sendiri juga sepertinya tidak jeli lagi membaca
Bukankah sudah saya katakan anda mengira saya mengatakan berlomba dengan manusia dan saling sikut-sikutan adalah asumsi anda sendiri ?
Mengapa masih bersikukuh bahwa saya mengatakan" kita berlomba melawna manusia?"
Lagipula sodara juga salah memakai kata "dengan "
Seharusmua sdara berkata berlomba "melawan " dosa , bukan berlomba “dengan” dosa
Seolah-olah dosa adalah sebuah pribadi yang bisa masuk dalam pertandingan

Lebih baik sodara menjelaskan ketidakkonsistenan sodara , bahkan sodara terkesan menghindar dengan cara mengulang pertanyaan yang jelas-jelas itu adalah asumsi anda sendiri mengenai saya

Satu lagi , anda bahkan tidak pernah mengutip ayat
Semua pendapat anda berdasarkan asumsi anda sendiri

Bahkan anda melencengkan tafsiran saya mengenai sebuah ayat , dan memaksakannya itu sebagai tafsiran saya , padahal itu adalah asumsi sodara sendiri yang sodara paksakan kepada saya

salam

Shalom

Bisakah sodara jonathan berbesar hati meluruskan ketidakkonsistenan sodara

Kalimat itu menjelaskan bahwa [b]memang ada akhibat dari perlombaan itu, yaitu masuk sorga[/b]. Tetapi apakah itu satu satunya alasan?? Jelas tidak. Ada banyak alasan lain misal: menyenangkan hati Tuhan, sebagai manifestasi iman, dst..... Jadi menurut saya, kalau dipahami dalam potongan, iya kelihatan tidak konsisten. Tapi kalau memahami maksudnya juga tidak demikian. Gt
Sejauh yang saya pahami, benar bahwa semua [b]anak Tuhan harus berlomba. Tapi bukan untuk masuk sorga[/b]
Dari 2 jawaban di atas , sodara sebenarnya sudah tidak konsisten lagi Sodara mengeluarkan 2 pernyataan yang saling bertolak belakang

Dan satu lagi sodara jonathan , saya tidak mengatakan bahwa definisi berlomba adalah “berlomba dengan dosa” dan "berlomba melawan manusia "

Sodara memaksakan 2 hal kepada saya

  1. berlomba = berlomba dengan dosa (sodara ingin menggiring pokok permasalahan kemari)

  2. berlomba = melawan manusia dan saling sikut2an (sodara memelintir tafsiran saya , dan memaksakan bahwa pendapat ini adalah pendapat saya , saya sudah meluruskannya 3 x bahwa itu adalah asumsi anda sendiri, namun tampaknya sodara jonathan tidak membacanya )

Salam

Wow... Hebat juga anda bisa mengatakan standard kehidupan perjanjian lama lebih ringan dari perjanjian baru.... Anda salah kaprah... Mereka jauh lebih berat dari kita:: fakta:: - mereka harus berbuat sempurna menurut taurat (which is gak ada yang mampu), sedangkan kita sudah ditebus.... Jelas lebih ringan kita dong... - mereka tidak dijamin, sedangkan kita dijamin. - mereka tidak menerima karunia Roh sedangkan kita menerimanya. - mereka harus berjalan sendiri, sedngkan kita selalu didampingi Roh Allah. - mereka harus membenarkan diri sendiri sedangkan kita "dibenarkan". - semua hukum jasmani didalam taurat juga diberikan didalam perjanjian baru tetapi dengan "pemutihan oleh darah YESUS". Dst... Bagaimana mungkin kita lebih berat????? Menurutku anda ini benar2 tidak mensyukuri karya KRISTUS kalau anda berpola pikir seperti itu bro... Bener ini. Jangan kira karena mereka boleh membalas darah dengan darah maka mereka lebih ringan dari kita..... Karena meskipun kita tidak boleh membalas darah dengan darah tetapi kita sudah menerima sesuatu yang seharusnya tidak kita terima "dengan cuma cuma".... Wah wah wah... Tidak ingatkah anda kata kata Tuhan??? Matius 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan." Waduh, maaf ya, tapi kalau orang Kristen berpola pikir seperti anda, bisa berabe tuh..... Sudah terima cuma cuma tetapi malah merasa orang yang gak terima karunia lebih ringan bebannya dari kita???? Sungguh tidak bersyukur banget anda ini!!!!!! Anda mengabaikan pengorbanan YESUS!!!!! Ya Tuhan.... You better repent for your tougth.... Anda sebaiknya bertobat untuk apa yang sudah anda pikirkan tentang karya Tuhan. Karena anda sudah menyatakan bahwa ::: ""karya Tuhan membebani anda""!!!!!! ⓘ am very serious abut this one.... Yous should do that, before its too late....
Shalom

Silahkan renungkan ayat ini kalau sodara tidak percaya bahwa perjanjian baru lebih berat daripada perjanjian lama

Matius 5 ;48

5:48 Karena itu HARUSLAH kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Silahkan direnungkan bro , di situ Tuhan YESUS memerintahkan “HARUSLAH kamu sempurna”

Artinya itu kewajiban , bukan pilihan

Sodara sendirilah yang sebenarnya sudah terjebak oleh ajaran dunia yang mengatakan ikut Tuhan YESUS itu gampang

Lukas 9 :23

9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Lukas 9 :62

9:62 Tetapi YESUS berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

1 yohanes 2 :6

Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia WAJIB hidup sama seperti KRISTUS telah hidup.

Bisakah sodara bantah pernyataan di atas dengan ayat-ayat alkitab ?
Sodara pikir bunyi ayat-ayat di atas lepas dari konteks ?

Apa sodara mengira ikut KRISTUS itu mudah ?

Jika sodara mengatakan standar umat perjanjian lama lebih berat daripada standar perjanjian baru , sesungguhnya sodaralah harus menggumulkannya lagi

Saking beratnya , makanya murid-murid Tuhan YESUS bertanya kepadaNya

Lukas 13 :23-27

13:23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”
13:24 Jawab YESUS kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
13:25 Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
13:26 Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
13:27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!

Silahkan renungkan lagi mana yang benar

Ajaran yang sodara pegang ato perkataan alkitab ?

Jika benar standar umat perjanjian baru lebih ringan tentunya Tuhan YESUS tidak berkata bahwa pintu itu sempit

Salam

@upil
Sangat lucu seorang kristen yang bisa menjelaskan denga ayat seperti itu gak mengerti maksud saya… Sangat sangat lucu sekali… Anda kristen, tujuan anda menyembah Tuhan atau sekedar masuk sorga?? Menyenangkan hati Tuhan atau sekedar dapat pahala??? Nah, masihkah saya harus jelaskan maksud saya??? Atau kalau gak bawa bb mu ke pendetamu, tanyakan maksudku ini sama dia… Jelas??? Nah nanti kalau sudah tanya, katakan pada saya, mana yang bertentangan??? Dari untuk masuk sorga dan bukan untuk masuk sorga??

Shalom

Sodara itu tidak memberikan ayat yang membantah

Bahkan sodara tidak bisa membantahnya

Bahkan sodara tidak bisa berbesar hati meluruskan ketidakkonsistenan sodara dalam menjawab

Sodara hanya “berandai-andai” saja daritadi , malah mengharuskan saya bertanya kepada pendeta

Saya trus-trusan mengutip ayat yang tidak bisa sodara bantah , sedangkan sodara hanya "berandai-andai " dan menyuruh saya mengirim BB ke pendeta

Saya tidak punya BB (lagi-lagi anda memaksakan statement bahwa saya punya BB,tidak semua orang punya BB bung , dan tidak semua orang tertarik mempunyai BB , jangan menyamaratakan bahwa menjadi manusia harus punya BB )

Ini forum diskusi bung , bukan forum BB ke pendeta

Sodara tidak bisa berbesar hati meralat ketidakkonsistenan sodara

Lihat statement awal anda

Sejauh yang saya pahami, benar bahwa semua[b] anak Tuhan harus berlomba. Tapi bukan untuk masuk sorga[/b]

Lihat statement sodara selanjutnya yang bertentangan dengan statement awal

Jadi apakah masuk sorga berlomba? Iya, berlomba dengan dosa. [b]Kalau kita menang maka kita akan masuk sorga.[/b]
Kalimat itu menjelaskan bahwa memang ada [b]akhibat dari perlombaan itu, yaitu masuk sorga.[/b] Tetapi apakah itu satu satunya alasan?? Jelas tidak. Ada banyak alasan lain misal: menyenangkan hati Tuhan, sebagai manifestasi iman, dst..... Jadi menurut saya, kalau dipahami dalam potongan, iya kelihatan tidak konsisten. Tapi kalau memahami maksudnya juga tidak demikian. Gt

Dan tampaknya yang bersangkutan selalu menghindar dan tidak bisa berbesar hati meluruskan ketidakkonsistenannya

Satu lagi bung

Seseorang tidak perlu tergantung sama pendeta untuk memahami injil , masing-masing diberikan kesempatan yang sama untuk memahami injil

Salam

Shalom

Menyembah Tuhan , menyenangkan hati Tuhan , masuk sorga ,dan dapat pahala adalah satu paket

Tidak mungkin dipisahkan-pisahkan

[b]"Tidak mungkin seseorang bisa masuk sorga dan dapat pahala jika orang tersebut tidak menyembah Tuhan dan tidak menyenangkan Tuhan,

Begitu juga tidak mungkin seseorang tidak masuk sorga dan tidak dapat pahala jika dia menyembah dan menyenangkan Tuhan "[/b]

kenapa sodara memisah-misahkan hal itu ? :rolleye0014:

Salam :rolleye0014:

@upil
Buat apa membantah sesuatu yang tidak perlu dibantah?? Saya hanya mengkonfirmasi saja.

Pahala dan menyenangkan hati Tuhan gak bisa dipisahkan?? Hehehehe… Hati manusia gak seperti itu… Sama saja kamu ngomong , cinta dan matre gak bisa dilepaskan… Hehehe… Terserah kamu lah…

Aku gak beri ayat ya? Hehehehe… Iya terserah kamu…

Hehehehe… Orang menyenangkan hati Tuhan itu dapat bonus masuk sorga, orang yang mengejar sorga, kembali kelagu dunia, "seandainya gak ada sorga dan neraka, masihkah kamu menyembah Dia?? Hehehe… Hal ketulusan seperti itu kamu bilang “gak bisa dipisahkan”??? Pantesan banyak orang murtad… Wong ternyata “mereka yang diluar sana” lebih mengerti ketulusan dibanding didalam Tuhan… Pantes,… Pantes… Mungkin orang2 seperti jonathan prawira harus belajar sama gigi tentang ketulusan… Hehehe… Haduh… Capek deh…