Benarkah Mampu Berbahasa Roh Dipenuhi ROH KUDUS ?

Arti dari Bahasa Lidah yang alkitabiah

Kata “glossai” adalah bentuk nomonative jamak dari glossa yang artinya perkataan-perkataan lidah. LAI menterjemahkan dengan bahasa roh, yang seharusnya lebih tepat diartikan sebagai bahasa-bahsa lidah. Bahasa lidah adalah salah satu karunia yang diberikan pada jemaat mula-mula untuk membangun jemaat lokal. Ada dua model bahasa lidah yang terjadi di dalam Alkitab,

  1. Bahasa yang bisa dimengerti olah manusia.

" Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain…" KPR 2:4. “Heterais glossais” dapat diartikan sebagai bahasa (manusia) lainnya. Tadinya tidak bisa bahasa Mandarin atau bahasa Perancis tetapi pada saat itu juga mereka dapat berbicara dalam bahasa-bahasa tersebut tanpa kursus bahasa terlebih dahulu.

  1. Bahasa yang tidak dimengerti oleh orang lain

" Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia" I Korintus 14:2. “Lalon glosse” berkata-kata dalam bahasa lidah berbeda dengan “bahasa-bahasa lain” yang terjadi pada hari Pentakosta. Bahasa ini bukanlah bentuk bahasa komunikasi antar manusia. Mereka yang dikaruniakan bahasa lidah tidak berkata-kata kepada manusia tetapi kepada Allah. Ciri dari bahasa ini adalah tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya. "Oudeis gar akouei berarti tidak ada seorangpun yang mendengar akan mengerti, yang mengerti hanya Tuhan dan DIRINYA SENDIRI. Bahasa tersebut dikaruniakan Tuhan untuk mengungkapkan hal-hal yang bersifat rahasia dan pribadi antar seseorang kepada Tuhan.

Lanjut di bawah…

Bahasa lidah yang terjadi saat ini

Setidaknya ada tiga hal yang membedakan antara bahasa lidah yang terjadi pada jemaat mula-mula (bahasa lidah yang alkitabiah) dan bahasa lidah yang terjadi pada saat ini (bahasa lidah yang tidak alkitabiah).

  1. Kesurupan

Fakta yang ditemukan dari bahasa lidah masa kini adalah fenomena kesurupan. Manifestasi-manifestasi yang bersifat aneh dan mengerikan terjadi (jatuh telentang, mengucapkan kata-kata aneh yang diulang-ulang, lidah terasa kelu, muka memerah terasa menahan gejolak di dada, dalam beberapa kasus ada yang sampai muntah-muntah, dll). Tidak ditemukan manifestasi tersebut di dalam Alkitab. Manifestasi tersebut dapat ditemukan pada rituil ibadah para penyembah berhala, seperti atraksi kuda lumping, debus, tari Liong pada perayaan cap gomeh, dll.

Fakta yang juga tidak kalah penting tentang bahasa roh saat ini tidak alkitabiah dan berasal dari iblis adalah karena setiap orang yang dapat berbahasa roh saat ini sebenarnya sedang KESURUPAN. Bahasa lidah pada zaman para rasul, cirinya adalah yang tahu artinya hanya dua oknum yaitu, dirinya sendiri dan Allah, itu artinya terjadi dengan penuh kesadaran tanpa disertai manifestasi-menifestasi. Tetapi bahasa lidah yang terjadi saat ini layak disebut KESURUPAN karena DIRINYA SENDIRI juga tidak tahu artinya.

  1. Kalimat yang diulang-ulang

“Sikiraba-raba, dididada-dididada, sililaba-laba silalama sande.” dan masih banyak inovasi kata yang tidak fariatif terdengar pada saat orang berbahsa roh. COBA RENUNGKAN adakah yang dapat menjamin bahwa bahasa tersebut juga diucapkan oleh jemaat mula-mula ketika mereka berbahasa lidah? Tetapi saya dapat menjamin bahwa kata-kata tersebut sering diucapkan oleh suhu/ mentor/ pawang pemuja berhala.

  1. Dapat dipelajari

Yang sungguh mengherankan adalah ternyata bahasa roh itu bisa dipelajari, ada sekolahnya dan adajuga bukunya. Walaupun dikalangan gerakan kharismatik tidak semua menyetujui kalau bahasa tersenut bisa dipelajari, tetapi paling tidak mereka menyetujui apabila ada upaya-upaya untuk mendorong seseorang dapat berbahasa roh. Sekolah kenabiannya pak Eddy Leo (LETS) bukan hanya mengajarkan upaya berbaha roh tetapi juga upaya menjadi NABI. Juga sekolah-sekolah gerakan kharismatik yang lain.

Berakhirnya Bahasa Lidah

Kata “gossai pausontai” di dalam I Korintus 13:13 menarik untuk dipelajari. Pausontai adalah bentuk orang ketiga jamak future middle deponent indicative. Middle indicative adalah bentuk kata yang subjek dan objeknya sama, contoh: saya (subjek) melukai diri saya sendiri (objek). Artinya bahasa lidah yang terjadi di dalam Alkitab telah berhenti dengan sendirinya ketika pewahyuan yang telah sempurna tiba. Bahasa lidah dikaruniakan Tuhan kepada jemaat mula-mula karena proses pewahyuan Alkitab belum sempurna, tetapi setelah proses pewahyuan Alkitab sempurna dari Kejadian 1:1 sampai wahyu 22:21 maka bahasa lidah yang alkitabiah telah berhenti dengan sendirinya.

Kesimpulan

Jadi darimanakah datangnya bahasa roh saat ini? Jawabannya hanya ada dua

  1. Dari diri sendiri, atau dengan bahasa lain dibuat-buat/ karangan sendiri.

  2. Dari iblis, ada banyak orang yang mendapatkan bahasa roh tidak dengan dibuat-buat atau dikarang-karang. Tetapi sumbernya dari iblis, karena bahasa roh yang alkitabiah telah berhenti dengan sendirinya ketika proses pewahyuan Alkitab telah sempurna. GBU

Darimana anda menyimpulkan bahwa “yang sempurna” di Korintus itu adalah alkitab?
Begitu banyak penjelasan di alkitab tentang bahasa roh, anda memakai satu ayat yang tidak secara jelas menerangkan hal ini. Anda plintir ayat ini untuk memberikan kesimpulan bahasa roh sudah berakhir, hanya karena anda tidak percaya.

wuhaahahahah

dasar provokator. apa yg kamu tulis, itu sudah basiii tahu.

dah, kalau mau duit jemaat, cepetan bikin gereja baru. keruk duit jemaatmu

jemaatnya si provokator ini bakalan di suruh memuja rato sorga kesayangannya

hehehehe


modal bahasan si provokator mah , sudah terlalu basi untuk dibahas.

maklum saja, dia sudah kehabisan bahan

mau ngejelekin banny hin, ternyata si TS sendiri , yahh jauh banget bedanya sama benny hinn

benny hinn adalah orang pilihan Tuhan sendiri

kalau ts ??? sebagai provokator adalah pilihan Tuhan atau pilihan mak Isis ?? hehehehe

:smiley:

paling males kalau sudah melihat para penghujat ROH KUDUS

biarlah TS melakukan dosa yang tidak terampuni

biarlah hatinya semakin lama, semakin keras dan degil

tulisan Paul saya pinjam buat TS, manusia sempurna, pemuja …

:smiley:

Setelah 2 hari berbicara dgn TS, bukankah kita telah melihat, kalau kedatangan TS memiliki maksud tertentu

dia tidak mendengarkan apa yg kita katakan, karena dia datang memang bukan untuk diskusi

dia melakukan strawman fallacy, dan lain lain

dan pada akhirnya, mulailah dia menghujat Roh Kudus

kita tahu, apa arti dari menghujat Roh Kudus
sebuah dosa yang tidak terampuni

hatinya akan semakin keras dan degil
orang spt ini, apa gunanya kita ajak bicara

biarkan kita kebaskan debu dari pakaian kita, terhadap orang semacam ini

biarlah dia berurusan sendiri dengan Tuhan

apapun yang dia katakan disini, tidak akan mampu melawan pekerjaan Roh Kudus
Itu sudah terbukti
berapa banyak orang yang dengan tanpa rasa takut, melawan Roh Kudus sendiri
namun Pekerjaan Tuhan semakin lama, semakin lebar
ke timur dan ke barat

biarlah dia menaruh bara api diatas kepalanya sendiri

kayaknya anda sendiri yang tidak bisa memilah-milah dan membedakan antara ROH KUDUS dan bahasa Roh…keduanya anda anggap sama, that’s something wrong in your head

Sepertinya anda baru mencemooh diriku bro, go ahead..., jadilah org munafik

Anda sepertinya merasa paling pinter dan pernyataan anda gak boleh dibantah, ingat baik2 ya, kebenaran sejati harus diuji dengan kebenaran lainnya.


saya rasa anda tidak bermotivasi baik, bagaimana anda menanggapi dengan baik kalau anda sudah punya kebenaran yang menurut anda benar ? anda cari pengikut bukan cari kebenaran.

dengan menghakimi pendeta yang anda sebutkan dan kebenaran2 yang anda paparkan itu terlalu mentah tapi anda sudah mencemooh dulu, itulah menghakimi, kita semua sudah tahu karena thread yang beginian sudah berkali2 ada, dan juga orang seperti anda muncul berkali2.
tidaklah salah saya sebut anda pencemooh, karena seorang pencemooh hanya tahu teriak2 di luar dan tidak tahu kebenaran di dalam.

pernyataan saya gak boleh dibantah ? tunjukkan pernyataan mana dari saya yang tidak boleh dibantah ?

kebenaran anda menurut saya itu mentah, it’s not the truth. it’s invalid.

GBU

bedakan antara manifest ROH KUDUS dengan manifest roh lain, bedakan manifest dengan bahasa Roh.
anda sendiri tidak bisa membedakan kok mengambil kesimpulan ?

2. Kalimat yang diulang-ulang "Sikiraba-raba, dididada-dididada, sililaba-laba silalama sande." dan masih banyak inovasi kata yang tidak fariatif terdengar pada saat orang berbahsa roh. COBA RENUNGKAN adakah yang dapat menjamin bahwa bahasa tersebut juga diucapkan oleh jemaat mula-mula ketika mereka berbahasa lidah? Tetapi saya dapat menjamin bahwa kata-kata tersebut sering diucapkan oleh suhu/ mentor/ pawang pemuja berhala.
bahasa roh tingkat paling dasar memang menyuarakan tidak banyak kosa kata. apakah anda tahu hal itu ? kalau tidak tahu jangan menghakimi.
3. Dapat dipelajari Yang sungguh mengherankan adalah ternyata bahasa roh itu bisa dipelajari, ada sekolahnya dan adajuga bukunya. Walaupun dikalangan gerakan kharismatik tidak semua menyetujui kalau bahasa tersenut bisa dipelajari, tetapi paling tidak mereka menyetujui apabila ada upaya-upaya untuk mendorong seseorang dapat berbahasa roh. Sekolah kenabiannya pak Eddy Leo (LETS) bukan hanya mengajarkan upaya berbaha roh tetapi juga upaya menjadi NABI. Juga sekolah-sekolah gerakan kharismatik yang lain.
apakah anda sudah mendalami apa yang diajarkan pak Eddy Leo ? saya sendiri tidak tahu apa yang diajarkan disana, maka saya tidak mau memberi komentar (menghakimi).
Berakhirnya Bahasa Lidah Kata "gossai pausontai" di dalam I Korintus 13:13 menarik untuk dipelajari. Pausontai adalah bentuk orang ketiga jamak future middle deponent indicative. Middle indicative adalah bentuk kata yang subjek dan objeknya sama, contoh: saya (subjek) melukai diri saya sendiri (objek). Artinya bahasa lidah yang terjadi di dalam Alkitab telah berhenti dengan sendirinya ketika pewahyuan yang telah sempurna tiba. Bahasa lidah dikaruniakan Tuhan kepada jemaat mula-mula karena proses pewahyuan Alkitab belum sempurna, tetapi setelah proses pewahyuan Alkitab sempurna dari Kejadian 1:1 sampai wahyu 22:21 maka bahasa lidah yang alkitabiah telah berhenti dengan sendirinya.
anda bilang pewahyuan sudah sempurna ? buka alkitab mu di Kisah Para Rasul, apakah sudah selesai ? Kisah para rasul adalah cerita jemaat mula2 itu saja tidak ada penutupnya, bagaimana bisa dikatakan pewahyuan sudah sempurna.
Kesimpulan

Jadi darimanakah datangnya bahasa roh saat ini? Jawabannya hanya ada dua

  1. Dari diri sendiri, atau dengan bahasa lain dibuat-buat/ karangan sendiri.
  2. Dari iblis, ada banyak orang yang mendapatkan bahasa roh tidak dengan dibuat-buat atau dikarang-karang. Tetapi sumbernya dari iblis, karena bahasa roh yang alkitabiah telah berhenti dengan sendirinya ketika proses pewahyuan Alkitab telah sempurna. GBU
  • diri sendiri / karangan orang lain ? kalau bahasa lidah itu karangan manusia, kenapa ada kesaksian bahasa2 lidah disertai dengan manifestasi ROH KUDUS ?
    kenapa sampai sekarang ini masih ada bahasa roh disertai dengan karunia penafsirannya ?
    kenapa ada hamba Tuhan yang berkarunia bahasa roh dan penafsirannya bisa membangkitkan orang mati ? (sekaligus menjawab nomor 2)
    apakah hamba Tuhan itu dari iblis ?
    atau lebih iblis dari pendeta anda ?
  • kesimpulan yang terlalu mentah yang ditarik dari tafsiran yang invalid. :mad0261:
  • kalau tafsiran alkitab tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan itu namanya tafsiran anda perlu diuji lebih lagi, apakah termasuk tafsiran khayalan atau memang rhema Tuhan yang menjadi daging.

    Tuhan kita adalah Tuhan yang menjawab kebutuhan, setiap perkataan Firmannya adalah teruji REAL bukan dari khayalan tafsiran bahasa indah seorang pujangga ahli Taurat.

    GBU

    Saya bingung…dari kemaren2 anda ngomong soal kebenaran tp kebenaran yg bagaimana?menurut andakah atau menurut alkitab…terbukti anda ga pernah menjawab padahal pertanyaan saya dari beberapa halaman kedepan ttg kebenaran ini.coba anda jelaskan… :happy0025:

    Ya anda ngomong gt karena anda ga ngerti bahasa roh…jadi klo dikit2 orang komat kamit anda katakan bahasa roh…anehh… :mad0261: :mad0261:

    Bro Rudy Tong…eh salah Rudy Wong…sudahlah…jangan tegar tengkuk bro…(btw tahu ga arti tegar tengkuk?jgn2 gatau lagi… ;D) Yaudah tak kasihtahu artinya…
    Istilah tegar tengkuk digunakan dalam Alkitab untuk menyatakan kebandelan, kedegilan manusia yang tidak meresponi tuntunan Allah.
    ayatnya ada di :
    Keluaran 33:3
    “yakni ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan engkau di jalan.”

    Ulangan 9:6
    “Jadi ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-jasamu TUHAN, Allahmu, memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki. Sesungguhnya engkau bangsa yang tegar tengkuk!”

    2 Tawarikh 36:13
    “Lagipula ia memberontak terhadap raja Nebukadnezar, yang telah menyuruhnya bersumpah demi Allah. Ia menegarkan tengkuknya dan mengeraskan hatinya dan tidak berbalik kepada TUHAN, Allah Israel.”

    nah…mau tetep tegar tengkuk atau mau meresponi tuntunan Tuhan? :happy0025: :happy0025:

    termasuk kamu juga :cheesy: ;D

    he he,

    apakah dia gak bertanggung jawab ?
    hati hati mencela orang yang di urapi Tuhan.

    kamu hanya lihat sesaat saja. . .

    seperti kamu yang buat ts. . .

    Re: Benarkah Mampu Berbahasa Roh Dipenuhi ROH KUDUS ?
    itu roh setan / roh iblis

    Hanya orang yang dipenuhi oleh ROH KUDUS saja yang bisa berbahasa lidah.
    bahasa lidah ini sbb :

    1. dimengerti oleh orang lain, si pembicara tidak ngertio
    2. si pembicara ngereti apa yang di omongin demikian juga yang mendengar
    3. si pembicara dan si pendengar sama sama tidak ngerti apa yang diucapkan.

    yang berbahasa lidah itu belum tentu dipenuhi Roh Kudus…
    krn bahasa lidah itumrpk karunia

    bahasa lidah :

    • tanda orang tidak beriman 1Co 14:22
      1Co 14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.

    • membangun iman
      1Co 14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

    • dipakai untuk berkomunikasi dg Allah 1Co 14:2
      1Co 14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

    nah sis janet…

    bagaimana kah si pembicara bisa mengerti?? dan juga si pendengar bisa ngerti…

    tolong anda jabarkan yang dimaksud dengan kepengertian disana…

    karena yang saya dengar jg… KATA2 ATAU KALIMAT NYA bukan bahasa indonesia, bahasa inggris, bahasa spanyol, bahasa portugis…
    sehingga bisa dimengerti…

    knapa anda tidak menyanggah apa yang TS sertakan bro…

    dari pada anda menyerang pribadinya…

    salam…

    @dude :

    untuk menghadapi penghujat ROH KUDUS, cukup dengan mengebaskan debu.


    22 ¶ Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: “Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.”
    23 Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?
    24 Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,
    25 dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
    26 Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.
    27 Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.
    28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
    29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”