Benarkah manusia mati rohani sehingga harus digerakkan oleh Tuhan dulu ?

kk cc om tante, please jelasin iah… apakah ayat" berikut ini sudah benar penafsirannya ?
Jika salah, mohon dikoreksi iah ? :angel:

  1. Mat. 13:13-15, Yoh. 9:39, Yoh. 12:37-40 → buta and tuli ?
  2. Ef 2:1-5, Ef 4:18, Kol. 2:13 → mati rohani in his trespasses and sins ?
  3. Rm. 8:7, Ef. 2:15-16 → perseteruan terhadap Tuhan ?
  4. 1 Kor 1:18 → melihat injil as utter foolishness ?

banyak yang menurut saya bener, ada beberapa yang mungkin tariknya kejauhan. Saya tambahin tuh di poin 2 :slight_smile:

klo benar bahwa manusia mati rohani, artinya ngak mungkin bisa percaya pada Tuhan ?

nanti yah, agak males :slight_smile:

iah kk… makaci iah… :angel:

Betul, manusia yang mati rohani harus lahir baru dahulu, baru bisa merespon pemberitaan Injil.

Urutannya :
'- Lahir baru, ada pemberitaan Injil, kemudian meresponya menjadi pertobatan.

Tanpa lahir baru dahulu, pemberitaan Injil akan sia-sia.

makaci kk wawan…
karunia Tuhan Yesus Allah kepada kita… begitu besar kasih-Nya. :angel:

yep. sama seperti kayak orang mati tuh yah kagak bisa ambil tindakan apa-apa.

Besok saya coba elaborasi, tapi saya rasa kamu uda tahu, dari post-post di tempat lain.

semoga kamu gak pura-pura gak tau… Capek bikinnya :slight_smile:

Hidup
Ketika Tuhan menghembuskan nafas kepada Adam, Tuhan memberikan karakteristik yang Dia punya kpeada Adam, tetapi tidak diberikan ke makhluk lain, yaitu kekal. Dengan demikian, manusia yang adalah materi adanya, memiliki kekekalan dalam hatinya.

Di dalam Alkitab, hidup dinyatakan dalam dua cara, yang pertama jelas hidup jasmani, yang kedua adalah hidup rohani. Apa artinya hidup rohani? Artinya adalah terikat ke sumber kehidupan sendiri, berelasi ke sana. Di dalam taman Eden, terdapat sebuah pohon kehidupan di mana manusia bisa bergantung daripadanya. Dengan demikian terdapat perbedaan secara kualitatif antara hidup manusia secara spiritualitas dan Tuhan yang kekal. Perbedaannya adalah di sini, kehidupan manusia tergantung daripada sumber hidup itu sendiri, yaitu Tuhan.

Itulah sebabnya kita dijamin untuk tidak berdosa lagi ketika kita sudah meninggal dan percaya Kristus. Salah satu alasannya karena kita dijamin oleh Kristus (sebagai perwakilan dan pemimpin dari Perjanjian Baru) untuk terus berada di dalam sumber kehidupan itu sendiri. Dengan demikian kita tidak mungkin gagal. Alasan Adam gagal adalah karena Tuhan berjanji dengan Adam, dan Adam bisa gagal.

Jika seseorang hidup, ia menikmati relasi yang intim dengan Allah. Ia terus menarik kekuatan untuk hidup dari sumber hidup.

Mati
Sedemikian pula hidup, kata mati juga dipakai dalam dua sense yang berbeda, yang pertama adalah jasmani yang kedua adalah rohani. Untuk memahami arti secara rohani, ada baiknya kita lihat mati secara jasmani. Mati secara jasmani berarti tidak hidup secara jasmani, simpel. Dalam arti, ia sama sekali kehilangan hati, tidak bisa berpikir sama sekali dan tubuhnya sudah tidak berfungsi. Ada banyak kriteria mati di jaman sekarang, tetapi simpelnya adalah seseorang yang mati tidak bisa berespon terhadap apapun.

Langkah kedua untuk memahami mati rohani adalah melihat konteks dalam hidup rohani. Karena hidup rohani adalah berelasi dengan Allah, maka manusia yang mati secara rohani adalah manusia yang tidak mungkin berelasi dengan Allah. Relasinya itu bener-bener dipotong, ada separasi yang nyata antara Tuhan dengan manusia. (Liat Adam ngumpet abis dosa sama Efesus 4:18)

Segitu dulu aja :slight_smile:

Benar sekali, bukankah ditaman Eden Allah telah memberi perintah ?

Kej 2

2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Kenapa Allah melarang memakan buah pengetahuan ?

Karena belum waktunya .

Sama seperti memberi nasi kepada bayi yang baru lahir, bayi membutuhkan susu, bukan nasi, pada saat engkau memberi bayi nasi, maka bayinya akan mati tercekik.

Demikian halnya dengan Adam, BELUM WAKTUNYA.

Tetapi karena

  • ketidak taatan ,
  • penyaah gunakan free will yang diberikan oleh Allah ,
  • Ingin seperti Allah.

Maka Terjadilah kejatuhan Manusia pertama yang mengakibatkan menularkan dosa ke seluruh umat manusia.

MATI ROHANI adalah :

  • keterpisahan dengan Allah.
  • kehilangan kemuliaan Allah.
  • ketidak mampuan mencari Allah.
  • kecendrungan membuat dosa.
  • hidup dalam dosa yang terus menerus.
  • tidak merasa diri berbuat dosa.
  • tidak dapat berbuat baik menurut standard Allah.
  • tidak ada rasa takut pada Tuhan .

Roma 3
3:10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.

3:11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak ada seorang pun yang mencari Allah.

3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.

3:13 Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.

3:14 Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,

3:15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.

3:16 Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,

3:17 dan jalan damai tidak mereka kenal;

3:18 rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu.

Yoh 3 : 5
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Tuhan Yesus telah tegas mengatakan kalau tidak dilahirkan kembali oleh Roh kudus, tidak seorangpun dapat datang dan masuk kekerajaan Allah.

Apa yang lahir dari daging berbeda dengan roh, disini dengan jelas dikatakan, daging adalah daging, roh adalah rohani.

Sehingga pada saat kejatuhan Adam, yang terjadi dagingnya belum MATI, tetapi ROHANINYA YANG MATI.

Titus 3
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,

3:7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.

Manusia kalau tidak dirubah melalui LAHIR BARU, tidak dapat masuk kekerajaan Allah.