BENARKAH YESUS TIDAK PERNAH MENIKAH? PART # 1

saya dapat postingan ini dari Fb tetangga
Tidak akan ada umat kristen yang akan mempercayai cerita bahwa Yesus, Tuhan yang mereka sembah, sebenarnya mempunyai istri dan keturunan. Bahkan kita sendiri sebagai umat Islam pun akan tercengang-cengang tidak percaya bahwa dalam sejarah hidupnya, ternyata Yesus dipercaya pernah menikah dan mempunyai keturunan. Kenapa? Karena selama ini kita sendiri juga ikut dijejali oleh cerita-cerita dari umat Kristen yang mengklaim bahwa Yesus keburu diangkat ke sorga sebelum diceritakan pernah menikah.
Yesus sebagai manusia yang terlibat dalam sejarah telah dikaburkan sedemikian rupa, sehingga sejarah Yesus benar-benar gelap bagi sebagian besar umat manusia. Yang tinggal adalah Yesus yang dibungkus dengan pakaian ketuhanan, sehingga bagi orang-orang yang tidak mampu menggunakan akal sehatnya, Yesus benar-benar dianggap sebagai Tuhan.
Tapi bagi sebagian manusia yang mau menggunakan akalnya, Yesus dengan semua atribut kesejarahannya justru menjadi sumber pertanyaan akal yang tidak pernah berhenti. Mereka-mereka inilah yang sedikit demi sedikit, menguak misteri sejarah kehidupan Yesus. Salah satunya, adalah seorang teolog, pakar Perjanjian Baru dan Gulungan Laut Mati, Prof. DR. Barbara Thiering
, dari Universitas of Sidney, Australia.
Setelah melakukan penelitian terhadap gulungan-gulungan Laut Mati (The Dead Sea Scrolls), selama 20 tahun, sampai kepada kesimpulan yang ditulis dalam bukunya, JESUS THE MAN
bahwa Yesus beristeri, bahkan lebih dari satu, alias poligami.
Menurut sang Profesor, dalam sejarah perjalanan hidupnya Yesus pernah menikah, bahkan sebanyak 2 kali. Sedangkan upacara pernikahan Yesus dapat ditelusuri dalam PB sendiri, yaitu dalam Injil Markus-14:3, Yohanes-12:3 dan Lukas-7:37 dan seterusnya.
Markus 14:3.
Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.
Yohanes 12: 3
Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
Hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, berabad-abad dibantah oleh Gereja. Bahkan Maria Magdalena, difitnah sebagai seorang perempuan pendosa! Lihatlah ILukas-7:37, bagaimana Maria Magdalena difitnah sedemikian rupa, dengan mengatakan bahwa dia seorang perempuan pendosa :
Lukas 7:37
Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
Tapi lanjutkan dengan membaca ayat-38 dari injil yang sama:
Lukas 7:38
Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Seorang perempuan yang mencurahkan minyak wangi ke kepala, kaki, dan menciumi lelaki tersebut, menurut Profesor Thiering, adalah upacara perkawinan bangsawan Yahudi.

Dalam masyarakat Yahudi, tidak akan pernah ada seorang perempuan pun, yang ujug-ujug datang mencium seorang lelaki yang bukan muhrimnya, karena perbuatan itu hukumannya adalah hukuman mati.

Dan Yesus adalah seorang bagsawan, karena dia adalah keturunan Raja Daud.

Bantahan Prof. Thiering terhadap klaim gereja yang selama berabad-abad menutupi hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, didukung oleh penemuan Injil Philip di daerah Nag Hamadi, Mesir pada tahun 1945.

Dalam Injil ini, disebutkan dengan jelas, bahwa:

There were three who always walked with the lord, Mary his mother and her sister and Magdalene, the one who was called his companion . And the companion of the [Saviour was ] Mary Magdalene. [He loved] her more than [all] the disciples [and used to] kiss her [often] on her [mouth]. The rest of [the disciples] said to him, ‘Why do you love her more than all of us?’ The Saviour answered and said to them,'Why do I not love you like her? " (59, 6-12; 63, 32-64, 5)

Ada 3 orang yang selalu berjalan bersama Yesus. Maria ibundanya dan Maria saudara ibunya, dan Magdalena, yang disebut sebagai pasangannya. Dan pasangan dari Sang Juru Selamat (Saviour) adalah Maria Magdalena. (Dia mencintai) nya, melebihi cintanya kepada murid-murid yang lain dan sering menciumnya di mulutnya. Murid-murid yang lain bertanya kepadanya: "Kenapa engkau lebih mencintainya dari pada kami? Sang Juru Selamat menjawab: Kenapa aku tidak mencintai kalian seperti mencintai dia? (59, 6-12; 63, 32-64, 5)

Selanjutnya dari hasil penelitian Prof. Thiering, terungkap fakta bahwa acara pernikahan Yesus dgn Maria Magdalena, diselenggarakan pada hari Jum’at tgl 22 September Tahun 30. Ini adalah upacara pernikahan. Acara resepsinya diselenggarakan 3 tahun kemudian, yaitu pada 19 Maret tahun 33, jam 12 malam. Dan esoknya ditangkap, lalu disalib.

Pada tanggal 14 Juni 37, jadi 4 tahun setelah penyaliban, lahirlah anak Yesus yang pertama, yang diberi nama Jesus Justus. Anaknya yang ke-3 lahir pada 10 April 44. Namanya tidak diketahui. Adapun tentang anaknya kedua beliau tidak ada informasi.

Perkawinan Yesus yg kedua berlangsung dengan seorang perempuan bernama Lidia, pada 17 Maret 50. Jika ditambah pula dengan cerita rakyat di Kashmir, India, Yesus juga pernah menikahi seorang wanita desa yang cantik. Artinya, Yesus bahkan memiliki 3 orang istri!

Jika masih ada umat Islam sendiri yang meragukan bahwa Yesus atau nabi Isa (as) pernah menikah dan mempunyai keturunan, maka ada baiknya untuk mempertimbangkan kembali keraguan itu menurut dalil-dalil aqli dan naqli yang shahih, sebab Allah SWT pernah berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul sebelum engkau, dan Kami memberikan isteri-isteri dan keturunan kepada mereka. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (atau mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab.” (QS. Ar-Rad [13]: 38).

Gosip murahan kok di percaya…? :smiley: :smiley: :idiot2:

Kalau nga salah di indonesia juga ada anaknya… ;D :cheesy:

Tindakan mencium kaki oleh si perempuan, adalah bukan jenis cium birahi. Kita tentu tahu dan paham bahwa tindakan mencium tidak selalu bermakna ciuman asmara. Ada banyak jenis cium, termasuk cium persahabatan. Tindakan mencium kaki disini adalah wujud perendahan diri di hadapan seorang yang berkuasa mengampuni dosa-dosa. Semua orang yang benar-benar menyesali dosanya akan sangat mengasihi dan menghormati Tuhan-nya, demikianlah yang dilakukan perempuan itu.

Sentuhan perempuan itu tidak menyebabkan Yesus menginginkan si perempuan ini untuk tujuan seksual ataupun pernikahan. Perhatikan bagian akhir perikop kisah ini:

* Lukas 7:48-50
7:48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”
7:49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?”
7:50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

Setelah Yesus mengampuni dosa perempuan ini, Yesus tidak menginginkan perempuan ini untuk bersama-Nya, menemani-Nya ataupun tinggal bersama-Nya. Yesus menyuruh perempuan ini pergi di dalam berkatNya:

* Lukas 7:50
LAI TB, Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”
KJV, And he said to the woman, Thy faith hath saved thee; go in peace.
TR, ειπεν δε προς την γυναικα η πιστις σου σεσωκεν σε πορευου εις ειρηνην
Translit interlinear, eipen {Ia berkata} de {lalu} pros {kepada} tên gunaika {perempuan itu} hê pistis {iman} sou {-mu} sesôken {telah menyelamatkan} se {engkau} poreuou {pergilah} eis {di dalam} eirênên {damai sejahtera}

Yesus menyuruh perempuan itu pergi/ pulang sambil mengatakan “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat” (Yunani: eirene) yang merangkum segenap selamat dan sejahtera. Perkataan itu dapat juga diterjemahkan sebagai berikut: pergilah dengan selamat sejahtera, artinya mulai sekarang engkau akan hidup dalam keadaan selamat dan sejahtera.

Tuduhan bahwa Yesus berdosa karena menginginkan perpempuan itu secara sexual ataupun melakukan perbuatan zinah dengannya, sungguh tidaklah tepat.

Sangat premature sekali jikalau menganggap peristiwa yang tertulis di Lukas 7:36-50 adalah sebuah peristiwa pernikahan Yahudi. Jikalau ayat2 dalam perikop tersebut dengan lengkap dibaca, tentu saja tidak ada sama sekali hal-hal yang menyiratkan sebuah upacara/ ritual pernikahan.

Ada banyak hal-hal yang tidak mendukung tafsir Lukas 7:36-50 adalah sebuah ritual pernikahan:

  1. Yesus menerima undangan dari orang Farisi yang bernama Simon, itu jelas sebagai hal yang insidentil. Sedangkan sebuah ritual pernikahan tentu saja mengalami persiapan-persiapan.

  2. Simon, sebagai si empunya rumah tidak bersetuju dengan kedatangan perempuan itu. Jikalau itu sebuah ritual pernikahan, tentu saja mempelai perempuan merupakan orang penting di tempat itu.

  3. Jikalau itu merupakan ritual pernikahan, si mempelai laki-laki tidak akan menyuruh si mempelai perempuan pulang sendirian dan pergi meninggalkan si mempelai laki-laki yang masih ada di rumah Simon.

Lukas menulis dengan jelas sehingga apapun-bagaimanapun tidak dapat diplintir sebagai sebuah ritual pernikahan:

* Lukas 7:50
LAI TB, Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”
KJV, And he said to the woman, Thy faith hath saved thee; go in peace.
TR, ειπεν δε προς την γυναικα η πιστις σου σεσωκεν σε πορευου εις ειρηνην
Translit interlinear, eipen {Ia berkata} de {lalu} pros {kepada} tên gunaika {perempuan itu} hê pistis {iman} sou {-mu} sesôken {telah menyelamatkan} se {engkau} poreuou {pergilah} eis {di dalam} eirênên {damai sejahtera}

Yesus menyuruh perempuan itu pergi/ pulang sambil mengatakan “Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat” (Yunani: eirene) yang merangkum segenap selamat dan sejahtera. Perkataan itu dapat juga diterjemahkan sebagai berikut: pergilah dengan selamat sejahtera, artinya mulai sekarang engkau akan hidup dalam keadaan selamat dan sejahtera.
Bukanlah suatu kelaziman di hari pernikahannya seorang mempelai laki-laki menyuruh mempelai perempuan pergi. Selanjutnya silahkan baca artikel:

  1. KRISTUS di RUMAH ORANG FARISI, di http://www.sarapanpagi.org/yesus-diurapi-perempuan-berdosa-vt3559.html#p19529

  2. YESUS DIURAPI PEREMPUAN BERDOSA, Lukas 7:36-50, di http://www.sarapanpagi.org/yesus-diurapi-perempuan-berdosa-vt3559.html#p19530

Anda akan mengerti dengan jelas maksud dari si perempuan membasuh kaki Yesus, mencium kaki Yesus dan meminyakinya, semua dalah sebagai tanda syukur dan pertobatan.

Mengenai ‘ciuman bibir’ dalam “Injil Apokrif Filipus” bisa baca ulasan ini:
http://www.sarapanpagi.org/maria-isteri-yesus-vt428.html#p869

Dan, menafsirkan “perempuan” di Matius 26 : 1-13, Markus 14:1-9, Lukas 7:36-50 sebagai “Maria Magdalena” tidak mempunyai dasar bukti literal Alkitabiah, mengingat perempuan dalam catatan Matius, Markus dan Lukas itu anonymous.
Baca ulasan saya di http://www.sarapanpagi.org/maria-saudara-lazarus-vs-perempuan-lain-yang-mengurapi-yesus-vt2267.html#p12290

Pendapat ini jelas tidak cocok dengan catatan Injil Kakonik, sebab Yesus naik ke Surga pada umur-Nya yang ke 33 tahun. Bagaimana dapat ditafsirkan Yesus mempunyai anak pada tahun 37M dan 44M dan berpoligamy pada tahun 50M.

Injil Kanonik adalah injik Salib, bahwa Yesus mati-dikuburkan-bangkit-naik ke Surga. Tidak ada tambah-tambahan Yesus ketika menyelesaikan misi-Nya sebagai Anak-Domba yang dikurbankan itu masih berkeliling dan berpoly-gami-ria. Orang-orang bisa saja berimajinasi bahwa Yesus mungkin begini dan begitu. Dan itu terjadi karena yang bersangkutan memang tidak mengimani bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah.

Yesus tidak menikah ataupun melakukan perbuatan seksual. Meskipun tidak ditulis langsung dalam Alkitab , kita dapat simpulkan dari :

  1. Alkitab adalah kebenaran yang tertinggi dan di dalam Alkitab tidak ada suatu ayat pun yang menunjukkan bahwa Yesus telah menikah atau ayat yang mengarah ke hal itu.

  2. Yesus adalah Tuhan dan juga manusia. Jelas disini fungsinya sebagai Tuhan , Ia adalah kudus dan tidak bisa bersatu dengan manusia yang penuh dosa. Kekudusan tidak dapat bersatu dengan dosa manusia. Allah sangat membenci dosa. Ingat Upah dosa adalah maut (Roma 6:23) dan semua manusia berdosa (Roma 3:23).

  3. Tuhan Yesus datang ke dalam dunia adalah untuk menyelamat kan manusia berdosa , hanya itu tidak ada hal lain dan itu telah dilakukanNya di atas kayu salib. Tentunya Ia harus benar-benar berkonsentrasi penuh. Di dalam Alkitab dapat kita baca bahwa Tuhan Yesus sibuk mengajar, menyembuhkan orang sakit, kerasukan setan, dsb.

  4. Kalau Yesus menikah dan melakukan perbuatan seksual , mungkin saja di dalam Matius 1 (silsilah ttg Tuhan Yesus) akan ada keturunan dari Tuhan Yesus.

  5. Meskipun dalam kebiasaan Yahudi menikah adalah suatu kewajiban, tetapi ada juga beberapa tokoh Alkitab seperti Paulus dan Barnabas dan Yohanes Pembabtis yang tidak menikah. Jadi tidak dapat disimpulkan bahwa karena kebiasaan begini maka Tuhan Yesus juga harus menikah dan melakukan perbuatan seksual.

  6. Kalaupun Yesus memang tidak menikah, bukan berarti pula Yesus dimungkinkan pernah melakukan perbuatan seksual, perbuatan hubungan-seksual diluar penikahan adalah zinah.
    Dan sesuai dengan ajaranNya sendiri Yesus mengajar tantang perzinahan, Yesus mengajar murid-muridNya menjunjung tinggi kesucian perkawinan. Bahkan perzinahan dalam pikiranpun sudah termasuk zinah (Matius 5:27-30). Yesus tidak melakukan perbuatan dosa ini karena didalam Dia tidak ada dosa

  7. KelahiranNya yang bukan hasil pembuahan benih laki-laki (hasil hubungan seksual) melainkan dari ROH KUDUS (Matius 1:20) cukup memberikan alasan bahwa Yesus tidak melakukan hubungan seksual dengan manusia yang memiliki “gen-dosa”, karena itu bukan kodratNya. Dia adalah Allah yang menjelma, kelahiranNya adalah dari ROH KUDUS, benih ilahi yang murni.

Artikel terkait http://www.sarapanpagi.org/yesus-nikah-dan-punya-anak-vt2313.html#p12526

Mas,

  1. Kenapa sih memangnya kalau Yesus menikah dan sexually active?
    bukankah kedua hal tersebut adalah normal & wajar bagi manusia?
    Hinakah seseorang yang terangsang secara seksual & melakukan aktivitas seksual?

  2. Apakah dengan ternyata Yesus menikah atau melakukan kegiatan seks → akan membuat Yesus menjadi LEBIH RENDAH atau LEBIH HINA???
    menurut sy: GAK ADA HUBUNGANnya ah…
    Seks itu termasuk Suci kok & alkitabiah…

  3. Saya malah prihatin… manusia mana yang bisa TIDAK AKTIF SECARA SEKSUAL??? (walaupun suci atau titisan tuhan atau apalah) gak normal atuh…

salam,

Bahasa yang bombastis, saat mendengar berita tercengeng-cengeng, sampai tidak percaya, dengan tuduhan dijejeli cerita, sejarah yang gelap dan sebagainya. Itu adalah kalimat yang biasa dipakai oleh umat seberang untuk menista Yesus.

Jika Yesus dinista maka umat Allah mengampuni dan merespon dengan hangat, tetapi jika nabi mereka dinista, maka mereka akan mendendam dan merespon dengan pedang.

Jika kita berbicara jujur dan terbuka, mereka akan menimpali dengan dusta dan tipu daya.

Jadi mengapa ribut dengan cerita Yeshua orang Israel hai orang-orang yang bukan bani Israel???

Yeshua tidak menikah, bukankah bani Israel sendiri juga mengatakan demikian tentang sesama kaumnya? Mengapa bangsa Arab membuat cerita lain tentang orang bangsa lain. Seperti halnya jika orang Vietnam mengklaim bahwa Pangeran Diponegoro tidak pernah perang melawan Belanda melainkan mengungsi ke Vietnam dan menikahi gadis Vietnam. Ia akhirnya bergabung dengan partai komunis berjuang sebagai pahlawan perang saat Amerika menyerang Saigon. LOL

PERHATIAN, PERHATIAN, bagi kita semua yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, sekali-kali jangan mencoba-coba mengajukan atau menanggapi topik diatas.

Mulai mengorek-korek masalah," apakah Yesus tidak pernah menikah ", berarti sedikit banyak anda mulai terpancing tipuan iblis, dimana akhir-akhir ini mulai banyak dibicarakan mengenai buku atau film " Da Vinci Code "
Kita tahu cara iblis menggoda, tidak pernah secara langsung.
Kalau kita mulai masuk ke perangkap iblis, sungguh berbahaya dengan tidak disadari kita sudah terlipat didalamnya.

Ingat, Yesus datang sebagai anak domba Allah, untuk menggenapi hukum Taurat.
Menurut hukum Taurat yang dikorbankan adalah anak domba, jantan dan yang tidak bercela.

Kel.12: 5.
Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.

Saya mohon, agar topik diatas dijauhkan dari Forum ini.

Manusia hidup dengan tujuan, saat seorang suci mengenal dan memahami tujuan hidupnya ia akan memfokuskan hidupnya untuk mengenapkan kehendak Allah dalam hidupnya.

Tetapi orang yang tidak paham tujuan hidupnya ia akan hidup jemawa dan menghabiskan nafsunya sepuas-puasnya. Jika ia orang kuat akan melegalkan perbuatannya dengan kekuasaannya, jika ia orang spiritual maka ia akan melegalkan perbuatannya dengan dalih-dalih spiritual. Tetapi manusia yang dari Allah memahami tujuan hidupnya.

Kehidupan malaikat saja tdk mengenal perkawinan, apalagi Yesus yg adalah Allah
TRIT spt ini hanyalah copy paste penghujatan thd Allah

Markus 12:25
Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati,
orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

Kehidupan malaikat saja tdk mengenal perkawinan, apalagi Yesus yg adalah Allah
TRIT spt ini hanyalah copy paste penghujatan thd Allah

Markus 12:25
Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati,
orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

PERHATIAN, PERHATIAN, bagi kita semua yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, sekali-kali jangan mencoba-coba mengajukan atau menanggapi topik diatas.

Mulai mengorek-korek masalah," apakah Yesus tidak pernah menikah ", berarti sedikit banyak anda mulai terpancing tipuan iblis, dimana akhir-akhir ini mulai banyak dibicarakan mengenai buku atau film " Da Vinci Code "
Kita tahu cara iblis menggoda, tidak pernah secara langsung.
Kalau kita mulai masuk ke perangkap iblis, sungguh berbahaya dengan tidak disadari kita sudah terlipat didalamnya.

Ingat, Yesus datang sebagai anak domba Allah, untuk menggenapi hukum Taurat.
Menurut hukum Taurat yang dikorbankan adalah anak domba, jantan dan yang tidak bercela.

Kel.12: 5.
Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.

Saya mohon, agar topik diatas dijauhkan dari Forum ini.

Alquran dan Alkitab memuat berita yang sama dengan ulasan yang berbeda. Satu dengan yang lainnya saling meniadakan. Jika umat Kristiani tidak teliti dan menganggap bahwa Al Quran juga memuat cerita tentang Yesus dan nabi-nabi lainnya lantas menganggapnya sama maka anda telah masuk dalam perangkap.

Kitab Suci Yahudi dan Alkitab (Perjanjian Lama) menceritakan nabi yang sama dan isi kalimat yang sama.
Kitab Suci Yahudi dan Alquran menceritakan nabi yang sama dengan isi kalimat dan detil yang berbeda.
Kitab Suci Kristiani dan Alquran menceritakan nabi yang sama dengan isi kalimat melawan Yesus sebagai Tuhan dan Anak Allah.

Jika Kitab Suci Yahudi dan Kitab Suci Kristiani di bandingkan dan saling dipelajari, maka akan menemukan kecocokan dan memang Perjanjian Lama ditulis berdasarkan Kitab Suci Yahudi.

Jika Kitab Suci Islam dan Kitab SUci Kristiani dibandingkan dan saling dipelajari, maka akan menemukan pertentangan yang nyata dan jelas, satu dengan yang lain bagaikan kitab palsu dan asli. Jika satu dibenarkan maka yang lain jelas salah, jika yang lainnya dianggap benar maka yang satunya palsu. Karena itu sampai kapanpun Alquran tidak dapat dipakai sebagai refensi dalam Kekristenan.

Semoga anda paham dan jelas, berikutnya jika anda mengajak berdebat kitab suci Islam vs Kristen, jangan di tempat ini. Banyak tempat ribut lainnya silahkan singgah disana…

Saya rasa tiap umat Kristen perlu tau kebenaran nya , kalau tidak di bahas tuntas kesanya kita menutup nutupi kebenaran (kata tetangga) dgn dalil MALU & TABU …jadi kalau pertayaan ini di ulang2 kembali kita punya bukti yg kukuh utk menentangnya :afro:

Loh…kok malah jadi emosi :ashamed0004: cool down , saya juga tercengang dengan tudingan itu
di sini intinya bukan mau cari ribut tp mencari jawaban …karna jujur pengetahuan saya sangat minim dlm Alkitabiah apalagi itu di kait2an dgn sejarah silam :mad0261: :mad0261:

Saya mau berdiskusi, bukan mau cari ribut… :happy0025:
Saat ini iblis sangat gencar melakukan tuduhan & mangacak-acak kisah Yesus dgn melontarkan pertayaan yg “silly” tp cukup mengusik . Jadi kita sbg pengikut Yesus harus bisa membentengi diri kita dgn jawaban2 yg bisa mematahkan tudingan2 itu , dengan jawaban yg bisa di pertangung jawabkan ke absahan nya .

Mat 7:15 "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Mat 24:11 Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.

Mat 24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

2Yoh 1:7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.

kamu percaya apa yang dikatakan oleh si peneliti Prof. Thiering, atau percaya kepada apa yang tertulis dalam alkitab ??