ber opini tentang warna khas kotbah protestanisme populer

saya sering tertarik mendengar kothbah pendeta2 protestan, terutama dari kalangan kharismatik. yang nampaknya belakangan ini paling populer di indonesia. banyak yang terkenal… apalagi seringnya mereka melakukan kebangkitan2 Rohani, revival, healing2ngan, dan sejenisnya.

saya tidak ingin mengkritisi isi kothbahnya… anggap saja bener lah… cuma, nampaknya dari hampir semua kothbah pendeta yang saya dengar dari berbagai media, 99,99% bertumpu pada aspek2 penyelesaian perumulan hidup duniawi. masalah sakit penyakit, masalah keluarga, masalah bisnis, rejeki, narkoba, relasional, dan sejenisnya.

ya, kadang saya juga melepaskan segala pikiran kritis saya, untuk bisa mengambil positifnya, mengambil perspektif baiknya saja, karena ya memang baik kothbahnya itu… kemudian mencoba merasakannya… sambil senyum-senyum… ya enak juga ikut2 “terhanyut” dalam motivasi firman ala protestan itu… rada2 meningkatkan adrenalin sedikit… hehehe…

cuma yang ingin saya opinikan adalah: protestanisme itu bisa berkembang dan masih saja ada pengikutnya sampai sekarang ini, dikarenakan ternyata banyak orang butuh hal2 motivasional seperti itu. mereka butuh diyakinkan kembali akan beberapa aspek Tuhan, seperti: Sang penopang, Sang penolong, Sang pelindung, sang penyayang, dan sejenisnya. mereka tidak terlalu tertarik dengan dasar theologis yang sulit-sulit. apalgi untuk merenungkan, dan berkontemplasi, bermati raga, dengan kompleksitas kajian mendalam yang melahirkan sikap hidup arif. jarang sekali saya menemukan kajian kebermaknaan hidup yang mendalam dalam kothbah yang entertaining itu.

iya orang2 yang mungkin cocok dengan metode beriman ala protestan (khususnya Kharismatik .GBI, GPdI, dan sejenisnya) adalah orang2 yang sering gelisah akan hidup duniawinya. karena, kothbah protestanisme aliran ini memang 99.99% tentang masalah duniawi. jadi kalau boleh saya menyebutnya adalah: “Seminar sukses hidup ala Firman Tuhan”

tapi bukankah kebermaknaan itu lebih penting? bukankah Tubuh itu lebih penting dari pada roti? bukankah kerajaan Allah tidak bicara hal2 duniawi? saya kutip sebuah signature dari seorang member disini:

"Nantikanlah hari kematianmu setiap pagi… Itulah jembatan yang membawamu kepada Kristus. "

dari bahasa yang dipilih, bisa terlihat tingkat kecerdasan imannya, dan saya pikir bahasa demikian tidak akan kita temui dalam khasanah kothbah protestanisme.

namun tentu saja itu hanya opini saya, dan tentu saja semua liran punya stylenya masing2… kemudian orang pun boleh memilih sesuai kebutuhannya masing-masing. akhirnya memang terjadi segmentasi… kita tau dari kecerdasan imannya yang disampaikan dengan bahasa dan cara yang khas dari setiap denominasi.

IMHO, n silahkan CMIIW

salam.

Sebuah opini yang cerdas dan menarik.

Satu hal yang bisa kita cermati, bahwa aliran ini bisa dikatakan adalah aliran dengan tingkat pertumbuhan yang paling pesat di Indonesia ini. Secara mudah bisa disimpulkan, bahwa kehadirannya dengan tepat memenuhi kebutuhan umat yang memang membutuhkan kesederhanaan, cepat dan mudah.

Jika dianalogikan dalam lagu, mungkin bisa digolongkan dengan lagu pop. Jika dianalogikan dengan makanan, bisa dianalogikan dengan fastfood.

Salahkah? Saya cenderung bisa memakluminya. Karena memang tidak semua orang suka dengan musik classic, dan makanan fine dining.

Kesulitan hidup dan masalah sehari hari sudah menjadi beban dan masalah sendiri. Beribadah yang membutuhkan waktu dan kontemplasi mungkin dianggap sudah tidak tepat lagi, maka kehadiran tawaran beribadah yang memberi suasana penuh kemeriahan, yang memberi ‘bukti’ langsung dengan janji yang mengatasi kesulitan hidup sehari hari, mungkin dirasa tepat.

Karenanya dan sayangnya, dengan pasar yang sempit, aliran ini memang mengambil bagian dari aliran tetangga tetangganya, baik dari sesama Protestan bahkan Katolik. Salahkah? Saya katakan tidak, karena jika diibaratkan jalan, setiap orang memilih jalannya sendiri, sesuai apa yang diyakininya benar. Dan ada jalan yang mudah dan ada jalan yang terjal, pilihan yang diambil semoga saja benar.

Syalom

:smiley:

Mungkin kita semua lupa atau tau kalau dalam tingkat pertumbuhan rohani seseorang ada berbagai tahapan-tahapan untuk mencapai yang diaktakan sempurna seperti Kristus…Tingkat pertumbuhan itu dimulai dari tingkat Bayi, tingkat Anak-anak, tinkagt Dewasa, Tingkat Bapa…Dalam hal ini, saya cuma berikan 2 ilustrasi tingkatan pertumbuhan rohani secara singkat :

  • Tingkat Bayi : Dapat dikatakan seorang yang baru lahir baru (dibaptis) dan otomatis butuh susu murni (firman Tuhan/pengajaran yang murni) yang diberikan oleh orang yang memberikan susu tersebut…Hal ini dikarenakan, sifat dari si bayi tersebut belum bisa/mampu mencari sendiri air susu murni tersebut…Namun, si Bayi tersebut juga rentan akan penyakit (ujian) yang dapat membahayakan jiwanya, seperti : pengajaran sesat, ujian, dan lain sebagainya…Untuk itu, si Bayi ini harus segera dengan cepat memasuki ke tahap selanjutnya yaitu Anak-anak dengan cara mengunyah makan-makan yang bisa dikunyah (keras) sehingga si Bayi tersebut dapat bertumbuh dengan cepat…
  • Tingkat Anak-anak : Dalam tingkat ini tentu saja, seseorang sudah belajar cara mengunyah makanan yang keras-keras dan belajar untuk meminta atau mencari sendiri makanan tersebut…Namun dalam tingkatan ini, seoarang Anak juga rentan akan kepolosannya/kemunafikannya terhadap makanan atau hal-hal yang dapat menarik dirinya untuk terikat kepada sesuatu dan bahkan bisa membuatnya jatuh kedalam dosa, jauh dari ALLAH sehingga membuat kehidupannya menjadi lebih buruk dari sebelumnya…Oleh sebab itu, orang tersebut masih membutuhkan bimbingan dari orang yang telah memberikan air susu yang murni sejak dia mash dalam tahap bayi dikarenakan seseorang dalam tingkatan Anak-anak tidak terlepas dari beberapa ujian yang sesuai dengan kemampuannya agar, orang tersebut dapat belajar dari kesalahannya…
  1. Dari, apa yang saya ilustrasikan diatas, saudara mungkin dapat menyimpulkan di tingkatan pertumbuhan rohani yang manakah, pada umumnya orang-orang kristen pada saat ini?
  2. Apakah, gereja telah mengencerkan atau selalu memberi air susu kepada jemaatnya sehingga jemaatnya tidak dapat bertumbuh secara rohani?
1. Satu hal yang bisa kita cermati, bahwa aliran ini bisa dikatakan adalah [b]aliran dengan tingkat pertumbuhan yang paling pesat di Indonesia ini[/b]. Secara mudah bisa disimpulkan, bahwa [b]kehadirannya dengan tepat [u]memenuhi kebutuhan umat[/u][/b] yang memang membutuhkan kesederhanaan, cepat dan mudah. .......
[u][b]CERDAS[/b][/u],bukan ?! [b][u]Sell[/u] what they need [u]not only[/u] they want ![/b] :afro:
2. Jika dianalogikan dalam lagu, mungkin bisa digolongkan dengan [b][u]lagu pop[/u][/b]. Jika dianalogikan dengan makanan, bisa dianalogikan dengan [b]fastfood.[/b]
Bukankah [b]HATI yg GEMBIRA[/b] adalah [u][b]OBAT (yg MUJARAB)[/b][/u] ? :coolsmiley: :happy0062:
3. Salahkah? Saya cenderung bisa memakluminya. Karena memang tidak semua orang suka dengan musik classic, dan makanan fine dining.
[u][b]Restoran[/b][/u] [i]yg menjual makanan yg tidak disukai Pelanggan[/i] sudah bisa ditentukan [b]Ujung dan Nasibnya[/b], bukan ? Begitu juga halnya dengan[b] BAND/ PENYANYI [/b]! :coolsmiley: :happy0062:
4. Kesulitan hidup dan masalah sehari hari sudah menjadi beban dan masalah sendiri. Beribadah yang membutuhkan waktu dan kontemplasi mungkin dianggap sudah tidak tepat lagi, maka[b] kehadiran tawaran beribadah[/b] yang memberi [b]1. suasana penuh kemeriahan [u](PENGHIBURAN)[/u] , 2. yang memberi[u] 'bukti' langsung[/u] (BUKAN HANYA dengan janji) yang mengatasi kesulitan hidup sehari hari,[/b] mungkin dirasa [u][b]tepat[/b][/u]. :afro: :happy0025: Karenanya dan sayangnya, dengan pasar yang sempit (Penggalan [b]"Pangsa Pasar Niche Market"[/b]), [u][b]aliran ini[/b][/u] memang mengambil ([b]COPY and INOVATIVE[/b]) [b][u]bagian/Penggalan TERBAIK[/u][/b] dari aliran tetangga tetangganya, baik dari [b]sesama Protestan bahkan Katolik.[/b] Salahkah?[b] Saya katakan tidak,[/b] karena jika diibaratkan [b]jalan[/b], [u]setiap orang memilih jalannya sendiri[/u], [u][b) sesuai[/b][/u] apa yang diyakininya [u)benar[/u].
[u][b]Nice Positive Thinking[/b][/u] from You, Brother ! :afro: :coolsmiley: :happy0062:
5. Dan ada jalan yang mudah dan ada jalan yang terjal, pilihan yang diambil semoga saja [u][b]benar[/b][/u].
Kalau mau [b]GEGARES[/b], [u][b]secara UMUM[/b][/u] [b]SIKAT dahulu yg ENAK[/b] setelah itu baru [b]EMOT2 yg kurang enak ![/b]. WHY ? Because [b][u]you only have a little Moment and TIME[/u][/b] to [b]enjoy its[/b] ! [b]Lukas psl 2 :[/b] 8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya. 9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap [b]air, yang telah menjadi anggur itu[/b]--dan [i]ia tidak tahu dari mana datangnya,[/i] tetapi [b][i]pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya[/i][/b]--ia memanggil mempelai laki-laki, 10 dan berkata kepadanya: [b]"Setiap orang menghidangkan [b]anggur yang baik [u]dahulu[/u][/b] dan sesudah orang puas minum, barulah [i]yang kurang baik[/i];[/b] akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." 11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. Bukankah [u][b]Alkitab pun MENGAJARKAN[/b][/u] [b]HAL CERDAS dan TEPAT[/b], itu bukan? :afro: :coolsmiley: :happy0062:

Lukas 6 :
47 Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya–Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan–, 48 ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.

Kalau SUDAH DIAJARKAN tetapi tidak mau melakukannya, yg SALAH siapa dong ? :mad0261:
Syalom :smiley:

  1. Tergantung Posisi masing2 Sang Umat apakah SUDAH :
  • Dewasa Penuh
  • Remaja
  • Akil Balik
  • Anak anak
  • BALITA
  • Bayi atau bahkan
  • JANIN , belum LAHIR BARU ?

2.Jadi siapa yg SALAH kalau ada Gembala yg TIDAK SADAR dan KURANG PEDULI melihat setiap sosok umat yg digembalakannya ada di "Posisi yg mana " sehingga selalu menjadi Gembala yg memberikan ASAH-ASUH dan ASIH dengan TEPAT BENAR pada Umat-Nya?
Guru yg BAIK adalah yg mempunyai Tujuan untuk menjadikan Umat/Muridnya BERTUMBUH dan ia HARUS Tahu/PEKA kapan melakukan:
[b]- Peran Guru

  • Peran Orang Tua
  • Peran Pemimpin[/b] dan terachir mampu & Bersedia melakukan
  • Peran sebagai SAHABAT bagi Umat-nya ! lalu mau TURUN untuk “Duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi” dengan Umatnya!? :coolsmiley: :happy0062:

Wah, terima kasih mas sudah mengkoreksi dan melengkapi pendapat saya…Mudah-mudahan teman-teman di FK bisa mengerti, terlebih lagi para GEMBALA yang sudah dikhususkan dan ditahbiskan dapat mengerti…

kalau boleh saya beropini lagi, dan menganalogikan jenis2 model keberimanan protestan…

ada yang bergaya “Jesus Fans Club” yang melakukan pemujaan seperti memuja artis idola…
ada juga yang menempatkan diri layaknya “orang dalam” nya Tuhan.

kedua penempatan (positioning) ituakanmemunculkan sikap yang khas…

sebagai seorang “fans club” ketika ketemu idolanya mereka akan berteriak2, jingkrak2 kegirangan… berbicara hal2 yang praktis dan rinngan2 saja… pokoknya i love u!!!
tentu saja karakter para “fans club” ini selalu ingin dihibur, dan mempunya khas fanatisme sempit.

kemudian bagi yang sudah menempatkan diri menjadi orang dalam, tentu saja sebagai orang dalam sudah dekat dengan sang super star… mereka tidak mungkin lagi jingkrak2 kegirangan seperti cheer leader kala bertemu sang Tuan, mereka sudah biasa berkerja bersama, berunding, membicarakan planing2 agar mampu menghibur para penggemar. biasanya sikap mereka seperti seorang hamba raja, menghadap dan bersujud dengan anggun dan tertata. untuk kemudian mendengarkan dengan baik dan menunggu perintah sang raja.

orang dalam tidak berebut berkah dari sang raja, orang dalam ikut membagikan berkah sang raja kepada rakyatnya.

jadi, ada aliran yang memposisikan diri sebagai orang dalam, ada juga yang memposisikan diri sebagai rakyat yang meuja2 dan berteriak meminta berkah dari sang raja. sikapnya beda ya… karena kelasnya beda…, tapi terlebih penting lagi posisinya berbeda.

sebagai orang kristen yang dewasa, seharusnya kita bukan saja menerima berkah, melainkan juga menerima perutusan dari Allah.

BERKAT DAN PERUTUSAN

“semoga saudara sekalian dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang Maha Kuasa… Bapa, Putra dan Roh Kudus”

Amin

apa pendapat anda? salam…

“…”

“Marilah pergi Kita diutus”

Amin

Wah,kalau pengutusan secara khusus saya belum siap…Saya masih harus belajar karena saya masih di tahap anak-anak yang sering jatuh bangun…makanya saya tidak berani untuk menulis ilustrasi di tahap yang dewasa…Hal yang saya lakukan suma masih disekitar lingkungan yang terdekat dimaana saya berada saja…Doakan saja mas…

Ya, saya setuju dengan pendapat saudara…Wah,untuk pengutusan secara khusus saya belum berani karena saya masih ditahap anak-anak yang sering jatuh bangun…Oleh sebab itu, saya tidak berani menuliskan ilustrasi di tingkat orang yang sudah dewasa rohani dan sampai saat ini masih perlunya banyak belajar dan mempraktekannya di lingkungan sekitar saya dulu…Mohon doa nya saja mas.

hakikatnya setiap orang kristen itu kan kita diutus bro…
untuk melaksanakan utusan Allah, itu memang ada tingkatan dan tahapnya.

orang kristen dikatakan imam, raja dan nabi sebagai perutusan umum.

jadi disini adalah hendaknya kita menyadari, bahwa panggilan hidup seorang kristen itu bukan hanya mengharapkan/berebut berkat, namun juga menjadi utusan. perkara kemampuan menjawab panggilan itu adalah masalah lain.

orang kristen tidak hanya dituntut mengimani Kristusm tapi juga menghadirkan kristus pada dunia.

jadi, yang disayangkan adalah, sisi perutusan ini jarang di motivasikan… padahal sisi perutusan ini yang susah bukan? :smiley:

Sisi pengutusan memang bagian yang tersulit karena secara tidak langsung orang tersebut telah diperlengkapi terlebih dahulu sehingga dapat dikatakan telah menjadi dewasa rohani dan menjadi seorang laskar kristus di medan pertempuran rohani yang paling tidak dapat menahan serangan si iblis dan menjadi seorang pemenang…
Namun,yang amat disayangkan ketika seseorang telah dibaptis yang masih dalam tahap bayi rohani, gereja melepaskan begitu saja tanpa dibimbing dan diperlengkapi dengan diberi makanan rohani yang cukup sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi dewasa rohaniHasilnya, di awal atau di tengah pertempuran rohani, orang tersebut sudah kalah terlebih dulu…Dalam bahasa orang kristen orang tersebut dikenal sebagai domba yang hilang
Namun bagi saya sendiri, pengutusan orang Kristen secara umum dan dikaitkan dengan tingkatan rohani saya saat ini, yaitu memberikan teladan bagi orang-orang di sekitar saya sehingga dapat menjadi berkat bagi orang lain yang mencari kebenaran dan mencari Yesus Kristus sebagai Juruselamat…Dan menurut saya dari kesemuanya itu yang mengambil peran terbesar, adalah respon kita terhadap panggilan dan pengaplikasian firman ALLAH dalam kehidupan sehari-hari…

kurang lebih topik kotbah yang disampaikan itu aja,
ya paling sekitar

  1. kamu bukan ekor tapi menjadi kepala
  2. memberi banyak, akan memperoleh banyak
  3. mujizat masih ada,
  4. dll

:smiley:

salam

very nice! :afro: sepakat!

kemarin ikut dengerin kothbah pendeta populer di negri ini,

yang saya ingat: katanya, Tuhan berencana memberi makan mana saja pada umat israel, tapi karena umat komplen pada musa ingin makan daging, kemudian musa pun mengutarakan protesnya pada TUhan, dan kemudian Tuhan pun memberi umat israel daging sampai muak.

di tafsinya: kita lihat bahwa mesklipun Tuhan memberi kita mana (FT makanan rohani) tapi kita juga boleh meminta hal daging padaNya… dan seterusnya-dan seterusnya…

tentu saja namany apendeta pasti pake ayat… kalau ga salah beliau kutip ayat Bil 11:4-23

legitimasi untuk sang pendeta karena beliau ber alphard, dijemput dari bandara pake voridjer, nginap dihotel bintang 5… menurut saya kok hal tersebut bisa berpotensi gimana gitu ya… rasanya kurang wibawa saja bicara FT tapi fokusnya pada duniawi mwlulu… bukannya Agama itu tentang kerajaan Allah ya… hmm…

mas satria…
mohon jangan suud’zon dulu…

Alphard dan voorijeder itu adalah untuk menyamankan dan mengawal yesus sendiri yang ikutan hadir dari bandara sampe ke tempat event…

sedangkan nginep di bintang 5, tentu agar Yesus tidurnya nyaman dan tidak encok gara-gara spring-bed-nya engga pake latex atau densitas pegas nya kurang pas…

itu adalah bentuk “menyenangkan hati Tuhan”

mari kita positip tingking…

nah… masa yesus kok pergi-pergi sendirian, tidur dihotel sendirian?
kan engga sopan…
nah… Bapak pendeta kita itu yang nemenin mas…

coba tanya hotelnya…
breakfast-nya untuk 2 orang kan?
hehe…

Diskusinya menarik…

Aliran Protestan populer memang akhir2 ini laku, karena seperti yang sudah diutarakan di atas-atas tentang aliran ini, plus opini saya:

  1. Straight to the point, membahas masalah yang memang sedang akut-akutnya di negeri kita, seperti ekonomi, kesehatan dsb.
  2. Straight to the emotional side of human… jemaat terpuaskan secara emosi, mungkin mirip analogi “Jesus fans club”. Ga salah, kalau memang jemaat depresi secara mental/psikis ya kebaktian populer, KKR memang ada benefitnya.

Namun, ada efek negatifnya, seperti aspek “pengutusan” yang (sepertinya) jarang dibahas karena khotbahnya berfokus pada berkat, kesembuhan dsb. Dengan kata lain, “kebermaknaan” menjadi kurang dibahas.

Ada dua hal yang menjadi catatan saya tentang aliran seperti ini… ini berdasarkan pengalaman sih:

  1. Jemaat di-redeem secara emosional tapi tidak secara pola pikir… Maksudnya, dengan bernangis2 di KKR dsb, pola pikir mereka tetap sama. Hasilnya… selalu altar call untuk dosa yang sama setiap KKR.
  2. Marketing dengan target pasar yang “menggirukan”, sekolah kristen di daerah saya menjadi sasaran empuk untuk “marketing”, anak2 muda dengan spirit dan energi besar menjadi sasaran empuk dengan pola marketing yang kadang keliru.

:smiley: cheers… silahkan kalau mao ditanggapi.

Apakah HANYA Protestan yg Ber IMAN ?

ada yang bergaya "Jesus Fans Club" yang melakukan pemujaan seperti [u][b]memuja[/b][/u] artis idola...
Bukankah sampai di Sorga sanapun kita diminta untuk [u][b]SELALU dan SELALU[/b][/u] [b]memuja-Nya ! Worship HIM![/b] Wahyu 4 : 8 ............. dan dengan [b][u]tidak berhenti-hentinya (Always , Bro !)[/u][/b] mereka berseru siang dan malam: [i]"Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang." [/i] 9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan [u][b]puji-pujian[/b][/u], dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, 10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka [u][b][b]menyembah Dia [/b][/b][/u]yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: 11 Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima [b]puji-pujian dan hormat dan kuasa[/b]; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu [u][b]semuanya itu ada dan diciptakan.[/b][/u]
ada juga yang menempatkan diri layaknya "orang dalam" nya Tuhan.
Apakiah [b]Firman-Nya ini SALAH [/b]? [b]Yohanes 17 :[/b] 20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; 21 supaya [b]mereka semua menjadi satu,[/b] sama seperti Engkau, ya Bapa, [b][u]di dalam[/u] Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga [u]di dalam[/u] Kita[/b], supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

kedua penempatan (positioning) itu akanmemunculkan sikap yang khas.. sebagai seorang "fans club" ketika [u][b]ketemu[/b][/u] [b]idolanya [/b]mereka akan berteriak2, jingkrak2 kegirangan... berbicara hal2 yang praktis dan rinngan2 saja... pokoknya[b] i love u, Yesus!!!![/b]
Apakah [b]TIDAK WAJAR[/b] bagi seseorang yg [b][u]telah bertemu[/u][/b] dengan [b]Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup[/b] itu lalu ...... kegirangan... berbicara hal2 yang praktis dan rinngan2 saja... pokoknya[b] i love u, Yesus!!!![/b] Coba suruh orang2 yg tidak mengakui dan Percaya kepada Yesus ..... berbicara hal2 yang praktis dan rinngan2 saja... pokoknya[b] i love u, Yesus!!!![/b] , bisa enggak ? :mad0261: :ashamed0004:
tentu saja karakter para "fans club" ini selalu ingin dihibur, dan mempunya khas fanatisme sempit.
Wah2 keknya [b]TERBOLAK BALIK[/b] deh ....... Yesaya 29 : 15 – 16 a Celakalah orang yang menyembunyikan dalam2 rancangannya terhadap Tuhan yang [u][b]pekerjaan2 nya terjadi dalam gelap ?[/b][/u] Betapa kamu [b]memutar balikkan segala sesuatu[/b]……… Siapa yg Selalu ingin [b][u]memanjakan diri[/u][/b] sambil serang sono sini dan ber [u][b]fanatisme Ria nan sempit[/b][/u] ? :coolsmiley: :mad0261: :'( :ashamed0004:
kemudian bagi yang sudah menempatkan diri menjadi [b]orang dalam[/b], tentu saja [b]sebagai orang dalam[/b] [b][u]sudah dekat[/u] dengan [b]sang super star "Bintang Timur"[/b] itu[/b]..
NGIRI, ya pak ?
mereka tidak mungkin lagi jingkrak2 kegirangan seperti cheer leader kala bertemu sang Tuan, mereka sudah biasa berkerja bersama, berunding, membicarakan planing2 agar mampu menghibur para penggemar. biasanya sikap mereka seperti seorang hamba raja, menghadap dan bersujud dengan anggun dan tertata. untuk kemudian mendengarkan dengan baik dan menunggu perintah sang raja.
Ya itu kalau nemunya dengan [u]Sosok TUAN [/u]! Kalau dengan [b]Sosok Tuan diatas segala Tuan = TUHAN,[/b] ya BEDA JAUH dong pak ! :afro: ;D Penuh Kerendahan hati dan selalu mengucap syukur bak [b]seorang anak yg takzim hormat kepada Bapa ![/b] Bersambung .....

Sambungan …

orang dalam tidak berebut berkah dari sang raja, orang dalam ikut membagikan berkah sang raja kepada rakyatnya.
Para anak anak-Nya malah [u][b]LEBIH DARI ITU[/b][/u], karena [u]keberadaannya[/u] adalah [u][b][b]HARUS[/b][/b][/u] menjadi [b]BERKAT itu SENDIRI[/b] yaitu [b][b]"Garam dan Terang Dunia[/b][/b]" bagi orang2 disekitarnya , bukan jadi[b] [u]Biang Kerok[/u] yg [i]mancing2 KEKERUHAN[/i] ![/b]
jadi, ada aliran yang memposisikan diri sebagai orang dalam, ada juga yang memposisikan diri sebagai rakyat yang meuja2 dan berteriak meminta berkah dari sang raja. sikapnya beda ya... karena kelasnya beda.., tapi terlebih penting lagi posisinya berbeda.
[b]FAKTA dan KENYATAAN itu [u]sudah JELAS kok Terlihat[/u][/b] mana [b]Garam & Terang[/b] dan mana [b]Biang Kerok [/b]! Yesaya 32 : 17 Dimana ada [b]kebenaran[/b] disitu akan tumbuh [i][u]damai sejahtera[/u][/i] dan akibat [b]kebenaran[/b] adalah [i]ketenangan dan ketentraman untuk selama lamanya.[/i]
sebagai orang Kristen yang dewasa, seharusnya kita bukan saja menerima berkah, melainkan juga menerima perutusan dari Allah.
Sudahkah anda melakukannya dan bukan [b]NATO[/b] doang ?
[b]BERKAT DAN PERUTUSAN[/b] ", dibimbing, dan diberkati oleh [b]Allah yang Maha Kuasa.. Bapa, Putra dan ROH KUDUS" [/b] apa pendapat anda? salam...
Siapakah [u]Bapa, Putra dan ROH KUDUS[/u] yg selalu akan membuat [u][i]"semoga saudara sekalian dilindungi, dibimbing, dan diberkati "[/i][/u] kalau bukan [b]"Allah yang Maha Kuasa"?[/b] Jadi sudah MAMPU atau TIDAK anda menyebut [b]Putra dan Roh Kudus selain Bapa[/b] dengan sebutan [b][b][u]TUHAN[/u][/b][/b] bukan lagi Tuan? :coolsmiley: :happy0062: Amin "......" [b] "Marilah pergi , Kita DIPILIH-NYA untuk diutus-Nya juga "[/b]

Amin

saya mengatakan MODEL keberimanan protestan… kan beda2 model tuh keberimanan protestan dan Kristen yang lain?

semua umat Allah memuja… kita bicara Style, bicara Kelas… bicara khas… ada yang kelas “fans club” pennggemar yang tidak punya hubungan istimewa seperti layaknya “orang dalam” atau keluarga dekat.

??? what do you mean? :coolsmiley:

semua manusia bisa merasa girang… tapi beda dong ekpresi anak TK dan para jendral… coba bayangin SBY mengekpresikan kegirangannya dengan melompat-lompat dan teriak-teriak… ;D ini bicara syle mas bro… bicara kelas… :smiley:

ah… langsung saja, kita ini sedang bicara style… bicara kelas… bicara warna khas mas bro… bukan bener salah…

kita ini orang dalam, kerabat bahkan anak kerajaan surga… maksud saya, gaya penghormatan itu sangat tergantung dengan kelas nya setiap orang… orang hebat mempunyai gestur yang anggun… mendalam, dan rapi… beda dengan anak2 remaja… mana nyaman mereka dengan kedalaman… pokoknya cheers! kan?

kedalaman dan keriaan tanpa paham… :azn:

Apakah sama bahasannya dengan ini: