BERANI BERSERU KEPADA ALLAH

Markus 10:46-52

Seorang pengemis buta bernama Bartimeus begitu mendengar Yesus sedang berjalan lewat, maka ia dengan BERANI BERSERU agar Yesus menyembuhkannya. Ketika banyak orang menegornya agar diam, Bartemeus bukannya mundur malahan berseru lebih keras lagi.

Demikian juga dengan kita ketika berada dalam kesulitan atau pergumulan apakah kita berani berseru kepada Yesus ? Dan ketika suara orang banyak menegor kita apakah kita tetap berani tetap berseru kepada Yesus dan tidak berhenti ?

Tegoran orang banyak yang akan kita dapati dapat berupa :

  1. Suara hati kita yang menuduh kita bahwa kita tidak layak berseru kepada Tuhan karena kita orang berdosa.
  2. Perkataan - perkataan yang melemahkan dari orang - orang sekitar kita.
  3. Keadaan yang semakin memburuk ketika kita mencoba dekat dengan Tuhan.
  4. dan sebagainya.

Namun mari kita belajar seperti Bartimeus yang tidak peduli apa kata orang untuk berani berseru kepada Yesus. Karena Yesus tidak melihat keberadaan kita apakah kita layak/tidak melainkan KESUNGGUHAN HATI untuk percaya kepada Tuhan.

amin…

Tuhan Yesus baik :slight_smile:

memberkati gw banget…

Betul, kita harus berani berseru kepada Tuhan.

Tetapi ada waktu orang-orang yang bijaksana merasa lebih baik diam saja:

“Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat.” (Amos 5:13)

Maka orang-orang yang bijaksana harus membedakan waktu, memahami kapan waktu untuk berseru dan kapan waktu untuk tetap diam…