berbagi cerita waktu pertama kali bertobat

bro n sist, bagi2 cerita ya kisah waktu kalian bertobat. bisa yang baru kenal Tuhan atau pun yang udah lama kenal Tuhan tapi baru di pulihkan…
aku dulu ya…
aku emang terlahir dari keluarga kristen. sejak kecil selalu ke gereja, tapi aku tidak pernah mendapatkan apa2. tahun 2005 aku remaja dan beranjak dewasa, aku semakin aktif dalam kegiatan pemuda, hingga pelayanan di sekolah minggu. tapi aku tidak merasa hubungan ku dengan Tuhan semakin dekat, tidak juga semakin jauh, alias biasa aja…, dan ke gereja hanya rutinitas yang telah menjadi kebiasaan.

tahun 2008 aku mengalami masa2 sulit dengan beberapa kerabatku, singkat cerita, aku semakin jauh dari Tuhan, karena aku berfikir, percuma aku beribadah kalau aku melihat orang2 yang menyakiti aku ada di gereja. mereka munafik, selalu datang ibadah, tapi pikiran dan hati mereka busuk. lebih baik aku tidak datang sama sekali ke gereja.

jadi lah selama 2 tahun hingga tahun 2010 jarang beribadah, aku menjadi keras hati, keras kepala, dan menganggap hanya aku yang benar. aku merasa sendiri, hanya pacarku yang aku miliki… aku hidup sesuka ku, apa yang ingin aku lakukan, itu yang aku lakukan.

tapi pad aawal tahun 2011, melalui seorang Hamba Tuhan, aku di ingatkan akan dosa dan kesalahan yang selama ini aku lakukan. aku di sadarkan bahwa aku menyimpan akar pahit sakit hati, aku mengalami penolakan, dan aku terikat oleh dosa. dengan bantuan seorang sahabatku juga, aku di bantu untuk kembali kepada Tuhan, di ajar untuk mengampuni orang2 yang dulu pernah menyakiti aku, dan aku di kuatkan untuk bisa lepas dari dosa yang selama ini aku lakukan.

akhirnya aku bisa lepas, dengan membayar harga bercucuran air mata melepaskan kesenangan duniawi yang selama ini aku lakukan, aku bisa bebas dari ikatan dosa. aku mengalami masa2 indah bersama Tuhan, menikmati kasih mula2 yang indah kepada Tuhan… rasanya tidak sia2 air mata yanag aku keluarkan dulu jika di bandingkan bahagia nya hidup di dalam Tuhan saat ini…

Saya dulu punya pikiran saya sendiri ( TUHAN itu pasti begini begitu, jauh, diatas, dsb ).
Dari kecil ke gereja tapi tidak pernah mengalami ketemu TUHAN YESUS, pulang gereja tenang tapi begitu sampai rumah / ketemu masalah langsung hilang semua ketenangan tadi.

Ikut ke sebuah gereja karena ngikut pacar, akhirnya jadi Kristen tetapi kejamah pun jarang2, sampai suatu saat Bapa Rohaniku bilang tentang musuh TUHAN adalah orang baik.
Dan saya baru sadar, saya orang baik itu, karena saya selalu merasa sudah berkorban, selalu ngalah, merasa punya dosa tapi orang lain kadar dosanya lebih banyak dari saya.
Setiap malam saya berdoa “ampuni dosa2-ku” tapi aku tidak tahu dosaku apa.

Setelah dengar pernyataan itu barulah saya sadar, dan setelah itu satu per satu dosa saya dibukakan, dan ternyata meskipun kelakuan saya baik ( sopan santun, sabar, dsb ) tapi ternyata kejahatan saya semua ada di hati saya ( memendam sakit hati, merasa lebih baik, menganggap orang lain lebih jahat, merasa orang lain / keadaan yang harus berubah, merasa YESUS jahat karena hidupku kok seperti ini, dsb ).
Saya tidak bisa sukacita, hanya bisa gembira kalau keadaannya menyenangkan.
Setelah itu baru saya dibukakan ternyata YESUS sangat menyayangi aku selama ini, bahkan di kejadian2 buruk dalam hidupku pun jadi sadar di titik mana YESUS menyayangi aku.

Akhirnya saya tobat.
Saya sebelumnya sudah jadi Kristen, tapi tidak tobat dari kejahatan2 hati ini.
Dan setelah itu, bahkan menyebut YESUS pun jadi sangat enak ( sebelumnya kalau bilang “TUHAN” saya nyaman tapi kalau bilang “YESUS” rasanya asing, tidak enak ).
Dan akhirnya walaupun keadaan sekeliling tidak enak, di dalam hati rasanya nyaman…
YESUSku benar2 nyata & hebat !

Indah banget, suka cita dan damai sejahtera melingkupi dan merasa tidak takut kepada apapun karena Yesus selalu melindungi dan menjagai aku

Semangat menggebu-gebu, beli buku-buku dan lagu rohani untuk disharing (dipinjamkan), dan tidak malu menyebut nama Yesus (roh antichrist sudah enyah daripadaku :afro: ), merasa jijik akan dosa-dosa lama
dan haus akan Firman Tuhan
seperti ada suara hikmat didalam hati memimpin dan mengajari menaati Firman dan untuk selalu merendahkan hati dan berlaku kasih ke tiap-tiap sesama