Berbohong demi kebaikan

Boleh gak kalo org Kristen itu berbohong untuk sebuah kebaikan walaupun kebohongan itu terus menerus dilakukan, krn di gereja tempat saya beribadah, saya sering mendengar untuk hidup yang kudus dan jangan berdusta, jangan berbohong, saya juga udah berusaha untuk itu, tapi kalo berbohong demi kebaikan atau untuk sebuah hal yg baik, boleh gak ya? Berdosa atau tidak? :angel:

Ngga boleh … itu tetap dosa

Dosa tuh…

Tapi ada loh tokoh Alkitab yang berbohong demi kebaikan, kalau gak salah dia seorang wanita kafir yang berbohong demi menyelamatkan pengintai2 israel.
Lalu waktu orang Israel menyerang kota tersebut, si wanita itu diselamatkan, bahkan menjadi salah satu leluhur Yesus.

Lupa ayatnya dimana, maaf… :slight_smile:

Salam.

Demen amat sih neng 1 ini cap2 dosa, bikin capnya dimana sih, ada ijin ga tuh bikin capnya? Jangan2 cap illegal bikin di pinggiran.


Mat 5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
Yak. 5:12 Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.

Kata “hendaklah”, disitu berupa anjuran, karena ada konsekuensi dari “berbohong.”
Cuma tetap liat situasi, untuk berkata jujur juga harus liat moment yg tepat, jangan sampai kejujuran kita ternyata berdampak fatal.

Soalnya saya pikir kalo ada orang yang berniat jahat dan memang kita udah tahu dia berniat jahat, lalu dia bertanya apa aja kepada kita, masak sih kita harus katakan yang sejujurnya?

yah karena itu liat situasi, Tuhan nyuruh kita berhikmat, kalau kejujuran kamu kira2 bakal disalahgunakan jadi bahan gosip or etc, yah disimpan aja. Di simpan kan bukan berarti berbohong. Bilang aja begini “sorry, gua ga bisa bilang sama elu.” Itu kan ga bohong, artinya kamu tau yg benernya gimana, cuma kamu ga mau bilang sama dia.

Aduh… Jangan gampang bilang dosa donk… Memang pertanyaanny “dosa ato ga??”… Tapi biar kita belajar tidak mudah mengatakan “ini dosa” ato “itu dosa”… Gbu.

Setuju… setuju.

Amin.

sejak kapan kata “hendaklah” berupa anjuran?

Gen 1:9 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian.

kemudian artinya, berfirmanlah Allah “anjuran” segala air…

atau

Gen 9:25 berkatalah ia: "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya

diartikan : Terkutuklah Kanaan, “hanya anjuran” ia menjadi…

disposisi kepada individu yang berusaha menegakan kebenaran Firman Tuhan

namun menjadi mengkerdilkan arti dari kebenaran Firman itu sendiri

dari “instruksi” sang “Inspektur Agung” menjadi “anjuran”

GBU

Kata kehendak di sini tidak merujuk pada anjuran, melain kepada keharusan.TUHAN tidak pernah menanjurkan sesuatu kepada manusia. atau pun menyarakan sesuatu kepada manusia.

Apakah TUHAN menganjurkan manusia untuk tidak berbuat dosa? apakah TUHAN pernah menyarankan menusia untuk tidak melakukan hal ini dan hal itu?

yang namanya DOSA (dgn penekanan), tetaplah dosa walau sekecil apapun dosa itu dan tujuan apapun dosa itu (kebaikan), Upah nya ialah Maut.

kalo liel minta ayat2nya nie ta kasihin deh: perhatikan juga kalimat2 yang saja blod

Kel. 23:1"Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar.

Mzm. 5:6 (5-7) Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.

Ams. 21:28 Saksi bohong akan binasa, tetapi orang yang mendengarkan akan tetap berbicara.

Ams. 31:30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

Yes. 28:15 Karena kamu telah berkata: “Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,”

Yes. 28:17 Dan Aku akan membuat keadilan menjadi tali pengukur, dan kebenaran menjadi tali sipat; hujan batu akan menyapu bersih perlindungan bohong, dan air lebat akan menghanyutkan persembunyian."

Yes. 30:9 Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran TUHAN;

Yer. 8:8 Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat TUHAN? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.

Yer. 14:14 Jawab TUHAN kepadaku: "Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri.

Yer. 37:14 Dan sekalipun Yeremia menjawab: “Itu bohong, aku tidak hendak menyeberang kepada orang Kasdim!”, tetapi Yeria tidak mendengarkan, lalu ia menangkap Yeremia dan membawanya menghadap para pemuka.

Yeh. 13:6 Penglihatan mereka menipu dan tenungan mereka adalah bohong; mereka berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal TUHAN tidak mengutus mereka, dan mereka menanti firman itu digenapi-Nya.

Yeh. 13:7 Bukankah penglihatan tipuan yang kamu lihat dan tenungan bohong yang kamu katakan, kalau kamu berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal Aku tidak berbicara?

Yeh. 13:8 Sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH, oleh karena kamu mengatakan kata-kata dusta dan melihat perkara-perkara bohong, maka Aku akan menjadi lawanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Yeh. 13:9 Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan nabi-nabi yang melihat perkara-perkara yang menipu dan yang mengucapkan tenungan-tenungan bohong; mereka tidak termasuk perkumpulan umat-Ku dan tidak akan tercatat dalam daftar kaum Israel, dan tidak akan masuk lagi di tanah Israel; dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan ALLAH.

Yeh. 13:19 Kamu melanggar kekudusan-Ku di tengah-tengah umat-Ku hanya demi beberapa genggam jelai dan beberapa potong roti, dengan membunuh orang-orang yang tidak patut mati, dan membiarkan hidup orang-orang yang tidak patut hidup, dalam hal kamu berbohong kepada umat-Ku yang sedia mendengar bohong.

Yeh. 13:23 Oleh sebab itu kamu tidak lagi melihat perkara-perkara yang menipu dan mengucapkan tenungan-tenungan bohong; Aku akan melepaskan umat-Ku dari tanganmu dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."

Yeh. 21:29 sedang orang melihat penglihatan-penglihatan yang menipu bagimu dan memberi tenungan-tenungan bohong kepadamu–untuk ditetakkan ke leher orang-orang fasik yang durhaka, yang saatnya sudah tiba untuk penghakiman terakhir.

Yeh. 22:28 Dan nabi-nabinya mengoles mereka dengan kapur dengan melihat penglihatan yang menipu dan memberi tenungan bohong bagi mereka; nabi-nabi itu berkata: Beginilah firman Tuhan ALLAH! --tetapi TUHAN tidak berfirman.

dah jelas kan? intinya berbohong itu tetap dosa,dan upah dosa ialah MAUT (dengan intonasih penekanan) :happy0025:

Hihihihi

Mat 5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

“hendaklah” pada ayat tersebut bahasa aslinya: estw esto
artinya: let be

Gen 1:9 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian.

“hendaklah” pada ayat tersebut bahasa aslinya: hwq qavah
artinya: to collect, bind together

Gen 9:25 berkatalah ia: "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya

“hendaklah” pada ayat tersebut bahasa aslinya: dbe `ebed, tergabung jadi 1 dengan “hendaklah ia menjadi hamba”
artinya: slave, servant

Jadi tidak semua kata “hendaklah” itu besifat anjuran, kenapa semua hendaklah disamaratakan? Padahal kajian bahasa aslinya saja sudah beda, estw esto, hwq qavah, dbe `ebed, dan hendaklah2 yg lain yg beda lagi bahasa aslinya. Ini yg meng-kerdil-kan Firman sebenarnya siapa jadinya :slight_smile:

"disposisi kepada individu yang berusaha menegakan kebenaran Firman Tuhan namun menjadi mengkerdilkan arti dari kebenaran Firman itu sendiri dari “instruksi” sang “Inspektur Agung” " -Tonypaulo-

Kenapa saya bilang anjuran bukan instruksi? Karena Tuhan tidak pernah memaksakan kehendaknya, Amanat Agung untuk orang percaya ada 2 yg saya tahu (CMIIW): “Jadikanlah semua bangsa muridku” & “Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku”

Abis nyari ayat pake keyword “bohong” ya :smiley:

Kenapa saya itu anjuran, baca lagi kalimat saya: Kata “hendaklah”, disitu berupa anjuran, karena ada konsekuensi dari “berbohong.”

Apakah saya ngomong gitu berarti menyarankan orang untuk berbohong?
Lagipula yg namanya DOSA (dengan penekanan), itu yg berhak menghakimi & melebeli hanya Tuhan. Anda tuhan?
Upahnya juga yg menentukan Tuhan, bukan manusia, Anda tuhan?

Anda kok sekarang seolah2 menjadi tuhan?
Kata kehendak di sini tidak merujuk pada anjuran, melain kepada keharusan.TUHAN tidak pernah menanjurkan sesuatu kepada manusia. atau pun menyarakan sesuatu kepada manusia.

Kita bukan hidup dari jaman taurat lagi, dimana koridor dan batas2nya dinyatakan mutlak, tapi hukum itu telah diubah menjadi esensi yg sesungguhnya dari taurat. Apakah Tuhan bisa memaksakan kehendaknya, bisa saja, tapi apakah Dia berbuat begitu? Karena itu saya katakan itu adalah anjuran dengan konsekuensi.

Perhatikan kalimat2 saya setelahnya, apakah saya mengajurkan orang berbohong?

Bu LieL

Tahukah anda bahwa Perjanjian Baru ditulis dengan bahasa Yunani?

dan Tahukah anda bahwa Perjanjian Lama ditulis dengan bahasa Ibrani?

mengapa diperbandingkan antara bahasa Yunani dengan bahasa Ibrani?

ya jelas beda lah bu (apel dibandingkan dengan jeruk)

bukankah itu termasuk “mengkerdilkan” Firman?

Memperbandingkan bahasa Ibrani dengan bahasa Yunani?

Tanpa mengerti perbedaan bahasa diantara PL dan PB?

Ini bahasa aslinya ayat
(GNT-V) εστω δε ο λογος υμων ναι ναι ου ου το δε περισσον τουτων εκ του πονηρου εστιν
ἔστω, ἔστωσαν
estō estōsan
es’-to, es’-to-san
Second person singular present imperative and third person of G1510; be thou; let them be: - be.
mengandung artinya

be thou;

let them be: - be.

Let be : membiarkan, menjadi

Konteks buat orang percaya yang senang untuk menyenankah hati TUHAN, saya percaya ia akan “mengartikan” let be ; “menjadi” pelaku FIRMAN atau “jadilah” seperti yg di FIRMAN-kan

Namun bagi yang mengartikan “membiarkan” atau “anjuran” silahkan nilai sendiri motivasi apa yang terkandung

“instruksi” sang “Inspektur Agung”

Mengapa juga diartikan

Tuhan Memaksakan?

Baik 10 hukum taurat, Hukum Utama dan Amanat Agung adalah “Instruksi” dari sang “Inspektur Agung”,

“Instruksi” itu buat orang yang senang menyenangkan Tuhan adalah suatu bentuk Kasih Tuhan dalam menjaga, memelihara dan menumbuhkembangkan kapasitas orang percaya

Jika ada yg mengartikan dengan “paksaan”, silahkan nilai sendiri motivasi dan niat hatinya

Jadikanlah semua bangsa muridku, bukan “anjuran” tetapi “Instruksi” dari Tuhan Yesus

Namun yang mengartikan “anjuran”, bisa dilakukan bisa juga tidak

Silahkan nilai dari motivasi hati yang “mungkin” ingin “bebas” dari tanggung jawab sebagai pengikut Kristus

Sedang yang mengartikan “Instruksi”, artinya cuma satu; harus dilakukan, wajib dilakukan

Dengan apa menjadikan bangsa muridku, dengan hidup berpadanan dengan Injil

Kalau

Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku, juga anjuran bukan “Instruksi”

Menyedihkan sekali

Tuhan sudah menjadi manusia, hidup dalam tekanan orang yg memusuhi, di khianati orang2 dekatnya, mati di kayu salib

Peringatan akan Aku-nya hanya “anjuran”?

Tapi kalau saya pribadi

Peringatan akan Aku adalah Instruksi (kali ini saya “copot” tanda kurungnya, biar tegas buat diri saya)

Karena apa yang Tuhan Yesus lakukan, segalanya buat saya, bahkan lebih dari hidup saya, karena itu Amanat Agung buat saya adalah Instruksi

Kalau buat anda itu hanya “anjuran”, pesan saya ingat-ingatlah apa yang YESUS lakukan dalam hidup anda

Anda tahu arti amanat?

ama•nat n 1 pesan; perintah (dr atas): menyampaikan – orang tuanya; 2 keterangan (dr pemerintah); 3 wejangan (dr orang yg terkemuka): dibacakan sebuah – Jenderal Sudirman; – Presiden dl Kongres Pemuda; 4 Ling keseluruhan makna atau isi pembicaraan; konsep dan perasaan yg disampaikan pembicara untuk dimengerti dan diterima pendengar atau pembaca; 5 Sas gagasan yg mendasari karya sastra; pesan yg ingin disampaikan pengarang kpd pembaca atau pendengar;

Namanya juga Amanat Agung

Artinya Pesan atau Perintah Agung (saya lebih suka kata perintah daripada pesan)

Bukan “Anjuran” Agung

Dan yang namanya “anjuran”

mana ada yang “agung” (dimana otoritasnya)

Semakin jelas bahwa anda, Bu Liel, membahas Firman mungkin untuk maksud supaya orang percaya tidak menjadi “kaum legalitas” tapi anda sendiri tidak proposional dan tidak kontekstual membahas kebenaran Firman Tuhan

Sehingga “kebebasan” yang anda propaganda “mirip” dengan teologi liberal buat saya

GBU

Tuhan Memaksakan? Baik 10 hukum taurat, Hukum Utama dan Amanat Agung adalah “Instruksi” dari sang “Inspektur Agung”, "Instruksi" itu buat orang yang senang menyenangkan Tuhan adalah suatu bentuk Kasih Tuhan dalam menjaga, memelihara dan menumbuhkembangkan kapasitas orang percaya Jika ada yg mengartikan dengan “paksaan”, silahkan nilai sendiri motivasi dan niat hatinya Jadikanlah semua bangsa muridku, bukan “anjuran” tetapi “Instruksi” dari Tuhan YESUS Namun yang mengartikan “anjuran”, bisa dilakukan bisa juga tidak Silahkan nilai dari motivasi hati yang “mungkin” ingin “bebas” dari tanggung jawab sebagai pengikut KRISTUS Sedang yang mengartikan “Instruksi”, artinya cuma satu; harus dilakukan, wajib dilakukan Dengan apa menjadikan bangsa muridku, dengan hidup berpadanan dengan Injil

Kalau
Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku, juga anjuran bukan “Instruksi”
Menyedihkan sekali
Tuhan sudah menjadi manusia, hidup dalam tekanan orang yg memusuhi, di khianati orang2 dekatnya, mati di kayu salib.Peringatan akan Aku-nya hanya “anjuran”?

Tapi kalau saya pribadi
Peringatan akan Aku adalah Instruksi (kali ini saya “copot” tanda kurungnya, biar tegas buat diri saya)
Karena apa yang Tuhan YESUS lakukan, segalanya buat saya, bahkan lebih dari hidup saya, karena itu Amanat Agung buat saya adalah Instruksi
Kalau buat anda itu hanya “anjuran”, pesan saya ingat-ingatlah apa yang YESUS lakukan dalam hidup anda

Kalau buat anda itu hanya “anjuran”, pesan saya ingat-ingatlah apa yang YESUS lakukan dalam hidup anda
Anda tahu arti amanat?

ama•nat n 1 pesan; perintah (dr atas): menyampaikan – orang tuanya; 2 keterangan (dr pemerintah); 3 wejangan (dr orang yg terkemuka): dibacakan sebuah – Jenderal Sudirman; – Presiden dl Kongres Pemuda; 4 Ling keseluruhan makna atau isi pembicaraan; konsep dan perasaan yg disampaikan pembicara untuk dimengerti dan diterima pendengar atau pembaca; 5 Sas gagasan yg mendasari karya sastra; pesan yg ingin disampaikan pengarang kpd pembaca atau pendengar;

Namanya juga Amanat AgungArtinya Pesan atau Perintah Agung (saya lebih suka kata perintah daripada pesan)
Bukan “Anjuran” Agung
Dan yang namanya “anjuran”
mana ada yang “agung” (dimana otoritasnya)
Semakin jelas bahwa anda, Bu Liel, membahas Firman mungkin untuk maksud supaya orang percaya tidak menjadi “kaum legalitas” tapi anda sendiri tidak proposional dan tidak kontekstual membahas kebenaran Firman Tuhan

Sehingga “kebebasan” yang anda propaganda “mirip” dengan teologi liberal buat saya

astaganaga :smiley:
siapa yg bilang Amanat Agung itu anjuran, coba dibaca baik2, saya juga sudah menyebutkan kata “Amanat Agung” yg saya tau persis Anda tahu artinya, jadi saya tidak perlu jelaskan panjang lebar. Tapi ternyata tidak saya jelaskan malah Anda nganggep saya ngomong “Amanat Agung” itu anjuran.

Makanya hati2 kalau sudah “melegitimasi” seseorang Pak Tony, sesuatu yg tidak saya ucapkan pun Anda interpretasikan dengan tidak bertanggungjawab, kalau sudah begini namanya fitnah.

Dan saya ingatkan kepada Anda, yang pertama kali memulai meng-compare kata “hendaklah” dari PL & PB adalah Anda, saya hanya meladenin Anda, kalau Anda tau dari bahasanya saja sudah berbeda2 kenapa masih Anda perbandingkan, jadi menimbulkan tanda tanya.

Lo… sing ngecap iku sapa??
Kalo sampeyan bilang : kaga dosa… sy juga ngga kenapa kenapa… silaken aja…lawong namanya diskusi… bebas ngungkapken pendapat

Kalo sy bilang dosa… itu artinya tidak sedang … menuduh sampeyan… ato menuduh yang lainnya :cheesy:

Khan pertanyaan demikian:

[i] Boleh gak kalo org Kristen itu berbohong untuk sebuah kebaikan walaupun kebohongan itu terus menerus dilakukan, krn di gereja tempat saya beribadah, saya sering mendengar untuk hidup yang kudus dan jangan berdusta, jangan berbohong, saya juga udah berusaha untuk itu, tapi kalo berbohong demi kebaikan atau untuk sebuah hal yg baik, boleh gak ya? Berdosa atau tidak? angel[/i]

artinya … setiap orang yang mengaku dirinya Kristen … bisa memberikan pendapat…
Kalo sodara “Kristen” juga bisa urun rembug ;D
Kalo sodara bukan Kristen … lain permasalahannya :cheesy:

Anyway, saya jadi berfikir, kenapa yg dipermasalahkan pada kalimat saya adalah pada kata anjuran itu, bahkan seolah2 mencari2 kesalahan dengan menyamaratakan arti bahasa Indonesia “hendaklah”, sedangkan kajian bahasa aslinya saja yg digunakan berbeda2. Inti dari persoalan kejujuran ini kan sama, kalau sebaiknya orang tetap jujur.

Sebenarnya yg dicari2 apa sih, yang didiskusikan itu apa, apa benar ingin berdiskusi atau jangan2 pemuasan ego tertentu atau pride tertentu, apa tujuan dari diskusi ini sebenarnya, mencari kesalahan orang? menunjukan siapa yg terbaik? Maaf kalau untuk ini, saya tidak ikut2an, karena sepanjang perdebatan yg saya ikuti pendiskusian beberapa thread ujung2nya hanya bentuk2 ego tertentu dengan dalil Firman Tuhan. Saya jadi ingat kata Kierkegaard:

“Cowardice, on the other hand, wants only to concern itself with the really important,big things, not in order to carry something out wholeheartedly but to be flattered by doing something that is noble and great. Yet hiding behind the exalted is nothing but an excusefor not conquering all the little things one has omitted, simply because they were little.”

Ketika agama di atas segalanya & hukum Tuhan disemena2kan, taurat ditinggikan, sejarah benar2 sedang terulang.

just my 2cent :slight_smile:

Jika sodara diperhadapkan dengan pertanyaan :Apakah sodara percaya Yesus itu sbg juruselamat & Tuhan sodara??

Dan orang tersebut mengancam :knuppel2: sambil mengacungkan pistol…“Katakan yang sejujurnya!!” :character0110:

Kalo "Iya "… pistol ini akan menembus dada sodara…!!
Kalo “Tidak” … pistol ini diam !!

Sodara akan menjawab apa…??
Krn yang sodara hadapi … juga adl orang jahat yang mengancam nyawa sodara???

ini kata2 anda sendiri kok bu

perhatikan dan baca baik2 kalimat anda sendiri :

Kenapa saya bilang anjuran bukan instruksi?
Karena Tuhan tidak pernah memaksakan kehendaknya, Amanat Agung untuk orang percaya ada 2 yg saya tahu (CMIIW): “Jadikanlah semua bangsa muridku” & “Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku”

Supaya anda bisa jeli melihatnya

Anda mengunakan tanda koma dalam satu rangkaian kalimat itu, berarti masih dalam satu pengertian (atau ini mengambarkan pengertian anda yang suka loncat2?)

Artinya apa menurut anda, rangkaian satu kalimat tersebut?

Dan astaganaga nya anda itu artinya juga apa? (tidak berarti sesuatu?)

Perhatikan baik-baik kalimat anda sendiri bu dan jangan terlalu mudah untuk melabeli seseorang dengan sebutan itu (lihat anda sendiri pun melakukan labelisasi, tanpa dasar Firman?)

Saya interprestasikan secara tidak bertanggung jawab?

Sudah tuh perhatikan kalimat anda sendiri yang masih dalam satu rangkaian pengertian

Anda menyatakan

Anda : Kenapa saya bilang anjuran bukan instruksi?

Interprestasi saya ; anda mau menerangkan kenapanya itu

Anda : Karena Tuhan tidak pernah memaksakan kehendaknya, Amanat Agung untuk orang percaya ada 2 yg saya tahu

Interprestasi saya : Kenapanya itu anda jelaskan karena Tuhan tidak pernah memaksakan kehendaknya (N), amanat agung untuk orang percaya ada 2 yg saya tahu

Rangkuman dari interprestasi saya : dari kenapa “anjuran” menjadi karena “Tuhan tidak memaksa” yang dirangkaian satu pengertian dengan “amanat agung”

Bukankah sudah jelas kandungan artinya?

Atau hanya salah menyusun kalimat anda dalam merangkai pengertian yang anda ingin bangun?

Mengapa saya yang menfitnah, atas kesalahan anda dalam menyusun kalimat?

Saya hanya ingin menunjukan bahwa anda keliru mengunakan perbandingan tersebut?

Apa itu salah? Koreksi saja perbandingan anda itu keliru

Pengalaman saya di forum ini, misalnya sis Alice, pernah mengkoreksi saya dalam sebuah thread saya, dan ternyata koreksi dari sis Alice benar, maka saya sampaikan bahwa saya keliru

Itu namanya berdiskusi secara cerdas dan baik

Kalau keliru tidak lupa mengkoreksi

Kalau khilaf tidak lupa meminta maaf

Boleh di-ingat bu, ini Forum Kristen, anda harus bertanggung jawab atas pengertian kepada banyak orang yg ada dalam forum ini, karena setiap perkataan akan dipertanggung jawabkan kelak

Eph 6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,

2Co 10:10 Sebab, kata orang, surat-suratnya memang tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah dan perkataan-perkataannya tidak berarti.

Jas 3:4 Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.

Jas 3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar

Dan terus terang itu yang menjadi concern saya LieL

Karena sayapun mengasihi kamu LieL

bukan untuk memojokan kamu LieL

kalau LieL sudah merasa demikian

saya dengan tulus meminta maaf kepada LieL

GBU

hahaha saya tidak salah menyusun kalimat. Saya mau menjelaskan kenapa bagi saya itu anjuran, karena Tuhan tidak memaksakan kehendaknya dan Instruksi yg Anda katakan itu bagi saya berupa “Amanat Agung” yg YESUS sampaikan itu cuma 2.

Kalau saya dibilang salah menulis kenapa tidak dikembalikan pada Anda, kalau Anda salah membaca? :slight_smile:

Kata “Amanat Agung” pun sudah jelas konteksnya, Anda yg katanya cerdas saya anggap sudah mengerti kata “Amanat Agung”, ketika saya mengucapkan kata “Amanat Agung” itu sudah punya artinya sendiri, masa ketika artinya sudah “paten” Anda masih menganggap saya ngomong itu anjuran.

Saya hanya ingin menunjukan bahwa anda keliru mengunakan perbandingan tersebut? Apa itu salah? Koreksi saja perbandingan anda itu keliru

perbandingan yg mana? Ingat Pak Tony, Anda yg mulai membandingkan kalimat “hendaklah” dari PL dan PB, dari ayat yg ada “hendaklah” yg 1 dengan ayat2 lainnya. Jadi yg keliru mengunakan perbandingan sebenarnya siapa? Anda yg mulai mebandingkan kata “hendaklah” kok dibilang saya keliru membandingkan? Kok saya jadi heran.

Biar saya post lagi:
[i]Mat 5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
Yak. 5:12 Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.

Kata “hendaklah”, disitu berupa anjuran, karena ada konsekuensi dari “berbohong.”
Cuma tetap liat situasi, untuk berkata jujur juga harus liat moment yg tepat, jangan sampai kejujuran kita ternyata berdampak fatal.[/i]

Kemudian Anda membandingkan:
sejak kapan kata “hendaklah” berupa anjuran?
Gen 1:9 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian.
kemudian artinya, berfirmanlah Allah “anjuran” segala air…
atau
Gen 9:25 berkatalah ia: "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya
diartikan : Terkutuklah Kanaan, “hanya anjuran” ia menjadi…
disposisi kepada individu yang berusaha menegakan kebenaran Firman Tuhan
namun menjadi mengkerdilkan arti dari kebenaran Firman itu sendiri
dari “instruksi” sang “Inspektur Agung” menjadi “anjuran”

Ketika saya mengeluarkan bahasa aslinya, kemudian Anda mempertanyakan kenapa saya membandingkan bahasa aslinya, jelas2 Anda yg mulai menyama-artikan kata “hendaklah” di PL & PB dalam kajian LAI bahasa Indonesia.

Saya ngetik ini pun sampe cengar cengir sendiri, hebat jurus melempar kesalahannya, Anda memang CERDAS. :smiley:

hi aditya

pertama harus ditanyakan kebaikan itu buat siapa?

jika kebaikan itu untuk satu orang aja, dan ada pihak lain yang dirugikan… saya rasa “white lies” hanyalah sebuah pembelaan yang sering dilakukan kebanyakan orang yang ketakutan menghadapi kenyataan bahwa kejujuran itu baik buat Tuhan…
pastinya baik untuk semua orang…