Berdamai dengan CINTA

Ada saat dimana aku ingin sekali menutup mata pada cinta. Berusaha untuk tidak mendengarkan suara hati untuk menjalin dan membangun sebuah kisah, dan terus menerus berdiri pada kekokohan hati untuk tidak lagi menerima dan memberi cinta.
Kepalsuan seolah-olah terus berada dibalik cinta yang mendekat, berusaha untuk membuatku terus membangun tembok penghalang, agar lebih tinggi lagi sehingga tidak ada yang akan mampu mendaki dan menemukan hatiku. Aku terus bersembunyi dari kejaran cinta dan berusaha sekuat tenaga agar tidak pernah lagi ditemukan oleh cinta….

Tapi entah kenapa, cinta selalu saja menemukanku kembali. Seolah-olah cinta tak akan pernah melepaskanku sebelum aku jatuh dibawah kuasanya. Terus berusaha membuatku mengakuinya sebagai sesuatu yang mengagumkan dan membahagiakan, semakin kuat aku berseru tak membutuhkannya dalam hidupku, semakin gencar pula serangan yang cinta berikan dalam hidup.

Berkali-kali aku kalah dan jatuh terpuruk karna cinta, berkali-kali juga aku bangkit dan berusaha untuk mengendalikan cinta yang hadir. Tapi aku tetap saja kalah, cinta selalu saja memiliki caranya sendiri untuk membuatku jatuh dibawa kuasanya.
Cinta pernah menjadi sesuatu yang indah untukku, aku pernah memuji dan menyanjungnya dalam hidupku, sampai akhirnya cinta menunjukan sisinya yang lain padaku, cinta berubah menjadi sesuatu yang menghancurkan dan menjatuhkanku dalam sekejap, secepat kenyataan terungkap. Aku hanya bisa terpaku diam dalam tangis ketika cinta berubah menjadi begitu kejam padaku. Senyuman yang tadinya diberikan cinta padaku, tiba-tiba saja direbutnya kembali dan menggantikannya dengan luka dan air mata. Tak ada lagi keberanian untuk mengenal cinta dalam hidupku. Karena aku tau, ketika cinta datang, maka dia hanya akan tinggal sesaat kemudian pergi dan berlalu.

Cinta seperti judi bagiku, dia terus menggodaku untuk ikut bermain dalam permainannya dengan mempertarukan waktuku, jika aku menang maka aku akan mengisi waktuku dengan kebahagiaan yang cinta tawarkan, tapi jika aku kalah, maka cinta akan merebut waktuku dengan meninggalkan luka dan penyesalan.
Aku begitu ingin mengalahkan cinta, dan membuatnya bisa terus bersamaku tanpa menyakitiku lagi, tapi kenyataannya aku selalu kalah dan kembali terluka. Cinta tak pernah begitu ramah padaku, disaat aku menginginkannya, cinta terus saja menarik ulur rasaku, disaat aku benar-benar membutuhkannya, cinta selalu saja pergi dan berlalu dan ketika aku begitu membencinya cinta selalu saja hadir dan mengejarku dengan berbagai cara.

Aku tidak lagi memiliki keberanian untuk bermain dengan cinta, aku hanya ingin menemukan cinta dimana seharusnya aku bertemu dengan cinta. Aku tidak ingin lagi mengejar dan dikejar cinta, tapi aku ingin bertemu dengan cintaku disaat aku membutuhkan dan dibutuhkan oleh cinta.
Saat dimana tidak ada lagi keraguan dan takut akan cinta yang datang, saat dimana seharusnya aku berdiri dan menyambut cinta sebagai sebuah kebahagiaan dan bukan sebuah tantangan.

Disaat itulah aku akan berdamai dengan cinta, dan akan menjadikan cinta sebagai bagian dari perjalananku bersama dengan seseorang .
Tak akan ada yang bisa lari dari kejaran cinta, dan tak akan ada yang bisa memilikinya sebesar apapun rasa yang ada. Karena cinta akan terus terbagi dan berlalu, sejauh mata masih memandang dan mencari kesempurnaan dari cinta. Tidak ada pilihan yang tepat ketika cinta mulai berbicara, semua hanya bisa dijalani dengan cara yang tepat agar cinta dapat bertahan dan tinggal tetap dalam hati dua insan yang merajut cinta. Dan ketika cinta bertemu dengan sebuah kesungguhan, maka disitulah arti cinta yang sesungguhnya akan terlihat.