Berhati2lah terhadap terjemahan2 alkitab baru yang menyesatkan

Hmmm… saya rasa bro dapat melihat keadaan ini, yang berniat diskusi siapa, yang memaki2 siapa :slight_smile:

Meskipun kita menggunakan terjemahan lama (yg artinya, YESUS menunjukkan superioritasnya), … tetap saja YESUS “tunduk” mengikuti permintaan sang perempuan itu.

Perikop tsb memang tidak menunjukkan superioritas YESUS,… tapi lebih menunjukkan pada kepatuhan YESUS pada si perempuan (yg adalah ibunya sendiri)

Memang baca alkitab harus pelan-pelan biar ngga salah.
(dan meminta tuntunan orang yg lebih mengerti, yaitu, bapa gereja)

@Miyabi & Heretics

10:20 Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.
11:12 Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri.
12:18 Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.
15:4 Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.
18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
14:10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.
3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
:slight_smile:

Kepatuhan ? YESUS datang memang untuk melayani , bukan kepatuhan !Buktinya dia memanggil ibunyanya perempuan

Jadi kalo ada pengemis yang minta tolong YESUS menyembuhkannya , itu artinya YESUS patuh sama pengemis itu ?

Emang melawak-melawak

Logika kuda kok dipakai !

Makanya jangan diajarin sama bapa-bapa gereja

Yang sopan dikit kenapa ya bro Heretics :slight_smile:
10:20 Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.
11:12 Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri.
12:18 Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.
15:4 Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.
18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
14:10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.
3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,

Hmm…

Coba perhatikan kalimat ini : “Saat-KU belum tiba”

Pengemis itu meminta ketika YESUS “sudah waktunya berkarya”.

Beda dengan si Perempuan yg meminta.
Meskipun “belum waktunya” tapi heran loh… YESUS tetap menuruti perintah perempuan itu.

Siapa yaa perempuan itu…

Si bidat satu ini bodoh benar

Ya . . . persoalan bahasa memang rumit . . dan bukan hanya bahasa, ttp juga adat istiadat! Perempuan , wanita, ibu, nyonya, madame , Mrs , lady dll. tergantung adatnya dan bahasanya juga dimana yang sopan. Marilah kita minta Roh Kudus menjelaskan artinya ayat2 yg kita baca, sebab terjemahan mana pun tidak sempurna , bahkan bahasa asli masih bisa ditafsirkan jadi macam2. . . JBU

Jadi kalo ad orang buta yang meminta YESUS menyembuhkan matanya , maka YESUS mematuhi orang buta tersebut ?

Siapa ya orang buta itu ? Sampai-sampai Yesus nurut sama dia ?

OAWKAOKWAOWKOAKWOKAOWKOAKWKOAKW

Terjemahan itu adalah terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia, yang orang-orangnya berasal dari berbagai denominasi. Disetujui oleh PGI dan KWI, sehingga bukan milik suatu Gereja atau komunitas gerejawi tertentu.

Jika mencari lebih jauh, sebenarnya sapaan “Perempuan” kepada Bunda Maria oleh Tuhan Yesus tidak hanya itu, yang lain adalah pada saat Tuhan Yesus di kayu salib saat Dia menyerahkan Bunda Maria kepada murid terkasihNya. Kalau kita melihat sapaan ini, sebenarnya mengingatkan kita kepada sebutan Hawa, sehingga sebenarnya Tuhan Yesus mau mengingatkan kita atas “Janji Allah” bahwa “Keturunan Perempuan itu akan meremukkan kepala Ular”. Sapaan itu justeru menunjukkan adanya “Type dan Anti-Type” dalam rencana Keselamatan Allah kepada umat manusia, dimana Tuhan Yesus adalah Anti-Type dari Adam dan Bunda Maria adalah Anti-Type dari Hawa.
Dosa masuk ke dalam dunia karena satu orang (Adam) dan Keselamatan masuk ke dalam dunia oleh satu orang (Tuhan Yesus).
Manusia pertama terjatuh ke dalam dosa karena pernyataan “Ya” Hawa atas bujukan Iblis, dan Penyelamat Manusia lahir ke dunia dengan pernyataan “Ya” Hawa Baru (Bunda Maria).
Sebutan “Perempuan” itu juga yang digunakan di Kitab Wahyu, saat St. Yohanes melihat penampakan seorang “Perempuan” di langit.
Dengan demikian, sangat tepat sapaan “Perempuan” itu dikenakan kepada Bunda Maria sebagai pemenuhan Janji Allah setelah kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa.

Heretics:
Kata "perempuan’ diganti “ibu” agar superioritas YESUS turun.

John Paul III:
Oh tidak dong, ayat tsb tidak diartikan mengenai superioritas, tapi lebih pada kepatuhan YESUS terhadap ibunya (meskipun saat itu belum waktunya IA untuk berkarya)

Dijawab heretics:
Emang kalau ada pengemis minta disembuhkan, artinya YESUS patuh pada pengemis itu??

John Paul II:
Pengemis itu nyambungnya di mana sih ? kan kita sedang bicara mengenai YESUS di pesta perjamuan kana?

Memang susah…

:afro:

Kutipan ayat Rasul Yohanes di atas merupakan salah satu dasar Alkitab atas gelar Bunda Maria sebagai Hawa yang baru.

Saya coba kutip notes salah satu teman Apologetik.

Yoh 2:4 Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”
Bahasa Indonesianya Yoh 2:4 tidak begitu jelas, karena diterjemahkan dengan kata “Ibu”, mari kita bandingkan dengan bahasa Inggris (versi KJV) dan Yunani

KJV, Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.
TR, λεγει αυτη ο ιησους τι εμοι και σοι γυναι ουπω ηκει η ωρα μου
Translit interlinear, legei {berkata} autê {kepadanya} ho iêsous {Yesus} ti emoi kai {jangan mengganggu Aku} soi gunai {hai perempuan (nyonya/ madame)} oupô {masih belum} êkei {tiba} hê hôra {waktu} mou {-Ku}

Kemudian mari kita bandingkan dengan Kitab Kejadian.

Kej 2:23 Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”

Yesus dan Maria berbagi daging yang sama, dan Adam yang baru (Yesus) sekarang sudah memanggil, Hawa yang baru dengan sebutan “Perempuan.”

Semoga bermanfaat…
PS: Bro Heretics jangan ditelen mentah-mentah ya, dicerna dulu biar meresap intisari nya :slight_smile:

Yang perlu diingat adalah sebagai manusia Yesus tanpa dosa dan memenuhi hukum Taurat termasuk hormati ayah ibumu.

Jadi memandang ucapan Yesus : “perempuan” kepada Maria sebagai ucapan yang merendahkan Maria sangat tidak masuk dengan diri Yesus yang memenuhi hukum Taurat dengan menghormati ibu Maria.

Dan melihat kelanjutan dari perikop tersebut dimana Yesus mengabulkan keinginan Maria sebagai perantara pihak empunya pesta dan menjadi mujijat pertama yang dilakukan Yesus maka jauhlah panggang dari api jika ingin memakai ayat tersebut untuk merendahkan pribadi bunda Maria.

bro Alex dan sister Theresa april telah menjelaskan dengan baik apa maksud dari kata “perempuan” di ayat tersebut.

shalom :slight_smile:

Sekedar melengkapi:

Budaya kalangan Yahudi, berbeda dengan budaya bangsa-bangsa lain, seorang putera laki-laki yang sudah dewasa/ akil balik/ lulus sekolah Midrasy (madarasah), ia harus memanggil ibunya “ANTTA” (Aram) atau “GUNAI” (Yunani), yang artinya “perempuan/ nyonya/ lady/ madame”, tidak lagi memanggil ibunya “'EM”, “EMMA”, walaupun ia tetap memanggil ayahnya “ABBA” atau “AV” :

* Yohanes 2:1-5
2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.”

2:4 LAI TB, Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.
KJV, Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee? mine hour is not yet come.
TR, λεγει αυτη ο ιησους τι εμοι και σοι γυναι ουπω ηκει η ωρα μου
Translit interlinear, legei {berkata} autê {kepadanya} ho iêsous {Yesus} ti emoi kai {jangan mengganggu Aku} soi gunai {hai perempuan (nyonya/ lady/ madame)} oupô {masih belum} êkei {tiba} hê hôra {waktu} mou {-Ku}

2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”

Panggilan akrab, baik, dan hormat yang digunakan di muka khalayak ramai terhadap perempuan, termasuk ibu sendiri adalah kata Aram ‘ANTTA’, dalam bahasa Yunani menggunakan kasus vokatif ‘γυναι - GUNAI’ dari kata dasar ‘γυνη - GUNÊ’.
Orang Yahudi bahkan tidak boleh memanggil seseorang dengan “nama kecil”, meskipun ybs. menggunakan nama kecil. Panggilan seperti ini dianggap sebagai " לשון הרע - LASYON HARA’" (evil tongue, sin of gossip).

Jika Yesus Kristus memanggil Maria dengan sapaan “Ibu/ mother” (Ibrani אֵם - “EM” ; Aram 'EMA) , maka Dia tidak layak berada di muka khalayak ramai, dianggap masih anak-anak yang perlu momongan orang tua.

Orang Yahudi dewasa di muka khalayak ramai tidak akan memanggil ibunya dengan sapaan demikian, karena sudah menjadi tradisi mereka. Panggilan “Ibu/ mother” hanya boleh dilakukan di dalam lingkungan rumah tangga, bukan di muka umum.

Panggilan ‘γυναι - gunai’, juga ditujukan kepada perempuan yang lain sebagai sapaan :

Contoh ayat :

* Matius 15:28
LAI TB, Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: ‘Hai ‘ibu’, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.’ Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
LAI TL, Lalu jawab Yesus, serta berkata kepadanya, “Hai perempuan, besarlah imanmu; jadilah bagimu sama seperti engkau kehendaki.” Maka sembuhlah anaknya yang perempuan itu pada ketika itu juga.
NIV, Then Jesus answered, “Woman, you have great faith! Your request is granted.” And her daughter was healed from that very hour.
KJV, Then Jesus answered and said unto her, O woman, great is thy faith: be it unto thee even as thou wilt. And her daughter was made whole from that very hour.
TR, τοτε αποκριθεις ο ιησους ειπεν αυτη ω γυναι μεγαλη σου η πιστις γενηθητω σοι ως θελεις και ιαθη η θυγατηρ αυτης απο της ωρας εκεινης
Translit. tote apokritheis ho iêsous eipen autê hô gunai megalê sou hê pistis genêthêtô soi hôs theleis kai iathê hê thugatêr autês apo tês hôras ekeinês

terjemahan LAI-TB, dalam hal Yohanes 2:1-5 tidak dapat dipersalahkan, atau bahkan dituduh “menyesatkan”, sebab team penerjemah ini mempertimbangkan “kaidah bahasa Indonesia” masa kini (tidak menerjemahkan secara harfiah).
Kalau kita mau memahami, kata “ibu” dalam bahasa Indonesia masa kini ini tidak hanya bermakna sebagai “mama/ mother” tetapi juga sebagai “panggilan umum” kepada perempuan umumnya yang bermakna “lady atau madame.”
Nah, Makna “ibu” disini kalau dikaitkan dengan adat Yahudi adalah dalam makna “lady atau madame.”

Semoga jelas.

Pernah dibahas di https://forumkristen.com/komunitas/index.php?topic=36043.msg442849#msg442849 , saya kutip sbb :

Matius 17:21 dalam sajian Terjemahan LAI-TB ditandai dengan tanda kurung […].
Tanda kurung dalam Alkitab itu punya makna tersendiri. Kalimat dalam tanda kurung [Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa] tidak dijumpai dalam naskah Westcott & Hort (WH) namun dijumpai dalam naskah Textus Receptus (TR).
Alkitab terjemahan LAI bersumber dari naskah UBS, Nestle/K. Aland (yang cenderung Westcott & Hort) sehingga untuk Matius 17:21 terjemahan LAI-TB membubuhinya dengan tanda kurung […].

Hilangnya ayat 21 ini dalam naskah WH kemungkinan karena naskah yang rusak/ tidak terbaca atau juga mungkin terjadi karena salinan naskah tulis tangan (manuskrip). Namun Perjanjian Baru bukan hanya satu ada banyak sekali, bahkan kalau ditotal bisa mencapai 24,000 salinan! Dan salinan yang paling populer diantaranya adalah Naskah TR dan WH. Semua salinan-salinan tersebut ditulis dengan tangan. Saat itu belum ada fotokopi atau percetakan, naskah Perjanjian Baru ditulis dengan tangan. Jika memerlukan salinan, maka seseorang harus menyalin kembali dengan tangan. Maka terkadang terjadi perbedaan-perbedaan.

Jika dua puluh orang menyalin suatu naskah, yang namanya kodrat manusia, tentu dijumpai kekeliruan penyalinan. Jika satu salinan punya kekeliruan, salinan berikutnya bakal kecipratan.

Yang namanya naskah tulis tangan (manuskrip) jelas tidak terlepas dari kerusakan akibat perjalanan waktu dan juga kelemahan kodrat manusia. Yang terakhir ini menimbulkan masalah terbanyak. Ada kalanya catatan samping tersisip dalam tubuh naskah, demikian pula sebaliknya sebagian tulisan dalam naskah dianggap sebagai catatan samping, belum lagi misalnya ada kemiripan antara aksara yang ada, kelupaan menulis garis datar di dalam huruf θ = ‘theta’ akan membuat aksara itu menjadi ο = ‘omikron’. Demikian pula aksara Ibrani, jatuh sehelai jenggot di sebelah kiri huruf ב - ‘beyt’ (b) akan membuat huruf itu terbaca ם ‘mêm’ (m).

Alkitab LAI-TB membubuhkan tanda kurung atas terjemahan ayat dari naskah tulis tangan Textus Receptus (TR) tetapi tidak terdapat dalam naskah tulis tangan (manuskrip) Wescott & Hort (WH), dan ini bukan berarti bahwa itu adalah ayat-ayat tambahan, kita cek ayatnya.

* Matius 17:20-21
17:20 LAI TB, Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, – maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
KJV, And JESUS said unto them, Because of your unbelief: for verily I say unto you, If ye have faith as a grain of mustard seed, ye shall say unto this mountain, Remove hence to yonder place; and it shall remove; and nothing shall be impossible unto you.
TR, ο δε ιησους ειπεν αυτοις δια την απιστιαν υμων αμην γαρ λεγω υμιν εαν εχητε πιστιν ως κοκκον σιναπεως ερειτε τω ορει τουτω μεταβηθι εντευθεν εκει και μεταβησεται και ουδεν αδυνατησει υμιν
Translit, ho de iêsous eipen autois dia tên apistian humôn amên gar legô humin ean ekhête pistin hôs kokkon sinapeôs ereite tô orei toutô metabêthi enteuthen ekei kai metabêsetai kai ouden adunatêsei humin

NIV, He replied, “Because you have so little faith. Truly I tell you, if you have faith as small as a mustard seed, you can say to this mountain, ‘Move from here to there,’ and it will move. Nothing will be impossible for you.”
WH, ο δε λεγει αυτοις δια την ολιγοπιστιαν υμων αμην γαρ λεγω υμιν εαν εχητε πιστιν ως κοκκον σιναπεως ερειτε τω ορει τουτω μεταβα ενθεν εκει και μεταβησεται και ουδεν αδυνατησει υμιν
Translit, ho de legei autois dia tên oligopistian humôn amên gar legô humin ean ekhête pistin hôs kokkon sinapeôs ereite tô orei toutô metaba enthen ekei kai metabêsetai kai ouden adunatêsei humin

17:21 LAI TB, [Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.]"
KJV, Howbeit this kind goeth not out but by prayer and fasting.
TR, τουτο δε το γενος ουκ εκπορευεται ει μη εν προσευχη και νηστεια
Translit, touto de to genos ouk ekporeuetai ei mê en proseukhê kai nêsteia

NIV, [tidak ada naskah]. Footnotes: Some manuscripts include here words similar to Mark 9:29.
WH, [tidak ada naskah]
Translit, [tidak ada naskah]

Matius 17:21 dalam manuscrip WH tidak ada, penyebabnya kemungkinan naskah tsb rusak sehingga tidak terbaca atau juga mungkin kesalahan penyalinan, sebagaimana penjelasan diatas sebelumnya. Jikalau demikian apakah berarti naskah yang tertulis dalam Alkitab LAI-TB Matius 17:21 itu sebenarnya tidak ada, dan merupakan sisipan? Sebenarnya tidak. Absen-nya naskah dalam suatu naskah tidak berarti naskah tsb tidak ada. Terjemahan NIV dalam hal ini yang berbasis naskah WH, meski tidak menyertakan ayat 21 dalam sajian terjemahannya namun ia membubuhkan keterangan (cacatan kaki/ footnotes bahwa naskah ayat 21 sebenarnya ada dalam manuskrip lain dan rujukan mengenai apa yang tertulis dalam Markus 9:29 yang berkaitan dengan Matius 17:21).

Sehingga, apabila isi Matius 17:21 dipermasalahkan, kitapun dapat melihat rujukan dari kitab lainnya bahwa pengajaran Tuhan YESUS tentang berdoa dan berpuasa juga dapat kita jumpai pada kitab Injil Markus, sbb:

* Markus 9:29
LAI TB, Jawab-Nya kepada mereka: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.”
KJV, And he said unto them, This kind can come forth by nothing, but by prayer and fasting.
TR, και ειπεν αυτοις τουτο το γενος εν ουδενι δυναται εξελθειν ει μη εν προσευχη και νηστεια
Translit, kai eipen autois touto to genos en oudeni dunatai exelthein ei mê en proseukhê {berdoa} kai {dan} nêsteia {berpuasa}

NIV, He replied, “This kind can come out only by prayer.” Footnotes: Some manuscripts prayer and fasting
WH, και ειπεν αυτοις τουτο το γενος εν ουδενι δυναται εξελθειν ει μη εν προσευχη
Translit, kai eipen autois touto to genos en oudeni dunatai exelthein ei mê en proseukhê {berdoa}

Markus 9:29 dalam hal ini mempunyai masalah tersendiri sebab naskah TR menulis lengkap “berdoa dan berpuasa” (proseukhê kai nêsteia), sedangkan naskah WH menulis “berdoa” saja (proseukhê). Penjelasan tentang ketiadaan kata ini sama dengan penjelasan diatas, yaitu kemungkinan naskahnya rusak sehingga tidak terbaca atau juga kesalahan penyalinan tulisan tangan. Kembali dalam ayat ini sajian NIV yang berbasis naskah WH memberikan keterangan bahwa pada naskah lain menulis “berdoa dan berpuasa”.

Namun, suatu naskah bisa menjadi bermasalah apabila naskah tersebut menulis yang kontradiktif, baik mengenai konten dan pengajarannya. Namun dalam hal ini Matius 17:21 dapat kita pastikan bahwa ayat ini bukan suatu sisipan/ tambah2an orang mengingat pengajaran tentang hal ini juga disampaikan penulis Kitab Injil yang lainnya dalam Alkitab kanon kita.

Alkitab kita adalah buku iman yang paling jujur, suatu terjemahan tidak lantas mengoreksi naskah2 yang dijadikan rujukan. Perbedaan naskah sengaja tidak ditutup-tutupi. Namun para pembaca diberi kesempatan untuk menilai sendiri mengapa terdapat perbedaan-perbedaan itu, terjemahan NIV dalam hal ini menyampaikan kejujuran itu.

Blessings,
BP

Wah Sarpa, kamu pinter dan keliatan rohani yah

Doa Bapa Kami Dengan Doksologi:

Matius 6:13
LAI TERJEMAHAN BARU (TB) :
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

LAI TERJEMAHAN LAMA (TL) :
Dan janganlah membawa kami kepada pencobaan, melainkan lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.

ALKITAB MELAYU KUNO (Alkitab Klinkert 1863) :
Dan bijar Toehan djangan bawa sama saja kadalem pertjobaan, melainken lepasken saja dari jang djahat. Karna Toehan jang ampoenja karadjaan, dan koewasa, dan kamoeliaan sampe salama-lamanja Amin.

ENGLISH / KING JAMES VERSION :
And lead us not into temptation, but deliver us from evil: For thine is the kingdom, and the power, and the glory, for ever. Amen.

ke-4 contoh Terjemahan Alkitab diatas mempunyai muatan struktur kalimat yang sama makna.

Tidak ada yang perlu dipermasalahkan pada kalimat yang diberi tanda kurung; Dan Kalimat dalam tanda kurung itu bukan revisi/ tambah2an seperti yang klasik dituduhkan kepada Alkitab.

Terjemahan LAI/TB yang dalam tanda kurung itu menunjuk pada Naskah Asli Salinan Alkitab menurut Textus Receptus :

Textus Receptus (TR) :
και μη εισενεγκης ημας εις πειρασμον αλλα ρυσαι ημας απο του πονηρου οτι σου εστιν η βασιλεια και η δυναμις και η δοξα εις τους αιωνας αμην
Translit interlinear, kai {dan} mê {janganlah} eisenegkês {membawa} hêmas {kami} eis {kedalam} peirasmon {godaan} alla {tetapi} rusai {lepaskanlah} hêmas {kami} apo {dari} tou ponêrou {yang jahat} hoti {karena} sou {Engkau} estin {adalah} hê basileia {kerajaan} kai {dan} hê dunamis {kuasa} kai {dan} hê doxa {kemuliaan} eis tous aiônas {sampai selamanya} amên {amin}

“Karena Engkaulah… dst” disebut doksologi ((Latin, artinya doa pujian kepada Allah), tidak ditemukan dalam versi Latin (St. Jerome’s Latin Vulgate). Namun ungkapan itu dijumpai dalam manuskrip Yunani tertua dan terbaik. Bahkan salinan naskah Timur seperti ORTHJBC dan Pesyita juga memuat baris terakhir itu.

Alkitab Terjemahan, baik LAI Bahasa Indonesia maupun KJV dan terjemahan lainnya diterjemahkan dari salinan naskah asli Perjanjian Baru Yunani. Naskah mayor yang lazim dijadikan dasar terjemahan adalah dari Textus Receptus (TR) dan Westcott-Hort Greek Text (WH).

Ada sebagian orang menganggap kalimat dalam kurung dalam Naskah Doa Bapa Kami (Matius 6:13) itu berdasarkan Kitab Didakhê. Tetapi faktanya kalimat yang dikurung itu ada dalam naskah TR.
Kitab Didakhê memang memuat DOA BAPA KAMI secara lengkap; tetapi injil Sinoptik tidak diterjemahkan berdasarkan kitab itu.
Judul Kitab itu selengkapnya adalah ‘didakhê kuriou dia ton dodeka apostolon’, artinya “Pengajaran Tuhan menurut Dua Belas Rasul”, namun biasa disingkat ‘didakhê’ saja.
Kitab ini banyak tentang tata-ibadah gereja yang mula-mula, Naskahnya ditemukan oleh P. Bryennios di biara Makam Suci, Konstantinopel pada tahun 1875 dan diterbitkan pada tahun 1883. Artinya kan lebih muda dari kitab Bahasa Indonesia (Melayu) kuno Alkitab Klinkert 1863; Mosok Alkitab Alkitab Klinkert 1863 yang sudah memuat kalimat dalam kurung itu berdasarkan kitab Didakhê yang baru ditemukan tahun 1875.
Kitab Didakhê Isinya terdiri dari 16 pasal. Pasal 1-6 memuat tentang dua jalan yaitu Jalan Kehidupan dan Jalan Kematian. Bagian ini banyak mengutip ayat-ayat Khotbah di Bukit. Pasal 7-15 berisi petunjuk tentang baptisan, puasa, doa, ekaristi, dan bagaimana memperlakukan nabi, uskup, dan diaken. Pasal 16 memuat nubuat tentang anti KRISTUS dan parousia (kedatangan YESUS yang kedua) .

Doa Bapa Kami Tanpa Doksologi:

Matius 6:13
Douay Rheims, And lead us not into temptation. But deliver us from evil. Amen.
Vulgata, et ne inducas nos in temptationem sed libera nos a malo

Bandingkan terjemahan lainnya yang juga tanpa doksologi :

NIV, And lead us not into temptation, but deliver us from the evil one.

Terjemahan versi NIV berdasarkan naskah UBS yang cenderung ke Wescott & Hort (WH) :

και μη εισενεγκης ημας εις πειρασμον αλλα ρυσαι ημας απο του πονηρου
Translit, kai mê eisenegkês hêmas eis peirasmon alla rusai hêmas apo tou ponêrou

Benarkah naskah dengan doksologi adalah “tambah2an”?
Disamping Naskah TR, Naskah Bizantine juga memuat bagian yang disebut doksologi, sbb :

και μη εισενεγκης ημας εις πειρασμον αλλα ρυσαι ημας απο του πονηρου οτι σου εστιν η βασιλεια και η δυναμις και η δοξα εις τους αιωνας αμην
Translit, kai mê eisenegkês hêmas eis peirasmon alla rusai hêmas apo tou ponêrou hoti sou estin hê basileia kai hê dunamis kai hê doxa eis tous aiônas amên

Bagian yang disebut “doksologi” dalam Matius 6:13 tsb juga terdapat dalam kitab Didache. Namun “doksologi” itu sendiri berpijak pada tradisi Yahudi yang senantiasa mengakhiri doanya dengan pujian kepada Allah :

* 1 Tawarikh 29:11
LAI TB, Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.
KJV, Thine, O LORD is the greatness, and the power, and the glory, and the victory, and the majesty: for all that is in the heaven and in the earth is thine; thine is the kingdom, O LORD, and thou art exalted as head above all.
Hebrew,
לְךָ יְהוָה הַגְּדֻלָּה וְהַגְּבוּרָה וְהַתִּפְאֶרֶת וְהַנֵּצַח וְהַהֹוד כִּי־כֹל בַּשָּׁמַיִם וּבָאָרֶץ לְךָ יְהוָה הַמַּמְלָכָה וְהַמִּתְנַשֵּׂא לְכֹל ׀ לְרֹאשׁ׃
Translit, LEKHA YEHOVAH (dibaca: 'Adonay) HAGEDULAH VEHAGEVURAH VEHATIF’ERET VEHANETSAKH VEHAHOD KI-KHOL BASYAMAYIM UVA’ARETS LEKHA YEHOVAH (dibaca: ‘Adonay) HAMAMLAKHAH VEHAMITNASE’ LEKHOL LERO’SY

Mengapa sampai ada perbedaan salinan naskah bahasa Asli TR dan WH?
Salinan naskah Alkitab Asli tulis tangan (manuskrip) Perjanjian Baru bukan hanya satu. Jika memerlukan salinan, maka seseorang harus menyalin kembali dengan tangan. Akibat salin-menyalin ini dan kodrat manusia, maka terjadi perbedaan penyalinan. Karena saat itu belum ada fotokopi atau percetakan yang bisa menyalin huruf-huruf sama persis, dan naskah Perjanjian Baru ditulis dengan tangan. Nah, kodrat manusia itu lemah, tidak selamanya salinan dari salinan ini persis, terkadang muncul perbedaan-perbedaan.

Jika Anda adalah seorang perterjemah, mempunyai 3 naskah. Lalu menemukan 2 naskah yang sama dan satu naskah yang kalimatnya kurang.
Apa yang akan anda lakukan?
(saya rasa inilah yang dilakukan oleh team penerjemah LAI-TB)

Blessings,
BP

Artikel terkait :
DOXOLOGY, di http://www.sarapanpagi.org/doxology-vt1104.html#p3447

Judul thread: Berhati2lah terhadap terjemahan2 alkitab baru yang menyesatkan

Realisasi: Maria Ratu Sorga = sesat.

Hai pengikut lucifer, semoga terang lucifer menyala di hatimu… wkwkwkwk…

[i]2Pe 1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan lucifer terbit bersinar di dalam hatimu

2Pe 1:19 et habemus firmiorem propheticum sermonem cui bene facitis adtendentes quasi lucernae lucenti in caliginoso loco donec dies inlucescat et lucifer oriatur in cordibus vestris

2Pe 1:19 and we have the more established prophetic Word, in which you do well to take heed, as to a lamp shining in a murky place, until day dawns and the Light-bearing One rises in your hearts; [/i]

Yes 14:12 How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!

jadi harus beli alkitab versi lama ya gan??

kunjungi juga TOUR HOLYLAND :cheesy:

Terima kasih buat penjelasannya bro… Sangat menerangkan inti diskusi ini.
Jadi thread ini saya rasa sudah selesai, Kecuali TS punya argumen lainnya…

Mengenai tanda kurung pada Alkitab saya sudah pernah baca penjelasannya, tapi terima kasih sudah meng-copy-kannya kembali. Walau dibaca ulang tetap menarik untuk disimak.

Salam Damai