Berita memalukan lagi

Kalah Suara Pilkada, Gereja Katolik Dibakar Massa

Total View : 294 times

Untuk kesekian kalinya Gereja menjadi sasaran amuk massa setelah ratusan orang yang diduga tidak menerima kekalahan calonnya selepas rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum untuk penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, mengamuk dan akhirnya membakar sebuah gereja kemarin Senin sore (11/4).

Dirilis Tempointeraktif, aksi massa yang membuat ratusan warga di sekitar kejadian itu mengungsi, berawal dari keputusan hasil Pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kuantan Singingi sekitar pukul 15.00 WIB sore ini. Komisi Pemilihan Umum Kuantan Singingi memutuskan hasil Pemilihan Kepala Daerah pada Senin 8 April 2011 kemarin pasangan incumbent Sukarmis – Zulkifly sebagai pemenang. Keputusan ini rupanya membuat sekitar tiga-ratus orang pendukung calon lainnya protes.

Entah siapa yang memulai, dan entah bagaimana, ratusan massa yang tadinya berada di sekitar kantor Komisi Pemilihan Umum di Kota Taluk Kuantan, ibu kota Kabupaten Kuantan Singingi Riau, langsung mengamuk. Akibatnya, satu gereja dan satu pos retribusi hangus terbakar serta puluhan rumah rusak poranda. “Massa tiba tiba saja datang. Jumlahnya ratusan dan berteriak-teriak. Mereka langsung merusak pos retribusi dan langsung pula membakar gereja,“ ujar S Manik, salah seorang pengurus dan Jemaat Gereja Katolik nahas itu.

Sejauh ini belum diketahui penyebab kerusuhan dan pembakar itu. Pihak kepolisian menyebut situasi kota Taluk Kuantan saat ini sudah dapat dikendalikan. Namun akibat pembakaran gereja itu sebanyak 80 kepala keluarga yang tinggal di sekitar gereja yang dibakar massa di Kabupaten Kuantan Singingi mengungsi karena khawatir jadi sasaran amuk massa. “Masih pada tahap pengendalian situasi. Nanti akan ada penjelasan. Kita imbau semua pihak menahan diri. Sejauh ini, disebut sebut sebagai buntut Pilkada. Situasi sudah dapat ditangani. “ kata Kepala Bagian Humas Kepolisian Daerah Riau, Ajun Komisaris Besar S Pandiangan SH.

Hal seperti ini akan kembali terulang seperti juga pembakaran geraja di Temanggung Jawa Tengah dimana pembiaran terjadi dan langkah hukum yang lambat akan membuat beberapa masyarakat yang lemah toleransi akan menganggap membakar gereja adalah sebuah reaksi yang wajar. Jika peristiwa ini sekali lagi dianggap sebagai masalah yang biasa, pemerintah harus sadar bahwa Indonesia sudah berada di jurang perpecahan wacana antar masyarakat.

Source : Berbagai Sumber/DPT

Gereja Katolik Riau Himbau Umat Tidak Terpancing Aksi Pembakaran

Atas peristiwa perusakan dan pembakaran terhadap gereja Katolik yang dilakukan oleh sekelompok massa di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau Senin (11/4), pihak gereja Katolik Riau menghimbau umat Katolik Riau untuk tetap menahan diri dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada pihak aparat keamanan dan pemerintah.

Dirilis Tempointeraktif, pihak gereja Katolik Riau menyesalkan aksi massa yang merusak dan membakar rumah ibadah hanya karena alasan yang tidak masuk akal.“ Kita sangat sesalkan insiden itu. Hendaknya semua pihak dapat menyelesaikan masalah dengan jalur aturan yang ada. Semua masalah sesungguhnya bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Romo Anton Konseng, Pastor Paroki Gereja Katolik St. Maria Pekanbaru.

Gereja dan Umat Katolik di Riau, menurut Romo Anton, juga mendesak aparat keamanan untuk menangani insiden massa ini dengan baik dan menumbuhkan kembali rasa nyaman warga dan umat, yang pasti sudah terusik. “Kita mendesak aparat keamanan menangani kasus ini dengan baik, agar warga dan umat benar benar merasa nyaman. Hendaknya ke depan, semua pihak tidak saling merusak dan tetap menyelesaikan masalah dengan hati yang sejuk.Kita yakin sekali, ini bukan terkait persoalan agama. Karenanya kita mengimbau seluruh umat, khususnya umat katolik Riau dapat menahan diri.” Tambah Romo Anton.

Kepolisian Resor Kuantan Singingi sendiri kini telah memeriksa tujuh warga yang diduga kuat mengetahui terjadinya amuk massa selepas rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum soal Pemilihan Kepala Daerah Kuantan Singingi Riau. Aksi massa ini sendiri ditengarai oleh ketidakpuasan massa pengusung satu calon yang kalah suara dalam Pemilihan Kepala Daerah Kuantan Singingi. Entah siapa yang memulai, dan entah bagaimana, ratusan massa yang tadinya berada di sekitar kantor Komisi Pemilihan Umum di Kota Taluk Kuantan, ibu kota Kabupaten Kuantan Singingi Riau, langsung mengamuk. Akibatnya, satu gereja dan satu pos retribusi hangus terbakar serta puluhan rumah rusak poranda

Source : Berbagai Sumber/DPT

Waduh…kesetanan lagi deh…apapun yang telah kalian perbuat terhadap sesamaku…Ku sumpahi supaya kalian diberkati dan bertobat…amen…

gimana kalo di serang balik ajah?

kalo model begini ini katolik-kristen baru pada bersatu…kalo sudah aman dan damai pada berantem lagi mode on… :smiley:

GBU

kalo diserang balik…ngga bisa bedakan dunk mana yang anak Tuhan mana yang anak hantu

Luarnya dan dalam ngga sama dunk>> :smiley:

Emang tau kita nyerangnya pake apa?

kit tusuk pk pedang & kita tangkis pk perisai… wkwk…

yaps…tapi pedangnya pedang KASIH dan perisainya perisai IMAN… XD

ebeehh, klu bgni smw umat Kristen, sa so dpa bayangan, gmna nanti klu s tba saat di mana qt2 smw, tba pada hari penghakiman…

pasti samua baku2 tuduh ini…
:onion-head48:

tulll

sippp
ditambah dengan doa sebagai penambah kekuatan^^

makany mulai sekarang kl mau bkn gereja d bwh tnh aja… banyak keuntungannya jg lg…

  1. bs jd bunker
  2. tersembunyi
  3. persiapan antrikris
  4. ga perlu ijin tetangga (ttg ny tikus, cacing dkk) :stuck_out_tongue:
  5. tidak mengganggu & terganggu

y kn?

kasih jangan pedang dunk… kasih uang , atau kasih berkat :smiley:

gawat sis , masa ngrusak d kasih uang ???^^

ntar dikira KRISTENISASI ?? repot juga lah kita jadi orang kristen ini…baksos di kira kristenisasi, ntar ada kebaktian dikira penyebaran agama…ckckck…tapi orang2 yang demo kalo kasih duit persembahan juga mau2 ajah…haissshhh

lah… coba di kasih pedang…apa ngga tambah ngrusak

kan perang ny bukan sama manusia sis… hehe… jd pedangny Pedang Roh…