Berita2 Kristen dari Cakka

Untuk mempermudah mengakses berita2 yang saya bagikan, saya membuat thread khusus ini… silakan rekan2 mengakses thread ini untuk melihat berita2 kristen terbaru dari saya.

GBU

Berita Kristen dari Cina

Gereja di Henan China di Tutup THURSDAY, 20 AUGUST 2009

Gereja local di Henan mengalami penutupan paksa dari pihak keamanan yang diberi nama Public Security Bureau (PSB) dari Xiayi County. Mereka menutup Laojie Christian Church dan menahan Li Guangren and Zheng Xiancai. Gereja itu terletak di Sandong village, Sanggu, Xiayi county dari Shangqiu, propoinsi Henan.

Menurut sumber, gereja ini ditutup karena tidak terdaftar. Gereja ini memiliki jemaat sebanyak 200 orang dan telah ada disana sejak April 1987. alasan lainnya adalah karena di daerah itu akan dibangun jalan. maka developer ingin membeli gereja itu. dengan begitu pemerintah dapat menjual gedung itu dengan harga tinggi.

Sedangkan pihak dari Sangdong ingin supaya mereka mendapat lahan pengganti ditempat lain untuk gereja mereka.

Sebelumnya, pada 6 Agustus, gereja tersebut mendapat peringatan untuk ditutup karena gereja tersebut diduga telah melakukan aktifitas religius yang illegal.

Karena kejadian itu, para jemaat menjaga gedung selama 24 jam sejak 28 Mei. ChinaAid meminta para umat Kristen untuk pergi ke kedutaan China dan meminta supaya mereka membebaskan Li Guangren dan zheng Xiancai.

Beberapa tulisan yang ada dalam dokumen penutupan gereja itu adalah: “an illegal site for religious activities” , “being indifferent” dan “laisser-faire attitude”.

Sumber : christianpost.com/agn

Dipenjara Karena Percaya Yesus ( Menjadi Kristen )

Maryam & Marzieh: Kami Tak Akan Sangkal Iman Kami Sabtu, 22 AUGUST 2009

Dalam sebuah sesi dramatis yang terjadi dalam pengadilan revolusioner yang terjadi di Teheran, Maryam Rustampoor (27) dan Marzieh Amirizadeh (30) diperintahkan untuk menarik kembali iman mereka dalam Kristus. Meskipun tekanan besar ditaruh di atas pundak mereka, kedua wanita tersebut mendeklarasikan bahwa mereka tidak akan menyangkal iman mereka. Maryam dan Marzieh awalnya ditangkap pada 5 Maret 2009 dan telah menderita selama di penjara, mengalami permasalahan kesehatan, dikurung terpisah dan diinterogasi berjam-jam selagi matanya ditutup.
Pada hari Sabtu, 8 Agustus 2009 kemarin, Maryam dan Marzieh dipanggil untuk hadir di pengadilan yang diadakan pada hari Minggu, 9 Agustus 2009 untuk mendengar putusan dari kasus mereka. Kepala penginterogasi telah merekomendasikan sebuah putusan yakni ‘kemurtadan.’ Bagaimanapun, ketika mereka tiba, tak ada putusan apapun yang diberikan. Malahan, sesi pengadilan berfokus pada deputi penggugat, Mr. Haddad, yang mempertanyakan Maryam dan Marzieh mengenai iman mereka dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka harus menarik kembali baik secara verbal maupun tertulis. Ini membuat semakin jelas bahwa di mata pengadilan, satu-satunya ‘kejahatan’ yang dilakukan oleh Maryam dan Marzieh adalah mereka telah menjadi Kristiani.

Mr. Haddah, mempertanyakan kepada kedua wanita tersebut jika mereka adalah seorang Kristiani. “Kami mencintai Yesus,” jawab mereka. Ia menanyakan ulang pertanyaannya dan mereka menjawab, “Ya, kami seorang Kristiani.”

Mr. Haddad lalu berkata, “Kamu dahulunya seorang Muslim dan sekarang kalian telah menjadi Kristiani.”

“Kami lahir di keluarga Muslim, tetapi kami bukanlah seorang Muslim dahulunya,” jawab mereka.

Mr. Haddad lalu tetap melanjutkan pertanyaan dan ia bertanya kepada mereka apakah mereka menyesal menjadi seorang Kristiani, dimana mereka menjawab, “Kami tidak memiliki penyesalan apapun.”

Lalu ia menyatakan dengan sungguh-sungguh, “Kalian harus menyatakan iman kalian dengan verbal dan juga tertulis.” Mereka berdiri tegak dan menjawab, “Kami tak akan menyangkal iman kami.”

Dalam sebuah momen pertanyaan yang tegang, Maryam dan Marzieh menyatakan referensi dalam iman mereka bahwa Tuhan telah meyakinkan mereka melalui Roh Kudus. Mr. Haddad mengatakan kepada mereka, “Sangatlah tidak mungkin bagi Tuhan untuk berbicara kepad manusia.”

Marzieh lalu bertanya kembali kepada mereka, “Apakah Anda mempertanyakan ke-Mahakuasa-an Tuhan?”

Mr. Haddad lalu menjawab, “Anda tidak layak agar Tuhan berbicara kepada Anda.”

Marzieh menjawab, “Adalah Tuhan, dan bukan Anda, yang menentukan apakah saya layak atau tidak.”

Mr. Haddad mengatakan kepada kedua wanita untuk kembali ke penjara dan berpikir mengenai pilihan-pilihan yang diberikan kepada mereka dan kembali kepadanya ketika mereka siap (untuk menuruti). Maryam dan Marzieh berkata, “Kami sudah memikirkan dan memutuskan keputusan kami.”

Di akhir dari sesi, Mr. Haddad mengatakan kepada mereka bahwa seorang hakim akan memberikan putusan untuk mereka, meskipun belumlah jelas siapa yang akan menjadi hakim pada kasus mereka. Ia juga mengijinkan Maryam dan Marzieh untuk memiliki seorang pengacara merepresentasikan mereka dalam kasus ini untuk pertama kalinya semenjak penangkapan mereka.

Selama lima bulan pencobaan mereka, keduanya memiliki kesehatan yang buruk dan berat badan yang menurun. Marzieh sedang dalam keadaan sakit sehubungan dengan permasalahan tulang belakangnya yang masih berlanjut, begitu juga gigi yang terinfeksi dan sakit kepala yang terus-menerus. Ia sangat membutuhkan perhatian medis. Dua bulan lalu pihak penjara mengatakan kepadanya bahwa penjara memiliki peralatan medis yang tepat dan bahwa mereka akan menghampirinya, tetapi sejauh ini belum ada perawatan yang layak yang diberikan.

Di balik usaha terus-menerus dari pihak berkuasa untuk menekan mereka untuk menyangkal iman mereka, Maryam dan Marzieh mencintai Yesus dan mereka tetap berdiri teguh hingga akhirnya tak peduli apapun yang terjadi. Mereka telah mendemonstrasikan cinta mereka pada Yesus dan menawarkan hidup mereka sendiri bagi-Nya jika mereka memang dipanggil untuk itu. Setelah sesi pengadilan pada tersebut mereka berkata, “Jika kami keluar dari penjara kami ingin melakukan dengan terhormat.”

Kasus Maryam dan Marzieh sangatlah jelas dan merupakan pelanggaran dari hak-hak kemanusiaan dan kebebasan berkeyakinan oleh pihak penguasa Negeri itu. Mereka layak untuk mendapat dukungan dari semua orang yang menghormati hak-hak kemanusiaan dan dibebaskan tanpa biaya hingga mereka bisa mengejar hidup yang bebas.

Sumber : prayforiran.org

mestinya kasus Maryam itu bisa diadukan ke HAM yah bro,…
kesian banget sih orang yang gak bisa membedakan kehendak Tuhan dan kehendak manusia

Pembunuhan Terhadap Penginjil di Somalia

Seorang Kristiani Somalia Dibunuh Karena Melakukan Penginjilan Kamis, 25 AUGUST 2009

Kelompok muslim ekstrimis Somalia Al Shabaab kembali melakukan tindakan brutal terhadap orang-orang Kristiani di negara tersebut. Kali ini yang menjadi korbannya adalah seorang pria paruh baya asal Somalia bernama Ahmed Matan.

Matan (41) dibunuh oleh anggota Al Shabaab pada Selasa (18/8) in Bulahawa, Somalia karena melakukan penginjilan di wilayah yang diklaim sebagai negara kekuasaan mereka. Demikian penuturan Abdikadir Abdi Ismael, mantan pemimpin gereja rahasia di Somalia yang kami kutip dari cbn.com. Matan sendiri merupakan salah satu anggota gereja rahasia di Somalia sejak 2001.

Ismael mengatakan bahwa dua minggu sebelum peristiwa pembunuhan Matan menghubungi dirinya. Matan berujar kepadanya bahwa gerak-geriknya saat itu sudah semakin diawasi oleh kelompok muslim berkuasa disana dan mereka (Al Shabaab, red) sudah memberikan sinyal kecurigaan terhadap dirinya. Sebagai informasi, Matan adalah seorang pengusaha yang menjual produk-produknya ke luar Somalia.

Sementara itu, peristiwa kematian sahabatnya Matan minggu lalu diakui Ismael membuat dirinya begitu takut.

“Kami telah melalui masa-masa sulit karena memilih untuk mengikuti agama Kristiani,” kata Ismael kepada Compass yang dikutip oleh cbn.com. “Kami telah kehilangan segalanya. Kami bahkan kekurangan kata-kata untuk berbagi perasaan kami. Saya selalu melarikan diri dari satu kamp pengungsi yang lain. Bahkan umat muslim telah mengeluarkan fatwa pada saya.”

Selain meninggalkan seorang bayi yang baru lahir, Matan meninggalkan seorang istri, Fatuma, dan anak-anak berusia 7 tahun dan 4 tahun.

Peristiwa kematian pahlawan Allah dari tanah Afrika ini hendaknya semakin membukakan mata hati kita bahwa masih banyak orang-orang percaya di sekitar dunia ini yang membutuhkan doa-doa kita. Mereka mengalami penganiayaan, kematian sama seperti orang Kristiani di negeri ini yang mempertahankan iman mereka bagi kemuliaan nama Tuhan.

Doakan juga untuk orang-orang di seluruh dunia ini yang belum percaya akan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat agar mereka mengalami juga kuasa kebangkitan-Nya dan kasih-Nya yang merupakan anugerah bagi tiap manusia yang mau menerimanya.

Sumber : Page Not Found - CBN.com - The Christian Broadcasting Network

iya , padahal itu hak setiap manusia :’(

Puji Tuhan Orissa Kembali bangkit :angel:
Bangkitlah ORISSA dan muliakan nama Tuhan, jadikan seluruh india mengenal Tuhan kita Yesus Kristus :angel: :afro:

[b]Dalam Setahun Gereja di Orissa Bangkit Kembali [/b] Rabu, 26 AUGUST 2009

Minggu ini tepat setahun berlalu ketika penganiayaan terburuk sepanjang sejarah India terjadi atas orang-orang Kristen di Orissa. Bagaimana pun juga, penyerangan dan penghancuran ratusan gereja dan dampak yang ditimbulkannya bagi ratusan ribu jiwa tidak dapat menghentikan pertumbuhan gereja di sana.

Musim panas tahun lalu, terjadi kekerasan massa yang menyebar begitu luas dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap orang Kristen setelah terjadinya peristiwa pembunuhan pemimpin Dewan Hindu Sedunia, Swami Saraswati.

Meskipun Maois mengaku bertanggungjawab atas pembunuhan itu, namun kaum Hindu militan menggunakannya sebagai alasan untuk menyerang orang Kristen di seluruh negara bagian India, membakar lebih dari 2.000 rumah orang Kristen, toko dan ratusan gereja.

Serangan awal yang berlangsung selama berminggu-minggu menyebabkan puluhan orang meninggal dunia, sebagian besar karena dibakar hidup-hidup, lebih dari 100.000 orang meninggalkan rumahnya, dan banyak di antara mereka yang belum bisa kembali ke rumahnya dan bertahan hidup di tenda-tenda.

Rev. Sudhakar Mondithoka adalah seorang pemimpin Kristen dari negara bagian Andhra Pradesh dan bekerja bersama-sama dengan orang-orang Kristen yang dianiaya di India. Beliau mengatakan alasan dari serangan terhadap pengikut Kristus di Orissa dan bagian lain dari negara itu adalah karena pertambahan orang Kristen yang mencapai dua kali lipat. Alasan lainnya adalah karena pertumbuhan gereja terutama di antara kalangan kaum Dalit - kasta terendah yang tak tersentuh di India.

Orissa adalah satu dari tujuh negara bagian di India yang memegang hukum anti perpindahan agama. Banyak pasal dalam hukum tersebut yang dibuat untuk mencegah orang Hindu masuk agama Kristen dan membatasi pertumbuhan dari gereja. Seringkali orang yang ketahuan berpindah agama dimasukkan ke dalam penjara, dianiaya dan diusir dari rumah mereka, bahkan dalam beberapa kasus dibunuh. Yang lainnya kembali memeluk agama Hindu karena takut akan serangan lanjutan terhadap mereka dan tak jarang segera mencari bantuan.

Sudharkar dan Shanti memberikan latihan kepemimpinan di Hyderabad Institute of Theology and Apologetics. Bagian dari pelayanan mereka adalah mengajar para pemimpin Kristen untuk memahami teologi alkitabiah mengenai penganiayaan dengan menggunakan buku yang berjudul “Dalam Bayang-Bayang Salib” terbitan Voice of the Martyrs oleh Glenn Penner. Membantu ribuan pengungsi remaja Kristen dari kekerasan harus tetap menjadi prioritas.

Terlepas dari semua itu, kekerasan yang ditujukan terhadap umat Kristen di Orissa, dengan hilangnya nyawa dan harta benda, tetap menimbulkan hal yang positif di baliknya.

Sumber : cbn.com / LEP