Berjudi, Bertaruh & membeli Undian.

Pertanyaan:

Bolehkah seorang kristen:

  1. Berjudi di casino ?

  2. Bertaruh, misalnya taruhan sepak bola ?

  3. Membeli undian, misalnya undian berupa uang, mobil dsb ?

Mohon dijawab dan adakah ayatnya yang menunjang !

Tidak ada larangannya dalam Alkitab. Akan tetapi kembali kepada motivasi orang tersebut, apakah berjudi atau bertaruh itu dilandasi sikap tamak/serakah?

Mengenai undian berhadiah, misalnya membeli suatu produk dan mendapat kesempatan memperoleh hadiah berupa uang atau barang (mobil, rumah, sepeda motor, dll) dsb, pada dasarnya kita membeli barang tersebut karena kebutuhan. Misalnya, berbelanja di suatu toko swalayan mencapai Rp 100.000,- (berlaku kelipatan) mendapat kupon undian setiap kelipatan tersebut. Seandainya kita tidak mendapat hadiah, toh barang yang kita beli memang berguna. Tetapi kalau kena undi dan mendapat hadiah, itu suatu keberuntungan. Saya perhitungkan, katakanlah dari 100 ribu rupiah itu, toko mendapat keuntungan 25% dari harga jual barang, atau 25 ribu rupiah. Seandainya ada 10.000 kupon undian, berarti 250 juta rupiah keuntungan toko tersebut. Katakanlah 150 juta rupiah harga sebuah unit mobil, maka keuntungan toko itulah yang dipakai untuk membeli mobil hadiah tersebut. Saya kira tidak ada yang salah dengan memberikan hadiah tersebut melaui undian.

Hidup kekristenan itu bukan lagi berdasarkan ‘boleh’ atau ‘gak boleh’. Hidup kekristenan itu berdasarkan pimpinan Roh Kudus. Inilah yang membedakan hidup di bawah taurat atau hidup mengikuti pimpinan Roh Kudus. Kalau kita masih mencari suatu guidance berupa list dari aturan mana yang boleh mana yang tak boleh itu artinya kita masih berada di bawah taurat.

Jadi daripada kita satu-persatu mencoba menganalisa kasus per kasus untuk mencari suatu patokan, lebih baik kita belajar mendengarkan suara Roh Kudus.

Mendengar suara Roh Kudus bukan berarti tidak perlu menganalisis kasus satu per satu. Kemampuan menganalisis berdasarkan firman Tuhan juga karunia Roh Kudus. Ingat dalam sidang di Yerusalem (Kisah 15) keputusan yang diambil juga berdasarkan analisis walaupun tetap merupakan keputusan Roh Kudus (ayat 28).

Undian adalah bagian dari perintah Allah dalam pelayanan imam Lewi. Bangsa Israel memiliki Urim dan Tumim didalam Efod yang diperkirakan adalah dua buah benda atau batu yang dipakai untuk menentukan keputusan dengan cara melemparnya. Selanjutnya Alkitab mencatat bangsa Isarel memakai cara undian untuk menentukan hak-hak dan menentukan pemilihan. Menyelesaikan pertikaian dan sengketa. Kitab Amsal 18:18 menulis, “Undian mengakhiri pertengkaran, dan menyelesaikan persoalan antara orang-orang berkuasa.” Mereka percaya bahwa Allah memberi jawab persoalan mereka dengan cara melempar undi. Seperti yang ditulis Amsal 16:33, “Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.” Demikian bangsa Israel memakai undian sebagai bagian dari jawaban keputusan Tuhan pada masa lampau.

Hari ini undian, yang mengarah kepada perjudian menjadi salah satu jalan bagi Iblis untuk membinasakan manusia yang serakah dan cinta akan uang. Bukan lagi untuk mencari kehendakNya seperti jaman Perjanjijan Lama, tetapi dipakai untuk memuaskan kedagingan dalam mendapatkan kesenangan lewat mimpi uang mudah.

Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. (1 Timotius 6:9-10)

Ayat ini memberi gambaran yang tidak dapat dipungkiri bahwa mereka yang berjudi mengalami berbagai duka, dan menenggelamkan mereka kedalam keruntuhan yang berakhir pada kebinasaan. Semua itu disebut jerat! Jika demikian liciknya tipu daya Iblis, apakah kita masih menganggap tawaran judi itu adalah kudus seperti urim dan tumim didalam efod? Jangan hinakan Allah.

Undian bank, undian diacara-acara dan undian lain-lainnya yang tidak ada unsur “tombok” bukanlah sebuah perjudian. Mendapatkannya adalah anugrah Tuhan, tidak mendapatkan juga tidak kehilangan apa-apa, sebab itu diberikan kepada orang yang berhak menerimanya sekehendak Allah.

Benar,
Menganalisa satu per satu untuk nanya kepada Roh Kudus. Bukan analisa satu per satu untuk nanya ke forum Kristen, lalu bikin guidance mana yang boleh mana yang gak boleh.